Universitas Almuslim - Universitas Almuslim

  • Mahasiswa D-III Kebidanan Umuslim ikuti Seminar

      

    Puluhan mahasiswa dan Dosen  Diploma III Kebidanan Universitas Almuslim Peusangan mengikuti seminar, yang berlangsung  di ruang seminar AAC Ampon Chiek Peusangan Universitas Almuslim, Kamis (1/8/2019).

    Seminar  menghadirkan pemateri dr. Athaillah, Sp.OG" mengambil tema “Perkembangan pelayanan kebidanan dan tantangan pendidikan bidan di era 4.0 “. Menurut  Dokter Athailah bahwa hamil dan bersalin merupakan proses alamiah dan fisiologis, oleh sebab itu harus dipersiapkan dengan baik agar tidak terjadi hal yang patologis.

    Kedepan Tantangan pendidikan bidan di era 4.0 yaitu cyber physical systems, internet of things dan networks, maka peserta didik harus rajin dan meningkatkan keseriusan dalam belajar, jelas Ketua organisasi Muhammadiyah Bireuen ini.

    Ketrampilan yang dibutuhkan di tahun 2020 diantaranya yaitu kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis dan kreativitas, gaptek bukanlah alasan di era 4.0.ujarnya.

    Direktur Diploma III Kebidanan Umuslim Nurhidayatai, MPh menyampaiakan seminar diikuti 70 peserta berasal dari mahasiswa dan dosen, bertujan untuk

    menambah wawasan dan peningkatan kapasistas dalam menghadapi tantangan dunia kesehatan yang semakin kompleks.(HUMAS)

     

     

     

  • Mahasiswa dan alumni Teknik Sipil ikuti Bimtek Smkk

    Sebanyak 60 alumni dan mahasiswa Fakultas Teknik Sipil Universitas Almuslim (Umuslim) ikuti Bimbingan Teknis Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (Bimtek SMKK) yang dilaksanakan di Aula Fakultas Teknik Kampus Timur Universitas Almuslim, selama tiga hari (1 – 3 Oktober 2019) 

    Bimtek yang digelar atas kerjasama  Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh dengan Fakultas Teknik Universitas Almuslim menghadirkan narasumber dari Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Aceh, Disnaker dan BPJS.

    Kegiatan Bimtek dibuka Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Almuslim Dr. Hambali, SE., M.Pd, pada kesempatan tersebut  menyampaikan kegiatan ini sinergi dengan tuntutan kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), dimana setiap alumni selain memikili ijazah juga diharuskan memiliki sertifikat keahlian sebagai modal untuk terjun ke dunia kerja. 

    “Dalam persaingan global teknologi dan pelaksanaan konstruksi seorang lulusan perguruan tinggi tidak hanya cukup dengan memiliki ijazah, tapi diperlukan sertifikat keahlian sebagai pendamping ijazah yang menunjukkan kompetensi seorang alumni. Kegiatan ini diharapkan dapat berlangsung secara kontinyu supaya alumni FT Umuslim dapat memenuhi standar untuk bekerja dalam berbagai proyek konstruksi”. 

    Sedangkan Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh Ir. M. Hilal, MT diwakili  Kepala Bagian Tata Usaha Danny Suriansyah, ST., MT, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk mengimplementasikan Undang – undang Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi, dimana penyelenggaraan jasa konstruksi harus memenuhi standar keamanan, keselamatan, kesehatan, keberlanjutan, perlindungan sosial tenaga kerja serta pengelolaan lingkungan hidup. Selain itu Undang – undang jasa konstruksi telah mengatur tentang kewajiban pekerja proyek harus memiliki sertifikat.

    Seluruh peserta diharapkan dapat memahami dengan baik SMKK yang diterapkan dalam penyelenggaraan konstruksi sehingga pelaksanaan konstruksi mulai dari tahap perencanaan dan pengawasan memenuhi standar keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan hidup.

    Usai acara juga dilakukan kerjasama (MoU) antara Fakultas Teknik Umuslim dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh, dilakukan Kepala Bagian Tata Usaha Danny Suriansyah, ST., MT dan Dekan Fakultas Teknik Ir. Iskandar Azis, MT turut disaksikan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiwaan FT Umuslim Husaini, ST., M.Eng, Kaprodi Teknik Sipil Suhaimi, ST., MT dan dari pihak Balai Jasa Konstruksi disaksikan oleh Ketua Panitia Penyelenggara Yusnini, A.Md dan Muhammad Nasir, ST., MT selaku pengawas.(HUMAS)

     

  • Mahasiswa FE Umuslim hadiri kongres ISMEI di Jakarta

    Peusangan-Fakultas Ekonomi Universitas Almuslim (Umuslim) mengirimkan mahasiswanya untuk mengikuti kongres Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) yang berlangsung di Universitas Trisakti Jakarta, (3-8/12/2018).

     Yang menghadiri acara tersebut adalah  Heri Munandar mahasiswa semester V prodi ekonomi pembangunan (EKP), merupakan salah seorang pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Umuslim.

    Menurut Heri Munandar acara kongres juga dirangkaikan dengan seminar  nasional dengan tema : Peluang dan tantangan indonesia dalam menghadapi revolusi industri 4.0 demi sustainabilitas pembangunan ekonomi.

    Dekan FE Umuslim, Hakim Muttaqim.M.Ec.Dev mengatakan bahwa dikirimnya Heri Munandar mewakili BEM Fakultas Ekonomi pada acara tersebut merupakan bentuk tanggung jawab fakultas dalam memberikan ruang aktualisasi kepada mahasiswa  kancah nasional dalam era revolusi indutri 4.0. Kita berharap dengan mengikuti kegiatan ini, akan dapat menambah wawasan dan keilmuan baru bagi mahasiswa, dan nantinya semangat dari mahasiswa yang  telah kita kirim dapat menjadi inspirasi bagi kawan-kawan yang lain, sehingga nantinya mahasiswa kita bisa sejajar dengan yang lain, walaupun  kampus kita di daerah tapi mahasiswanya  tidak kampungan, papar  Hakim Muttaqim.

    Secara terpisah Heri Munandar yang mengikuti acara ini mengucapkan terimakasih atas kepercayan dan memfasilitasi dirinya sebagai perwakilan dari Bem FE Umuslim untuk bisa hadir dan bersilaturahmi dengan kawan-kawan dari berbagai universitas di Indonesia.

    Dirinya  berjanji akan menularkan berbagai informasi terbaru, hasil dari acara tersebut kepada teman semua, banyak informasi dan ilmu yang kami peroleh dalam ajang tingkat nasional tersebut.

    Acara selain diikuti mahasiswa juga hadir para pakar bidang ekonomi dan  beberapa instansi pemerintah, perusahaan dan lembaga keuangan lainnya.(HUMAS)

     

     

  • Mahasiswa Geografi Umuslim ikuti Muswil Se Sumatera

     

    Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi (HIMAGFI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (Fkip) Universitas Almuslim mengikuti Musyawarah Wilayah  Ikatan Mahasiswa Geografi Indonesia ( Muswil Imahgi ) Region I Sumatera   yang berlangsung di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh (29 – 31/10/ 2019).

