Konfrensi Internasional di Umuslim Membuka Jendela Dunia

Kampus Umuslim, Sabtu (23/4) Setelah Rektor Universitas Almuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi membuka secara resmi konferensi Internasional antara India dan Indonesia untuk membahas hubungan Pulau Andaman- Nikobar  dan pulau Weh-Sabang , dimulailah sessi konfrensi.

Pada salah satu Sub Themes: “The Study on Aging and Mobility; Shared Experiences in India and Indonesia yang bertindak sebagai Keynote Speaker ; Prof.Dr.Ching Lung Tsay (Tamkang University Taiwan), Dr.Evi Nurvidya (UI Jakarta) dan dimoderatori oleh Al Azhar (Staf Khusus Wakil Rektor IV Umuslim) membahas tentang usia lansia di Indonesia, India, serta Taiwan.

Secara global Indonesia menduduki posisi kelima jumlah terbesar lansia di dunia, akan tetapi urutan pertama lansia yang mendapat kesejahteraan teratas adalah Swiss.

Untuk Taiwan usia lansia mencapai usia 65 tahun karena tingkat kesejahteraan yang lebih baik daipada India dan Indonsesia. 

Sementara usia lansia yang dapat menikmati masa tuanya dengan bahagia termasuk di negeri India. Pada prinsipnya Dr. Evi Nurvidya menekankan;” Bahwa jangan berfikir bahwa masa tua kita akan menderita, akan tetapi sejak dini kita mempersiapkan diri baik secara pengetahuan, kesehatan, dan kesiapan psikis agar di masa tua kita dapat tetap energik.”

Prof.Dr.Ching Lung Tsay (Tamkang University Taiwan) menegaskan; “No diplomatic relations between Indonesia and Taiwan, but really many Indonesian workers in Taiwan.” “Tidak ada hubungan diplomatik antara Indonesia dan Taiwan, akan tetapi begitu banyak tenaga keja Indonesia di Taiwan.”

Pada dasarnya menurut Ching Lung Tsay, apabila kita saling membuka diri antara Indonesia dan negara luar, berarti sudah membuka jendela dunia. Beliau juga menyarankan agar membuka diri dan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang  bea siswa baik di India maupun Taiwan. (al)