Pertunjukan Teaternya Menghantarkan Sulaiman Juned Memperoleh Gelar Doktor

Taman Putroe Phang Banda Aceh – Jum’at (27/05) Sulaiman Juned dengan kemampuan berteater yang mumpuni mampu memberikan suguhan yang begitu memukau lewat ‘pertunjukan teater Adnan PMTOH Mencipta Bersama Masyarakat’.

Penonton tanpa sadar diajak berinteraksi dalam suguhan lima panggung yang secara berkesinambungan ditampilkan;

Panggung pertama di ruang tebuka tanpa pentas sosok Udin Pelor, tampil dengan karateristik sebenarnya yang ditampilkan oleh Sutradara dan mampu menciptakan suasana yang digambarkan para aktor sebagai peran yang semestinya, didukung peran penonton yang terlibat langsung sebagai pemegang peran tanpa disadarinya

Panggung kedua dengan tampilan Rasyidin yang memukau dengan perubahan daya pikat menjadi berbeda, sugesti yang memberikan sentuhan pada tampilan  Rasyidin membuat penonton semakin hanyut dan penasaran dengan  kondisi yang diciptakan oleh sang aktor. Rasyidin  menerbangkan penonton ke dalam suasana yang penuh keingin tahuan lebih jauh, apalagi saat menggunakan properti yang dipadu dengan prokem-prokem syair yang menggelitik.

Panggung ketiga, gaya Dangderia lainnya ditampilkan Muda Balia, aktor hikayat yang satu ini tampil dengan gaya khasnya menyapa penonton dengan tiupan bansinya. Kisah yang dinarasikan dengan gestur yang memukau dan sempurna memperlihatkan kemampuan di atas rata-rata dari aktor tradisi yang satu ini, bahasa tubuh dan tarikan vokal Muda membuat penonton merasakan nuansa lain yang tak diperoleh selama ini. Penampilan  Muda begitu memukau  dengan berbagai babak cerita yang ditampilkannya walaupun kondisi aktor yang dalam keadaan kurang sehat. Ternyata batuknya menjadi bagian pertunjukan yang tanpa sadar dinikmati oleh penonton.

Panggung keempat, hikayat dari Syamsul Bahri (anak kedua dari seniman besar PMTOH), suasana penonton terasa tidak terasa menggugah secara emosional. Syair yang ditampilkan mengajak penonton untuk ke arah perbaikan. Tapi tak kalah penting syairnya mengajak penonton untuk mengenang kembali ‘Sang Trobadur’ yang telah tiada, yang memiliki kepedulian terhadap nasib berkesenian di negeri ini.

Pangung kelima, panggung di atas air, suasana datar berubah drastis ketika penonton bergerak ke panggung terakhir, tampilnya Teuku Afifudin di seberang sungai dengan latar panggung pintu khop, suasana berubah lebih enerjik kata-kata syair bebas yang dengan gerakan perpindahan bagaikan  penari seudati dipersembahkan Afif di awal penampilannya, tidak hanya itu beberapa gerakan tradisi seperti saman terlihat terekam dari geraknya, kejelian dalam memadukan konsep gerak membuat syair yang dilantunkan menjadi bergairah menghantarkan konsep teater modern yang dibungkus tradisi yang begitu memukau,tak kalah penting Teuku Afif dengan sajian  tanya jawab sambil terus melakukan gerakan yang begitu lincah membuat tampilannya tak kehilangan rasa.

Sulaiman Juned dengan konsep pertunjukan dua arah ini membuat apa yang disuguhkan oleh Dosen Teater ISI Padang Panjang ini mengembalikan ingatan kita kepada Teuku Adnan PMTOH saat tampil di berbagai arena pertunjukan. 

Tampilan akhir yang menampilkan slide beserta narasi biografi sang Trobadur, mau tak mau membuat kita menitiskan air mata, atas keprihatinan perkembangan berkesenian yang belum mendapat kesempatan yang sama di negeri peninggalan indatu ini. 

Semua penguji memberikan penilaian sempurna;

– Prof. Dr. Sri Rochana W. S. Kar., M.Hum (ketua Tim Penguji/Rektor ISI Surakarta)

– Prof. Dr. Rahayu Supanggah  (anggota penguji/Mantan Ketua STSI Surakarta)

– Prof. Dr. Pande Made Sukarta, M.Si (anggota Penguji/Mantan PR I ISI Surakarta)

– Dr. Aton Rustabdi Mulyana, M.Sn (Anggota Penguji/Direktur Pascasarjana ISI Surakarta)

– Dr. I. Nyoman Murthana, S.Kar., M.Hum (Anggota Penguji/Ketua Prodi Penciptaan/Pengkajian Seni Program Doktoral ISI Surakarta)

– Dr. H.Sujiman Abdullah Musa, MA (Anggota Penguji/ Wakil Rektor IV Universitas Almuslim, Peusangan, Bireuen, Aceh).  

Di akhir sidang terbuka, di Taman Putroe Phang Sulaiman Juned dosen ISI Padang Panjang dinyatakan lulus dari ISI Surakarta dengan predikat cumlaude.(al)