    MenurutMuslimah yang menjabat  Ketua Umum HIMAGFI  Universitas Almuslim,  tujuan  kegiatan  untuk mempererat tali silaturahmi dan membuka jejaring antar  mahasiswa geografi yang ada di Sumatera, sebagai ajang adu gagasan dan  juga mengenal karakter setiap mahasiswa dari universitas yang berbeda beda.

    Agenda kegiatan Forum berlangsung selama tiga hari tersebut diisi dengan kegiatan  diskusi membahas perkembangan Geografi dewasa ini, kuliah umum, Lomba Essay, dan Field Trip di kota Banda Aceh.

    Selain itu dalam musyawarah wilayah ikatan mahasiswa geografi Indonesia, juga membahas agenda sidang laporan pertanggungjawaban pengurus Imahgi periode 2018-2019,  dilanjutkan pemilihan koordinator wilayah yang baru. 

    Adapun perwakilan mahasiswa yang mengikuti acara tersebut  Muhammad Iqbal, Ikhwanul Muslimah, Lismayanti, Siti Munira dan Yulia Fahmi. (HUMAS)

     

     

     

  • Mahasiswa Jepang hadiri peringatan HUT RI ke-74 di Bireuen

     

     

     

     

    Sebanyak 16 mahasiswa dari Nagoya Gakuin University (NGU)  Jepang yang baru tiba untuk belajar di  Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan berkesempatan mengikuti detik-detik peringatan HUT RI ke-74 di Stadion Cot Gapu Bireuen, Sabtu (17/8).

    Saat hadir ke lokasi upacara mereka jadi rebutan peserta upacara untuk berfoto bersama dan selfi, semua berebut untuk bisa berfoto dengan mahasiswa asal dari negeri matahari terbit ini. 

    Banyak masyarakat, pelajar, ASN, Dharma Wanita, anggota OKP, Ormas bahkan sampai pejabat eselon Pemkab Bireuen banyak minta waktu untuk bisa berfoto dengan mereka. Anak-anak dari negeri sakura inipun melayani dengan senang dan gembira, sesi minta foto dan selfi dengan mahasiswa tersebut terus berlanjut sampai upacara selesai.

    Setelah mereka  mengikuti Upacara HUT RI ke-74 di Stadion Cot Gapu, Bireuen, seterusnya didampingi Direktur Hubungan Internasional Drs Nurdin Abdurrahman, Wakil Rektor II Dra.Zahara,MPd dan beberapa mahasiswa Umuslim yang pernah dikirim kuliah di (NGU) Jepang menuju Meuligoe dijamu makan siang bersama Forkopimda Bireuen. 

    Mereka sangat senang bisa hadir dan menghadiri satu upacara memperingati HUT kemerdekaan satu negara, salah seorang mahasiswa  Horie Mio di dampingi temanya Suzuki Ryoma dan Ohba Aimi menyatakan sangat senang bisa hadir di Bireuen dan ikut meramaikan bersama masyarakat disini ungkap mereka yang diterjemahkan seorang  mahasiswa umuslim yang pernah kuliah di Jepang.

    Sehari sebelumnya (16/8) mereka juga di undang untuk ikut meramaikan acara hiburan rakyat panjat pinang dan makan kerupuk yang di gelar pemuda desa Paya Cut Peusangan.(HUMAS)

     

    Ket Foto : FB Muhib

  • Mahasiswa Jepang meriahkan pentas Seni sambut Tamu dari Brunai Darussalam

     

     

     

     

     Sebanyak enam belas mahasiswa Jepang tampil membawakan tarian dan nyanyian ala Jepang pada pentas seni menyambut kehadiran rombongan dari  Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara (FSKN) Brunei Darussalam Universitas di Universitas Almuslim Peusangan, di ruang Creatif Center MA.Jangka kampus Universitas Almuslim, Senin (26/8/2019) malam.

    Pentas seni yang menampilkan berbgaai corak ragam kesenian daerah dan modern mendapat sambutan meriah dari rombongan dan undangan karena di gelar diruang yang sangat representatif untuk pertunjukan.

    Menurut Rektor Umuslim Dr. H. Amiruddin Idris, SE., M.Si, gedung tersebut baru saja di rehab bantuan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) pusat, ruangan berfasilitas bentuk bioskop mini ini cukup nyaman dan layak  suksesnya beberapa pementasan seni.

    Dalam pertemuan silaturahmi tersebut Rektor Umuslim Dr. H. Amiruddin Idris, SE., M.Si menyampaikan penghargaan dan terima kasih  kehadiran rombongan dari Brunei Darussalam ini merupakan kehormatan besar bagi Universitas Almuslim, ucap Rektor Umuslim.

    Selain itu H.Amiruddin Idris mengukapkan di hadapan tamu, mengharapkan silaturahmi ini dapat membuka jalan dan perintisan kerjasama antara Universitas Almuslim dengan berbagai Perguruan Tinggi yang ada di Brunei Darussalam.

    Perwakilan rombongan Brunai  Pengiran Haji Abbas bin Pengiran Haji besar mewakili rombongan mengucapkan terima kasih atas sambutannya, “ kami terima penghormatan sangat besar telah diberikan, kami juga akan menerima kedatangan rombongan dari Bireuen ke Brunai Darussalam. Terimakasih dan Insya Allah kita akan bertemu lagi dilain masa, ungkap Pengiran Haji Abbas bin Pengiran Haji besar.

    Kegiatan pentas seni tersebut menampilkan berbagai  berbagai kesenian daerah oleh sanggar Mirah Delima Universitas Almuslim binaan Hj.Nuryani Rachman, juga penampilan berbagai kesenian lainnya seperti baca puisi dan berbalas pantun dari dosen dan mahasiswa,  serta persembahan tarian dari Brunai dan mahasiswa Jepang yang sedang kuliah di Umuslim.

    Acara turut dihadiri Wakil Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani, SH.,MSi, Ketua Forum Silaturahmi Kraton Nusantara (FSKN) Bireuen Ahmad B.Namploh, ketua Yayasan Almuslim Peusangan H.Yusri,S.Sos, Prof. Saeki Natsuko dari Nagoya Gakuin University Jepang, Camat Peusangan Erry Seprinaldi, SSTP.,MSi dan sejumlah mahasiswa.(HUMAS)

     

     

     

     

     

     

     

     

  • Mahasiswa KKM gelar aneka lomba

    Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Almuslim Peusangan  Angkatan XVII 2019  yang melaksanakan pengabdiannya di kabupaten Bireuen melakukan berbagai kegiatan.

    Mengakhiri pengabdian  di desa mereka melaksanakan berbagai program yang melibatkan masyarakat desa, seperti reiboisasi di pantai wisata Panggah, kemudian di Kecamatan Peudada mereka juga melaksankan MTQ anak-anak dan berbagai program pendidikan lainnya. Kegiatan yang digelar di kecamatan masing-masing ini berlangsung dari tanggal (11-14/3/2019).

