Juara MTQ Daftar Gratis Kuliah di Umuslim

Kampus Ampon Chiek Peusangan, Sabtu (14/05)Seorang kakek asal desa Blang Geulumpang Kecamatan Peudada mengantarkan cucunya untuk masuk Universitas Almuslim Peusangan secara gratis dan akan ditanggung biaya kuliah sampai tamat.

Anak dari Masrinah (41) itu mendapat informasi tentang program diterimanya  pelajar yang berprestasi bidang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kabupaten untuk kuliah gratis di Umuslim di perolehnya dari berita media.

Setelah membaca berita tersebut  Hidayatullah  dengan ditemani kakeknya Zulkifli A.Latif  ( 75 ) langsung pergi ke kampus Universitas Almuslim (Umuslim) di Peusangan untuk menanyakan kebenaran berita tersebut.

Sesampainya di Umuslim mereka berdua langsung menemui  Kabag Humas Zulkifli,M.Kom, kemudian diarahkan untuk  menghadap Rektor Universitas Almuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi.

Saat menghadap Rektor di Umuslim Resto Matangglumpang dua dengan  membawa sebanyak 15 lembar sertifikat prestasi dari berbagai tingkatan dan kegiatan   baik yang dikeluarkan  pihak sekolah  maupun dari pejabat daerah mulai tingkat kabupaten, Provinsi bahkan MTQ tingkat Nasional yang pernah diraihnya.

Kakeknya berterus terang kepada Rektor Umuslim bahwa cucunya mempunyai keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tetapi dirinya tidak sanggup untuk membiayai kuliah cucunya, selama ini untuk menyekolahkannya di tingkat Madrasah Aliyah saja kadang-kadang hanya dengan air mata saya sekolahkan, ujar Zulkifli A Latif dengan mata berkaca-kaca, dan saya sangat berharap pada  Rektor Umuslim bapak H.Amiruddin Idris untuk bisa membantu memberikan fasilitas kuliah bagi cucunya.

Menurut penuturan kakeknya sebelum sekolah di MAN Peudada, cucunya itu bersekolah di MTsN Beureunuen Pidie tempat ibunya menetap sekarang, saat itulah cucunya banyak belajar mengaji pada ustad Zakaria Nurdin di simpang tiga Pidie, setelah tamat MTsn cucunya kembali ke Peudada dan melanjutkan pendidikan di MAN peudada.

Ketika mendengar penjelasan tamunya dan melihat secara langsung sertifikat prestasi tersebut Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,Se.,MSi langsung terharu dan matanya berkaca-kaca, menyatakan Agung Hidayatulalh diterima tanpa biaya di Universitas Almuslim (Umuslim), saya berkomitmen dengan program dan peryataan yang pernah disampaikan pada media beberapa waktu yang lalu, dimana pihaknya akan menampung anak masyarakat yang mempunyai prestasi juara 1,2,3 Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kabupaten/kota.

Saya tampung  dan terima ananda ini untuk kuliah di Umuslim sesuai dengan fakultas pilihannya yaitu Fakultas Ilmu Komputer ( Fikom) dengan biaya ditanggung pihak kampus  alias gratis, dan tambah Rektor lagi kalau memang dia bersedia juga akan diupayakan tempat tinggal  di Mushalla kampus, hal ini  untuk meringankan biaya transport dari tempat tinggalnya di Peudada, serta biar  lebih fokusnya  beribadah dan memperdalam pelajaran dan juga bisa  berbagi pengalaman  ilmu baca  Al Quran dengan mahasiswa yang lain jelas Rektor Umuslim.

Ini menjadi kewajiban kita untuk membantu agar keinginan dan cita-cita ananda Agung Hidayatullah untuk bisa mengecap pendidikan tinggi tercapai sesuai dengan cita-citanya ujar Rektor Umuslim sambil memegang erat tangan Hidayatullah.

Tambah Rektor Umuslim lagi bahwa Agung Hidayatullah  yang menurut penuturan kakeknya merupakan seorang anak yatim, yang mempunyai potensi dan merupakan aset kita bersama yang butuh perhatian dan didikan  agar bisa tumbuh dan berprestasi seperti anak –anak masyarakat lainnya .

Rektor Umuslim ketika menerima Agung Hidayatullah  berpesan agarmemanfaatkan momen ini dengan sungguh-sungguh,  jangan pernah minder, tetapi harus bersyukur dan berdoa agar menjadi lebih hebat, jangan sekali-kali saya dengar ananda Agung  Hidayatulalh  tidak selesai  kuliah karena tidak ada uang, kalau ada masalah dalam perkuliahan silakan lapor sama saya ungkap Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,Se.,MSi.

Mendengar penuturan tulus Rektor Umuslim, remaja yang lahir 22 juli 1998 ini merasa terharu sampai mulutnya terdiam tanpa bisa terucap sepatah katapun, hanya tatapan keharuan yang tidak bisa disembunyikan ketika melihat keseriusan wajah Raktor Umuslim yang duduk disampingnya.

Menurut penuturannya dia belajar mengaji mulai umur 6 tahun dan umur 7 tahun belajar serius mendalami pembacaan ayat suci Al Quran pada ustad Zakaria jelasnya.

Sekarang aktivitasnya di kampung sepulang dari sekolah dia hanya mengaji di balai-balai pengajian seputaran kampunya di kecamnatan peudada dan seminggu sekali mengujungi guru ngajinya  ustad Zakaria Nurdin di Sigli.

Menurut  pengakuan kakeknya, cucunya Agung Hidayatullah selain mahir bidang MTQ dianya juga pernah masuk rekaman dan pernah mengeluarkan album tentang Nasyid dan shalawat yang di terbitkan Mujahidin Record lhokseumawe

Kabag Humas Umuslim  Zulkifli,M.Kom menambahkan bahwa tahun akademik ini Umuslim akan menerima sebanyak 2500 mahasiswa baru,   Umuslim sekarang mengelola enam Fakultas dan  satu Diploma III dengan  25 Program Studi  dan ditambah dengan dua program khusus yaitu Pendidikan Guru dalam jabatan (SKGJ) dan Program Profesi Guru (PPG), dengan rincian Fakultas  Pertanian (6 Program studi), Fkip (9 Prodi), Fakultas Teknik ( 3Prodi), Fisipol  (3 Prodi),  Fakultas Ekonomi (1 Prodi) , Fikom (2 Prodi) dan Diploma III Kebidanan (1 prodi) , kesumua prodi yang ada di Umuslim 90 persen sudah terakreditasi dengan nilai B, sedangkan sisasnya sedang proses peningkatan dari C ke B. (al-zul)