Universitas Almuslim - Universitas Almuslim

  • SLBN Terpadu Bireuen, Nikmat di Balik Kekurangan

     

     OLEH CHAIRUL BARIAH, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Almuslim Peusangan, Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Bireuen, melaporkan dari Kabupaten Bireuen.

     ANAK adalah anugerah dan harta terindah yang Allah berikan kepada setiap manusia yang dikehendaki-Nya. Seorang ibu membutuhkan perjuangan selama sembilan bulan lebih dan mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan seorang anak ke dunia. Namun, tak jarang juga ada orang tua yang menyia-nyiakan anaknya. Anak adalah titipan Allah, ada yang terlahir normal, ada juga yang memiliki kekurangan secara fisik. Tapi walau  bagaimana pun kondisinya orang tua tetap harus bertanggung jawab terhadap anaknya, mulai dari kehidupan sehari-hari sampai pendidikan yang harus ditempuhnya.

    Dalam rangka memperingati Hari Anak, saya berkunjung ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Terpadu Bireuen yang beralamat di Jalan Cot Ijue Tanoh Mirah, Desa Cot Ijue, dengan  ditemani seorang sahabat. Saya bertemu langsung kepala sekolah dan mewawancara beberapa anak yang saya jumpai, begitu juga dengan gurunya.

    SLB Negeri Terpadu Bireuen dirikan berdasarkan SK Nomor 421∕002∕2017 tanggal 1 Mei  2017 di area seluas 13.600m2, membina  pendidikan tingkat TK, SD, SMP, dan SMA. Kepala sekolah pertama di SLB ini adalah Abdullah SPd, kemudian dilanjutkan Fitriana Spd. Berdasarkan data yang kami peroleh dari Bu Rahmi, staf administrasi, tercatat 92 orang murid di SLB ini, terdiri atas guru TK 4 orang, SD 55 orang, SMP  22 orang, dan guru SMA 11 orang, ditambah tenaga administrasi empat orang.

    Jenis kecacatan (disabilitas) atau kelainan yang dialami murid-murid di SLB Negeri Terpadu Bireuen ini adalah tuli (tunarungu) dan keterbelakangan mental (tunagrahita). Anak dengan status tunagrahita pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan di bawah rata-rata dan biasanya terlihat dari kelainan fisik dan perilaku abnormal sehari hari, Penyandang cacat fisik (tunadaksa) dan murid autis biasanya terlihat dari pola perilaku, aktivitas, dan interaksinya yang cenderung terbatas dan berulang-ulang. Sekolah ini juga menerima murid yang buta (tunanetra) alias kedua matanya tidak dapat melihat, namun sampai saat ini belum ada yang mendaftar.

    Sesampainya saya di dalam pekarangan sekolah langsung disambut ramah oleh para guru. Suasana saat itu ramai, karena baru selesai proses belajar-mengajar. Anak-anak berlarian, guru sibuk mengarahkan mereka agar tenang dan duduk manis menunggu jemputan. Namun, mereka tetap dengan dunianya.

    Berada bersama mereka seakan berada di dunia yang lain. Melihat tingkah dan kegembiraan mereka tanpa terasa butiran bening bercucuran membasahi pipi, alangkah bersyukurnya saya dan keluarga yang dikaruniai  beberapa kelebihan  fisik dibandingkan mereka.

    Murid yang diterima di sekolah ini tanpa batasan usia. Hanya saat ikut perlombaan ditentukan usia pesertanya, bahkan ada murid yang lebih tua umurnya dibandingkan dengan guru.

    Penanganan pendidikan di sekolah ini tentu jauh berbeda dengan sekolah umum lainnya, untuk satu murid atau paling banyak biasanya ditangani oleh seorang guru, sedangkan khusus untuk murid yang autis ditangani oleh satu orang guru.

    Menjadi guru di SLB bukanlah hal yang mudah, hanya orang-orang yang memiliki cinta kasih, keikhlasan, dan kesabaran yang mampu menjadi guru bagi anak-anak yang memiliki kelainan, sebagaimana diungkapkan Ibu Fitriana, ”Dalam mendidik murid di sini sangat diperlukan rasa cinta, kasih sayang, kelembutan, dan kesabaran yang tinggi, sebagai modal utama.”

    Seorang guru bagi anak-anak yang disabilitas, tidaklah cukup dengan ilmu yang didapat di bangku kuliah, sebagaimana diungkapkan Dek Ya. Guru berparas cantik ini mengatakan bahwa sebelum mulai mengajar dia selalu menyapa lebih dahulu muridnya dan mengajak mereka bicara atau dengan gerakan layaknya dengan anak sendiri. Ia tak memaksakan murid untuk memahami sesuatu. “Biarkan dia dengan aktivitasnya, kita hanya membimbing dan memperlihatkan dengan gerakan, apa yang harus dilakukan. Bila anak sudah jenuh, tak ingin lagi belajar kita harus berhenti. Pokoknya dalam mengajar kita harus banyak sabar,” ujarnya.

    Guru yang mengajar di SLB Negeri Terpadu ini semua sarjana berasal dari bidang studi berbeda. Menurut kepala sekolah, mereka harus mengikuti pendidikan lagi lebih kurang dua tahun untuk mengambil bidang studi yang sesuai, yaitu Pendidikan Luar Biasa (PLB), sehingga tujuan pendidikan di sekolah ini tercapai. Bagi saya, guru yang mengajar di sini adalah pribadi yang memiliki kesabaran lebih dan keikhlasan yang sangat luar biasa.

    Sejak berdiri SLB Negeri Terpadu Bireuen banyak prestasi yang diraih muridnya.  Tahun 2018 muridnya menjuarai berbagai perlombaan antarmurid disabilitas yang dilaksanakan di wilayah III  Bireuen, Lhokseumawe, dan Aceh Utara. Juara I lomba melukis tingkat SMA diraih oleh Rahmad (tunarungu), juara I pantomim diraih Zulfajar (tunarungu), dan juara I MTQ Tingkat SMP diraih oleh Azirna (tunagrahita).

    Sedangkan tahun 2019 murid SLB ini mampu menunjukkan kepada dunia bahwa kekurangan yang  dimiliki bukanlah kesedihan dan penghalang untuk bersaing dalam berkarya dan berjuang meraih prestasi. Buktinya, ada yang meraih juara I pantomin (Zulfajar), juara I lomba lari (Zulfikri), juara I borce (Satriana), dan juara melukis (Rahmad), juara menyanyi (Morina), dan juara tari kreasi (Elvina). Yang membuat saya sangat kagum adalah prestasi murid bernama Munawarliza. Meski tak bisa mendengar, tapi mampu mematahkan harapan peserta lainnya dalam lomba desain grafis yang diadakan di wilayah III. Ia meraih sebagai juara II. Sedangkan di tingkat provinsi, Zulfikri juara harapan I lomba lari. 

    Tanpa terasa waktu sudah pukul 11.15 WIB. Karena hari Jumat, saya dan teman yang setia menemani sejak awal, pun pamit. Sebelum meninggalkan lokasi, salah seorang murid tunadaksa menyapa saya dan mengatakan, “Ibu datang lagi ke sini ya, masih ada kami, bawa mainan ya.” Sontak hati saya terenyuh dan dengan suara berat diiringi butiran air mata yang tanp terasa menetes saya menjawab, “Insyaallah ibu akan datang lagi.”

    Pada saat itu juga saya saksikan seorang ayah menjemput anaknya sambil memeluk dan mengusap kepala dan menggendong si buah hatinya sambil menaikkannya ke atas sepeda motor.

    SLB Negeri Terpadu Bireuen ini memang belum memiliki lahan dan peralatan permainan yang memadai untuk anak. Sekolah ini masih perlu perhatian dari pemerintah dan pihak swasta untuk mewujudkan sebuah sekolah yang berstandar layak untuk mendidik anak penyandang disabilitas.

