Kerja Praktek Mahasiswa Fikom Umuslim

Kampus Induk Umuslim, Rabu (03/08) Sebanyak 105 mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) Universitas Almuslim Peusangan ditempatkan di  berbagai instansi, perbankan baik milik pemerintah, swasta maupun BUMN untuk  melaksanakan salah  satu implementasi mata kuliah yaitu Kerja Praktek (KP).

Menurut Dekan Fikom Taufiq, MT  melalui kabag Humas Umuslim Zulkifli, M.Kom peserta Kerja Praktek ini  akan ditempatkan  ke berbagai Instansi , perbankan , baik milik pemerintah  maupun  swasta mulai hari Rabu (03/08).

Tujuan pelaksanaan Kerja Praktek ini tambah Zulkifli, M.Kom merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa jenjang S1 pada Fakultas ilmu Komputer (Fikom)  dengan beban 4 sks yang bertujuan   untuk melatih mahasiswa dalam menerapkan metode keilmuan Teknik Informatika dalam mengidentifikasi berbagai persoalan dan juga sebagai wahana latihan sebelum mereka terjun ke dunia kerja.

"Harapan kita selesai kerja praktek ini mahasiswa akan dapat menidentifikasi berbagai persoalan secara nyata selain itu ini juga sebagai implementasi kemampuan yang pernah diperoleh secara teori di bangku kuliah dengan suasana dunia kerja," harap Dekan Fikom.

Setelah melakukan Kerja Praktek  nantinya mahasiswa diwajibkan mengumpulkan  berbagai hal yang didapatkan di lapangan dalam bentuk laporan.

Pelaksanaan Kerja Praktek ini bagi Fakultas Ilmu Komputer Umuslim merupakan program rutin yang wajib dilaksanakan mahasiswa yang akan menyelesaikan perkuliahan dan selama ini banyak mahasiswa Fikom setelah selesai kerja praktek di berbagai instansi dan perbankan mereka  banyak yang direkrut  sebagai karyawan jelas Zulkifli, M.Kom.

Para mahasiswa akan melaksanakan Kerja Praktek mulai tanggal dimulai 03 Agustus sampai dengan satu bulan ke depan. (al-zul)

 

Pengolahan Kompos Organik Disampaikan Oleh Dr. Halus Satriawan, SP.,M.Si

Kampus Induk, Selasa (02/08) Acara pembekalan diisi dengan metode praktis pembuatan kompos organik. Pengomposan pada dasarnya merupakan upaya mengaktifkan kegiatan mikrobia agar mampu mempercepat proses dekomposisi bahan organik. Yang dimaksud mikrobia di sini bakteri, fungi dan jasad renik lainnya. Bahan organik disini merupakan bahan untuk baku kompos ialah jerami, sampah kota, limbah pertanian, kotoran hewan/ ternak dan sebagainya. Cara pembuatan kompos bermacam-macam tergantung: keadaan tempat pembuatan, budaya orang, mutu yang diinginkan, jumlah kompos yang dibutuhkan, macam bahan yang tersedia dan selera si pembuat.

"Kita sesuaikan pembuatan kompos ini dengan kondisi bahan yang tersedia di gampong atau desa tempat kita ber-kkm," demikian  ungkap Halus. (al)

Desa Online Sebuah Harapan dan Kenyataan

Kampus Induk Umuslim - Selasa (02/08) Sistem desa online menjadi salah satu program prioritas untuk mempercepat program desa membangun. 

"Desa Online ini akan mempercepat Desa Membangun. Nanti segala informasi tentang desa ada di dalamnya sehingga potensi desa, produk unggulan desa, dan progres pembangunan desa bisa dipromosikan dan diakses dengan mudah," jelas Taufik, MT selaku Dekan Fikom Umuslim dan pemberi materi KKM pada hari kedua.

Demikian uraian Taufik di hadapan 578 orang peserta KKM Umuslim periode Semester pendek Tahun Akademik 205-2016 angkatan ke XV. Peserta pembekalan KKM sangat antusias dan berinteraksi dengan pemateri.

Apalagi di sana-sini masih banyak desa-desa (gampong) yang belum tersentuh jaringan internet, ini merupakan tanggung jawab bersama baik sebagai mahasiswa ataupun masyarakat. Terlebih diharapkan juga dukungan pemerintah sepenuhnya, apalagi diharapkan mahasiswa yang ber-KKM memberikan 'pencerahan' kepada masyarakat dan aparat gampong agar tidak buta sama sekali dengan perkembangan dunia IT.

"Walau pada kenyataan mahasiswa tak dapat berbuat banyak secara fisik, tapi secara keilmuan mudah-mudahan ada nilai plus yang dapat disumbangkan ke tengah-tengah masyarakat, dan membawa kebaikan bagi almamater tercinta Universitas Almuslim," tambah Taufik. (al)

 

Subcategories