PEMERINTAH MAHASISWA AKAN MELAKSANAKAN FESTIVAL KEBUDAYAAN

Kampus Umuslim – Rabu (11/11) Pemerintah Mahasiswa Universitas Almuslim akan melaksanakan even Festival Kebudayaan Umuslim 2015 pada tanggal 02 s.d 06 Desember 2015. Hal ini di ungkapkan oleh Presiden Mahasiswa PEMA Umuslim, Hidayatullah. “Insya Allah Festival Kebudayaan Umuslim 2015  dengan tema ‘Memasyarkatkan kebudayaan dalam kehidupan generasi muda’ ini akan kita laksanakan pada tanggal 02 s.d 06 Desember 2015 yang di barengi beberapa rangkaian kegiatan”, ujar Hidayatullah.

Selanjutnya ketua panitia, Fauzan, mengatakan Rangkaian kegiatan dalam Festival Kebudayaan Umuslim  adalah Lomba Menulis Opini, Lomba Fotografi, Seumapa, Lomba Manyum (Menganyam) Reungkan, pergelaran permainan tradisional, pameran kebudayaan dan kreatifitas mahasiswa, panggung kebudayaan, seminar dan donor darah.

“Lomba menulis opini dibuka untulk katagori pelajar, mahasiswa dan umum se-Aceh, dengan tema “kenali daerah, cintai budaya”. Lomba ini bertujuan untuk melihat gagasan-gagasan para penulis Aceh tentang kebudayaan yang bisa tetap dipertahankan sehingga tetap menjadi cirri khas Aceh. Lomba fotografi mengangkat tema yang sama juga dibuka untuk kategori yang sama se -Aceh. Tujuan dilaksanakannya lomba fotografi adalah untuk mengabadikan potret kebudayaan Aceh dengan berbagai objek yang bertemakan kebudayaan sehingga kita bisa melihat bagaimana eksotiknya kebudayaan sepenjuru Aceh yang akan membuat kita bersyukur dan bangga menjadi Warga Aceh. “Lomba ini dapat didaftar secara online sampai tanggal 27 November 2015” ,ungkap Fauzan.

Fauzan menambahkan, lomba manyum reungkan dibuka untuk mahasiswa se-Kabupaten Bireuen dengan tujuan mahasiswa dan generasi muda faham bagaimana membudidayakan reungkan dan anyaman lainnya yang terbuat dari daun kelapa sebagai salah satu kerajinan tangan rakyat Aceh, yang dapat bermanfaat sangat besar dengan modal yang sangat murah. “Reungkan harus tetap dilestarikan dan mahasiswa wajib bisa membuatnya”, sambung Fauzan.

Selain itu, Lomba Seumapa (berbalas pantun) akan gelar untuk pelajar SMP dan SMP sederajat. “Seumapa sudah menjadi salah satu identitas budaya masyarakat Aceh sehingga harus tetap dijaga kelestariannya. Pagelaran permainan tradisional dilaksanakan tingkat mahasiswa se-kabupaten Bireuen. Anak-anak zaman sekarang sudah mulai melupakan permainan tradisional yang mengandung nilai-nilai kebersamaan dan kerja keras serta kerja sama, sehingga sudah seharusnya tetap dilestarikan”, kata sekretaris panitia Mutia Zuhra.

Mutia menambahkan bahwa pada kegiatan ini juga dibuka stand-stand pameran kebudayaan dan kreatifitas mahasiswa yang diisi oleh mahasiswa, Ormawa Umuslim dan juga mahasiswa kampus lain di  Aceh.

Kepanitiaan dalam kegiatan ini adalah pengurus PEMA Umuslim dan seluruh Ormawa dalam lingkup Universitas Almuslim.

Selanjutnya, Mutia menambahkan; “Dalam kegiatan ini juga diagendakan seminar kebudayaan dan juga donor darah.” (al, hd).