Penutupan Ramadhan Camp LDK-Formada Umuslim Dihadiri Syeikh Ahmad Taufiq Mahmod Alhaaj Falestiny

Kampus Induk Umuslim, Sabtu (11/06) Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Aceh kembali hadirkan ulama dari Palestina ke Aceh. Kali ini, mereka mendatangkan Syeikh Ahmad Taufiq Mahmod Alhaaj Falestiny, ulama dari Gaza, Palestina. 

Kunjungan yang tak terlupakan adalah ketika Syeikh Ahmad Taufiq Mahmod hadir ke Umuslim bertepatan dengan penutupan Ramadhan Camp LDK-Formada.

Dalam sambutannya, Syeikh Ahmad Taufiq Mahmod menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Aceh yang selalu menyambut kedatangan tamu dari Palestina dengan baik. Syeikh Ahmad juga mengucapkan terima kasih kepada Universitas Almuslim yang memberikan kesempatan  untuk menyampaikan informasi kekinian tentang Palestina. 

Menurut Syeikh Ahmad, menyebarnya informasi tentang situasi Palestina ke Aceh dan Indonesia cukup memberi dampak positif bagi rakyat Palestina selama ini. Berkat informasi yang terus disiarkan, lanjutnya, sudah mendatangkan bantuan yang tak terhingga bagi rakyat Palestina sejak beberapa tahun terakhir.

Bantuan tersebut, ungkap Syeikh Ahmad, sudah diterima rakyat Palestina dan digunakan untuk membangun gedung-gedung sekolah, fasilitas air bersih, pengadaan ambulans dan sebagainya.

“Saat tsunami Aceh 2004, sebagian rakyat Palestina juga ikut membantu Aceh. Jadi, saya rasa ada hubungan yang kuat antara Aceh dengan Palestina dari dulu hingga saat ini,” sebut Syeikh Ahmad Taufiq. Pada pertemuan itu, Syeikh Ahmad juga menceritakan kondisi terkini di Gaza.

Kedatangan Syeikh Ahmad Taufiq Mahmod Alhaaj Falestiny disambut langsung oleh Wakil Rektor I Umuslim Drs. Marwan Hamid, M.Pd mewakili Rektor yang kebetulan bertugas keluar kota.

Para peserta Ramadhan Camp terlihat begitu terharu bertemu dengan ulama yang sengaja datang dari Palestina, jabat tangan dan peluk erat Syeikh Ahmad Taufiq membuat rasa ukhuwah yang begitu besar antara Aceh dan Palestina.(al)

BEM FKIP Umuslim Mengadakan Seminar dengan Pemateri Ghazali Abas Adan dan Anwar Idris

Kampus Induk Umuslim - Senin (4.4) Bertempat di Aula MA Jangka, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD-RI) Drs.H.Ghazali Abbas Adan menjadi pemateri Seminar Nasional yang digelar Badan Eksekutif Mahasisawa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen .

Seminar yang diberi judul Sistem Pendidikan dan Syariat Islam di Indonesia, pemateri seminar juga diisi oleh anggota DPR RI asal Aceh Drs.H.Anwar Idris yang memaparkan materi Persepsi Pendidikan dan Kepemudaan untuk Indonesia Emas.

Pada pemaparannya Gazali Abbas Adan di hadapan peserta seminar menyampaikan bahwa kriteria untuk menjadi orang terhormat atau orang yang mulia ada dua yaitu iman dan ilmu, kalau keduanya diamalkan manusia akan mendapatkan kehormatan baik di sisi Allah swt maupun di mata manusia.

“Jadi kalau ingin menjadi orang terhormat dan mulia bukan sembarangan kita menabalkan nama sendiri ataupun ditabalkan orang lain, tetapi yang lebih terhormat apabila hal tersebut kita raih karena kita mempunyai ilmu dan amal,” papar Ghazali Abbas.

Selain itu H. Ghazali Abbas Adan di hadapan lebih 500 peserta seminar juga mengajak mahasiswa agar dalam belajar jangan semata-mata berniat dan berorientasi hanya untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), tetapi tujuan mahasiswa belajar adalah untuk meningkatkan ilmu dan pengetahuan.

“Kalau semata-mata niat kita belajar agar menjadi PNS, itu tidak akan berhasil dan sukses, jangan pernah takut kalau kita rajin belajar tidak di terima jadi PNS, tetapi niatkanlah kita belajar untuk menambah ilmu dan pengetahuan, karena  dengan ilmu  pengetahuan tersebutlah kita berkarya untuk menjadi orang-orang yang sukses dan terhormat,” paparnya.

Ghazali Abbas juga mengjngatkan, para peserta seminar kalau sudah sukses janganlah menjadi sombong dan angkuh, karena banyak manusia sekarang  kalau sudah mempunyai jabatan banyak menjadi  angguh, sombong dan besar kepala serta arogan. Karena kesombongan bukanlah pakaian bagi orang-orang yang beriman.

“Sekarang cukup banyak penguasa baru yang menjadi angkuh dan arogan, makanya saya mengajak mahasiswa agar hilangkan sikap angkuh dan sombong dan terus tingkatkan ilmu pengetahuan agar tergolong dalam golongan manusia yang terhormat,” pesan Ghazali Abbas.

Kemudian pada sesion kedua Drs. H.Anwar Idris, menjawab pertanyaan salah seorang peserta seminar tentang penegerian Umuslim yang sampai sekarang belum dinegerikan, Anwar Idris menyatakan bahwa keinginan tentang penegerian Umuslim tersebut bukan hanya keinginan mahasiswa sendiri tetapi hampir semua lapisan  masyarakat menginginkan Umuslim ini segera dinegerikan. Apalagi penegerian ini juga merupakan amanah dari pada masyarakat Peusangan secara utuh yang disampaikan pada forum Musyawarah Yayasan Almuslim Peusangan beberapa waktu lalu.

