Bekraf Tetapkan Kabupaten Bireuen Sebagai kota Kreatif

Banda Aceh, Kamis (16/11)  Kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bireuen  karena telah ditetapkan menjadi kota kreatif di Indonesia untuk tiga sektor, yaitu seni pertunjukan, fotografi dan film animasi. Pelaksanaan penanda tanganan MoU  berlangsung di Hotel The Pade Banda Aceh.

Penandatangan penetapan kota kreatif  tersebut dilakukan wakil Bupati Bireuen Dr.Muzakkar A.Gani,SH.,MSi dan Deputi Infrastruktur Badan ekonomi Kreatif (Bekraf) Dr. Hari Santosa Sungkari, dan turut disaksikan Rektor Universitas Almuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi , Bappeda Bireuen, tokoh  cineas film Rahmat Setiawan dari Juang Cinema, fotografi Nur El-Mahmudi, akademisi Angga Eka Karina, M.sn dan asesor dari Bekraf.

Perjalanan panjang untuk penetapan kota kreatif di tiga sektor bagi kabupaten Bireuen setelah melalui hasil survei yang telah dilakukan Universitas Almuslim sesuai petunjuk yang diberikan Badan ekonomi Kreatif (Bekraf) nasional.

Tidak lama berselang ditindaklanjuti uji petik oleh Bekraf dengan melihat segala potensi ekonomi kreatif untuk tiga katagori yang dimiliki Bireuen, selain tiga sektor tersebut, bekraf berharap ekonomi kreatif Bireuen, bisa tumbuh diberbagai sektor lainnya, apalagi tahun ini Universitas Almuslim telah dibantu dengan revitalisasi gedung MA.Jangka menjadi ebuah gedung yang representatif untuk berbagai kegiatan yang bisa menumbuhkan ekonomi kreatif.

Dalam arahannya Deputi Infrastruktur Badan ekonomi Kreatif (Bekraf) Dr. Hari Santosa Sungkari memaparkan Deputi infraksuktur mengatakan bahwa penandatanganan ini merupakan bentuk kepercayaan dan sinergi yang kuat antara empat elemen akademisi, komunitas, pelaku bisnis pemerintah daerah.
Menurut beliau Bekraf mengembangkan usaha para pelaku sektor ekonomi kreatif 16 subsektor, dan kabupaten memiliki potensi yang besar sebagai pelaku untuk beberapa subsektor yang saling mendukung.

Keterlibatan kampus dalam program ini karena sesuai fungsi kampus selain pendidikan juga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, kampus memiliki sumber daya (dosen, mahasiswa dan peneliti) juga memiliki fasilitas tentunya sangat membantu dalam rangka membangkitkan ekonomi kreatif dalam masyarakat Aceh khususnya kabupaten Bireuen. (PIP-Humas Umuslim)