    Seperti dilaporkan koordinator dosen DPL KKM di Kecamatan Peudada Riyadhul Fajri M,Kom bahwa banyak kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa  melibatkan para pelajar dan masyarakat, mereka banyak arahkan program ke bidang Pendidikan seperti MTQ dan berbagai bimbingan pedampingan dan bimbingan anak sekolah lainnya,  jelas Riyadhul Fajri.

    Kegiatan MTQ tingkat anak-anak yang dibuka Sekcam Peudada Maksalmina melibatkan unsur pemuda mendapat dukungan dan bantuan dari masyarakat. Seperti apa yang disampaiakan  keuchik Neubok Naleung kecamatan Peudada Nasruddin  mewakili dari 16 desa lokasi penempatan KKM, menurutnya pihaknya sangat berterimakasih kepada mahasiswa KKM Universitas Almuslim, dengan adanya mahasiswa kkm membuat kegiatan  walau programnya sederhana tapi sangat terbantu masyarakat  dalam memotivasi dan   meningkatkan  mental anak dalam mengikuti pendidikan  di setiap  desa, ungkapnya.(HUMAS).

     

     

     

     

  • Mahasiswa KKM Ke Aceh Tengah ikuti pembekalan

    Mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) yang akan melaksanakan  Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) angkatan XVIII tahap 1 tahun akademik 2018/2019, mengikuti pembekalan berlangsung di AuditoriumAademik Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan, Senin (5-6/8). 

    Pembukalan dibuka secara resmi Rektor Umuslim Dr H Amiruddin Idris, SE., MSi pada kesemnpatan tersebut menyampaikan bahwa KKM merupakan satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, mahasiswa nantinya akan belajar lapangan di tengah kehidupan masyarakat, untuk ituk pihaknya mengharapkan peserta KKM agar dapat mengikuti pembekalan dengan serius.

    Menurutnya H.Amiruddin Idris "Dipilihnya Aceh Tengah lokasi KKM selain strategis, dan pernah sukses beberapa angkatan sebelumnya, juga hampir  40 persen mahasiswa Umuslim berasal dari Aceh Tengah dan Bener Meriah," bahkan murid di Pesantren Terpoadu Almuslim juga bearsal dari anak masyarakat daerah berhawa dingin tersebut, papar H.Amiruddin  Idris 

    Pada kesempatan tersebut  Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi juga mengharapakan keapada peserta agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan menjaga nama baik kampus dan keluarga di tengah masyarakat lokasi pengabdian, papar H.Amiruddin Idris. 

    Sementara Ketua Badan Pelaksana (Bapel)  KKM Umuslim, Drs Syarkawi, MEd, melaporkan jumlah peserta KKM semester pendek ini yang mendaftar dan memenuhi syarat 235 orang, terdiri 81 laki-laki dan 154 perempuan. 

    Adapun rincian peserta  dari Fakultas Pertanian 42 orang, FKIP 65, Fakultas Teknik 13, Fisipol 100, Fakultas Ekonomi 8, Fikom 7 orang, dan lokasi penempatan di tiga kecamatan yaitu  Lut Tawar, Bebesen dan Kebayakan, setiap kecamatan akan dipilih  12 desa penempatan, rinci Drs.Syarkawi,M.Ed.  

    Tambah Syarkawi lagi sistem KKM angkatan ini mahasiswa menginap dilokasi selama 30 hari mulai 7 Agustus s/d 5 September," satu desa ditempatkan 6 sampai 7 mahasiswa berbagai program studi dan 1 dosen PPL, paparnya. Pembukaan pembekalan dihadiri Yayasan,wakil Rektor, para dekan dan dosen Pembimbing Lapngan (DPL).(HUMAS)

     

     

     

  • Mahasiswa PGSD Umuslim Bina Desa Kuta Barat, ini dia programnya

     

    Umuslim-Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Himagusda) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Almuslim sedang melaksanakan kegiatan Program Hibah Bina Desa (PHBD) Tahun 2019, kegiatan PHBD yang didanai Dirjen Belmawa Kemenristekdikti, merupakan kegiatan  rutin dilaksakan setiap tahunnya oleh Kemenristekdikti.

    Untuk mendapatkan hibah ini Himagusda harus bersaing dengan 3000 kelompok dari seluruh PT di indonesia. Setelah melewati tiga Tahapan baru ditetapkan sebagai pelaksana kegiatan bersama 90 kelompok terpilih. 

    Pada kegiatan PHBD yang sedang dilaksanakan ini kelompok yang berasal dari PGSD FKIP Umuslimn dibawah bimbingan Ketua Prodi langsung yaitu Fachrurazi, M.Pd sedang ini melatih pemuda/i desa Kuta Barat Kecamatan Makmur Kabupaten Bireuen untuk mengolah barang bekas untuk menjadi Alat Peraga Pendidikan (APP) untuk tingkat PAUD, SD, dan SMP.

    Kegiatan ini sangat didukung  Kepala desa Kuta Barat Sabri Muhammad, menurutnya kegiatan ini sangat positif bagi pemuda/i desa Kuta Barat. Kita sangat bersyukur dengan ide yang sangat kreatif dari mahasiswa PGSD FKIP Umuslim ini. Kegiatan PHBD ini akan akan berlangsung sampai bulan November Tahun 2019 ini. 

    Dari kegiatan PHBD ini diharapakan nantinya akan menghasilkan APP dan panduan penggunaannya yang bernilai jual. Dengan kegiatan ini juga diharapkan pemuda/i desa kuta barat dapat menjadikan kegiatan ini menjadi peluang terciptanya kegiatan ekonomi kreatif di desa tersebut. 

    Hal ini karena  Alat Peraga Pendidikan (APP) yang dihasilkan unik dan harga sangat terjangkau, bahan baku juga mudah didapat, hasil yang dibuat dari barang bekas ini mempunyai pangsa pasar dan sangat diminati oleh pengguna seperti lembaga PAUD dan SD.(HUMAS)

  • Mahasiswa Umuslim Ikut Asean Youth Assembly (AYA) di Surabaya

     

     Peusangan-Muhammad Achdan Tharis, mahasiswa Program Studi  Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Almuslim (FISIP Umuslim) terpilih mengikuti pertemuan Asean youth Assembly (AYA) 2019 di Surabaya.

    Asean Youth Assembly adalah sebuah wadah tempat berkumpulnya pemuda-pemuda Asean yang dilaksanakan oleh AMSA (Asean Muslim Student Association). Program yang  bertemakan “Creating the Virtuos Asean with Youth’s Wisdom”, dilaksanakan di Surabaya tepatnya di Greensa Inn Sunan Ampel Sidoarjo, 26-29 April 2019. 

    Asean Youth Assembly merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh AMSA. Acara ini dilakukan dengan tujuan untuk menerima ide-ide serta aspirasi dari pemuda Asean di era millenial, juga membentuk pemuda Asean yang berbudi pekerti luhur untuk lebih sadar akan isu yang terjadidi Asean, memiliki sifat kepemimpinan dan pembuat keputusan yang baik, serta mampu untuk berpikir kritis dalam membuat regulasi yang bertujuan nantinya dapat digunakan dalam menyelesaikan masalah yang sedang terjadi, khususnya di negara Asean. Sesuai dengan amanah presiden AMSA, ide-ide dan regulasi yang dibuat oleh pemuda Asean nantinya akan diajukan kepada organisasi pemerintah dan non-pemerintah seperti kemenlu, kemenpora, serta LSM hingga akhirnya diterima dan direvisi oleh Asean sendiri.