Tetapi menurutnya yang menjadi kendala sekarang pemerintah pusat sampai sekarang belum mencabut aturan moratorium penegerian Perguruan Tinggi yang dikeluarkan sejak 2013 lalu, hal tersebut juga dibenarkan anggota DPD RI Ghazali Abbas Adan.

Menurut Ghazali Abbas pihaknya sudah mengetahui tentang keinginan Umuslim untuk segera dinegerikan bahkan menurutnya Umuslim sudah lebih siap persiapan persyaratannya untuk dinegerikan dibandingkan Unigha Sigli, tetapi karena aturan tersebut belum dicabut sehingga proses ini belum bisa diwujudkan saat ini.

Tetapi pihaknya masih tetap berkomitmen apabila moratorium tersebut dicabut, akan tetap berjuang untuk penegerian Umuslim ini, karena semua persyaratan dari Rektorat sudah lengkap dan proposal juga sudah lama di sampaikan ke Kemenristek Dikti.

Andi Maulana ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP secara terpisah mengatakan tujuan kegiatan Gebyar BEM FKIP ini untuk meningkatkan aktivitas kemasiswaan di lingkup Umuslim dan semangat silaturahmi antar mahasiswa FKIP serta civitas akademika, selain seminar juga digelar beberapa kegiatan lain seperti donor darah, perlombaan olah raga voli dan futsal tingkat fakultas.

Peserta seminar selain dari mahasiswa juga diikuti pelajar sekolah menengah atas dan masyarakat umum. Acara seminar diakhiri dengan penyerahan buku karangan Ghazali Abbas kepada Umuslim yang diterima Wakil Rektor III Ir.Saiful Hurri,MSi. (al-zul)

Ramadhan Camp LDK-Formada Umuslim Dibuka Dengan Resmi Oleh Rektor

Aula MA Jangka Kampus Induk, Kamis(09/06) UKM LDK FORMADA Almuslim menyelengarakan Ramadhan Camp yang resmi dibuka oleh Rektor umuslim, Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,M.Si di Aula MA Jangka Kampus Induk Umuslim Matang Glumpangdua Bireuen.

Ramadhan Camp 2016 yang bertemakan “Smart  with Al-Quran in Ramadhan”dihadiri oleh Rektor Universitas Almuslim beserta jajarannya, Dan para tamu undangan yaitu alumni - alumni LDK FORMADA, perwakilan dari UKM – UKM Universitas Almuslim, serta  siswa, mahasiswa yang ikut serta dalam meramaikan acara ini pada pembukaan.

Pada Acara pembukaan Rektor berujar bahwa; “Acara hanya dilaksanakan setahun sekali ini merupakan salah satu acara yang sangat bermanfaat bagi generasi muda dan juga mwncerminkan bahwa UKM LDK Formada ikut peduli dan andil dalam mencetak generasi muslim untuk masa depan bangsa."

Acara ini diisi dengan seminar Zero to Hero bersama Ustadz Syahrul Komara, M.Bc Nav, ML-NLP, Iftar jama’i, Muhasabah, Sholat Tarawih, dan Sahur Bersama, Tausiah, Nonton Bersama, Film Muhammad Al-Fatih, Musabaqah, Riyadah serta serangkaian kegiatan lainya. Acara ini berlangsung insyaallah selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 09/06 s/d 11/06. Dengan total Peserta 89 orang yang berasal dari Pelajar daan Mahasiswa sekabupaten Bireuen. 

Di penghujung acara, Panitia mengadakan pentas seni yang dimeriahkan oleh para peserta dan juga pembagian doorprize untuk peserta yang berhasil memenangkan Musabaqah. (al-oky)

 

Himpunan Mahasiswa Matematika Almuslim menyelenggarakan Big Math Competition

Kampus Timur Umuslim - Rabu (30/3) Himpunan Mahasiswa Matematika Almuslim menyelenggarakan Big Math Competition yang resmi dibuka oleh Dekan FKIP Almuslim, Dra. Zahara, M.Pd di Pelataran Kampus Timur Universitas Almuslim.

 “Paradigma kognitif dalam merubah pola pikir bersama matematika” sebagai tema acara BMC ini yang dihadiri oleh dekan FKIP beserta jajaran, dan para tamu undangan yaitu utusan dari sekolah SD, SMP, dan SMA baik itu kepala sekolah, guru pembimbing, serta siswa-siswi yang ikut serta dalam perlombaan.

Yang menarik acara BMC ini diisi dengan olimpiade matematika, puisi matematika, game show/rangking satu, dan berhitung cepat. Perlombaan ini akan berlangsung selama dua hari, dengan total peserta berjumlah 340 orang yang berasal dari pelajar sekabupaten Bireuen dan mahasiswa Umuslim.

 "Ajang Big Math Competition ini terinspirasi dari siswa-siswi Sekolah Dasar yang kurang minat terhadap pelajaran matematika. Oleh sebab itu diharapkan dalam kompetisi ini dapat meningkatkan minat dan rasa suka siswa maupun mahasiswa terhadap Matematika," ujar ketua panitia Zahratul Hasni.

“Semoga hal positif seperti ini tidak berhenti sampai disini saja, namun untuk ke depannnya agar lebih ditingkatkan lagi dan terus melalukan upaya-upaya pengadian kepada masyarakat baik itu program studi matematika maupun program studi lainnya” Ujar Dekan FKIP Umuslim.(al-hmjm)