    Kunjungan saya kali ini sangat berkesan. Banyak pelajaran yang saya dapat dan mungkin bermanfaat juga bagi yang lain. Rasa syukur yang tak terhingga atas segala karunia-Nya, maka tugas kitalah sebagai manusia yang dilahirkan tanpa cacat untuk mencintai mereka dengan tulus, memperhatikan hak-hak mereka tanpa diskriminasi. Sungguh,  di balik kekurangan dan berbagai keterbatasan dirinya, mereka memiliki nikmat kelebihan yang mungkin tidak dimiliki oleh manusia normal. Mari kita hargai dan tempatkan mereka dalam kehidupan sosial secara wajar, karena mereka juga titipan Allah untuk kita.

     

    Artikel ini pernah tayang di Serambinews.com tanggal /08/08/2019/dengan judul SLBN Terpadu Bireuen, Nikmat di Balik Kekurangan.

     

  • SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe ikut tes toefl di Umuslim

    Peusangan-Sebanyak 75 siswa SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe mengikuti test Toefl secara gratis di laboratorium bahasa universitas almuslim (Umuslim) Peusangan, Rabu (30/1).

    Para siswa yang datang dari kota Lhokseumawe didampingi  guru pembimbing Ihsan Umraity, Spd, sebelum mengikuti toefl juga sempat melihat suasana kampus umuslim kemudian mengikuti test toefl di laboratorium bahasa universitas almuslim yang berlokasi di kampus timur.

    Menurut ka prodi bahasa inggris Fkip umuslim Dr .Silvi Listia Dewi, M.Pd program tes toefl ini merupakan salah satu perwujudan dari MoU prodi bahasa Inggris Fkip umuslim dengan SMA Sukma Bangsa.

    Kita dengan berbagai fasilitas yang ada akan terus melakukan berbagai program untuk mengimplementasikan beberapa hal sesuai MoU yang telah di sepakati, ujar lulusan S3 bahasa inggris di salah satu universitas di Malang ini.

     

    Para siswa SMA saat mengikuti Tes Toefl selain guru pendamping juga didampinggi ka prodi bahasa Inggris Dr .Silvi Listia Dewi, M.Pd, kepala Laboratorium bahasa Saifuddin A Haitamy,M.Pd dan Misnar, MA salah seorang dosen umuslim yang pernah mendapat training di Jepang.(HUMAS)

  • SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe tes toefl di Umuslim

     

    Sebanyak 87 siswa SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe mengikuti  test TOEFL yang dilaksanakan di  di laboratorium bahasa Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Kamis (7/2).

    Menurut ketua  prodi bahasa Inggris Fkip umuslim Dr .Silvi Listia Dewi, M.Pd program tes toefl ini merupakan salah satu perwujudan dari MoU prodi bahasa Inggris Fkip umuslim dengan SMA Sukma Bangsa, MoU tersebut sudah berjalan sejak tahun 2019 lalu.

    Ini program  ke dua kali bagi siswa  SMA Sukma Bangsa  Lhoekseumawe memgikuti test TOEFL di Universitas Almuslim, ujar Dr.Silvi Listia Dewi, M.Pd didampingi Misnar, M.A salah seorang dosen umuslim yang pernah mendapat training di Jepang.

    Kepala  Laboratorium bahasa Chalil As’ari , S.Pd.i, M.Pd disela-sela pematauan test Toefl siswa SMA tersebut menyampaikan pihaknya dengan berbagai fasilitas yang ada, siap membantu para siswa yang ingin menggunakan laboratorium tersebut dan akan terus melakukan berbagai program untuk mengimplementasikan beberapa hal demi membantu siswa untuk meningkatkan pemahaman dan keunggulan dalam berbahasa khususnya Inggris.

    Siswa  dari kota Lhokseumawe ini didampingi  guru pembimbing Ihsan Umraity, Spd, sebelum mengikuti toefl juga berkeliling  melihat beberapa laboratorium dan suasana kampus umuslim.

    Ihsan Umraity, S.Pd.i, M.Pd  yang  memdampingi siswa  mengucapkan apresiasi dan terimakasih terhadap pelaksanaan program ini, hal ini sangat membantu siswanya untuk meningkatakan pemahaman Toefl, pihaknya berharap  kerjasama ini perlu dilakukan  berkelanjutan, sehingga dapat membantu siswanya dalam upaya peningkatn pemahaman dan berbahasa khususnya bahasa inggris mudah tercapai, ujar Ihsan Umraity, S.Pd.i, M.Pd(HUMAS)


  • SMP IT Azkia Bireuen kunjungi lab MIPA Umuslim

    Peusangan-Sebanyak 50 siswa SMP IT Azkia Bireuen melakukan kunjungan edukatif ke laboratorium MIPA Universitas Almuslim (Umuslim) yang berlokasi di kampus  Umuslim Matangglumpang Dua Kecamatan Peusangan, Senin(1/4).

    Kedatangan  siswa-siswi SMP IT Azkia ke Umuslim  di dampinggi guru mata pelajaran IPA Saida Putri Meutia. Spd dan diterima langsung  kepala  UPT Laboratorium MIPA Umuslim drh.Yusrizal Akmal. MSi. 

    Menurut  Yusrizal Akmal tujuan kunjungan siswa dari SMP IT Azkia Bireuen ke labaratorium MIPA Umuslim ini untuk memperdalam beberapa  materi tentang sel, pengenalan mikroskop beserta alat laboratorium lainya melalui praktikum. Dalam pertemuan tersebut Yusrizal Akmal turut didampinggi teknisi laboratorium  Fatma Zuhra M.Pd dan Elsa Yerita Marhami asisten dari prodi pendidikan Biologi Universitas Almuslim.

    Menurut kepala  UPT Laboratorium MIPA Umuslim drh.Yusrizal Akmal. MSi.bahwa pihaknya sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin berkunjung dan belajar di laboratorium, beberapa waktu lalu pihaknya juga telah menerima kunjungan beberapa sekolah tingkat SLTA yang ada di Kabupaten Bireuen dan Lhokseumawe, Jelas Yusrizal Akmal.(HUMAS)

     

     

  • Sofyan DJalil semangati mahasiswa Umuslim

    Peusangan-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional RI Dr.Sofyan A.Djalil SH.,M.A.,M.ALD menyampaikan kuliah umum di Universitas Almuslim peusangan , acara berlangsung di Auditorium Academik Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan kampus Umuslim Matangglumpang dua.Kamis (14/03/2019).

    Kuliah umum yang disampaikan  Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional RI tersebut bertemakan  kesiapan Indonesia menghadapi revolusi industri 4.0.  Dalam pemaparan putra kelahiran Aceh Timur ini lebih banyak menyemangati dan memberikan motivasi kepada mahasiswa  dan perkembangan dunia IT sekarang.

    Menurut Sofyan DJalil   Revolusi Industri 4.0 harus dihadapi dengan berbagai persiapan , untuk menghadapi perkembangan tersebut diperlukan semangat optimis, pantang menyerah, berpikir positif, gembira, sabar,mau belajar, kontrol diri dan spritual.

    Dewasa  ini dengan perkembangan teknologi banyak berita Hoaks yang menyebar begitu  gencar, jadi mahasiswa harus pandai memanfatkan fungsi otak untuk  menangkal dan menghindari berita hoak (bohong) tersebut,jelas Sofyan Jalil. 

    Pada kesempatan tersebut Sofyan Jalil juga mengajak mahasiswa untuk mengubah midset , menurutnya, orang sukses  bukan hanya berasal dari keluarga hebat, tetapi orang biasa saja juga bisa sukses, Siapapun bisa jadi sukses yang penting ada kemauan,ungkap Sofyan DJalil.

    Kepada adik-adik mahasiswa agar tidak berkecil hati   kuliah di kampung karena orang belajar  di kampung juga bisa sukses,  maka mahasiswa atau siapa saja diminta tidak minder, banyak kampus ternama di Amerika Serikat lokasinya daerah kampung. 

