Sehari Bersama Tim Monev di Kecamatan Peudada

Kecamatan Peudada – Kamis (4/6) Hasil monitoring dan evaluasi ke lapangan seperti ke Gampong Meunasah Tambo mahasiswa KKM memberikan pelatihan atau Les berupa Calistung , Bahasa Inggris serta komputer. Kesulitan yang paling terasa karena secara riilnya anak-anak tidak memiliki fasilitas komputer. Sedangkan keterampilan kaum ibu yang menggunakan kain planel sangat kecil kemungkinan akan berlanjut setelah usai KKM karena kesulitan mencari bahannya di sekitar gampong dan kecamatan. Dalam membantu pemberdayaan lingkungan pekarangan penanaman bayam, kangkung dan mentimun kendala terbesar adalah hama malam.

Beralih ke Meunasah Rabo , peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) rata-rata kegiatan hampir sama saja dengan gampong sebelumnya, yang lain kegiatan menghafal surat pendek, lomba azan, untuk keterampilan kaum perempuan pembuatan kue, rajut, pembuatan gelang dari slang air. Sosialisasi cuci tangan dan sikat gigi kepada anak-anak.

Melihat Gampong Hagu hubungan masyarakat denga peserta KKM cukup baik di samping melaksanakan kegiatan sosial dan kegiatan lain yang hampir sama dengan gampong lain, di sini peserta KKM melatih tari kepada anak-anak, penghijauan, dan pembuatan pupuk Mol. Penanaman pohon kelapa seperti yang dicanangkan juga terlaksana dengan baik. Masalah sensus untuk masyarakat peserta KB juga tidak mengalami hambatan.

Untuk Gampong Lawangpun kegiatan hampir sama saja yang hanya berbeda di sini ada gerakan penanaman pisang yang digerakkan oleh mahasiswa KKM. Masyarakat juga tidak sulit untuk diajak bekerjasama. Namun peserta KKM di gampong ini mengeluhkan ada peserta yang datang cuma sekali saja selama pelaksanaan KKM. Seorang lagi jarang hadir, jarang mengikuti kegiatan, setiap kali datang membawa anak dan istri yang otomatis tidak dapat mengikuti acara dan tidak adanya kebersamaan dengan peserta lainnya.

Dilanjutkan ke Gampong Meunasah Krueng kegiatan masih sama ada penghijauan, les matematika, Bahasa Inggris serta Bahasa Indonesia. Pemanfaatan lahan pekarangan dengan taman gizi. Kegiatan sosial pembuatan pamplet, struktur gampong, cat meunasah dan cat lapangan bulu tangkis.

Tak ketinggalan Gampong Ara Bungong kegiatan KKM di sini juga tak jauh beda, yang lain pembuatan peta gampong, memperbaiki meunasah pembuatan papan nama lorong. Di samping kegiatan PKK untuk kaum ibu, tak ketinggalan les membaca dan menulis ayat-ayat Al-Qur’an.

Memasuki Gampong Blang Kubu kegiatan hampir sama saja penanaman pohon kelapa ditambah bibit pala, les komputer, yang agak lain hanya ada Turnamen Bola Kaki. Antusias masyarakat sudah cukup baik apalagi posisi gampong di pinggir jalan lintasan Bireuen – Banda Aceh hanya saja kegiatan yang kurang kreatif.

Di Gampong Neubok Naleung kegiatan yang disenangi kaum ibu, membuat kerajinan tangan dari kain perca, dan pembuatan bros. Bahan untuk pembuatan kerajinan tangan ini tidak sulit untuk didapat. Untuk penghijauannya juga menarik di samping menanam kelapa ada penanaman pohon jernang, pinang bunga, cempedak dan bunga-bungaan sebagai hiasan. Kegiatan posyandu, gerakan mencuci tangan yang sangat bermanfaat bagi sosialisasi cara hidup sehat.

Tiba di Gampong Jabet kegiatan seperti gampong lain ada les komputer, kerajinan tangan pembuatan bolu hias, serbet hias. Di samping penanaman kelapa ada penanaman pohon mangga. Mahasiswa kelihatan begitu semangat menerima kedatangan tim monev, tidak ada yang menampakkan wajah murung.

Di Gampong Sawang ini pemberdayaan ekonomi masyarakat yang digerakkan peserta KKM sangat menarik karena di samping pembuatan keripik bayam, ada pembuatan penganan ‘Tomat Rasa Kurma’. Menurut Hamdani;”Tomat setelah diolah rasanya seperti kurma, bedanya sedikit saja di ujung ada rasa asam sedikit, tapi rasa ini menjadi memikat kita untuk mencicipi lagi.” Di samping kegiatan lain yang hampir sama di seluruh gampong yang dikunjungi, di gampong ini peserta KKM memberikan penyuluhan tentang ‘Teknik Tanaman Budidaya’. Peserta KKMnya juga menunjukkan kesungguhan yang benar-benar membuat kita senang melihatnya.

Memasuki Gampong Blang Beururu, kegiatan hampir sama sepeti kegiatan di gampong lainnya  seperti ‘calistung’ les komputer, penghijauan/teknik budi daya tanaman, kesehatan dan terakhir majlis ta’lim. Seluruh mahasiswa begitu antusias dalam mengikuti KKM, semua kelihatan begitu bersemangat.

Secara umum kegiatan yang dilakukan peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) sangat baik hanya saja kurang dipoles sedikit kreativitas agar tampil beda. Faktor penghambat atau kurang serasinya keadaan disebabkan peserta KKM tidak tinggal di gampong bersangkutan, sehingga ada sedikit rasa yang hilang. Apalagi kendala disebabkan kesibukan masyarakat yang bekerja sebagai petani ataupun sektor lainnya. Paling tidak ketika tinggal di gampong apabila masyarakat tidak dapat mengikuti kegiatan pada siang hari masih ada waktu ketika diadakan acara di meunasah atau masjid pada malam hari.

Demikianlah perjalanan seharian bersama Tim Monev ke Kecamatan Peudada, walau terik matahari menyengat tak mengurangi antusias mahasiswa KKM Umuslim untuk berkarya bagi masyarakat gampong. (al)