Prodi Ekonomi Pembangunan Umuslim terakreditasi B

 
Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan  kembali mempertahankan status akreditasinya dengan hasil akreditasi sangat baik (B). Hal ini dipastikan setelah Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) mengeluarkan SK Nomor: 6429/SK/BAN- PT/Akred/S/X/2020 pada tanggal 13 Oktober 2020.

Hasil yang dicapai ini tentunya sangat membanggakan sekaligus membahagiakan seluruh civitas akademika Umuslim, hal ini karena pelaksanakan Visitasi oleh Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi  pada masa pandemi Covid-19, dilakukan secara daring pada tanggal 7-8 Oktober 2020.

Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Almuslim, Hakim Muttaqim, M.Ec.Dev saat menerima kiriman salinan sertifikat dari BAN PT mengatakan bahwa  hasil akreditasi ini diperoleh setelah melalui proses visitasi daring, yang dilaksanakan oleh dua asesor dari BAN-PT.

“Saya sangat terharu dan mengapresiasi kinerja tim kerja Akreditasi dan dukungan semua pihak  sehingga prodi Ekonomi Pembangunan kembali memperoleh peringkat B dengan peningkatan nilai yang memuaskan yaitu 328, ujar Hakim Muttaqim lulusan  pasca sarjana di USM Malaysia.

Pencapaian ini merupakan kerja keras dari tim kerja Akreditasi Fakultas Ekonomi khususnya  Prodi Ekonomi Pembangunan serta dukungan seluruh Civitas Akademika Universitas Almuslim, alumni dan stake holder, kami sangat berterimakasih kepada semuanya, ungkap Hakim Muttaqim, M.Ec.Dev terharu.

Kemudian pada kesempatan tersebut Ketua Tim Akreditasi Fakultas Ekonomi umuslim, Najmuddin, MA menambahkan proses akreditasi yang dilakukan BAN PT, banyak hal yang dinilai,  termasuk kurikulum berbasis KKNI dan berbagai aspek lainnya sesuai standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT, jelas  Najmudin didampingi wakil dekan bidang akademik Musrizal,MA.

Plt Rektor, Dr. Hambali, SE, MPd mengucapkan rasa syukur atas hasil yang diperoleh, selamat dan terimakasih atas kerja keras  Fakultas Ekonomi atas capaian akreditasinya, capaian  Akreditasi sangat baik ini, semoga menjadi penambah semangat bagi kita untuk terus mengabdi melakukan yang terbaik demi kemajuan universitas almuslim dan pendidikan di Provinsi aceh secara umum, ujar Dr.H.Hambali, SE.,MPd.(HUMAS)

Humas dan Dosen Umuslim Ikuti Pelatihan Jurnalistik

 

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen Zulkifli,M.Kom bersama  dua orang dosen yaitu  Chairul Bariah,SE.,MM dan Dewi Maritalia,M.Kes mengikuti pelatihan Jurnalistik secara daring.

Pelatihan yang diikuti para pimpinan, humas, dan dosen Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dari 102 PTS di Aceh ini dilaksanakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIII Aceh, Senin (12/10/2020).

Sekretaris LLDikti Wilayah XIII Aceh, Dr Muhammad Ilham Maulana saat membuka acara itu mengatakan, pelatihan ini sangat dibutuhkan oleh pengelola perguruan tinggi swasta, khususnya tim humas agar bisa bertransformasi dalam menyajikan informasi kepada publik.

“Sehingga dengan kemampuan tersebut, para praktisi humas di PTS mampu mengemas konten-konten yang kreatif dan informatif yang bisa didistribusikan kepada masyarakat, baik melalui media internal maupun media mainstream,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, sesuai dengan semangat ‘Kampus Merdeka’ menuntut PTS mampu membangun banyak networking, salah satunya dengan media.

Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber, yaitu Kepala LLDikti Wilayah XIII, Prof Faisal Rani, Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Teuku Haris Fadillah, Redaktur Eksekutif Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika, dan Pemimpin Redaksi aceHTrend, Ihan Nurdin.

Prof Faisal Rani dalam kesempatan itu menyampaikan, topik tentang peran humas dalam mengelola media komunikasi perguruan tinggi dalam perspektif hukum. Menurut Prof. Faisal, keberadaan Undang-Undang tentang Keterbukaan Informasi Publik No 14 Tahun 2008. “Humas setidaknya memegang tiga peranan penting, yaitu sebagai media sosialisasi, perwajahan perguruan tinggi, dan humas harus mampu membina hubungan dengan pers,” katanya.

Sementara Teuku Haris Fadillah mengatakan, humas perguruan tinggi harus dapat menyampaikan informasi secara berkala dengan cara mengamati, mencari, dan mengemas informasi-informasi dengan menarik.

Dengan adanya peran media humas di lembaga, diharapkan bisa mempermudah komunikasi antarlembaga dan masyarakat, di mana media juga sebagai salah satu alat dan sarana humas.

Sedangkan Redaktur Eksekutif Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika menambahkan bahwa untuk bisa memproduksi konten-konten yang menarik dan informatif, tenaga humas di perguruan tinggi harus memiliki motivasi untuk bisa menulis.