    Mahasiswa harus berpikir untuk menjadi besar. “Bila ada kemauan, pastik ada jalan,” ungkap  Sofyan DJalil  dihadapan ratusan mahasiswa dan tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

    Rektor Umuslim Dr Amiruddin Idris, SE MSi, pada kesempatan tersebut mengulas sejarah keberadaan Yayasan Almuslim Peusangan dan juga menyampaikan keberadaan kampus Umuslim yang posisinya di kampung jauh dari akses pemerintahan, kampus ini memiliki 7 Fakultas dan 26 Program Studi (Prodi) dan ber akreditasi Institusi dengan nilai  B, dan baru saja dinobatkan oleh LLDIKTI XIII Aceh sebagai Perguruan Tinggi Terbaik katagori Universitas papar H.Amiruddin Idris.

    Acara diakhiri dengan penyerahan  sertifikat tanah oleh menteri kepada  Universitas Almuslim dan Yayasan Almuslim Peusangan yang diterima masing-masing Rektor Umuslim,Ketua Pembina dan ketua Yayasan Almuslim Peusangan.(HUMAS)

     

  • Sofyan Jalil semangati mahasiswa Umuslim

     

    Peusangan-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional RI Dr.Sofyan A.Djalil SH.,M.A.,M.ALD menyampaikan kuliah umum di Universitas almuslim peusangan , acara berlangsung di Auditorium Academik Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan kampus Umuslim Matangglumpang dua.Kamis (14/03/2019).

    Kuliah umum yang disampaikan  Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional RI tersebut bertemakan  kesiapan Indonesia menghadapi revolusi industri 4.0. Dalam pemaparan putra kelahiran Aceh Timur ini lebih banyak menyemangati dan memberikan motivasi kepada mahasiswa  dan perkembangan dunia IT sekarang.

    Menurut Sofyan Jalil   Revolusi Industri 4.0 harus dihadapi dengan berbagai persiapan , untuk menghadapi perkembangan tersebut diperlukan semangat optimis, pantang menyerah, berpikir positif, gembira, sabar,mau belajar, kontrol diri dan spritual. Dewasa  ini dengan perkembangan teknologi banyak berita Hoaks yang menyebar begitu  gencar, jadi mahasiswa harus pandai memanfatkan fungsi otak untuk  menangkal dan menghindari berita hoak (bohong) tersebut,jelas Sofyan Jalil. 

    Pada kesempatan tersebut Sofyan Jalil juga mengajak mahasiswa untuk mengubah midset , menurutnya, orang sukses  bukan hanya berasal dari keluarga hebat, tetapi orang biasa saja juga bisa sukses, Siapapun bisa jadi sukses yang penting ada kemauan,ungkap Sofyan Jalil.

    Kepada adik-adik mahasiswa agar tidak berkecil hati   kuliah di kampung karena orang belajar  di kampung juga bisa sukses,  maka mahasiswa atau siapa saja diminta tidak minder, banyak kampus ternama di Amerika Serikat lokasinya daerah kampung.

    Mahasiswa harus berpikir untuk menjadi besar. “Bila ada kemauan, pastik ada jalan,” ungkap  Sofyan Jalil  dihadapan ratusan mahasiswa dan tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

    Rektor Umuslim Dr Amiruddin Idris, SE MSi, pada kesempatan tersebut mengulas sejarah keberadaan Almuslim Peusangan dan juga menyampaikan keberadaan kampus Umuslim yang posisinya di kampung jauh dari akses pemerintahan, kampus ini memiliki 7 Fakultas dan 26 Program Studi (Prodi) dan terakreditasi Institusi dengan nilai  B, papar H.Amiruddin Idris.

    Acara di akhiri dengan penyerahan  sertifikat tanah oleh menteri kepada  univerrsitas almuslim dan Yayasan almuslim Peusangan yang diterima masing-masing Rektor Umuslim,Ketua Pembina dan ketua Yayasan Almuslim peusangan(HUMAS)

     

  • Sosialisasi Empat Pilar Oleh Drs. H. Anwar Idris

    Bireuen - Kamis (25/2)Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indoneisa (MPR RI) bekerjasama dengan Universitas Almuslim Peusangan menyelenggarakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) di Universitas Almuslim, Bireuen, Kamis 25 Februari 2016.

    Sosialisasi yang diikuti oleh 200 orang peserta yang terdiri dari kalangan dosen dan mahasiswa yang memenuhi gedung Aula M.A Jangka Universitas Almuslim dengan tujuan untuk terus menjaga kekokohan pilar kebangsaaan.dalam kesempatan ini Drs. H. Anwar Idris menyatakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI adalah acara resmi kenegaraan. Dasar hukumnya adalah UU No 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Dalam UU itu, MPR bertugas mensosialisasikan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

    Dalam paparan materi beliau menyampaikan bahwa supaya generasi muda patuh pada UUD 1945 untuk menjaga keutuhan NKRI dengan kebhinekaannya dalam payung Pancasila. “Penting adanya roh kebangsaan. Bila ada roh maka akan ada kebangkitan, Bila ada kebangkitan maka akan ada kehidupan,” lanjut wakil rakyat asal aceh ini.

  • Tiga Guru Besar dan satu kadis bahas Peternakan Era 4.0

    Peusangan-Tiga  orang Guru Besar  dari tiga Universitas  Negeri di Indonesia dan satu kepala dinas membahas tentang peternakan masa depan di era revolusi Industri 4.0. Kegiatan pertemuan pakar peternakan tersebut berlangsung  pada seminar nasional yang digelar prodi peternakan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, bertempat di Auditorium Academik Center (AAC)  Ampoen Chiek Peusangan Universitas Almuslim, Senin (8/4/2019).

    Seminar tingkat nasional dengan  tema “Peningkatan mutu pendidikan dan pembangunan peternakan berkelanjutan berbasis sumberdaya lokal di era revolusi industri 4.0” dibuka secara resmi Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi. Pada pidato pembukaan Rektor Umuslim   Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi menyampaiakan, bahwa bidang peternakan di era revolusi industri 4.0 mempunyai peluang besar untuk berkembang dan maju, bagi mahasiswa agar dapat memanfaatkan peluang ini, jangan terus memimpikan jadi PNS, karena  peluangnya sangat kecil, sekarang rubahlah pemikiran jangan lagi PNS oriented, kalau mau lakukan enterpreneurship bidang peternakan secara profesional, karena  masih terbentang luas bagi lulusan peternakan dan sangat menjanjikan, ungkap H.Amiruddin Idris,SE.,MSi.

    Adapaun  pakar yang jadi pemateri  dalam seminar tersebut   Prof. Dr.Sc.Agr.Ir Suyadi, MS, IPU dari Universitas Brawijaya,Malang, Alumni University Halle Jerman ini menyampaiakan bahwa  Peternakan di Revolusi Industri 4.0 melalui IoT (Internet of Think),  karena konsumen menyukai sistem e-commerce sehingga industri peternakan dapat tumbuh berkembang,maka diperlukan  keterlibatan pemerintah, masyarakat, pelaku industri dan akademisi agar peternakan di era revolusi industri 4.0 dapat maju, jelas Ketua Program Doktor Ilmu Ternak  Universitas Brawijaya Malang.

    Pemateri kedua,Prof. Dr. Ir. Jahmes Hellyward, MS, IPU (Universitas Andalas Padang), menurut mantan kadis parawisata dan kebudayaan Provinsi Sumatera Barat  bahwa Revolusi Industri 4.0 dapat meningkatkan kesejahteraan peternak melalui komoditas unggulan lokal melalui kurikulum kompetensi dari akademik, papar penggagas  Tour de Singkarak bertaraf Internasional ini.

    Selanjutnya juga hadir pakar Peternakan dari Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Samadi,  M.Sc, pakar bidang keahlian ilmu nutrisi ternak,  menyampaiakan bahwa  petani cerdas  merupakan petani yang mampu meningkat produktivitas peternakan melalui sistem manajemen ICT yang terpadu sehingga Feed,Food dan Well dapat terwujud, Jelas pria kelahiran Manggeng Aceh Selatan.

    Sedangkan Kepala Dinas  Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Aceh diwakili Sekretaris Dinas Farhan, S. Pt., M.P, menjelaskan program dinas peternakan Aceh, menurutnya sekarang Pemerintah Aceh  sudah melakukan Revolusi Industri 4.0 yaitu dengan program ACEH SIAT ( Aceh Sistem Informasi Aceh Terpadu) untuk Peternakan di seluruh Aceh melalui program uggulan dari Hulu ke hilir, serta berbasis kawasan, jelasnya.

