Dosen Umuslim bahas DAS Ciliwung

 Dosen Universitas Almuslim Peusangan Dr Rini Fitri, SP MSi menjadi pembicara pada  FGD Telaah Permasalahan dan Solusi Penanganan DAS Ciliwung, yang digelar oleh Forum koordinasi pengelolaan DAS Ciliwung,  berlangsung di Gedung Laboratorium Multi Displin FMIPA Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Rini Fitri dosen umuslim kelahiran Jeunib ini memyampaikan makalah dengan judul Agroforestri Solusi mewujudkan DAS Ciliwung Hulu berkelanjutan, menurut Rini Fitri Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan suatu wilayah yang dibatasi oleh topografi secara alami atau punggung bukit sehingga seluruh air hujan yang jatuh di wilayah DAS akan mengalir ke alur-alur sungai, anak sungai, sungai utama dan akhirnya menuju titik pembuangan (outlet).

DAS Ciliwung Memiliki tutupan hutan sangat minim, perkembangan lahan pertanian dan permukiman yang sangat cepat, akibatnya tutupan hutan 30% tidak bisa dicapai di DAS Ciliwung, Oleh karena itu Agroforestri adalah pilihan utama untuk meningkatkan tutupan pohon dan ini alternatif agroteknologi yang paling optimal untuk pengelolaan DAS dengan kategori yang harus dipulihkan karena tutupan lahan hutan yang susah ditingkatkan di DAS Ciliwung Hulu

Dampak Kerusakan DAS terganggunya kondisi hidrologi, Erosi, menurunnya prduktivitas lahan, banjir musim hujan  dan kekeringan musim kemarau, Dan Pengelolaan DAS harus mampu meningkatkan sistem pertanian, memaksimalkan pendayagunaan lahan, menekan erosi dan degradasi lahan, meningkatkan pendapatan petani, degradsi lahan dengan meningkatkan tutupan pohon dan retensi air DAS, tutupan hutan > 30 %..

Pengelolaan DAS  harus secara terpadu karena  mencakup keterkaitan berbagai unsur ekosistem, lintas daerah administratif dan melibatkan  banyak stakeholder pemerintah, swasta dan masyarakat,jelas alumnus program Doktor IPB.

Pengembangan sistem agroforestri di DAS merupakan solusi dalam meningkatkan tutupan hutan untuk pengelolaan DAS yang kategori dipulihkan untuk mencapai DAS yang lestari atau berkelanjutan, jelas Rini Fitri.

Acara diikuti puluhan peserta  terdiri dari Instansi terkait tentang lingkungan, dinas Pertanian, dinas kebersihan, Pertamanan dan Kehutanan  PDAM,LSM pemerhati lingkungan dan DAS, mahasiswa dan Guru dan beberapa stakeholder lainnya seputaran Jakarta dan Bogor. (HUMAS)