Universitas Almuslim - Universitas Almuslim

  • LPPM Umuslim raih katagori sangat bagus secara nasional

     

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Almuslim  berdasarkan data yang dirilis Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan satu-satunya dari Aceh  memperoleh katagori sangat bagus. 

    Demikian disampaikan Ketua LPPM Universitas Almuslim Dr.Halus Sastriawan,MSi didampinggi sekretaris LPPM Ernawita,MSi di ruang kerjanya, Rabu (6/11/2019), Menurutnya  penetapan tersebut berdasarkan surat Direktur Riset dan Pengabdian No B/990/E3.3/RA.03/2019 tanggal 5 November 2019 yang ditandatangani Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Ocky Karna Radjasa  tentang pemeringkatan perguruan tinggi berbasis kinerja pengabdian kepada masyarakat.

    Menurut penjelasan Halus Satriawan Pemeringkatan tersebut merupakan tindak lanjut hasil penilaian kinerja Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi  dan berdasarkan surat keputusan Dirjen Penguatan Risbang nomor 29/E/KPT/2019 tanggal 27 September 2019 tentang Pemeringkatan Perguruan Tinggi berbasis Kinerja Pengabdian kepada Masyarakat periode tahun 2016 – 2018.

     Adapun peringkat tersebut memiliki dua klaster, yakni unggul dan sangat bagus, ada  24 perguruan tinggi baik PTN maupun PTS di Indonesia memperoleh peringkat Unggul, dan sebanyak 123 perguruan tinggi memperoleh peringkat sangat bagus, termasuk   universitas almuslim merupakan satu-satunya universitas di Aceh yang berhasil masuk kategori penilaian tersebuti.

    Selain itu Halus Satriawan juga menjelaskan bahwa tahun ini lppm umuslim termasuk yang terbanyak dari kelompok PTS di aceh yang mengusulkan pengabdian. 

    Ada beberapa penilaian dan kriteria penilaian yang dilakukan Direktur Riset dan Pengabdian Dirjen Dikti dalam penetapan pemeringkatan ini antara lain sumberdaya berupa  pengabdian dana DRPM, pengabdian dana non-DRPm, unit usaha kampus, fasilitas penunjang, luaran yang berupa artikel ilmiah, tulisan di media massa, HaKI, serta keikutsertaan di forum ilmiah, manajemen pengelolaan LPPM, serta revenue generating berupa unit bisnis dan royalti. 

    Keunggulan dari hasil pemeringkatan ini  dosen di lingkup Universitas Almuslim berhak mengajukan proposal pendanaan hibah pengabdian kepada masyarakat pada skema desentralisasi, selain sangat berkontribusi pada akreditasi Program Studi dan PerguruanTinggi, jelas Halus Satriawan putra kelahiran Lombok NTB ini. (HUMAS)

     

     

     

     Ket foto: Halus Satriawan

     

     

  • Lulusan Kebidanan ikut Ukom

     

    Peusangan-Program Diploma III Kebidanan Universitas Almuslim kembali ditunjuk oleh Kemenristek Dikti melalui Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) sebagai lokasi pelaksanaan ujian Uji Kompetensi Nasional (TUK)  tenaga kesehatan Bidan atau sering disebut dengan ujian kompetensi (Ukom).

    Pelaksanaan Uji kompetensi (Ukom)  Bidan di Bireuen diikuti sebanyak  89  peserta yang berasal dari lulusan Diploma III Kebidanan Almuslim  63 orang  dan  26 orang dari Akademi Kebidanan Munawarah Bireuen, ujian berlangsung  di kampus Diploma III Kebidanan umuslim, Sabtu (9/3/2019).

    Direktur III Kebidanan Umuslim Nurhidayati, MPh menyampaikan bahwa ujian Ukom ini merupakan bagian dari proses evaluasi pembelajaran dan diatur dalam Permenristekdikti No 12 tahun 2016 dan bagi yang lulus akan diberikan Surat tanda Registrasi (STR) sebagai pengakuan kompetensi profesi.