    Menurut ketua panitia seminar Dr. Sitti Zubaidah, S.Pt, S.Ag, MM    dengan seminar nasional ini diharapkan  dapat menghasilkan berbagai solusi untuk menjawab berbagai hal terkait perkembangan bidang peternakan, sehingga para pemangku kepentingan  memiliki daya saing tinggi dan mampu beradaptasi terhadap kebutuhan peternakan berkelanjutan di Era Revolusi Industri 4.0, ungkap mantan pekerja NGO FAO-UN ini.

    Seminar  diikuti ratusan  peserta terdiri dari pegawai pemerintah,  mahasiswa, guru, dosen, siswa masyarakat peternak dan umum dan turut dihadiri para Wakil Rektor dan Dekan dalam lingkup Universitas Almuslim. (HUMAS)

     

     

  • Tiga Kecamatan di Aceh Tengah lokasi KKM Mahasiswa Umuslim 2019

     

    Sebanyak 235 mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan-Bireuen akan ditempatkan di tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah sebagai lokasi Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM).

    Kehadiran para mahasiswa Umuslim diterima Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar  di halaman kantor bupati setempat, Rabu (7/8/2018) sore.

    Bupati Shabela Abubakar dalam sambutannya meminta mahasiswa agar dapat menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat selama melaksanakan KKM. “Kabupaten Aceh Tengah merupakan daerah penghasil kopi arabika, daerah pertanian serta memiliki potensi wisata. Potensi ini harus terus dikembangkan agar memberi hasil lebih bagi kemakmuran masyarakat, di sinilah peran mahasiswa dibutuhkan,” ungkap Shabela.

    Menurut Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar, sekitar 80 persen masyarakat Aceh Tengah hidup dari sektor pertanian. “Untuk itu, para mahasiswa, khususnya dari jurusan pertanian agar dapat berbagi ilmu dengan masyarakat di sini,” harapnya.

    Prosesi serah-terima masiswa ini dilakukan Wakil Rektor I Umuslim Dr H Hambali MPd kepada Bupati Shabela Abubakar, kemudian diteruskan kepada camat di tiga kecamatan yang menjadi lokasi KKM.

    Wakil rektor I Umuslim pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa KKM merupakan suatu implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, semoga dengan kegiatan pengabdian ini dapat membawa multi manfaat baik bagi kampus, pemerintah daerah maupun masyarakat, kepada mahasiswa Dr.Hambali,MPd mengharapkan agar dapat beradapatasi dengan lingkungan masyarakat selama melakukan pengabdian.

    Sementara Ketua Badan Pelaksana KKM Umuslim Drs Syarkawi MEd melaporkan, jumlah peserta KKM semesrter pendek ini berjumlah 235 orang, terdiri 81 laki-laki dan 154 perempuan. Adapun rincian peserta  dari Fakultas Pertanian 42 orang, FKIP 65, Fakultas Teknik 13, Fisipol 100, Fakultas Ekonomi 8, Fikom 7 orang. Peserta KKM  menginap di lokasi selama 30 hari mulai 7 Agustus hingga 5 september.

    Para mahasiswa Umuslim ini akan melaksanakan pengabdian selama satu bulan di Aceh Tengah, mereka disebar ke tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Bebesen, Lut Tawar, dan Kecamatan Kebayakan.(HUMAS)

     

     

  • Tiga Mahasiswa Umuslim berangkat ke Thailand

     

     Setelah sukses  mengirimkan empat angkatan mahasiswanya melaksakanakan program praktek lapangan kuliah kerja mahasiswa (PPL-KKM) di Thailand Selatan, Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan  kembali mengirim  mahasiswa mengikuti program tersebut untuk angkatan ke V, acara pelepasan dilakukan  di ruang seminar Ampon Chik kampus Umuslim, Senin (6/1).
     
    Menurut Direktur Kantor Urusan Internasional(KUI) Umuslim Drs.Nurdin Abdurahman,MSi, pengiriman mahasiswa umuslim untuk PPL KKM di Thailand, angkatan ini ada sedikit pergeseran dari waktu yang direncanakan dua bulan lalu, hal ini karena  beberapa hal tentang keimigrasian dan jadwal aturan di sekolah lokasi penempatan, urai mantan Bupati Bireuen ini.

    Menurut Nurdin Abdurrahman , untuk angkatan ini pesertanya 3 orang , mereka  akan melakukan pengabdian di pesantren dan sekolah bording school selama 2 bulan setengah (75 hari)  di sebuah pulau yaitu pulau Krabi di Thailand Selatan, jadi berbeda  dari beberapa angkatan sebelumnya yang ditempatkan di beberapa provinsi di Thailand Selatan, mereka nantinya bergabung dengan mahasiswa lain dari 15 perguruan tinggi seluruh Indonesia,sekarang juga sedang dibuka pendaftaran untuk angkatan VI, mereka nantinya diperkirakan akan berangkat sekitar bulan Maret mendatang. jelas Nurdin Abdurrahman mantan juru runding GAM.

    Tambahnya lagi bagi peserta kesempatan ini menjadi prestise  dan kebanggan tersendiri, karena nantinya tercatat sebagai mahasiswa internasional dan sertifikatnya juga bisa jadi pertimbangan bagi pihak Thailand apabila setelah tamat melamar kerja mengabdi di Thailand, jelas Nurdin Abdurrahman.
    Acara pelepasan dilakukan Plt Rektor Dr.H.Hambali,SE.,MPd, pada kesempatan tersebut mengharapkan pada peserta agar dapat memanfaatkan moment ini untuk belajar, menambah wawasan dan memperkenalkan budaya dan umuslim ke tingkat Internasional.

    Diluar tugas di sekolah, peserta agar dapat memanfaatkan waktu berbaur dengan masyarakat untuk memperkenalkan berbagai budaya dan kuliner Indonesia khususnya Aceh kepada masyarakat di Thailand Selatan atau sebaliknya, mahasiswa agar dapat mempelajari secara mendalam budaya dan berbagai hal yang bermanfaat sekembalinya ke kampung, harap H.Hambali.

    Peserta diharapkan  dapat menyesuaikan diri dengan budaya yang berbeda dan pergaulan dunia, dengan menjaga akidah islam, nama baik umuslim dan bangsa.

    Mereka berangkat Selasa (7/1) melalui bandara Sultan Iskandar Muda via Kuala lumpur selanjutnya dijemput panitia melalui jalan darat langsung ke Pattani, adapun nama peserta yaitu Affifah Maulidia  Prodi bahasa inggris , Chairul Mufid  prodi Bahasa Inggris , Maila Firda Prodi Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (Fkip) Umuslim.


    Acara pelepasan dihadiri wakil rektor bidang kemahasiswaan,  Dekan Fkip, Dekan Fakultas Ekonomi, kepala Bapel kkm, kepala biro akademik, dosen dan orang tua mahasiswa.(HUMAS)










    Peserta foto bersama Rektorat,Dekan da

     

    Ket Foto

  • Tim debat Universitas Almuslim lolos ke tingkat nasional

    Peusangan-Tim debat Bahasa Inggris mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) berhasil lolos ke tingkat nasional setelah meraih juara dua pada Lomba National University Debating Championship (NUDC) Tingkat Wilayah AcehTahun 2019 yang digelar LLDikti XIII Aceh  di  Banda Aceh, Senin s/d Rabu, ( 8-10/4/2019). 

    Menurut panitia NUDC 2019, Drs. M. Najib, M. Pd, NUDC merupakan lomba debat  Bahasa Inggris tingkat Provinsi yang diselenggarakan oleh LLDIKTI  diikuti  Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), peraih nilai maksimal  lomba tingkat Provinsi akan mewakili Aceh ke event yang sama di tingkat nasional, Jelas M.Najib.