    Kegiatan yang dihadiri oleh 50 peserta dari mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi  yang tergabung dalam  Negara ASEAN seperti  Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam berlangsung penuh nuansa persahabatan.

    Menurut laporan Muhammad Achdan Tharis,  acara diawali dengan kegiatan seminar dalam bidang lingkungan, pendidikan, ekonomi, politik, kepemimpinan, Public Speaking, dan beberapa isu global lainnya. seminar ini  disampaikan oleh beberapa narasumber utama dari berbagai organisasi baik pemerintah maupun non-pemerintah, seperti WWF, Kementrian LuarNegeri (Kemenlu), Kementrian Pemudadan Olahraga (Kemenpora) dan beberapa aktivis lainnya yang berasal dari berbagai negara  di ASEAN. 

    Dengan seminar ini dimaksudkan untuk membekali pemuda-pemuda ASEAN khususnya yang menjadi delegasi acara ini untuk lebih sadar akan masalah atau isu yang terjadi di Asean serta lebih kritis dalam mengambil keputusan dan melakukan advokasi regulasi nantinya di negara masing-masing.

     Dalam pertemuan tersebut juga diisi dengan kegiatan diskusi antar delegasi, yang telah dilakukan  pembagian divisi diskusi oleh Presiden AMSA dalam 5 kelompok divisi. Kelima kelompok ini disesuaikan dengan tujuan Asean Chapter, yaitu Welfare (Kesejahteraan), Economy (Ekonomi), Education (Pendidikan), Security (Keamanan), dan Dakwah dengan isu Humanity (Kemanusiaan). 

    Achdan Tharis yang merupakan  mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Almuslim,  merasa sangat beruntung, karena  untuk mengikuti kegiatan ini tidaklah mudah karena harus mengikuti seleksi yang dilakukan oleh panitia penyelenggara. “Saya beruntung dapat terpilih menjadi salah satu delegasi Indonesia di Event Internasional ini,” ungkap  Achdan terharu. 

    “Saya sangat senang dan bahagia bisa terpilih mengikuti program ini, karena saya banyak mendapatkan pengalaman dan bisa bertemu dengan banyak tokoh baik nasional maupun asean,semoga apa yang saya dapatkan bisa saya implementasikan bagi orang banyak, khususnya di Aceh,” ungkap Achdan

    Hari terakhir pertemuan  para delegasi yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dalam negara Asean dibawa mengunjungi berbagai museum dan beberapa tempat wisata dan bersejarah di seputaran kota Surabaya.(HUMAS)

     

     

     

  • Mahasiswa Umuslim ikuti kuliah umum tentang Migas

     

    Peusangan-Ratusan mahasiswa Universitas Almuslim Peusangan Bireuen mengikuti  kuliah umum tentang pengenalan industri hulu minyak dan gas bumi serta sosialisasi tentang perkembangan ekspolarasi dan operasional migas yang disampaiakan sejumlah pemateri  berlangsung di Auditorium Academic Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan kampus Umuslim, Rabu(10/7).

    Acara dibuka Bupati Bireuen diwakili Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Bireuen Ir. Ibrahim Ahmad M.Si,  menghadirkan sejumlah pemateri seperti Yanin Kholison (SKK Migas Sumbangut), Achar Rasyidi (Badan Pengelola Migas Aceh), Awalus Shadeq (Premier Oil Natuna BV), Fauzan Arief (Exploration Team Leader Pemier Oil),  Adelina Novianti (Repsol Company) dan perwakilan  perusahaan Mubadala Petroleum.

     Bupati Bireuen yang diwakili asisten II dalam sambutannya menyatakan, masyarakat Bireun sangat terbuka dengan kehadiran para investor yang masuk ke Kabupaten Bireuen, jika perusahaan menemukan cadangan minyak dan gas agar perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam kegiatan hulu migas, ujar Ir.Ibrahim,MSi.

    Acara yang  dipandu T.Cut Mahmud Aziz dosen prodi Hubungan Internasional Umuslim berlangsung atraktif, karena pemateri banyak mengupas tentang berbagai peran lembaga satuan kerja khusus minyak dan gas bumi (SKK Migas) dan Badan Pengelola Migas aceh (BPMA), serta penjelasan  perkembangan ekspolarasi dan operasional perusahaan minyak dan gas di wilayah Provinsi aceh oleh beberapa perusahaan yang telah mendapat izin dari pemerintah.

    Menurut Yanin Kholison perwakilan Satuan Kerja Khusus Migas (SKK Migas) Wilayah Sumbagut, saat ini ada tiga perusahaan internasional yakni Repsol, Premier Oil dan Mubadala Petroleum yang berinvestasi di bidang hulu minyak dan gas (Migas) di lepas pantai Bireun, Pidie Jaya, dan Pidie, Provinsi Aceh. 

    "Ketiga perusahaan internasional tersebut nantinya akan berinvestasi tepatnya di wilayah kerja Andaman I, II, dan III pada perairan Selat Malaka, selain itu, Repsol juga telah selesai melakukan seismic 3D di Andaman III dan rencanya di tahun 2020 akan segera melakukan pengeboran. Sementara Premier Oil dan Mubadala masih dalam tahap joint study di Wilayah Kerja Andaman I dan Andaman II." jelas perwakilan SKK Migas.

    Kemudian Humas BPMA, Achyar Rasyidi  menyampaikan bahwa kegiatan hulu migas akan berkontribusi pada penciptaan multiefek ekonomi bagi masyarakat Bireuen. "Hadirnya tiga perusahaan internasional yaitu Mubadala Petroleum, Repsol, dan Premier Oil akan membuka lapangan kerja baru," papar Achyar.

    Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi mengucapkan terima kasih dan memberikan apreasiasi untuk BPMA dan SKK Migas  yang mempercayakan Universitas Almuslim mengadakan kegiatan sosialisasi  berbagai ilmu dan memberi pencerahan tentang berbagai hal  berkaitan dengan minyak dan gas di Aceh kepada mahasiswa umuslim.

     Rektor Universitas Almuslim, Dr. Amiruddin Idris, SE, M.Si berharap agar kegiatan kerja sama dengan universitas seperti ini bisa secara kontinyu dilakukan agar pihak kampus mendapatkan wawasan tentang kegiatan hulu migas di Aceh, harap H.Amiruddin Idris.

