Studi Banding BEM Fikom ke Rumah Olahan Hasil Perikanan

Banda Acehi – Senin (12/10), BEM Fikom Umuslim melakukan studi banding ke Rumah Olahan Hasil Perikanan Abon Ikan Tuna “Aroma Food” di Dusun Silva Lambaroeh Ulee Pata Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh. Kegiatan studi banding ini dalam rangka belajar proses pengolahan abon ikan tuna yang telah berhasil dikembangkan oleh CV. Aroma Food dan menjadi UKM terbaik tahun ini di Provinsi Aceh. Tim PHBD BEM Fikom diwakili oleh Rizk Anandai, Muhammad Ridhani, Jailani, Muhajir, Cut Rahmawati, Indri Riyadiningsih, dan Wahyudi. Tim PHBD didampingi langsung oleh Dekan Fikom, Taufiq, ST, MT dan Dosen Pembimbing PHBD BEM Fikom, Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil, M.A.

Studi Banding BEM Fikom menjadi salah satu bagian kegiatan dari Program Hibah Bina Desa (PHBD-Dikti) 2015 yang sedang dilakukan di Gampong Jangka Keutapang, Kecamatan Jangka, yakni pengolahan ikan bandeng menjadi abon ikan. Oleh karena itu, dalam kunjungan ke Banda Aceh, Tim PHBD mengikutsertakan Geuchik Gampong Jangka Keutapang, Bapak Azmi Abdullah dan Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Bungoeng Keuparu, Ibu Irwani dan Sekretaris KSM Bungoeng Keuparu, Ibu Rina Srinita. KSM Bungoeng Keuparu dibentuk langsung  oleh masyarakat dengan difasilitasi Tim PHBD dan Konsultan UKM Kabupaten Bireuen, Bapak Denny Saputra, S.E. Program PHBD ini diharapkan dapat menghasilkan output dan outcome bagi peningkatan ekonomi masyarakat Desa Jangka Keutapang dan diharapkan ke depannya menjadi salah satu contoh desa yang mampu mengembangkan produk unggulan Gampong.

Setelah melakukan kunjungan ke CV. Aroma Food, BEM Fikom Umuslim melanjutkan kunjungan studi banding ke UD. Bawal yang memproduksi Eungkot Keumamah Chip (Ikan Kayu) yang terletak di Gampong  Lampulo, Banda Aceh. Kegiatan studi banding ini dalam rangka melihat langsung dan belajar dari UKM yang berhasil mengembangkan usahanya. Eungkot Keumamah yang sangat dikenal sebagai salah satu makanan khas Aceh yang ternyata berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi usaha bisnis yang sangat menguntungkan. UD. Bawal telah membuktikannya dan Eungkot Keumamah hasil olahannya telah dikenal di Aceh hingga keluar Aceh, bahkan pernah dikirim hingga ke Negeri Cina. (al-poncut)