    Tambah M.Najib  tujuan lomba ini agar mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan bahasa Inggris, serta  meningkatkan motivasi mahasiswa untuk menjadikan kampus yang lebih bermartabat, kedepan pihaknya merencanakan selain event Bahasa Inggris juga bidang  Bahasa Indonesia.

    Ketua dewan juri NUDC LLDikti XIII Aceh  Rachmad Nurcahyo saat penutupan menyampaikan, dengan debat ini dapat  meningkatkan daya saing mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi melalui debat ilmiah, otomatis juga meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris lisan dan menciptakan kompetisi yang sehat antar mahasiswa, serta  meningkat kemampuan mahasiswa untuk berpikir kritis, analitis sehingga mahasiswa mampu bersaing ditingkat nasional maupun Internasional, jelasnya.

    Tim debat mahasiswa Universitas Almuslim  yang beranggotakan Nafsul Muthmainnah ( prodi Bahasa Inggris Fkip),  Azzura Mayyasyi (Prodi Hubungan Internasionla Fisip) dan  Ahsani Taqwim(Prodi Hubungan Internasional Fisip), pendamping Ratna Walis,Spd dari ronde pertama sampai semifinal berhasil menempatkan dirinya pada posisi pertama, sehingga berhak  menjadi 'first breaking' dengan VP sempurna.  

    Saat  grand final,  lomba yang  diikuti perguruan tinggi  negeri dan swasta  ini,  tim debat  mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen sedikit selisih angka dengan Perguruan Tinggi Negeri Unsyiah Banda Aceh, sehingga Umuslim  menempatkan dirinya pada posisi kedua dan dinyatakan juga berhak mewakili aceh berlomba pada event yang sama di tingkat nasional yang akan di gelar bulan Juli di Jakarta. 

    Adapun urutan pemenang lomba  juara 1  Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, juara II  Universitas Almuslim Bireuen, juara III Politeknik Negeri Lhoksemawe kemudian harapan 1 Universitas Malikulsaleh, harapan II STKIP Bina Bangsa Getsempena dan harapan III Universitas Samudera Langsa. (HUMAS)

     

  • Tradisi Meugang ala Pengantin dan Tukang Jamu

     

    OLEH CHAIRUL BARIAH, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Almuslim Peusangan.

    Di Aceh ada satu tradisi yang tidak ada di tempat lain, yakni tradisi mak meugang atau sering disebut meugang saja. Yaitu, hari penyembelihan sapi atau kerbau dalam jumlah banyak untuk dimakan bersama keluarga jug dalam porsi yang banyak.

    Tradisi ini diwariskan turun-temurun sejak masa kerajaan dulu. Dalam setahun ada tiga kali masyarakat Aceh meugang, yaitu meugang puasa, meugang menjelang Hari Raya Idulfitri, dan menjelang Hari Raya Iduladha.

    Di bumi Ampon Chiek Peusangan, Kota Matangglumpang Dua, Bireuen, mak meugang dilaksanakan dua hari. Hari pertama dinamakan meugang kecil, hari kedua dinamakan meugang rayeuk (besar). Saya seperti biasa membeli daging pada hari meugang pertama (kecil). Di pagi meugang kemarin, sekitar pukul 06.15 WIB cahaya di langit begitu cerah, saya dan suami menuju pasar tradisonal Kota Matangglumpang Dua untuk membeli daging sapi.

    Meski masih hari meugang kecil, tetapi suasana kota menyambut Idulfitri sudah mulai menggeliat. Perjalanan ke pasar tidaklah terlalu jauh dari kediaman saya. Diiringi embusan angin pagi yang segar, kami terus melaju melewati beberapa toko dan warung kopi yang masih tutup. Namun, ada beberapa toko rempah yang sebagian karyawannya sedang bersiap-siap menunggu pelanggan. Karena hari ini meugang, tentunya akan banyak pembeli yang datang.

    Saya mulai bergerilya dari arah barat ke timur mencari tempat yang pas di mana saya bisa membeli daging dengan kualitas bagus. Belum sempat membeli, di depan sebuah toko saya bertemu dengan seorang sahabat bernama Herman bersama istrinya. Dia cerita bahwa sebagai pengantin baru ini untuk kedua kalinya dia ke pasar mencari daging karena dia harus mengasapi dua dapur, satu dapur orang tuanya, satu lagi dapur pengantin baru.

    Sambil bergurau dengan istrinya, saya bertanya, “Apakah daging pengantin baru sudah masak? Kalau boleh, undang saya makan.” Dia pun tersipu malu.

    “Bagaimana perasaan setelah menyerahkan daging meugang kepada mertua?” tanya saya untuk memecahkan suasana yang sedikit tegang. Kemudian Herman dengan malu-malu menyatakan bahwa sebenarnya saat hendak ijab kabul dua bulan lalu, dia sudah galau, disergap perasaan takut dan gelisah. Terbayang dua bulan lagi menghadapi mak meugang. Dalam pikirannya sempat terbersit mampukah ia membeli daging meugang untuk mertua dan orang tua dengan penghasilan yang pas-pasan? Namun alhamdulillah, menurut Herman, dia mampu memenuhi kewajibannya hari ini dari hasil tabungan semasa lajang. “Biar sedikit gaji tapi berkat,” katanya. Bahkan uangnya pun cukup untuk membeli keperluan dapur sama dengan yang saya beli.

    Nah, membeli daging meugang adalah tradisi di Aceh dan seakan menjadi keharusan untuk membawa pulang daging minimal 2 kg untuk sang mertua dan orang tua. Hal ini umumnya berlaku untuk yang berstatus menantu laki laki, walaupun sudah punya cucu, tapi kalau masih memiliki orang tua/mertua, maka ia wajib membeli daging di hari meugang, lengkap dengan bumbu dan bahan lainnya, sebagaimana disampaikan seorang kakek yang sedang membeli daging dan turut mendengarkan obrolan kami.

    Karena masih harus membeli ikan dan lainnya, sahabat saya itu pun mohon diri. Kami berpisah. Kemudian saya lanjutkan gerilya pasar. Di luar dugaan, saya bertemu dengan seorang penjual jamu yang saya panggil “Bik Iyem”. Asalnya dari Jawa. Saya bertanya, apa sudah beli daging? “Belum,” jawabnya. Lalu saya tawarkan untuk jalan bersama, dia setuju. Sambil berjalan dia tuturkan bahwa membeli daging sapi di hari meugang juga tradisi bagi diri dan keluarganya, walaupun di kampungnya tradisi seperti ini tidak ada. “Karena kami pendatang, maka kami pun melaksanakan meugang sebagaimana orang Aceh. Kan tidak mungkin kalau keluarga saya hanya mencium wanginya masakan daging tetangga,” katanya tertawa

     

    Membeli daging di hari meugang sudah lama dilakukan Bik Iyem. Ibaratnya dia bekerja selama sebelas bulan dalam setahun habis untuk satu bulan pada bulan Ramadhan. “Khusus bulan Ramadhan kami tidak mencari nafkah (tidak berjualan jamu), tetapi menggunakan tabungan untuk membeli daging di hari meugang, baik meugang puasa maupun meugang menyambut Idulfitri, karena menjelang Ramadhan kami juga ada mak meugang di rumah,” ungkapnya.

    “Kalau ada dana lebih, kami pulang kampung untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga, tetapi ini sudah tiga tahun kami tidak pulang,” ungkap Bik Iyem dengan mata berkaca-kaca.

    Setelah bercerita kami pun berhenti di salah satu pedagang daging sapi, kemudian kami lakukan penawaran harga, tetapi negoisasi tak mencapai kesepakatan. Akhirnya, kami cari lapak lain lagi, sampai daging dan harga yang kami inginkan tercapai. Akhirnya kami pun berpisah sambil menenteng belanjaan masing-masing.

    Selanjutnya saya menyeberang jalan membeli bumbu karena lokasinya terpisah dari penjual daging. Di hari meugang tidak hanya ada penjual daging, tetapi penjual bumbu kering, bumbu basah siap saji, ikan, udang, dan beraneka ragam sayuran sebagai pelengkap untuk masak daging pun ada. Uniknya, di lokasi pasar meugang pun ada orang yang menjual pakaian, kantong plastik, bahkan berdagang obat (meukat ubat).

