Universitas Almuslim dan ASPAJA Melakukan Kerjasama Pembekalan Pra Seleksi Program Magang Kerja ke Jepang

Kampus Peusangan, Ampoen Chiek Kamis (16/11)  Universitas Almuslim bekerjasama dengan ASPAJA Bireuen yang diwakili oleh Sensei Dahlan yang juga mewakili Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas penduduk (Disnakermobduk) Aceh mengadakan pertemuan dengan calon peserta Program Magang Kerja ke Jepang di Kampus Ampon Chik Peusangan, Universitas Almuslim. Jumlah peserta berasal dari Kabupaten Bireuen dan Lhokseumawe. Acara yang dibuka dengan resmi oleh Rektor Universitas Almuslim (Umuslim) yang diwakili oleh Wakil Rektor IV Ismail Ramli, MT.

Acara pembukaan yang dihadiri Wakil Rektor IV Ismail Ramli, MT, Kepala Kantor Urusan Internasional Drs. Nurdin AR, ASPAJA Bireuen Sensei ahlan, Kepala Kantor Pusat Informasi dan Promosi Umuslim Al Azhar, SS., M.Sos, Elga Safitri, S.Pd tutor Matematika, Ratna Walis, S.Pd staf Kantor Urusan Internasional yang bertindak sebagai presenter. Serta dihadiri 45 orang peserta pembekalan yang datang dari kawasan Lhokseumawe dan Bireuen.

Pada pertemuan ini dilakukan sosialisasi, sebelum masuk ke tahap pembekalan pertama (pra seleksi) yang akan dilaksanakan di Universitas Almuslim pada bulan November ini. Calon peserta akan dibekali dengan kemampuan matematika, pengenalan budaya Jepang, dan latihan fisik. Hal ini sangat diperlukan untuk persiapan mengikuti test rekrutmen di Banda Aceh. Di sana mereka akan mengikuti test matematika, cek fisik (kesamaptaan), test ketahanan fisik, dan terakhir test wawancara. Jika dinyatakan lulus, maka peserta akan mengikuti pembekalan berikutnya, yaitu belajar bahasa Jepang dan Matematika sebelum diberangkatkan ke Jepang.

 Pendaftaran dan seleksi untuk mengikuti Program Magang Kerja ke Jepang dilakukan dua kali dalam setahun. Program ini merupakan program Nasional yang dilaksanakan di bawah koordinasi Disnakermobduk pada tiap provinsi. Jika dihitung sejak awal dilaksanakannya hingga tahun 2017 telah melaksanakan hingga 25 gelombang, sedangkan Aceh baru melaksanakan 8 gelombang. Alumninya telah tersebar dan bekerja di banyak daerah dan Negara. Banyak yang bekerja di perusahaan atau industri multinasional di beberapa Negara.

Walaupun ini program nasional, namun jumlah peserta dari Aceh setiap tahunnya tidak memenuhi kuota. “Maka untuk itu, kami Universitas Almuslim mengambil inisiatif untuk membangun kerjasama dengan ASPAJA untuk dapat membantu dalam program ini,” ujar Rektor IV Universitas Almuslim, Ismail Ramli, M.T yang didampingi Drs. Nurdin Abdul Rahman, M.Si, Teuku Cut Mahmud Aziz, M.A, dan Ratna Walis, S.Pd dari Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Almuslim.

 Ditambahkan Wakil Rektor IV Umuslim, “Kami ingin berperan dan dapat membantu pemerintah untuk mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan. Karena sebagaimana kita ketahui dari data BPS, angka pengangguran di Aceh, khususnya di Kabupaten Bireuen setiap tahunnya terus meningkat. Kami berpikir Program Magang Kerja ke Jepang akan menjadi salah satu solusi bagaimana memfasilitasi pemuda-pemuda Aceh untuk dapat bekerja di luar negeri. Selain memperoleh gaji yang besar dan pengalaman internaisonal, sertifikat yang mereka peroleh dapat digunakan untuk melamar bekerja di seluruh Negara ASEAN termasuk Timor Leste”.

“Pada gelombang berikutnya kami bertekad dengan dukungan penuh dari Rektor Universitas Almuslim akan mempromosikan seluas mungkin agar kuota untuk Aceh tercukupi bahkan bisa lebih.”, lanjut Wakil Rektor IV Umuslim. (PIP Umuslim)