    Pencerahan ini sangat penting bagi  mahasiswa karena persoalan tenaga kerja yang bergabung pada perusahan miyak dan gas tidak hanya harus berasal dari jurusan perminyakan saja tetapi juga dibutuhkan dari berbagai disiplin ilmu  lain seperti bahasa inggris,hukum,ekonomi, teknik dan humaniora lainnya

    Acara yang berlangsung satu hari ini  turut dihadiri sejumlah dosen dalam lingkup universitas almuslim, dikahiri penyerahan cendera mata dari rektor Umuslim berupa plakat dan buku Bireuen segitiga emas ekonomi Aceh kepada pemateri.(HUMAS)

     

     

     

     

  • Mahasiswa umuslim ikuti pelatihan animasi di Bali

     

    Peusangan-Sebanyak 5 (lima) orang mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) Umuslim lolos untuk  mengikuti pelatihan animasi di  Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar Bali mulai tanggal 20 s/d 28 Juni 2019.

    Menurut dosen pendamping T.  Rafli A. , M.Sn, peserta pelatihan berasal dari berbagai daerah  seluruh Indonesia, meski semua biaya  di tangung pemerintah (gratis) namun untuk mengikutinya tetap melalui proses seleksi ketat peserta dari seluruh Indonesia. Alhamdulillah angkatan ini, lima mahasiswa Umuslim berhasil lulus seleksi untuk mengikuti pelatihan  di Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar, papar T.  Rafli A. , M.Sn.

    Menurut T.Rafli A, Balai Diklat Industri (BDI)  merupakan lembaga dibawah binaan Kementerian Industri dengan spesialisasi animasi, kerajinan dan barang seni, program pelaksanaan diklat berbasis spesialisasi dan kompetensi sesuai SKKNI serta Uji kompetensi dan sertifikasi. Pelatihan ini diadakan setiap tahun dengan kompetensi yang beragam khususnya yang berhubungan dengan animasi dan  Industri Creative.

    Tujuan pelatihan  ini untuk membekali pengetahuan peserta dalam  upaya meminimalisir kesenjangan antara lulusan akademik dengan kebutuhan dunia industri. Peserta  di uji kompetensi  dilakukan oleh LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) nasional,  yang lulus  mendapatkan dua sertifikat, sertifikat pelatihan dan sertifikasi profesi  BNSP, bagi mahasiswa umuslim ini memiliki kaitan erat dengan matakuliah Animasi  papar T.Rafli A,M.Sn yang merupakan satu-satunya  instruktur yang berasal dari Aceh.

    Diklat ini bekerjasama dengan studio animasi yang ada di Indonesia, Instruktur  berasal dari studio-animasi sepertistudio animasi Castle, Bamboomedia,Jitu, Nusa Edu, Invinite, 8 Mata. Adapun peserta dari Umuslim Muna Khalis, Alvin Khairi, Muhammad Naufal, Muhammad Ichsan dan  Hendra Saputra.(HUMAS)

     

     

     

     

     

  • Mahasiswa Umuslim KKM di Tiga Kecamatan

    Peusangan-Sebanyak 240 mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim)  diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen untuk melaksanakan pengabdian yang dikemas dalam program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di tiga Kecamatan yaitu Peudada, Peusangan Selatan dan Gandapura.

    Proses penempatan dimulai dengan penyerahan peserta dari Umuslim yang diwakili  Wakil Rektor III Umuslim, Ir Saiful Huri,MSi kepada pemerintah kabupaten Bireuen  diwakili Sekda Ir Zulkifli,Sp, selanjutnya, diserahkan kepada  camat di tiga  lokasi penempatan yaitu (Peudada, Peusangan Selatan dan Gandapura),prosesi penyerahan berlangsung  dilapangan kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten, Cot Gapu Bireuen, Kamis (7/2/2019).

    Sekda Bireuen Ir.Zulkifli, Sp dalam sambutannya mengharapkan mahasiswa yang ditempatkan di desa agar dapat mentaati segala aturan dan menghargai setiap kearifan lokal yang berlaku di gampong.

    Pemerintah Bireuen menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa KKM dan diharap para camat agar dapat mengarahkan, membimbing  dan mensosialisasikan ke desa penempatan.

    Setiba di desa lakukan orientasi mengenali desa dan seluruh perangkat desa serta potensi  jumlah penduduk serta potensi lainnya yang dimiliki desa, kalau ada hal-hal yang potensial agar dapat  dikoordinasi dengan dosen pembimbing lapangan dan perangkat desa guna dikembangkan jadi peluang usaha bagi masyarakat.

    "Saya harap, adik-adik mahasiswa dapat menjadi katalisator atau punya daya ungkit dan mengerakkan serta memotivasi agar gampong bisa berbuat lebih banyak yang sesuai dengan kebutuhan," harap Sekda Bireuen Ir.Zulkifli,Sp.

    Rektor Umuslim, Dr. H. Amiruddin Idris, SE., M.Si pada kesempatan tersebut diwakili Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ir. H. Saiful Hurri, Msi dalam sambutannya mengatakan bahwa program ini merupakan satu kewajiban bagi mahasiswa sebelum menyelesaikan studinya di kampus Universitas Almuslim.

    Menurutnya  tolak ukur keberhasilan kegiatan KKM ini, diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada beberapa hal diantaranya, pendewasaan mahasiswa calon pemimpin dan pengabdi di masyarakat, tercipta dan meningkatnya jiwa pengabdian ilmu dan partisipasi aktif mahasiswa serta dosen dalam membangun desa (gampong), selain itu, menambah pengalaman ilmu nyata di masyarakat, sehingga terjadi penguatan kemampuan intelektualnya.

    Kepada para mahasiswa peserta KKM, diharapkan agar dapat ber adaptasi dengan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan ini  sesuai  agenda dan program   yang  telah  direncanakan, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” ungkap Rektor Umuslim.

    Sementara itu Ketua Badan Pelaksana (Bapel) KKM Umuslim, Drs. Syarkawi, M.Ed dalam keterangannya menjelaskan bahwa peserta KKM Angkatan XVII Tahap II ini berjumlah 240 orang, mereka berasal dari enam Fakultas, yakni Fakutas Pertanian (FP) sejumlah 19 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sejumlah 97 orang, Fakultas Teknik (FT) sejumlah 19 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) 23 orang, Fakultas Ekonomi (FE) sejumlah 48 orang dan Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) sejumlah 34 orang.

    Tambah kepala Bapel KKM  lagi, mereka akan mengabdi  selama 37 (tiga puluh tujuh) hari, terhitung mulai tanggal 7 Februari hingga 15 Maret 2019 di 48 gampong (desa) dalam tiga kecamatan, setiap gampong ditempatkan lima mahasiswa dan didampingi  12 orang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), setiap DPL  akan mensupervisi empat gampong.

    Para peserta KKM tersebut menjelang akhir program KKM ini atau paling telat satu minggu sebelum berakhir, akan dilakukan Monev (monitoring dan evaluasi) oleh pimpinan Rektorat dan Dekanat Universitas Almuslim,” jelas Drs.Syarkawi,M.Ed.(HUMAS)

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

  • Mahasiswa Umuslim Promosi Aceh pada World Travellers Café 2019 di Nagoya Jepang

    Peusangan-Dua orang mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen yang sedang mengikuti pertukaran mahasiswa antara Universitas Almuslim dan Gakuin University Jepang (NGU) turut  berpartisipasi mempromosikan Indonesia khususnya Aceh di Negara Jepang.

