Desa Online Sebuah Harapan dan Kenyataan

Kampus Induk Umuslim - Selasa (02/08) Sistem desa online menjadi salah satu program prioritas untuk mempercepat program desa membangun. 

"Desa Online ini akan mempercepat Desa Membangun. Nanti segala informasi tentang desa ada di dalamnya sehingga potensi desa, produk unggulan desa, dan progres pembangunan desa bisa dipromosikan dan diakses dengan mudah," jelas Taufik, MT selaku Dekan Fikom Umuslim dan pemberi materi KKM pada hari kedua.

Demikian uraian Taufik di hadapan 578 orang peserta KKM Umuslim periode Semester pendek Tahun Akademik 205-2016 angkatan ke XV. Peserta pembekalan KKM sangat antusias dan berinteraksi dengan pemateri.

Apalagi di sana-sini masih banyak desa-desa (gampong) yang belum tersentuh jaringan internet, ini merupakan tanggung jawab bersama baik sebagai mahasiswa ataupun masyarakat. Terlebih diharapkan juga dukungan pemerintah sepenuhnya, apalagi diharapkan mahasiswa yang ber-KKM memberikan 'pencerahan' kepada masyarakat dan aparat gampong agar tidak buta sama sekali dengan perkembangan dunia IT.

"Walau pada kenyataan mahasiswa tak dapat berbuat banyak secara fisik, tapi secara keilmuan mudah-mudahan ada nilai plus yang dapat disumbangkan ke tengah-tengah masyarakat, dan membawa kebaikan bagi almamater tercinta Universitas Almuslim," tambah Taufik. (al)

 

AKBP Heru Novianto Kapolres Bireuen Berikan Pembekalan KKM di Umuslim

Kampus Induk Umuslim, Senin (01/08) AKBP Heru Novianto Kapolres Bireuen berikan pembekalan KKM di Umuslim di Aula MA Jangka kampus induk Umuslim. Pada pembekalannya, di hadapan 578 peserta pembekalan Kapolres menekan bahwa lebih jauh sejak dini kita menghindari narkoba yang merupakan penyakit terbesar bagi kemanusiaan.

Kapolres juga menekankan bahwa kecelakaan lalu lintas terjadi dalam sejam 4 orang tewas di seluruh Indonesia, dan ini merupakan tragedi kemanusiaan yang begitu parah. Acara yang dimoderatori oleh Sekretaris Bapel KKM, Kamariah, SH., MH berlangsung begitu dinamis.

Kasat Binmas Polres Bireuen AKP DARMANSYAH menegaskan;"Kegiatan ini merupakan kegiatan akademis yang begitu baik karena Kapolres memberikan pembekalan kepada generasi calon intelektual muda yang di masa akan datang memimpin negeri ini, sehingga jajaran Polri sangat antusias dalam menyukseskannya." (al)

 

Umuslim Lalu, Kini, dan Nanti

Kampus Induk Umuslim, Senin (02/08) Di hadapan 578 orang peserta pembekalan kkm Wakil Rektor I Umuslim Drs. Marwan Hamid, M.Pd memberikan materi tentang kondisi dan sejarah Umuslim. Dengan segala dinamika dan perkembangannya dari waktu ke waktu.

Melihat kondisi generasi muda pada zamannya, Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan Tgk. Abdurrahman Meunasah Meucap dan kawan-kawan berkesimpulan bahwa semua itu disebabkan oleh kebodohan, oleh karena itu mereka mencari jalan lain yaitu membangun dan menyalakan pelita di tengah kegelapan malam, untuk menerangkan jalan yang akan mereka tempuh ke arah yang memberi jawaban terhadap tantangan ini dengan mendirikan Pendidikan atau Yayasan Almuslim Peusangan dengan Kurikulum pendidikan sesuai kebutuhan pada masa itu dengan sistem terpadu dan menyeluruh, yakni suatu Kurikulum yang konfrehensif, sehingga lulusannya pada saat itu menjadi ahli-ahli di berbagai disiplin ilmu pengetahuan.

Sejak Almuslim Peusangan berdiri dalam kurun waktu yang cukup lama, tentunya ada masa jaya dan suram. Namun setelah dilaksanakan Musyawarah Besar Almuslim pada bulan Nopember 1979, kelembagaan Almuslim dan tata cara operasionalnya telah diperbaharui dengan Akte Notaris Nomor: 14/Lsm/AU/1993, tanggal 16 April 1998 dan telah terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bireuen. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 63 tahun 2008, tentang Pelaksanaan Undang-undang tentang Yayasan yang tertuang dalam lembaran Negara Republik Indonesia nomor 134 tahun 2008 dan tambahan lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4894, Yayasan Almuslim Peusangan harus berbentuk badan hukum dan berdasarkan Akte Notaris nomor 32 tanggal 21 Juni 2010 dan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia nomor AHU.3258.AH.01.04 tahun 2010 tanggal 09 Agustus 2010, Yayasan Almuslim Peusangan telah terdaftar sebagai Yayasan yang berbadan hukum. 

Marwan Hamid berharap ke depannya mahasiswa dapat berkiprah dalam membesarkan Umuslim, sehingga kampus ini berkembang dan maju seperti apa yang diharapkan para pendahulu. Walau kita di kota kecil kecamatan bukan berarti kita tidak dapat berkontribusi kepada kemajuan negeri ini, apalagi dengan jumlah alumni berjumlah 20.000 orang yang kini tersebar di seantero persada dan luar negeri.

"Kami berharap bahwa mahasiswa mengenal almamaternya, sebagaimana mengenal diri sendiri sehingga lahir rasa memiliki dan berusaha menjaga nama baik, dan memberikan informasi yang benar kepada masyarakat," demikian tambah Marwan Hamid. (al)

Subcategories