“Humas di PT harus memiliki kecakapan dalam membuat siaran pers (press release). Meski beberapa humas tidak memiliki latar belakang jurnalistik, tetapi humas harus mampu belajar untuk memiliki kecakapan individual yang setara dengan jurnalisme profesional,” katanya.

Sedangkan, Ihan Nurdin menyampaikan di era keterbukaan informasi saat ini telah mengubah perilaku masyarakat dalam memperoleh informasi.
Dengan hadirnya perangkat teknologi semacam ponsel pintar, semua informasi bisa dengan mudah didapatkan.
Ihan juga memberikan penekanan, mengenai pentingnya pengelolaan website perguruan yang selaras dengan yang diamanahkan oleh Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.

Dalam hal ini, kata dia, perguruan tinggi juga harus bertransformasi sesuai dengan karakteristik revolusi industri, yaitu inovasi, automasi, dan transformasi informasi yang sangat cepat.

“Website tidak hanya sebagai media publikasi dan promosi, namun juga dapat diakses sebagai sarana komunikasi interaktif. Sehingga dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak,” ujar dia.


Artikel ini telah tayang di serambinews.com tanggal 13/10/2020 dengan judul Pimpinan, Humas, dan Dosen Perguruan Tinggi Swasta se-Aceh ikuti pelatihan jurnalistik

Umuslim peserta program Permata Sakti tahun 2020

Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan-Bireuen merupakan salah satu Perguruan Tinggi yang direkomendasikan sebagai peserta dan penyelenggara pertukaran mahasiswa tanah air nusantara - sistem alih kredit dengan teknologi informasi tahun Akademik 2020.

Program permata sakti merupakan salah satu kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mendukung merdeka belajar kampus merdeka dalam bentuk pertukaran mahasiswa tanah air nusantara sistem alih kredit dengan Teknologi Informasi  (Permata Sakti).

Universitas Almuslim merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang direkomendasi LLDIKTI Wilayah XIII sebagai perguruan tinggi yang  menyelenggaran dan mengikuti program permata sakti Tahun Akademik 2020.

Tahun sebelumnya program ini dilakukan saling mengirim (pertukaran) mahasiswa  secara langsung pada kampus yang dituju, karena sekarang  kondisi Covid 19,maka pelaksanaan secara daring (Virtual).

Tujuan program ini untuk membangun pola kerjasama antar perguruan tinggi seluruh Indonesia dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh dan menumbuhkan pusat keunggulan berdampak perluasan wawasan kebangsaan bagi sivitas akademik melalui pertukaran mahasiswa antar Perguruan Tinggi Se-Indonesia.

Menurut Koordinator program permata sakti umuslim Dr. Ir. Sitti Zubaidah, S.Pt., S.Ag., MM., IPM, bahwa dalam program ini universitas Almuslim telah menerima sebanyak 56 mahasiswa dari 10 perguruan tinggi di Indonesia (Mahasiswa Inbound) yang belajar secara daring bersama dosen dari beberapa prodi di Universitas Almuslim (umuslim) peusangan Bireuen.

Sedangkan mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) mengikuti perkuliahan secara daring ke luar kampus di sembilan belas (19) perguruan tinggi mitra seluruh Indonesia dengan metode pembelajaran dalam jaringan (Daring) jelas Dr. Ir. Sitti Zubaidah, S.Pt., S.Ag., MM., IPM”.

Adapun kampus yang mengikuti kuliah daring di  Universitas Almuslim dalam program ini adalah  Universitas Tribuana Tunggadewi, Universitas Nusantara PGRI Kediri, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Universitas Kanjuruhan Malang, Universitas Muhammadiyah Gresik, Universitas Hang Tuah, Universitas Islam Balitar Blitar, STKIP PGRI Sidoarjo, STIE Mandala Jember, dan IKIP PGRI Wates.

Sedangkan mahasiswa umuslim mengikuti perkuliahan belajar keluar kampus (Mahasiswa Outbound) di 19 perguruan tinggi yang menjadi mitra seluruh Indonesia yaitu Amikom Yogyakarta, STIE Mandala Jember, Universitas Merdeka Malang, Universitas Tribuana Tunggadewi Malang, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Hang Tuah Surabaya, Universitas Wijaya Putra, STMIK Widya Pratama, Universitas Kanjuruhan Malang, Universitas Muhammdiyah Sidoarjo, Universitas Muhammadiyah Kendari, Universitas Muhammadiyah Gresik, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, dan Universitas Muhammadiyah Sorong, ujar  Siti zubaidah.

Pelaksana tugas (PLt) Rektor Universitas Almuslim, Dr. Hambali, SE., M.Pd menambahkan suatu kebanggaan bagi  Universitas Almuslim, satu-satunya perguruan tinggi di Aceh yang mendapatkan kesempatan dan direkomendasikan LLDIKTI wilayah XIII Aceh salah satu peserta program dari Kemendikbud RI.(HUMAS-Umuslim)

Subcategories