    Kedua mahasiswa tersebut adalah Bilal Paranov mahasiswa prodi Hubungan Internasional (HI) Fisip dan  Alfurqan Ismail mahasiswa prodi Pendidikan  Bahasa Inggris Fkip Universitas Almuslim Peusangan Bireuen.

    Kehadiran kedua mahasiswa Universitas Almuslim di negeri matahari terbit tersebut, dalam rangka menindak lanjuti implementasi perjanjian kerjasama (MoU) yang telah ditandatangani oleh Prof . Hisao Kibune President Nagoya Gakuin University (NGU) dan Dr. H.Amiruddin Idris,SE.,MSi selaku rektor Universitas Almuslim beberapa waktu lalu. 

    Menurut informasi yang disampaikan Bilal Paranov dari Jepang, kegiatan World Travellers Café2019 (WTC 2019)  dilaksanakan  oleh International Affairs of Nagoya Gakuin University Jepang (NGU) merupakan kegiatan akbar bulanan. Kegiatan WTC ini bertujuan mengajak masyarakat dunia  yang hadir untuk mengenal lebih dekat tentang budaya, wisata serta hal yang jarang diketahui tentang suatu Negara. Pembicara di WTC tersebut  dari mahasiswa yang berasal dari berbagai Universitas di dunia. Kegiatan ini pertama kali diselenggarakan tahun ini tepatnya di bulan April 2019, bertepatan dengan masuknya ajaran baru kalender akademik Jepang.

    Sebuah kehormatan, NGU memilih Indonesia, yang diwakili oleh Universitas Almuslim Aceh sebagai negara pertama yang mempersentasikan di WTC 2019. Untuk sesion pertama kegiatan di ikuti mahasiswa dari Indonesia, Filipina, Thailand, China, Kanada dan beberapa negara lainnya, sedangkan yang belum berkesempatan pada sesion ini  akan ikut persentasinya pada WTC 2019 selanjutnya.

    Sebagai perwakilan Indonesia dari Universitas Almuslim, Bilal Paranov mahasiswa prodi Hubungan Internasional FISIP dan Alfurqan Ismail mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP, mereka berdua  hadir dengan menggunakan baju batik motif pinto Aceh, tambah semaraknya kegiatan presentasi dari Aceh karena ikut bergabungnya salah satu putra asli Jepang  yang  kuliah di NGU,  pernah kuliah selama satu semester di Umuslim Peusangan Bireuen yaitu Iwatsuki Shunichi, dia juga  hadir dengan memakai baju batik. 

    Menurut Bilal Paranov seminggu sebelum acara dimulai, mereka  sudah berkoordinasi dengan International Affairs of NGU untuk menyediakan cemilan khas Indonesia. Pertama kami sempat kewalahan mencari makanan khas Indonesia khususnya Aceh, akhirnya kami menemukan pisang sale dan kue gring di salah satu toka serba Indonesia di Kota Nagoya, Jepang. 

    Saat persentasi tersebut panitia juga menyediakan kopi gayo secara gratis kepada penonton yang tersedia di coffee machine. Penonton yang hadir sungguh diluar ekspektasi saya, hampir 500 penonton memenuhi Global Links International Center. Mereka terdiri dari mahasiswa, dosen, pengusaha dan masyarakat umum yang tertarik mengenal lebih dekat tentang bumi nusantara.

    Dalam presentasi harus menggunakan bahasa Jepang, meskipun begitu kami sedikit mencampuradukkan dengan bahasa Inggris. Slide awal dimulai dengan menjelaskan letak geografis Indonesia, diikuti dengan budaya dan wisata. 

    Jujur saja, 80% isi presentasi saya yaitu tentang budaya, makanan dan wisata yang terdapat di Provinsi Aceh. Penonton sangat terkesima dan sumringah saat kami menjelaskan tentang pesta pernikahan di Aceh dan berbagai kanduri di Aceh.

    Di akhir presentasi kami sempat  memutar video ‘The Light of Aceh.” yang ditutup dengan standing ovation dari seluruh penonton yang hadir. Tujuan saya menampilakn budaya Aceh adalah untuk mempromosikan Indonesia sebagai negara wisata halal terbaik di dunia, dan Aceh menjadi sampel yang baik untuk wisata halal tersebut, tulis Bilal Paranov melalui messenggernya.

    Setelah presentasi banyak penonton yang menghampiri kami untuk memuji cita rasa pisang sale dan kopi Gayo, bahkan beberapa diantaranya ingin memesan baju batik khas Aceh, alasannya, sangat artistik. 

    Tak hanya itu, mahasiswa Internasional dari Kanada dan Amerika juga berencana untuk liburan ke Sabang akhir tahun ini, mereka tertarik karena slide presentasi keindahan Sabang dan biaya yang terjangkau untuk liburan ke Indonesia. Sungguh pengalaman yang sangat berharga, sudah tugas kita bersama untuk mempromosikan tanah air tercinta, Indonesia.(HUMAS)

     

  • Mahasiswa Umuslim tanam pohon di Pantai Pangah

     

    Peusangan-Mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) yang sedang melaksanakan pengabdian dalam program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM)  di kecamatan Gandapura, Senin (4/3/2019) melakukan program “Reboisasi” di daerah wisata pantai Pangah desa Ie Rhob kecamatan Gandapura.

    Menurut  perwakilan mahasiswa KKM kecamatan Gandapura bahwa program ini dirintis oleh mahasiswa yang dipadukan dengan program kecamatan, harapannya  dengan adanya kegiatan reboisasi ini kondisi pantai pangah akan lebih rindang dan hijau semoga pantai ini dapat  berkembang dan menjadi destinasi lokasi wisata pantai yang maju kedepannya.

    Acara reboisasi ini dibuka ketua Yayasan Almuslim Peusangan H.Yusri Abdullah,S.sos, pada kesempatan tersebut  mengharapkan agar tumbuhan yang ditanam ini dapat bermanfaat kepada kita dan sampai kepada anak cucu" harap H. Yusri Abdullah,S.sos

    Secara terpisah Kepala Bapel KKM Umuslim Drs.Syarkawi,M.Ed menyambut baik program yang dilakukan mahasiswa yang sedang melaksanakan pengabdian di kecamatan Gandapura, harapannya semoga apa yang telah dilaksanakan  mahasiswa dapat di jaga dan kembangkan lagi oleh masyarakat setempat, harapnya.

     Kegiatan ini dihadiri oleh  Kapolsek Gandapura, Babinsa koramil Gandapura, perwakilan Camat Gandapura,  Yayasan Almuslim, dan Geuchik desa yang ada penempatan mahasiswa KKM, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta anggota pramuka dari kecamatan Gandapura.(HUMAS)

     

     

  • Mahasiswa  Universitas Almuslim gelar Seni Rakyat Aceh

    Peusangan-Puluhan mahasiswa dan dosen Universitas Almuslim berbaur terlibat dalam kegiatan yang dilaksankan  Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim Pergelaran Seni Rakyat Aceh, berlangsung di kampus timur Umuslim, Selasa (10/9).