    Masyarakat semakin siang semakin ramai yang datang, membuat saya harus berdesak-desakan. Pagi itu langit sedikit mendung, perlahan tapi pasti matahari mulai memancarkan sinarnya sehingga pedagang dan pembeli makin bersemangat. Tak terasa keringat saya bercucuran karena jalan setapak yang saya lewati lumayan jauh. Ditambah lagi posisi penjual dan pedagang daging di sisi jalan nasional, sehingga sulit untuk menyeberang ke lokasi parkir. Ada juga yang sembarangan parkir di sisi jalan.

    Meugang di Aceh merupakan tradisi yang masih bertahan sampai hari ini. Semua masyarakat di Aceh baik penduduk asli maupun pendatang seakan wajib membeli daging sapi atau kerbau di hari meugang. Walaupun harga daging relatif mahal jika dibandingkan pada hari biasa, harganya rata-rata antara Rp 140.000-Rp 150.000, di hari meugang bahkan mencapai Rp 200.000, namun tidak menyurutkan niat masyarakat untuk membelinya.

    Seharusnya dalam hukum ekonomi semakin banyak permintaan maka harga semakin turun atau stabil, tapi ternyata di hari meugang hukum itu tidak berlaku, bahkan harga kebutuhan pokok lainnya pun turut melonjak. Hal ini membuat sebagian kalangan bawah menjerit dan tak mampu berbuat apa-apa, sebagaimana diungkapan seorang ibu rumah tangga yang penghasilan suaminya pas-pasan dengan tanggungan lima orang anak.

    “Ya, mau tak mau kami harus membelinya, walau terkadang ada juga tetangga dan keluarga yang membantu, tapi tidaklah cukup.” Dia juga mengeluh mengapa bahan pokok ikut naik harganya, bukankah seharusnya stabil atau lebih murah? Sejenak saya terdiam, lalu menjawab mungkin modal pedagang itu yang mahal, sehingga harga jualnya ikut mahal. Kemudian saya tinggalkan ibu itu yang sedang fokus memilih sayuran. Saya pun bersama suami pulang ke rumah.

    Sesampai di rumah saya terpikir tradisi meugang ini memang perlu dilestarikan sebagai warisan budaya yang unik, bahkan kalau perlu didaftarkan ke Unesco sebagai bentuk dari warisan budaya dunia tak benda, mengingat keunikan meugang hanya ada di Aceh. Selain itu perlu juga ada perhatian dan kebijakan dari pihak terkait dalam mengatur harga daging sehingga setiap warga dari golongan bawah dan menengah dapat menikmati daging meugang penuh kegembiraan, bukan justru dengan kegelisahan dan rasa waswas, seperti pengalaman yang dirasakan pengantin baru dan tukang jamu yang saya temui saat di pasar daging tadi.

    Cerita ini pernah tanyang di http://aceh.tribunnews.com/04/06/2019/ di rubrik Jurnalisme warga dengan Judul Tradisi meugang ala pengantin dan tukang jamu.

     

  • UKM Alaska Umuslim gelar Diksar di Jantho

     

    Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PH-ALASKA Universitas Almuslim Peusangan melaksanakan pendidikan dasar (diksar) angkatan XV bagi anggota baru bertempat di  Jantho Aceh Besar (26 Januari -2 Februari 2020).

    Pelepasan keberangkatan dilakukan Wakil rektor III  Universitas Almuslim Dr.Ir.Saiful Hurry,MSi di kampus Timur Umuslim, Sabtu (25/1).
    Wakil rektor III Bidang Kemahasiswaan Dr.Ir.Saiful Hurry,MSi pada kesempatan tersebut memberikan apresiasi pada organisasi UKM Alaska ini karena telah sukses menjalankan pengkaderan anggota dengan baik. Sejak dibentuk UKM Alaska telah banyak memberikan prestasi dan kontribusi bagi pengembangan kampus khususnya bidang penghijauan dan lingkungan hidup, ujar Saiful Hurry bangga.

    Dia mengharapkan agar UKM Alaska terus membuat program yang lain dan melibatkan semua mahasiswa agar dapat meraih prestasi selanjutnya.

    Turut menyampaiakan sambutan Dewan senior Alaska Hasanuddin, SE dan ketua Alaska Di Mutazar  mengharapkan peserta agar dapat mengikuti diksar ini penuh semangat disiplin yang tinggi dengan mentaati aturan yang telah ditetapkan panitia demi nama baik organisasi dan kampus.

    Menurut laporan ketua panitia  Saifa Arianda jumlah peserta diksar yang diberangkatkan angkatan ini sebanyak 6 orang merupakan mahasiswa yang telah lulus seleksi yang mereka lakukan, mereka akan didampinggi sejumlah panitia. Turut hadir dalam keberangkatan peserta diksar sejumlah alumni, dewan senior dan anggota Alaska dari mahasiswa dan siswa.(HUMAS)

  • Umuslim PTS terbaik Aceh

     

    Peusangan-Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen ditetapkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIII Aceh sebagai Perguruan Tinggi Swasta Terbaik katagori Universitas tahun 2018.

    Atas prestasi tersebut,  Rektor Universitas Almuslim Dr.H.Amiruddin Idris, SE.,MSi  menerima penghargaan yang diserahkan oleh Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) XIII Aceh Dr.Muhammad Ilham Maulana,ST.,MT dalam suatu acara resmi di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh, Rabu (12/12/2018).

    Rektor Universitas Almuslim Dr.H.Amiruddin Idris, SE.,MSi usai menerima penghargaan mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas prestasi ini, semuanya untuk kepentingan masyarakat, apa yang kita raih ini atas pengabdian dan kerja keras selurus civitas akademika  demi pendidikan  masyarakat di kabupaten Bireuen dan Aceh secara umum.

    “Terima kasih kepada seluruh komponen yang telah melahirkan prestasi ini, mari kita terus berbuat dan mengabdi untuk kepentingan pendidikan dan masyarakat”, ungkap H.Amiruddin Idris haru.

    Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) XIII Aceh Dr.Muhammad Ilham Maulana,ST.,MT dalam arahannya mengucapkan terimakasih dan penghargaan atas prestasi yang dicapai Universitas Almuslim, Jangan cepat merasa puas, sekarang  harus lebih siap dalam menghadapi tantangan yang akan datang karena Kemenristekdikti sudah melakukan sosialisasi tentang cyber university mari kita saling bahu membahu untuk meningkatkan mutu pendidikan di aceh” kepada  PTS-PTS yang belum menerima anugerah tetap semangat dalam mencerdaskan anak bangsa, pinta Ilham Maulana.(HUMAS)

     

    Foto  : Ihsan 

     

  • Umuslim Terima Anugerah PTS Terbaik Aceh.

    Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen kembali mempertahankan prestasinya sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik Aceh katagori Universitas, Informasi  tersebut berdasarkan keputusan dari  Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIII Aceh.

    Pengumuman PTS dan dosen berprestasi di lingkup LLDikti 13 Aceh  disampaiakan  pada acara  Rapat Koordinasi Pimpinan Badan Penyelenggara perguruan tinggi swasta (PTS) dan pimpinan perguruan Tinggi serta penganugerahan Tahun 2019.

    Penganugerahan piagam PTS terbaik katagori Universitas untuk Universitas Almusllim diserahkan oleh kepala  LLDIKTI Wilayah XIII Prof. Dr. Faisal. S. H., M. Hum kepada  Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris, SE.,MSi di Aula Hotel Grand Aston Medan, Kamis (28/11) malam.

    Selain ditetapkan sebagai PTS terbaik,  pada tahun ini dua orang dosen umuslim yaitu Dr.Halus Satriawan,MSi dan  Dr.Ir.Siti Zubaidah,S.Ag,MM. juga mendapatkan penghargaan sebagai dosen terbaik lingkup LLDikti Aceh 

    Kemudian Prodi Pendidikan Guru Sekolah dasar (PGSD) umuslim juga mendapat penghargaan sebagai prodi unggul di lingkup LLDikti, prodi PGSD umuslim merupakan satu-satunya prodi di aceh yang akreditasi A.

