BEM FKIP Umuslim Mengadakan Seminar dengan Pemateri Ghazali Abas Adan dan Anwar Idris

Kampus Induk Umuslim - Senin (4.4) Bertempat di Aula MA Jangka, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD-RI) Drs.H.Ghazali Abbas Adan menjadi pemateri Seminar Nasional yang digelar Badan Eksekutif Mahasisawa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen .

Seminar yang diberi judul Sistem Pendidikan dan Syariat Islam di Indonesia, pemateri seminar juga diisi oleh anggota DPR RI asal Aceh Drs.H.Anwar Idris yang memaparkan materi Persepsi Pendidikan dan Kepemudaan untuk Indonesia Emas.

Pada pemaparannya Gazali Abbas Adan di hadapan peserta seminar menyampaikan bahwa kriteria untuk menjadi orang terhormat atau orang yang mulia ada dua yaitu iman dan ilmu, kalau keduanya diamalkan manusia akan mendapatkan kehormatan baik di sisi Allah swt maupun di mata manusia.

“Jadi kalau ingin menjadi orang terhormat dan mulia bukan sembarangan kita menabalkan nama sendiri ataupun ditabalkan orang lain, tetapi yang lebih terhormat apabila hal tersebut kita raih karena kita mempunyai ilmu dan amal,” papar Ghazali Abbas.

Selain itu H. Ghazali Abbas Adan di hadapan lebih 500 peserta seminar juga mengajak mahasiswa agar dalam belajar jangan semata-mata berniat dan berorientasi hanya untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), tetapi tujuan mahasiswa belajar adalah untuk meningkatkan ilmu dan pengetahuan.

“Kalau semata-mata niat kita belajar agar menjadi PNS, itu tidak akan berhasil dan sukses, jangan pernah takut kalau kita rajin belajar tidak di terima jadi PNS, tetapi niatkanlah kita belajar untuk menambah ilmu dan pengetahuan, karena  dengan ilmu  pengetahuan tersebutlah kita berkarya untuk menjadi orang-orang yang sukses dan terhormat,” paparnya.

Ghazali Abbas juga mengjngatkan, para peserta seminar kalau sudah sukses janganlah menjadi sombong dan angkuh, karena banyak manusia sekarang  kalau sudah mempunyai jabatan banyak menjadi  angguh, sombong dan besar kepala serta arogan. Karena kesombongan bukanlah pakaian bagi orang-orang yang beriman.

“Sekarang cukup banyak penguasa baru yang menjadi angkuh dan arogan, makanya saya mengajak mahasiswa agar hilangkan sikap angkuh dan sombong dan terus tingkatkan ilmu pengetahuan agar tergolong dalam golongan manusia yang terhormat,” pesan Ghazali Abbas.

Kemudian pada sesion kedua Drs. H.Anwar Idris, menjawab pertanyaan salah seorang peserta seminar tentang penegerian Umuslim yang sampai sekarang belum dinegerikan, Anwar Idris menyatakan bahwa keinginan tentang penegerian Umuslim tersebut bukan hanya keinginan mahasiswa sendiri tetapi hampir semua lapisan  masyarakat menginginkan Umuslim ini segera dinegerikan. Apalagi penegerian ini juga merupakan amanah dari pada masyarakat Peusangan secara utuh yang disampaikan pada forum Musyawarah Yayasan Almuslim Peusangan beberapa waktu lalu.

Tetapi menurutnya yang menjadi kendala sekarang pemerintah pusat sampai sekarang belum mencabut aturan moratorium penegerian Perguruan Tinggi yang dikeluarkan sejak 2013 lalu, hal tersebut juga dibenarkan anggota DPD RI Ghazali Abbas Adan.

Menurut Ghazali Abbas pihaknya sudah mengetahui tentang keinginan Umuslim untuk segera dinegerikan bahkan menurutnya Umuslim sudah lebih siap persiapan persyaratannya untuk dinegerikan dibandingkan Unigha Sigli, tetapi karena aturan tersebut belum dicabut sehingga proses ini belum bisa diwujudkan saat ini.

Tetapi pihaknya masih tetap berkomitmen apabila moratorium tersebut dicabut, akan tetap berjuang untuk penegerian Umuslim ini, karena semua persyaratan dari Rektorat sudah lengkap dan proposal juga sudah lama di sampaikan ke Kemenristek Dikti.

Andi Maulana ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP secara terpisah mengatakan tujuan kegiatan Gebyar BEM FKIP ini untuk meningkatkan aktivitas kemasiswaan di lingkup Umuslim dan semangat silaturahmi antar mahasiswa FKIP serta civitas akademika, selain seminar juga digelar beberapa kegiatan lain seperti donor darah, perlombaan olah raga voli dan futsal tingkat fakultas.

Peserta seminar selain dari mahasiswa juga diikuti pelajar sekolah menengah atas dan masyarakat umum. Acara seminar diakhiri dengan penyerahan buku karangan Ghazali Abbas kepada Umuslim yang diterima Wakil Rektor III Ir.Saiful Hurri,MSi. (al-zul)

Lembaga Pers Mahasiswa Suara Almuslim Mengadakan Seminar Internasional

Kampus Umuslim - Ahad (20/3) Lembaga Pers Mahasiswa Suara Almuslim (LPM SA)  mengadakan Seminar Internasional yang berlangsung di Aula M.A Jangka Universitas Almuslim.

Acara dengan tajuk “Agar Pertemuan Berujung Syurga” diisi oleh pemateri dari Malaysia, yaitu Luqmanul Hakim Bin Johari dan Syailah Binti Kamaruzzaman. Adapun kedua pemateri ini merupakan pendakwah Milenia 3 di salah satu stasiun televisi swasta Malaysia. Tak kurang dari 665 orang peserta memenuhi Aula MA Jangka Kampus Umuslim.

