BEM FIKOM Umuslim Meraih Kemenangan Kompetisi Tingkat Nasional Program Hibah Bina Desa (PHBD) Dikti

Kampus Ampon Chiek Peusangan, Sabtu  (11/7)– Merupakan suatu kebanggaan yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata , bertepatan dengan bulan Ramadhan diperoleh kabar bahwa BEM Fikom Umuslim meraih kemenangan Kompetisi Tingkat Nasional Program Hibah Bina Desa (PHBD) Dikti yang didanai Dikti pula.

Bincang-bincang dengan salah seorang dosen pendamping Teuku Cut Mahmud Aziz, S. Fil, MA , bahwa informasi keberhasilan itu diperoleh dari Dikti, bahwasanya pada tahun ini proposal PHBD yang diajukan ke Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dikti untuk ikut seleksi Tingkat Nasional mencapai jumlah di atas 1.200 lebih proposal. Yang tersaring lulus seleksi tingkat Nasional hanya 92 proposal dimana Aceh hanya diwakili oleh dua universitas, yaitu Universitas Almuslim dan Universitas Serambi Mekkah. Kedua tim hibah dari dua universitas ini diundang ke Medan oleh tim panitia Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dikti untuk mengikuti workshop sekaligus presentasi proposal.

Tim PHBD BEM FIKOM terdiri dari Rizki Ananda selaku ketua, M. Ridhani, Cut Rahmawati, Indri Riadiningsih, dan Putri Maulina selaku anggota dengan dosen pembimbing yang terdiri dari Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil, M.A, Rokhmat Hidayat, M.Cs, dan Yohana Selviana, S.Pd. Yang mewakili tim PHBD Fikom dalam presentasi proposal yang berjudul “Pengolahan Ikan Bandeng Menjadi Abon Ikan Berbasis Potensi Tambak dan Laut di Desa Jangka Keutapang” adalah ketua tim, Rizki Ananda. Ia mempresentasikan dengan sangat baik bahkan telah menyiapkan abon ikan hasil olahan BEM Fikom untuk dapat dicicipi oleh dua tim reviewer dan panitia Dikti. Seorang reviewer mengatakan,”Wah, enak sekali!’ Dengan penasaran ia menanyakan,”Apa benar ini kalian buat?” tanyanya penasaran.

“Benar Bapak,” jawab Rizki Ananda. Lalu reviewer tersebut mengatakan, “Ini perlu dicontoh, mereka datang kemari menandakan mereka telah siap untuk memberikan pelatihan ke masyarakat,” katanya.

“Lalu ia  membawa abon ikan ini untuk dapat dicicipi oleh seluruh peserta penerima hibah. Tim dosen Umuslim yang mendampingi mahasiswa waktu presentasi di Medan sangat bangga melihat kemampuan Rizki Ananda dalam meyakinkan dan mendapat pujian dari para reviewer. Tim PHBD Umuslim dapat duduk sejajar dan melakukan presentasi saling bergantian dengan tim mahasiswa dari Universitas Andalas, Universitas Sriwijaya, satu universitas di Riau, Universitas Negeri Medan, Universitas Muhammadiyah Medan, dan beberapa universitas lainnya” ,kata Teuku Cut Mahmud Aziz menceritakan.

Sementara itu Rokhmat Hidayat, M.Cs mengatakan, “Walaupun kita berasal dari daerah, kita bangga melihat kemampuan dan konfidensi mahasiswa kita. Ini yang harus dibangun terus. Yang penting kita harus percaya diri dan harus mampu bersaing”,katanya.

Senada dengan Rokhmat Hidayat, Teuku Cut Mahmud Aziz, menambahkan, ”Pengajuan proposal dari Umuslim harus lebih banyak untuk tahun-tahun berikutnya. Keberhasilan ini menjadi contoh yang baik mengasah kemampuan mahasiswa melalui bimbingan dosen untuk mampu ‘membaca’ kebutuhan masyarakat berbasis potensi lokal. Keberhasilan hibah ini nantinya akan menjadikan Desa Jangka Keutapang menjadi desa binaan Universitas Almuslim.” ujar pria yang sering dipanggil Pon Cut ini.

Menurut Pon Cut, keberhasilan ini diraih tidak terlepas dari dukungan penuh pimpinan universitas. Rektor Umuslim Dr. H. Amiruddun Idris, SE., M. Si selalu menanamkan semangat untuk terus berprestasi. Keberhasilan pada tahun ini harus menjadi pemacu untuk lebih berhasil pada tahun-tahun berikutnya.

Menurut Pon Cut, salah seorang tim review Yohana Selviana jauh-jauh hari telah mengatakan, “Abon ikan ini nantinya akan menjadi ikon bagi Bireuen khususnya dan Aceh pada umumnya. Orang datang ke Bireuen tidak hanya mencari keripik pisang, kue naga sari, atau sate matang, ke depannya orang akan mencari makanan khas Bireuen lainnya, yaitu abon ikan,” ujar beliau. (al-poncut)