Dua Mahasiswa Umuslim Ikuti Anti-Corruption Youth Camp 2016 di Sabang

Kampus Umuslim, Rabu (12/10) Dua mahasiswa Universitas Almuslim dinyatakan lolos mengikuti kegiatan Anti-Corruption Youth Camp 2016 yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kegiatan tersebut rencananya akan dilaksanakan di Gapang Beach Resort, Kota Sabang sejak tanggal 18-28 Oktober dan diikuti 40 peserta dari seluruh Indonesia.

Kedua mahasiswa tersebut yaitu Nurmulya Sapittri, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Nurmalis, Prodi Adm. Negara. Keduanya juga merupakan agen Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Bireuen. Mereka lolos dalam seleksi setelah menyingkirkan puluhan peserta lainnya. Dari 85 peserta, pihak penyelenggara memutuskan 40 orang dinyatakan lulus dan menjadi peseta Anti-Corruption Youth Camp 2016 di Sabang. Kegiatan ini akan diikuti dari berbagai latar belakang organisasi dan komunitas yang ada di lima provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, Riau, Banten dan Bali. Selain itu sebanyak 8 peserta dari pemuda Sabang dan 17 perserta undangan dari komunitas anti-korupsi. Acara ini merupakan kegiatan tahunan, setelah sebelumnya dilaksanakan di Jakarta (2012) dan Yogyakarta (2014), dengan melibatkan pemuda terpilih dari seluruh Indonesia.

“Kegiatan ini menjadi peluang bagi kita untuk menambah pengalaman serta menggali ilmu serta mengkampanyekan tentang anti korupsi,” Kata Numulya Sapittri yang juga anggota UKM LPM Suara Almuslim.

Mengusung tema “Energi Mudamu Senjatamu”, pada Anti-Corruption Youth Camp 2016, KPK mendorong anak muda Indonesia untuk sadar akan peran dan percaya atas kemampuan yang dimiliki untuk melakukan perubahan sosial. KPK percaya bahwa volunterisme dan aktivisme untuk melawan korupsi bisa dilakukan oleh siapa saja, dari berbagai latar belakang dan oleh komunitas apapun. Selain itu, penanaman nilai-nilai antikorupsi yang terdiri atas nilai Jujur, Peduli, Mandiri, Tanggung Jawab, Kerja Keras, Sederhana, Berani, dan Adil perlu dilakukan secara intensif melalui cara-cara yang kreatif, popular, dan dekat dengan keseharian anak muda masa kini.

Kegiatan Anti-Corruption Youth Camp 2016 mengusung konsep berbaur dengan masyarakat gampong di sekitar Kota Sabang. Gampong-gampong tersebut akan menjadi ajang praktik para peserta dalam kegiatan ini. Dengan pendekatan metode pengembangan mesyarakat komunitas untuk perubahan sosial, peserta Anti-Corruption Youth Camp 2016 akan saling berbagi, berkolaborasi, dan merancang keberlanjutan kegiatan dari topik atau masalah yang diangkat dari tiap gampong yang mereka tinggali, serta mencari solusi kreatif dari masalah tersebut. Selain itu, keterlibatan pemuda lokal dari gampong-gampong yang menjadi pilot project tersebut diharapkan akan lebih mempertajam analisis para peserta tentang kondisi gampong yang menjadi objek kegiatan.

Kegiatan merupakan kerjasama dengan Duta Transformasi insani (DTI), Indonesia Corruption Watch (ICW), Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) dan Pengurus Besar Ikatan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa (PB-IPPEMAS) Sabang.(al-nur)