    Kegiatan mengambil tema “Berbahasa dan Bersastra Bukti Generasi Cinta Budaya dan Cerdas dalam Berkarya”. Diikuti seratusan dosen, mahasisea dan siswa SLTA sederajat berlangsung di kampus timur Umuslim.

    Acara dibuka wakil Dekan III Fkip Siti Khaulah,SPd.,MPd, menyampaikan  “Kegiatan Pergelaran Seni ini sebagai wadah pencarian bakat dan minat para siswa maupun mahasiswa di bidang Bahasa dan Sastra. Melalui kegiatan ini peserta dapat menguji kemampuan sehingga terbagun mental yang kuat, siap untuk berkompetisi”, papar Siti Khaulah. 

    Kegiatan diikuti siswa  dari berbagai sekolah SMA sederajat di Kabupaten Bireuen, mahasiswa serta dosen. Pergelaran Seni Rakyat Aceh memperlombakan beberapa jenis perlombaan seperti lomba Cagok Aceh, lomba drama rakyat, lomba baca puisi, lomba debat, serta lomba masak kuliner Khas Aceh yang dikuti dosen Universitas Almuslim. 

    Lomba baca puisi juara I diraih oleh  siswa SMA Negeri 1 Bireuen, Juara II SMA Negeri 7 Bireuen, Juara III diraih oleh SMA Negeri 2 Bireuen. Lomba Cagok, juara I diraih oleh Mass Azzahra, juara II SMA Negeri 1 Kuala, juara III SMA Negeri 3 Bireuen. Lomba drama juara I diraih oleh Pesantren Almuslim, Juara II SMA Negeri I Jangka, Lomba debah bahasa, juara I diraih oleh kelompok III, juara II kelompok II, juara III kelompok V. 

    Sementara lomba masak, juara I diraih oleh pasangan Syarifah Maihani, SE.,MM. dan Elviana, SP.,M.Si., juara II  Siti Khaulah, M.Pd. dan Nurlaili, M.Pd., juara III diraih Zahrianti Zubir, MA. dan bapak M.Iqbal, MA. 

    Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Nurmina, M.Pd. menyampaikan bahwa agenda rutin Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) prodi Pendidikan Bahasa Indonesia merupakan bagian program  L2Dikti melalui Program Kegiatan Kemahasiswaan (PKM)  tahun 2019”.

    Nurmina berharap kegiatan ini jangan semata-mata dianggap sebagai ajang berkompetisi, tetapi sebagai sarana  silaturrahmi dan menumbuhkan kreatifitas mencintai budaya daerah sendiri.(HUMAS)

     

  • Mahasiswi Akbid Umuslim ikuti ujian OSCA

     

    Sebanyak 35 mahasiswi Diploma III Kebidanan Universitas Almuslim mengikuti ujuan  OSCA (Objective Structured Clinical Assesment),berlangsung di laboratorium kebidanan Umuslim, Kamis-Jumat, (8-9/8/2019).  

    Menurut Direktur Kebidanan umuslim Nurhidayatai,MPh ujian OSCA  merupakan salah satu persyaratan bagi mahasiswi Kebidanan sebelum menempuh sidang akhir  atau sebelum menyandang gelar Ahli Madya Kebidanan (A.Md.Keb), dalam ujian ini setiap mahasiswa harus melewati 14 stase ujian  terdiri 11 stase tindakan/keterampilan dan 3 stase istirahat, jelas Nurhidayati.

    Ujian  ini diuji oleh 10 orang penguji  sesuai dengan kompetensi dan bidang ilmu masing-masing, adapun tindakan yang diuji diantaranya imunisasi, KBI/KBE, APN, resusitasi, manual plasenta, ANC, pemeriksaan fisik BBL, persalinan sungsang/distosia bahu, pemasangan IUD, konseling ASI, dan partograf, serta juga kami tambahkan etika pelayanan, jelas Nurhidayati.(HUMAS)

     

  • Mahasiswi asal Jepang hadiri Open House di rumah Rektor Umuslim

    Peusangan-Sudah menjadi rutinitas setiap lebaran, baik Idul Fitri dan Idul Adha,  Rektor Universitas Almuslim (Umuslim) Bireuen Dr H Amiruddin Idris SE MSi menggelar open house (menerima tamu) di kediamannya, Desa Pulo Kiton, Kecamatan Kota Juang. Hari raya  Idul Fitri 1440 H/2019M, kegiatan open house  dilaksanakan Kamis (6/6/2019). 

    Open House di rumah Rektor Umuslim tahun ini  terasa istimewa, karena juga hadir seorang mahasiswi asal Jepang Natsuko Mizutani  mahasiswi asal Nagoya Gakuin University (NGU) Jepang, yang pernah kuliah di Umuslim  hadir dengan balutan busana syariinya.

    Di sela-sela menerima tamu  Rektor Umuslim, Dr H Amiruddin Idris SE MSi menjelaskan bahwa gadis Jepang tersebut merupakan salah satu mahasiswi dari program pertukaran mahasiswa kerjasama  Umuslim dengan NGU Jepang, dia sudah menyelesaikan program tersebut di Umuslim, sekarang sedang menempuh satu program di UIN Ar Raniry Banda Aceh, jelas Rektor Umuslim.

    Rektor Umuslim H.Amiruddin Idris menyampaikan selamat berhari raya untuk seluruh civitas akademika dan masyarakat yang hadir "Saya ucapkan Selamat Hari Raya Idul fitri 1440 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin, minal aidin wal fa izin, " ucap H Amiruddin Idris sambil menyalami tamunya satu persatu.

    H.Amiruddin Idris didampinggi isteri Hj Nuryani Rachman tampak akrab dengan semua tamu yang hadir, menyampaikan terima kasih kepada tamu yang hadir. " Open house sudah menjadi agenda rutin setiap lebaran untuk menerima tamu dan meningkatkan kekeluargaan, kami memohon maaf apabila ada kekurangan dalam menyambut bapak dan ibu di tempat kami," ujar H.Amiruddin Idris yang sudah terpilih sebagai Anggota DPR Aceh pada Pemilu 2019.

    Open house selain dihadiri civitas akademika  baik dekan, dosen, tenaga kependidikan, karyawan, mahasiswa juga turut hadir  Pembina Yayasan Almuslim dan juga anggota Komisi X DPR RI Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Drs Anwar Idris, Pengurus Yayasan Almuslim Peusangan, sejumlah pejabat di lingkungannya Pemkab Bireuen serta ratusan masyarakat dari berbagai kecamatan. 

    Kemudian Natsuko Mizutani ketika ditanyai pengalamannya menghadiri open house ini, merasa kagum  "Saya sangat menikmati acara lebaran di Aceh,di Jepang tidak ada silaturahmi  untuk bersama  seperti ini. Bahkan, di sini saya diajak sama ibuk Chairul Bariah (dosen umuslim) untuk bersama-sama ke acara ini, saya pakek hijab untuk menghormati masyarakat disini yang islam ujar Natsuko dengan bahasa Indonesia yang mulai lancar, ia juga sempat mencicipi beberapa makanan tradisionil Aceh seperti timphan dan pulut. Acara  Open house juga hadir Cut Zuhra, kontestan Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2019 memanfaatkan mudik lebaran turut hadir kediaman Rektor seraya menyuguhkan beberapa tembang nostalgia(HUMAS)

     

     

    .