Acara yang diikuti begitu antusias oleh kawula muda yang hadir dari beberapa Perguruan Tinggi maupun SLTA di lingkup Bireuen, Lhokseumawe tak ketinggalan peserta dari Banda Aceh.

Pada acara pembukaan Rektor yang diwakili oleh Wakil Rektor III berujar;"Bahwa acara yang dihadiri begitu banyak peserta ini mencerminkan bahwa LPM-SA bekerja begitu sungguh-sungguh, pihak Rektorat memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya, mudah-mudahan unit-unit kegiatan mahasiswa lainnya mencontoh kesungguhan ini."

Begitu menariknya seminar ini karena pembawa acara Nurmulya Safitri menggunakan dua bahasa, yaitu Indonesia dan Inggris.

Seminar yang diisi oleh kedua pemateri ini dibungkus sedemikian menarik dengan 'art' berupa nyanyian, serta penyampaian yang sesuai dengan kondisi remaja, sehingga tak terasa waktu berlalu begitu cepat, dan hadirin terasa enggan beranjak meninggalkan Aula MA Jangka.

Walaupun diberi warna dengan corak penyampaian anak muda, akan tetapi seminar ini tidak kehilangan ruh dan makna, sehingga ada yang tersisa di dalam fikiran masing-masing peserta.

Di penghujung acara panitia pelaksana juga memberikan bermacam doorprize untuk peserta yang beruntung. Doorprize ini disponsori oleh berbagai  kalangan antara lain, Bank BRI cabang Bireuen, Erik Ponsel, Azura Brooch, dan VNM.Shop. (al)

Himpunan Mahasiswa Matematika Almuslim menyelenggarakan Big Math Competition

Kampus Timur Umuslim - Rabu (30/3) Himpunan Mahasiswa Matematika Almuslim menyelenggarakan Big Math Competition yang resmi dibuka oleh Dekan FKIP Almuslim, Dra. Zahara, M.Pd di Pelataran Kampus Timur Universitas Almuslim.

 “Paradigma kognitif dalam merubah pola pikir bersama matematika” sebagai tema acara BMC ini yang dihadiri oleh dekan FKIP beserta jajaran, dan para tamu undangan yaitu utusan dari sekolah SD, SMP, dan SMA baik itu kepala sekolah, guru pembimbing, serta siswa-siswi yang ikut serta dalam perlombaan.

Yang menarik acara BMC ini diisi dengan olimpiade matematika, puisi matematika, game show/rangking satu, dan berhitung cepat. Perlombaan ini akan berlangsung selama dua hari, dengan total peserta berjumlah 340 orang yang berasal dari pelajar sekabupaten Bireuen dan mahasiswa Umuslim.

 "Ajang Big Math Competition ini terinspirasi dari siswa-siswi Sekolah Dasar yang kurang minat terhadap pelajaran matematika. Oleh sebab itu diharapkan dalam kompetisi ini dapat meningkatkan minat dan rasa suka siswa maupun mahasiswa terhadap Matematika," ujar ketua panitia Zahratul Hasni.

“Semoga hal positif seperti ini tidak berhenti sampai disini saja, namun untuk ke depannnya agar lebih ditingkatkan lagi dan terus melalukan upaya-upaya pengadian kepada masyarakat baik itu program studi matematika maupun program studi lainnya” Ujar Dekan FKIP Umuslim.(al-hmjm)

 

Syukri, S.Pd Geuchik Termuda Dari Gampong Namploh Blanggarang Kecamatan Samalanga

Gampong Namploh Blanggarang - Samalanga, Senin (15/2) Tim Universitas Almuslim Peduli yang terdiri dari lebih dari 50 orang dilepas oleh Rektor Umuslim yang diwakili oleh Wakil Rektor IV Dr. Sujiman A. Musa, MA yang didampingi oleh Kabag Humas Umuslim Zulkifli, M. Kom. Mahasiswa yang begitu antusias untuk berbagi dengan masyarakat korban banjir di Gampong Namploh Blanggarang Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen.

Sesampainya di lokasi disambut oleh Pak Geuchik beserta perangkat Gampong lainnya, dan menariknya Geuchik Gampong tersebut adalah alumni Prodi Bahasa Inggris Umuslim Tahun 2012. Tak kalah mencuri perhatian Tim Universitas Almuslim Peduli beliau adalah Geuchik termuda di Kabupaten Bireun, apalagi perangkat Gampongnya juga para anak muda.

Kegiatan mahasiswa yang apabila dinilai secara materi tak seberapa, tapi nilai kepedulian dan kerjasama yang perlu mendapat acungan jempol, membagi-bagikan peralatan/alat tulis sekolah bagi anak SD s/d SLTA, serta pelayanan kesehatan gratis yang dilakukan mahasiswa.

Bakti sosial membersihkan meunasah serta jalan yang tertimbun lumpur akibat banjir bandang yang baru saja berlalu, merupakan kerjasama yang baik di antara mahasiswa. Tidak membedakan mahasiswa putra ataupun putri, semua bekerja dengan penuh keikhlasan.

Ternyata indahnya kebersamaan dan indahnya berbagi bagi mahasiswa Umuslim bukan merupakan slogan, akan tetapi bukti nyata yang dilakukan, karena merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Acara ditutup sore hari diiringi hujan yang mengguyur, tapi tidak merusak kebersamaan bersama masyarakat Gampong Namploh Blanggarang Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen. Di kejauhan Geuchik beserta perangkat gampong dan masyarakat  melambaikan tangan, disertai doa semoga Umuslim tetap jaya dan dapat lebih banyak berkiprah bagi masyarakat. (al)