Prodi Administrasi Niaga Fisip Umuslim Bedah Bisnis dengan Oro Kopi Gayo Takengon

Takengon, Kamis (14/12) bertempat di 'meeting room' Oro Kopi Gayo sebanyak 25 orang mahasiswa Prodi Administrasi Niaga Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Almuslim (Fisip Umuslim) mengikuti bedah bisnis. Acara yang langsung dipandu owner Oro Kopi Gayo Haji Rasyid, didampingi Dr. Edi Putra Kelana putra Gayo yang aktif sebagai dosen tetap di Fisip Umuslim.

Haji Rasyid membedah bagaimana perjalanan bisnis Oro Kopi Gayo sebagai roated coffee yang telah membelah belahan dunia sebagai eksportir dengan memasarkan produk seperti; Luwak Coffee, Volcano Coffee, Wine Coffee, hingga kopi 1551⁺ MDPL.

Acara yang dikawal langsung oleh  wakil Dekan II Fisip Umuslim Deni Firmansyah, SE., MM, Ketua Prodi Administrasi Niaga Sulaiman, SE.I., MSM, berlangsung cukup interaktif. Apalagi bagi owner Oro Kopi Gayo Umuslim tidak asing lagi karena secara kebetulan istri  Haji Rasyid adalah salah seorang alumni Prodi SKGJ (Sarjana Kependidikan Guru Dalam Jabatan) dari FKIP Umuslim.

Bedah bisnis ini sendiri memberikan wawasan  yang begitu mendalam bagi mahasiswa Prodi Administrasi Niaga Umuslim, sehingga mereka tidak hanya belajar di ruang kelas, akan tetapi mendapat pengetahuan dari kuliah lapangan. (PIP Umuslim)

 

 

Dua Orang Mahasiswa dari Kampus B Umuslim dan Kampus Induk Akan Mengikuti Kongres FKIP se-Indonesia

Lhokseumawe, Rabu (22/11) Kongres Mahasiswa FKIP seluruh Indonesia yang akan diadakan sejak tanggal 29 November s/d 3 Desember 2017 di Universitas Muhammadiyah, Tangerang, Jawa Barat, Universitas Almuslim (Umuslim) Bireuen diwakili dua orang mahasiswa.

Adapun kedua mahasiswa tersebut adalah; Sabrina Muroza dari Prodi PGSD  kampus B, dan Muhammad Hafadh dari Prodi Matematika kampus induk yang merupakan Gubernur BEM FKIP. Pada kesempatan berbincang dengan Tim Pusat Informasi dan Promosi Umuslim keduanya berharap seluruh civitas academika Umuslim mendoakan mereka akan menjadi delegasi yang baik sehingga dapat mencerminkan prestasi serta potensi yang ada di kampus tercinta.

Keduanya juga berharap semoga kongres mahasiswa FKIP se-Indonesia untuk tahun depan dapat dilaksanakan di kampus kebanggaan masyarakat Bireuen secara khusus dan kebanggaan masyarakat Aceh secara umum. (PIP Umuslim)

Klasemen Akhir Sumatera Essay Competition Mahasiswa Hubungan Internasional Se-Sumatera Umuslim Menduduki Peringkat Pertama

Universitas Al Muslim, Rabu (13/12) Dalam kurun waktu April-Oktober 2017, terdapat 3 kali putaran agenda Kompetisi Essai untuk Mahasiswa HI se- Sumatera. Agenda yang pertama kali diadakan ini, bertujuan untuk menampung minat mahasiswa, dalam menulis karya tulis yang kali ini berupa Essai, 8 kampus yang tercatat oleh FKMHII (Forum Komunikasi Mahasiswa Hubungan Internasional Indonesia)  Korwil 1 yang memiliki jurusan Hubungan Internasional di pulau Sumatera, mulai dari Aceh hingga Lampung. 

Hasil akhir ketiga putaran  Umuslim menduduki peringkat I dengan total skor 350. Disusul Universitas Riau peringkat II dengan total nilai 190, sementara posisi III Universitas Andalas dengan skor 80.

Umuslim mulai mengikuti sejak  putaran 2, Juni 2017 dengan Bilal  Faranov (1604030021)  judul essai "Pemberantasan Terorisme Dalam Konvensi Asean", dengan total skor 110. Disusul putaran 3, Oktober 2017 dengan peserta Umuslim; Azzura Mayasyi (1704030013) dengan essai "Mengoptimalisasi Peran Diaspora Bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dengan nilai skor 110. Tiara Raudhatul Husna (170403006) judul essai "Mengoptimalkan Diaspora Terhadap Diplomasi Kuliner Di Luar Negeri ", meraih total skor 80. Sedangkan Ahsani Taqwim dengan essai "Mengoptimalkan Budaya Indonesia Melalui Masyarakat Diaspora", memperoleh nilai skor 50. (PIP-Umuslim)

 

Dua Mahasiswa HI Umuslim Berperan Aktif Pada Pertemuan Nasional Mahasiswa HI se-Indonesia ke-XXIX di Bandung

Bandung - Rabu (22/11) Suasana gerimis tidak menghalangi bunyi karinding menggema menghangatkan suasana di  kawasan pusat Kota Bandung. Alat musik berbahan bambu itu dimainkan serentak oleh mahasiswa untuk memecahkan rekor.

Karinding dimainkan secara langsung ratusan mahasiswa jurusan Hubungan Internasional (HI) dari perwakilan 51 perguruan tinggi swasta se-Indonesia di pinggir aliran Sungai Cikapundung, Jalan Sukarno, Kota Bandung  Rabu siang (22/11), sekitar pukul 13.30 WIB.

Beraneka jas almamater berbeda warna tampak dikenakan oleh mahasiswa HI seluruh Indonesia termasuk dua orang di antaranya dari kota Matangglumpangdua Bireuen Aceh. Jelasnya Bilal Faranov dan Husnul Fuadi dari Universitas Al Muslim.  Semua mereka tampak antusias memainkan alat musik berbentuk mungil tersebut.

Mahasiswa HI Pecahkan rekor mainkan karinding  serentak yang berlangsung di kota Bandung.

Untuk pengetahuan kita karinding adalah sebuah alat musik tradisional. Pada mulanya karinding diciptakan untuk mengusir hama di sawah. Namun seiring  perubahan zaman, alat berbahan potongan bambu itu menjadi alat musik yang belakangan kerap dimainkan oleh seniman di Jawa Barat.

Adapun alat tersebut dimainkan dengan cara ditempel di mulut. Alat mungil itu diapit dengan bibir atas dan bawah sehingga memunculkan ruang untuk menghasilkan suara, ujung alat tersebut ditepuk perlahan.

Dua orang mahasiswa Hubungan internasional Umuslim pada acara tersebut  mengikuti kegiatan SDC (short diplomatic course) mewakili negara Philippines.  Bilal juga mempromosikan Aceh melalui anekdot atau Stand Up comedy pada saat closing ceremony yang bertemakan masquerade ball . Mahasiswa Umuslim termasuk menjadi duta rekor Indonesia memainkan alat musik karinding massal tersebut.

Prodi Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik Universitas Al Muslim Bireuen mengirimkan dua orang mahasiswal mewakili kampusnya  dalam mengikuti Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia ke-XXIX dengan tema ‘ Optimasi Daya Saing Produk Indonesia ke Pasar Global’ yang dilaksanakan di Universitas Pasundan Bandung.(PIP Umuslim)