     

  • Mahasiswi Jepang senang menari tarian Aceh

     

    Peusangan- Kisae Fukushima (20)  seorang mahasiswi   dari Nagoya Gakuin University (NGU) Jepang, saat ini sedang kuliah di Universitas Almuslim berhasil menarik perhatian dan mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

    Betapa tidak, gadis yang berasal dari negeri matahari terbit ini, berhasil memainkan perannya sebagai Ratu, saat  pementasan permainan tarian nusantara, tarian tersebut merupakan  tarian persembahan  dalam  memeriahkan pembukaan Festival Kebudayaan Umuslim (FKU) ke-3 yang berlangsung di kampus universitas almuslim, Senin (6/11/2018).

    Dalam tarian tersebut Kisae Fukushima bertindak sebagai Ratu, dengan memakai pakaian adat Aceh yang berwarna merah dipadu dengan kain sarung dan sulaman kuning keemasan membalut setiap jengkal tubuhnya, teryata  sukses  memainkan perannya sebagai pemain utama,  putri jepang ini   sanggup mengikuti pelunturan  lenggokan tubuh dan gerakan tanganya yang  gemulai, bersamaan hentakan  kaki terus bergerak  dengan berbagai ritme gerakan sesuai tabuhan rapai sebagai  iringan musik pengiring.

    Kisae Fukushima, si putri dari negeri olah raga SUMO ini,  mempunyai postur tubuh dengan tinggi yang ideal untuk ukuran seorang penari,  mampu menyeimbangkan  gerakan lenturan tubuh dan goyangan kepala, sehingga berhasil menyeimbangkan persamaan    gerakan kecepatan,   satu tangan dengan tangan lainnya dan hentakan berirama seratusan  pasang kaki dengan kaki lainya dalam satu barisan.

    Dengan kemampuannya menyeimbangkan setiap langkah dalam kebersamaan, mampu untuk  memainkan setiap gerakan pada tarian nusantara tersebut,  membuat  putri Jepang yang selalu menyunggingkan senyuman lewat bibir tipisnya , nampak menonjol dalam setiap gerakan, ditambah balutan pakaian aceh yang memancarkan aura keberanian, sehingga membuat  penonton kagum  dan terkesima dengan penampilannya.

    Keberadaan  mahasiswa dari Jepang  pada Festival Kebudayaan Umuslim (FKU) ke-3, Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi, menjelaskan bahwa mahasiswa Jepang tersebut berjumlah  dua orang, mereka hadir  dalam rangka  mengikuti   kuliah program pertukaran mahasiswa yang merupakan  implementasi dari kerjasama (MoU)  yang telah ditandatangani pihak Universitas Almuslim dengan  NGU Jepang    beberapa tahun lalu. 

    Usai penampilannya Kisae Fukushima menuturkan, rasa senang dan bahagianya bisa menari dengan tarian Aceh dan Nusantara , “Saya sangat senang bisa sukses menari tadi” ungkap Kisae Fukushima didampinggi temannya Natsuko Mizutani yang merupakan alumni angkatan pertama program pertukaran mahasiswa Umuslim dengan NGU, kebetulan juga ikut hadir menyaksikan FKU ke-3.

    “ Pertama ikut latihan saya sangat khawatir,apalagi selama ini saya belum pernah menari tarian Aceh,  karena gerakan tarian Aceh sangat susah, kecepatan dan kebersamaannya tinggi  sekali, apalagi dalam tarian tersebut saya menjadi ratu, yang gerakan tubuh harus  bergerak dengan gerakan tari Guel yang merupakan  kunci dari penampilan tarian tersebut, ujar gadis Jepang  tersenyum sambil menunduk kepala.

    “Tetapi saya  kerja keras dan rajin latihan selama satu bulan di kampus, akhirnya berkat arahan kak Maulida sebagai pelatih, kebersamaan teman-teman, saya bisa tampil dengan baik, saya sangat tertarik tarian ini, dan akan terus belajar untuk bisa semuanya, baik gerakan, melenturkan  gerakan badan, kecepatan hentakan tangan dan kaki, permainan tarian aceh gerakan dinamis dan sangat kompak sekali”  cerita Kisae Fukushima dengan gaya bahasa Jepangnya yang masih kental.

    “Saya ucapkan terima kasih kepada, dosen, teman-teman dan panitia yang sudah mengajak saya ikut menari” saya senang dan bahagia sekali , apalagi bisa  memakai pakaian adat Aceh, ujar gadis berkulit putih bersih ini. (Humas)

     

     

  • Mahasiswi Kebidanan Umuslim laksanakan PBL

    Peusangan-Sebanyak 29 mahasiswi Diploma III Kebidanan Universitas Almuslim akan melaksanakan pengabdian dalam program asuhan kebidanan komunitas (Praktik Belajar Lapangan) di lima desa dalam  Kecamatan Kuta Blang.

    Demikian disampaikan Direktur Diploma III Kebidanan Universitas Almuslim  Nurhidayati, MPH, usai penyerahan mahasiswi yang akan melaksanakan praktek tersebut kepada camat Kuta Blang  yang diwakili Nurhasanah, SE, bertempat di kantor camat setempat, Kamis (27/12/2018). 

    Menurut Nurhidayati pengabdian dalam bentuk program asuhan kebidanan komunitas ini merupakan kewajiban bagi mahasiswi yang menempuh pendidikan pada Diploma III Kebidanan Umuslim.

    Tambahnya lagi bahwa program asuhan tersebut berfokus pada asuhan ibu dan anak yang bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif dengan memperhatikan budaya setempat yang dikemas dalam tatanan di komunitas dengan pendekatan manajemen kebidanan, jelas Nurhidayati yang pernah menyandang bidan teladan kabupaten Bireuen ini. 

    Camat Kuta Blang yang diwakili Nurhasanah,SE, mengucapkan terimakasih atas dipilihnya kecamatan Kuta Blang sebagai lokasi pengabdian mahasiswi kebidanan umuslim dan mereka akan ditempatkan di lima desa dalam wilayah kecamatan Kuta Blang diantaranya Desa Buket Dalam, Desa Glee Putoh, Desa Crueng Kumbang, Desa Paloh Raya dan Desa Parang Sikureung. 

    Mahasiswi akan berada di desa selama satu bulan, setiap desa ditempatkan sebanyak  5-6 orang, mereka akan dibimbing oleh  dosen pembimbing yang berjumlah 5 orang yaitu Nurhidayati, MPH, Drs. Yusri Yusuf, MM, Irma Fitria, SST., M.Keb, Herrywati Tambunan, S.Tr.Keb dan Agustina, S.SiT. 

    Prosesi penyerahan mahasiswi asuhan kebidanan komunitas ke desa tersebut selain dihadiri mahasiswi, pembimbing lapangan juga hadir  muspika kuta blang dan geuchiek dari desa lokasi penempatan mahasiswi.(HUMAS)

     

    Foto : Nurhidayati