Dosen dan mahasiswa Fikom sosialisasi teknologi berbasis Less Contact Economy (LCE) pada UKM di masa Pandemi Covid-19


Dosen dan Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berlokasi di Desa Seuneubok Aceh, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.
Tim Dosen dalam pengabdian ini  melakukan sosialisasi pemanfaatan teknologi informasi dalam bentuk aplikasi berbasis Less Contact Economy (LCE), dilakukan sejak tanggal 19 November 2020 lalu.

Menurut ketua tim pengabdian fikom umuslim  Zulkifli, M.Kom, kegiatan yang dilakukan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pelaku usaha tradisional agar paham dengan perkembangan teknologi yang merubah pola pasar berbasis Less Contact Economy (LCE), terlebih pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Kondisi pandemi Covid-19 telah merubah mayoritas perilaku masyarakat dalam menjalankan ekonomi. Aktivitas ekonomi seperti jual beli harus ikut menyesuaikan dengan kondisi terkini dengan meminimalisir kontak antara penjual dan pembeli, jelas Zulkifli,M.kom.

Adapun mitra yang dipilih dalam kegiatan pengabdian ini yaitu usaha keripik ubi bermerek dagang cita rasa milik Pak Maimun, usaha ini sudah dirintis pak Maimun  sejak tahun 1996, selama ini sistem proses dan penjualan masih secara manual dan jangkauan pemasaran juga terbatas.

Usaha keripik ubi ini sebenarnya merupakan salah satu produk unggulan daerah, dikarenakan selama ini masyarakat sangat familiar dengan keripik ubi Bireuen. Menurut anggota tim pengabdian, T. Rafli Abdillah,  masyarakat dari luar Kabupaten Bireuen pada umumnya apabila berkunjung ke Bireuen belum lengkap rasanya apabila belum membeli keripik ubi Bireuen untuk dibawakan sebagai buah tangan untuk keluarga, ujar T.Rafli yang lama bermukim di Jawa Barat.

Tim Dosen Umuslim tuntaskan pengabdian di Tamiang

 

Tim dosen  dari prodi Akuakultur Fakultas Pertanian Universitas Almuslim yang melakukan  pengabdian kepada masyarakat di dusun Kuala Pusong Kapal Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang berhasil dilaksanakan dengan tuntas dan berjalan sukses, ditandai dengan keluarnya surat izin usaha, paten merk dan sertfikasi halal bagi usaha terasi yang menjadi binaan pengabdian masyarakat.

Kegiatan pengabdian yang dilakukan sejak beberapa bulan lalu dalam program pengembangan produk Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) yang merupakan hibah multi tahun Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) kemenristek dikti.

Kegiatan  yang dilaksaankan sejak beberapa bulan lalu sudah dituntaskan dengan  keluarnya izin usaha, P-IRT, pendaftaran merk, sertifikasi halal serta izin usaha lainnya pada UKM Camar Laut Desa Pusong Kapal Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang, pada 19 November 2020.

 Seperti  diketahui  bahwa keberadaan P-IRT, paten merk, sertfikasi halal sangat krusial bagi suatu industri agar dapat dipasarkan secara luas dan layak edar, memberikan jaminan kemanan produk bagi konsumen, serta dapat meningkatkan nilai jual produk.

Perolehan legalitas usaha bagi poklahsar ukm camar laut merupakan fokus  tahap akhir bagi  legalitas usaha, sehingga akan memudahkan melaksanakan manajemen produksi yang baik, sesuai dengan peraturan yang berlaku, selain itu juga adanya pelatihan diversifikasi produk berupa kerupuk ikan buah naga,jelas ketua tim pelaksana Rindhira Humairani, S.Pi, M.Si

 Tim dosen prodi akuakultur umuslim melakukan pelatihan dan pendampingan pada ukm camar laut dalam upaya mengembangkan usahanya agar menjadi produk unggulan daerah, dimulai dari perbaikan proses produksi agar memenuhi standard keamanan produk pangan, serta penyediaan sarana produksi skala industri rumah tangga dan terakhir pengurusan izin usaha, paten merekdan sertifikat halal.

