Kuliah Umum Reformasi Birokrasi Polri di Umuslim

AAC Ampon Chiek Peusangan – Selasa (22/12) Kuliah umum yang bertemakan “Tantangan dan Harapan Masyarakat Tentang Reformasi Birokrasi Polri” yang  dihadiri Bupati Bireuen H. Ruslan M. Daud, Wakil Ketua DPRK Bireuen Athaillah M. Saleh, Kapolres Bireuen AKBP M. Ali Kadhafi, SIK, Rektor Umuslim Dr. H. Amiruddin Idris, SE., M.Si, Pembina Yayasan Almuslim Peusangan  H. Hanafiah Suri, Ketua Yayasan  H. Yusri Abdullah, S.Sos, Kasdim 0111/Bireuen, Wadan Yonif 113/JS, para Kepala SKPK, anggota kepolisian jajaran Polres Bireuen dan unsur mahasiswa Umuslim.

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah melakukan reformasi birokrasi semenjak tahun 1999, dan tiga fokus utama yang menjadi sasaran pembenahan di institusi penegak hukum sampai dengan tahun 2025.

“Tiga fokus yang paling utama dalam reformasi birokrasi Polri sejak tahun 1999, yaitu, struktural, instrumental dan kultural,” papar Dr. M. Gaussyah, SH., MH, selaku Tenaga Ahli Kapolri.

Dikatakannya, untuk mewujudkan itu semua, Polri telah menyusun grand strategi mulai tahun 2005-2025. Itu akan dilakukan secara bertahap, yang diawali dengan tahapan membangun kepercayaan masyarakat (2005-2009).

Dosen Fakultas Hukum Unsyiah dan staf pengajar di Sespim Polri, serta Tenaga ahli Kapolri  memaparkan, untuk tahapan selanjutnya, periode 2010-2014, diupayakan membangun kemitraan (partnership) dan terakhir, 2015-2025 tahapan mencapai keunggulan.

Acara diakhiri dengan penyerahan cenderamata kepada Rektor Umuslim, Dr. H. Amiruddin Idris, SE., M.Si, Bupati Bireuen, Dr. M. Gaussyah, SH., M.H,  dan Wakil Ketua DPRK Bireuen oleh Kapolres Bireuen AKBP Ali Kadhafi, SIK. (al)