Mahasiswa Universitas Almuslim Hadiri Konferensi Internasional di Bangkok

BANGKOK – Jum’at (20/05), tiga mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) dan seorang alumnus menjadi delegasi dari Aceh yang mendapat kesempatan untuk menghadiri Konferensi Internasional di Chulalongkorn University, Bangkok- Thailand pada 17-18 Mei 2016. Mahasiswa yang menghadiri konferensi tersebut berasal dari dua fakultas, yakni Billal Faranov dan Maulida berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Saljuli Lestari berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), mereka turut didampingi oleh Saiful Amri seorang alumnus yang saat ini bekerja sebagai Konsultan Lokal Pendamping Desa di Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen.

Konferensi ini merupakan bagian dari penelitian kolaboratif sembilan negara yang didukung oleh Henry Luce Foundation, yang melibatkan Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) sebagai lembaga terkemuka di Indonesia, dan mitra-mitranya di Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Kamboja, Myanmar, Vietnam, dan Amerika Serikat. Tema konferensi tahun ini adalah ” Religion in the Public Sphere” yang membahas topik-topik keagamaan, kebijakan, sosial, dan politik. Dengan menghadirkan presenter 15 peneliti dari berbagai negara yang berpartisipasi dalam penelitian kolaboratif. 

Konferensi ini sangat menghargai partisipasi dari para pakar dan praktisi dari berbagai bagian wilayah. Kehadiran mahasiswa Universitas Almuslim merupakan wujud partisipasi insan akademis yang mewakili Universitas Almuslim, Peusangan-Kabupaten Bireuen di Aceh pada jenjang internasional. 

Setelah acara konferensi pada hari Kamis 19 Mei delegasi dari Aceh silaturahmi  kepada Bapak Dr. Yunardi, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok, Thailand. Kami disambut hangat dan berdiskusi banyak hal. Beliau memberi motivasi kepada kami. Beliau menyampaikan selama beliau masih menjabat sebagai atase, beliau akan selalu siap membantu dan membuka jalan bagi mahasiswa yang berkompeten untuk bisa ke Thailand, baik dalam rangka penelitian, maupun praktek lapangan atau magang. Menurut kami, hal ini perlu kita apresiasi dan kita jajaki sesegera mungkin kerja sama dengan Thailand. (al-saiful)