Ketua tim pelaksana Rindhira Humairani, S.Pi, M.Si pada kesempatan tersebut mengucapkan rasa syukur atas kelancaran selama pelaksanaan kegiatan, serta melihat ukm camar laut saat ini sudah mandiri dan mampu menghasilkan terasi juga kerupuk buah naga dengan kualitas yang baik hingga mendapat legalitas usaha.

Rasa syukur dan suka cita turut disampaikan oleh ketua tim pelaksana yaitu Rindhira Humairani, S.Pi, M.Si atas kelancaran selama pelaksanaan kegiatan, serta melihat Poklahsar  Camar Laut saat ini sudah mandiri dan mampu menghasilkan terasi juga kerupuk buah naga dengan kualitas yang baik hingga mendapat legalitas usaha, Alhamdulillah, akhirnya pengabdian ini berjalan sukses, walaupun dalam situasi pandemi Covid-19., kami ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat membantu pelaksanaan kegiatan ini, ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Kaprodi Akuakultur Fakultas Pertanian Umuslim Muliari, MSi mengungkapkan “Harapan kami, sinergitas Prodi Akuakultur sebagai pelaksana kegiatan ini dengan dinas terkait di Kabupaten Aceh Tamiang, sehingga dapat dijadikan poklahsar ukm  camar laut sebagai percontohan bagi usaha masyarakat lainnya, dalam menghidupkan berbagai ukm dalam rangka  meningkatkan taraf ekonomi masyarakat pesisir khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang.


Semoga  sinergitas prodi akuakultur umuslim sebagai pelaksana kegiatan ini dengan masyarakat dan dinas terkait di kabupaten Aceh Tamiang dapat menjadikan ukm camar laut sebagai percontohan sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat pesisir khususnya kabupaten Aceh Tamiang, ujar Muliari,S.Kel.,MSi  ketua prodi Akuakultur Fakultas Pertanian Universitas Almuslim.(HUMAS-Umuslim)

 

Ket Foto : Tim dosen pengabdian sedang mendampingi pihak UKM Camar laut dalam proses urus Izin

 

Dosen Umuslim Perkenalkan Teknologi IoT kepada petani Tambak



Dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Kabupaten Bireuen, melakukan pengabdian masyarakat dengan program memperkenalkan teknologi otomatisasi berbasis teknologi Internet of Things (IoT) pada petani tambak udang vanamee di Desa Jangka Mesjid Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen.

Menurut  ketua tim pengabdian Imam Muslem R, pelaksanaan   pengabdian  ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya kelompok masyarakat produktif, yang bergerak di bidang pangan, tentang perkembangan teknologi Internet of Things, yang mana peran  teknologi ini sangat  membantu meningkatkan hasil produksi tambak udang.

Karena selama ini petani tambak udang vanamee menjalankan  ekosistem perairan pada tambaknya masih menggunakan teknik manual, mulai dari menghidupkan kincir air, pemberian pakan hingga pengontrolan kondisi air, jadi kita berusaha untuk mengaplikasikan sistem berbasis teknologi Internet of Things (IoT),  jelas Imam Muslem R.

Teknologi yang diperkenalkan ini dapat berfungsi untuk mensuplai oksigen dalam perairan tambak dari kincir air, selain itu juga untuk membantu  proses pencampuran karakteristik perairan tambak lapisan atas dan bawah serta sebagai pembantu proses pemupukan air tambak papar salah seorang  anggota tim pengabdian  Dedy Armiady.

Output dari kegiatan ini diharapkan nantinya masyarakat pelaku budidaya udang vanamee paham  teknologi otomatisasi tambak udang yang memiliki fitur suplai arus listrik untuk menggerakkan kincir air dengan tenaga surya,sehingga dapat mengontrol kincir air otomatis berdasarkan kadar Dissolved Oxygen (DO) yang ada dalam perairan tambak, jelas Imam muslem.

Penggunaan teknik ini juga dapat mencatat proses pemberian pakan melalui aplikasi smartphone, sehingga akan memudahkan  pengontrolan jumlah persediaan dan pemberian pakan udang vanamee oleh petani tambak, jelasnya.(HUMAS)



Subcategories