    Dengan keberhasilan ini Umuslim sudah dua kali secara berturut-turut menerima penghargaan sebagai Universitas terbaik setelah pada tahun lalu juga mendapatkannya. 

    H.Amiruddin Idris disela-sela menerima penghargaan mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT, menurutnya " ini merupakan kerja keras seluruh civitas akademika  atas prestasi ini, semuanya untuk kepentingan masyarakat, terima kasih kepada seluruh komponen yang telah melahirkan prestasi ini, mari kita terus berbuat dan mengabdi demi kemajuan pendidikan di Aceh," papar H.Amiruddin Idris terharu.

    Turut hadir memberi materi pada Rakor tersebut Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M. Eng.SC (dirjen kelembagaan, iptek dan dikti), Dr. Ir.Ridwan, M. Sc (Direktur Pengembangan Kelembagaan Pendidikan Tinggi), Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani, MP (Direktur Pembelajaran Dikti), kepala  LLDIKTI Wilayah XIII Prof. Dr. Faisal. S. H, M. Hum  dan sekretaris LLDIKTI Wilayah XIII Ilham Maulana

    Pada kegiatan Rakor yang berlangsung selama tiga hari ini juga diserahkan penghargaan kepada PTS dan dosen berprestasi di lingkup LLDikti wilayah 13 Aceh baik dari katagori Universitas, sekolah tinggi maupun akademi,  turut dihadiri badan penyelenggara   dari unsur yayasan dan unsur pimpinan Perguruan Tinggi Swasta se Aceh,dan jajaran LLDikti 13 Aceh.  (HUMAS).

     

     

  • Umuslim dan UIN Ar-Raniry gelar seminar Konservasi

     

    Program studi Biologi UIN Ar-Raniry bekerja sama dengan program studi Akuakultur Universitas Almuslim mengadakan  Seminar Nasional bertema “Peran dan Tantangan Konservasi Sumber Daya Alam di Era Revolusi 4.0” yang dilaksanakan di Aula Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry, Selasa (17/12/2019). 

    Acara menghadirkan tiga narasumber  Prof. Drh. Ni Wayan Kurniani Karja, MP. Ph. D, (IPB Bogor) “Aplikasi ilmu reproduksi dalam bidang konservasi, Dr. Drh. Chairun Nisa’ M.Si, PAVet ( IPB Bogor) “Aplikasi ilmu anatomi dalam bidang konservasi dan Muliari, S.Kel., M.Si (Prodi Akuakultur Universitas Almuslim Bireuen) dengan judul materi Konservasi kawasan perairan: peluang dan tantangannya.

    Ketua panitia Ilham Zulfahmi, dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar ini merupakan agenda rutin Program Studi Biologi UIN dan merupakan tindak lanjut dari kolaborasi riset tiga universitas yaitu UIN Ar-Raniry, Universitas Almuslim dan IPB Bogor. 

    Ketua Program Studi Biologi UIN Ar Raniry Lina Rahmawati, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa Aceh memiliki area konservasi yang sangat luas. “Kita memiliki tanggung jawab yang besar sebagai generasi milenial dalam rangka mengkonservasi sumberdaya alam Aceh” jelas Lina Rahmawati, M.Si.

     Acara  dibuka Dekan Fakultas Sains dan Teknologi yang diwakili oleh Wakil Dekan I Khairiah Syahabuddin, M.HSc.ESL, M.TESOL., Ph. D.  dan dipandu moderator Feizia Huslina, M.Sc (UIN Ar-Raniry)  diikuti 150 peserta terdiri dari unsur dosen, dan mahasiswa dari beberapa unversitas di Aceh, jelas Ilham.(HUMAS)

     

     

  • Umuslim Evaluasi Penerima Beasiswa

    Peusangan-Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan  mengevaluasi perkembanagn akademik mahasiswa penerima beasiswa khususnya beasiswa Bidik Misi, Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA)  pertemuan dan evaluasi perkembangan akademik yang dihadiri  orang tua dan wali mahasiswa penerima beasiswa  berlangsung di Auditorium Academik Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan Kampus Umuslim, Selasa (19/3/2019)

     Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi menyampaiakn bahwa  evaluasi ini penting karena untuk mengetahui  penggunaan dana tersebut agar terarah. Kepada mahasiswa   yang sedang meneriam beasiswa agar  dapat terus mempertahankan  prestasi akademiknya, sehingga pemberi beasiswa khususnya Bidik Misi  tidak diputus ditengah jalan, jelas Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi 

    Saya harapkan kepada orang tua agar dapat memantau pengunaan beasiswa yang telah diterima anaknya dapat dipergunakan secara terarah untuk kepentingan pendidikan bukan untuk kepntingan lain.

    Wakil Rektor III Ir.H.Saiful Hurri,MSi  melaporkan rincian penerima beasiswa Umuslim periode ini menyebutkan Bidik misi dari aspirasi   Anggota DPR RI  Komisi X,  Drs. Anwar Idris berjumlah 418 orang dan   PPA aspirasi 150 orang, Sedangkan Bidik misi LLDIKTI  sebanyak 21 orang, sedangkan PPA 80 orang.

    Acara diakhiri dengan penyerahan buku tabungan bagi penerima beasiswa PPA yang diserahkan  Rektor Universitas Almuslim (Umuslim), Dr. Amiruddin Idris, S.E MSi, dan beasiswa aspirasi diserahkan Anggota Komisi X DPR RI, Drs. Anwar Idris,kepada beberapa perwakilan mahasiswa penerima.(HUMAS)

     

  • Umuslim gagas Pengembangan Kerjasama Ekonomi dan Konektivitas tiga negara antara Indonesia, India, dan Myanmar

     Peusangan- Universitas almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen  Provinsi Aceh mengagas lahirnya Kerjasama Ekonomi dan Konektivitas tiga negara antara Indonesia, India, dan Myanmar” Gagasan yang dipelopori dosen Umuslim tersebut akhirnya terwujud, dimana sang Dosen Umuslim T.Cut Mahmud Azis, mengandeng seorang dosen Universitas Malikulsaleh  melakukan kajian secara bersama tentang  Pengembangan Kerjasama Ekonomi dan Konektivitas tiga negara antara Indonesia, India, dan Myanmar dan sekarang sudah pada tahap persentasi hasil penelitiannya.

    Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Arifi Saiman  memuji atas keterlibatan  dosen dari dua Universitas melakukan kajian terhadap peluang kerjasama antar tiga negara tersebut.

    Dalam forum pertemuan yang berlangsung di kampus umuslim, Arifi Saiman  menyampaiakan, bahwa ide kajian Pengembangan Kerjasama Ekonomi dan Konektivitas tiga negara itu lahir dari kampus yang berada di kecamatan Peusangan yaitu Universitas Almuslim (Umuslim)  pada tahun 2017.

    Dalam forum diskusi yang berlangsung dalam suasana serius ini,  dihadiri berbagai kalangan baik institusi pemerintah maupun kalangan pengusaha, Tim Peneliti memaparkan berbagai hal yang menyangkut "Pengembangan Kerjasama Ekonomi dan Konektivitas tiga negara antara Indonesia, India, dan Myanmar”, kegiatan  berlangsung di Ruang Rapat Ampon Chiek  Peusangan kampus Umuslim, Kamis (15/11/2018).

    Pada kesempatan tersebut  Arifi Saiman menyatakan bahwa "Ide yang muncul bukan lagi teori, tetapi sudah nyata terwujud. Dan hasil kajiannya sangat besar manfaat bagi pertumbuhan ekonomi Aceh," ungkap pejabat Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (BPPK Kemlu RI) ini.

    Menurutnya , ke depan pengusaha Aceh sudah dapat memanfaatkan ekspor barang langsung dari Aceh ke India (Kepulauan Andaman -Nikobar) dan Myanmar melalui transportasi laut. 

    "Sekarang ekspor barang dari Aceh ke India dan Myanmar sudah dapat dilakukan melalui laut, langsung tanpa harus melalui Medan (Belawan)," ungkap Arifi Saiman. Pada kesempatan tersebut Arifi Saiman juga menyampaikan penghargaan kepada Universitas Almuslim (Umuslim) dan Unimal yang sukses melakukan  kajian Pengembangan Kerjasama Ekonomi dan Konektivitas tiga negara dan berdampak untuk pengembangan ekonomi Indonesia, khususnya Aceh. 

    "Terima kasih kami sampaikan kepada Umuslim dan Unimal yang berhasil mewujudkan kerjasama ekonomi tiga negara. Ini berdampak positif bagi ekonomi Indonesia, khususnya Aceh. Dan harus benar-benar dimanfaatkan oleh pengusaha," tuturnya. 

    Rektor Umuslim, Dr. H. Amiruddin Idris, SE.,MSi pada kesempatan tersebut, menyampaikan terima kasih kepada Kemenlu RI yang telah memberikan kepercayaan kepada  Universitas yang dipimpinnya bersama Unima atas berbagai hal sehingga terwujudnya suatu kajian Pengembangan Kerjasama Ekonomi dan Konektivitas tiga negara antara Indonesia, India dan Myanmar.

    "Penelitian yang dilakukan dosen Umuslim dan unimal ini sangat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Aceh. Terima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan Kementerian luar negeri   kepada Universitas Almuslim (Umuslim)   dan Unimal sehingga bisa ikut berkontribusi untuk kepentingan bangsa ini," jelas Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi 

    Pada kesempatan diskusi tersebut Rektor Unimal, Prof. Dr. Apridar, SE.,MSi menambahkan, kalau kita kaji secara faktual, keberadaan Aceh sangat strategis dilakukan sebagai kawasan perdagangan dunia.

    Apridar juga mengajak masyarakat Aceh untuk mengubah image bahwa Aceh itu daerah yang tidak aman berinvestasi. "Kita harus melawan image ini. Karena ada kepentingan kompetitor luar Aceh yang sengaja menghembuskan isu Aceh angker," ajaknya. Tambahnya lagi, di Aceh ada segelintir orang sengaja mengkondisikan untuk menghambat pertumbuhan ekonomi, seperti tumbuhnya 'preman' di kawasan tertentu, ungkap Apridar. 

    Dicontohkannya, pelabuhan Krueng Geukuh enggan dimanfaatkan oleh pengusaha untuk mengirimkan barang dikarenakan biaya bongkar muat lebih tinggi dibandingkan dengan ongkos angkut ke Medan. 

    "Hal seperti ini perlu peran pemerintah dengan melibatkan semua pihak, termasuk kampus untuk melawan kompetitor luar yang menghambat pertumbuhan ekonomi Aceh. Apabila pengusaha Aceh menjual komoditasnya langsung ke luar negeri tanpa melalui Medan, kami yakin, Aceh lebih maju dari pada Medan," jelas  Rektor Unimal.(Humas).

     

     

     

     

     

  • Umuslim ikuti lima cabang MTQ Mahasiswa nasional

     

    Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen akan mengikuti sebanyak lima cabang pada Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa tingkat Nasional XVI yang dilaksanakan  di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, 28 Juli-4 Agustus 2019. 

    Demikian disampaikan Rektor Universitas Almuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi saat acara haflah dan pelepasan keberangkatan kontingen, bertempat di Auditorium Academic Centre (AAC) Ampon Chiek Peusangan, Rabu,( 24/7/2019),sore.   

    Kafilah Universitas Almuslim berjumlah 6 orang dengan rincian peserta 4 putra dan  2 putri , satu pelatih dan  satu  pimpinan rombongan, mereka akan mengikuti cabang Tilawatil Quran, Tartil, Qiraat Sab’ah dan Kaththil Quran. 

    Rektor Universitas Almuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi  pada saat pelepasan mengharapkan para kafilah dapat menjaga kesehatan, sehingga mampu mempersembahkan yang terbaik bagi kampus dan masyarakat secara umum.

     Keikutsertaan Universitas Almuslim pada MTQ mahasiswa tingkat Nasional ini adalah untuk kesekian kalinya,  hal ini akan terus dilakukannya sebagai tekad untuk menjadikan kampus Universitas Almuslim mempunyai jati diri sebagai kampus yang islami, apalagi kita telah memberikan peluang bagi mahasiswa yang mempunyai prestasi dibidang MTQ akan kita  bantu uang kuliah  dengan biaya siswa, jelas H.Amiruddin Idris. 

    Sebelumnya  Wakil rektor III Ir.Saiful Hurry,MSi melaporkan jumlah peserta dan proses seleksi yang telah dilakukan daalm rangka persiapan MTQ mahasiswa tingkat nasional ini, sebelum pelepasan dimulai para peserta juga menguji kebolehannya membaca Alquran sesuai bidang yang diikuti dihadapan para undangan yang ikut menyaksikan acara pelepasan.

     Adapun nama peserta Muhammad Farhan, (Tilawatil Quran), Rahmad Hidayat, Nurul Habsah (Tartil quran), Agung Hidayatullah (Qiraat Sab’ah), Asrita dan Tri Mildan Toni (Kaththil Quran). 

     Acara pelepasan dan haflah kafilah  MTQ Mahasiswa Umuslim, juga berbarengan dengan penyambutan kepulangan mahasiswa umuslim peserta ‘National University Debating Champhionship” di Universitas Airlangga Surabaya.

    Acara turut  dihadiri  ketua Yayasan Almuslim Peusangan,  Wakil Rektor, pembina dan pelatih MTQ, Dekan, Ormawa dan orang tua wali  mahasiswa peserta(HUMAS)

     

     

  • Umuslim kembali kirim mahasiswa ke Thailand

    Peusangan-Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen kembali mengirimkan mahasiswanya untuk melaksakanakan program praktek lapangan kuliah kerja mahasiswa (PPL-KKM) di sejumlah provinsi di Thailand Selatan, pelepasan keberangkatan mahasiswa angkatan IV program PPL-KKM ini dilakukan dalam satu upacara yang berlangsung di kampus Ampoen Chik Peusangan Universitas Almuslim, Senin (3/6).

    Pengiriman kembali mahasiswa ke negeri gajah putih tersebut setelah  sukses  mengirimkan mahasiswa tiga angkatan sebelumnya, mereka nantinya akan melakukan pengabdian di  sejumlah lembaga pendidikan dan pesantren yang ada di berbagai  provinsi di Thailand Selatan.

    Rektor Umuslim yang diwakili wakil rektor III Dr.Ir. Saiful Hurri, M.Si, dalam arahannya menyampaikan, kepercayaan yang diberikan untuk umuslim ini berdasarkan  penilaian tim dari badan alumni Internasional Thailand, dimana mahasiswa  kita yang telah kita kirim sebelumnya  dianggap sukses selama melaksanakan pengabdian di luar negeri, maka kepada peserta diharapkan agar dapat menjaga nama baik dan kepercayaan ini.   Kepada wali mahasiswa, apabila ingin berkunjung ke Thailand Selatan untuk menjenguk anaknya dibenarkan tetapi harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan kantor urusan Internasional (KUI) universitas almuslim, Jelas Saiful Hurry.

    Pada kesempatan tersebut sekretaris Kantor Urusan Internasional (KUI) Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil., M.A melaporkan perkembangan pelaksanaan program KKN-PPL. Mahasiswa yang mengikuti program ini adalah Angkatan ke-IV ada dua gelombang, gelombang I akan berada di Thailand selama 4 bulan (Juni-Oktober) dengan jumlah mahasiswa sebanyak 5 orang, akan berangkat pada 11 Juni 2019. Sedangkan Gelombang II selama 2 bulan dengan jumlah mahasiswa sebanyak 7 orang, akan berangkat 20 hari setelah tanggal 11 Juni, jelasnya. Acara pelepasan turut dihadiri sejumlah orang tua dan wali mahasiswa, dosen, kepala PPL-Fkip dan staf Kantor Urusan Internasional (KUI) umuslim.(HUMAS)