    Tambah Nurhidayati lagi bahwa  pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Kemenristek Dikti melalui Dirjen Belmawa atas dipilihnya kampus Kebidanan Umuslim sebagai lokasi pelaksanaan ujian kompetensi bagi lulusan kebidanan, pelaksanaan ujian berlangsung aman dan lancar, diawasi langsung pengawas dari pusat  yang hadir   Evi Nurakhiriyanti  dari Akbid Gema Nusantara Bekasi Jawa Barati(HUMAS)

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

  • Mahasiswa Arsitektur Umuslim ikuti Workshop di Malaysia

     

    Dua orang mahasiswa Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Almuslim mengikuti Lokakarya Konservasi dan camp Seni ( Conservation workshop and art camp) Rumah Abu Bakar Bakar Makassar (Tabak) yang berlangsung di Universitas Teknologi MARA di Bota, Perak, Malaysia (18 - 20/10/2019).

    Dua mahasiswa tersebut Muhammad Darwin dan Hafizoul Husna Qasa didampingi  dua dosen Prodi Arsitektur Umuslim, Zuraihan, ST., MT dan Idayani, ST., MT.

    Menurut Zuraihan."Kehadiran dua mahasiswa umuslim pada kegiatan tersebut merupakan lanjutan even yang pernah dihadiri sebelumnya yaitu 10th Simposium Nusantara (Simpora X:2019): Seminar and Exhibition on the Comparative Tudy or Rumah Perak and Rumah Aceh dari tanggal 16-20 September 2019 lalu di Tower Regency Hotel & Apartement, Ipoh, Perak",.

    Tambah Zuraihan lagi, pada Workshop yang diikuti beberapa universitas di negeri jiran tersebut menghadirkan  Keynote Speaker Prof. Madya Dr Mohd Sabrizaa Abd Rashid dan Prof. Madya Dr Siti Norlizaiha Harun dari UiTM Malaysia.

    Pada sesi acara tersebut peserta diperkenalkan sejarah arsitektur rumah perak dan latar belakang rumah Tok Abu Bakar Alang Ketak yang mempunyai arsitektur unik dan menarik, selain itu peserta juga diikutkan dalam program field work study trip ke beberapa rumah tradisional yang ada di daerah Perak Malaysia.

    Selama workshop, peserta  mendapatkan materi berbagai hal yang berkaitan arsitektur seperti struktur, konservasi, pemugaran, hingga teknik konstruksi baik arsitektur tradisionil maupun modern. Peserta juga diberi kesempatan untuk menjalin pertukaran berbagai hal tentang materi perkuliahan dengan peserta dari berbagai universitas yang menjadi peserta dalam workshop tersebut.

    Kegiatan ini  memberikan jalan dan peluang besar bagi mahasiswa umuslim melakukan pertukaran  perwakilan mahasiswa  khususnya bidang Arsitektur,  baik   nasional maupun internasional. (HUMAS).

     

  • Mahasiswa Bidikmisi Umuslim lakukan aksi sosial

    Sejumlah mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi universitas Almuslim (Umuslim)   yang tergabung dalam komunitas Ikatan mahasiswa bidikmisi (IKAMB)  universitas almuslim Peusangan Kabupaten Bireuen,  melakukan aksi sosial pembagian paket sembako  di beberapa desa terpencil dalam wilayah  kabupaten bireuen, minggu (10/5).

    Ketua Ikatan mahasiswa bidik misi (IKAMB) umuslim Sarah Savana menjelaskan, aksi sosial ini merupakan salah satu program dari ikatan mahasiswa penerima bidikmisi Umuslim, kebetulan sekarang lagi kondisi mewabahnya Virus Corona dan bertepatan bulan ramadhan, maka kami tergerak hati melakukan aksi sosial menyerahkan sedikit bantuan berupa sembako kepada  fakir miskin, anak yatim, penyandang disabilitas, dan kaum duafa di desa-desa terpencil

    Ada sekitar 500 paket yang kami bagikan dan ini merupakan bantuan dari teman-teman mahasiswa penerima bidik misi, paket ini kami bagikan ke masyarakat dari berbagai desa terpencil, jelas Sarah Savana didampingi sejumlah mahasiswa lainnya yang menjadi relawan.

    Paket ini merupakan donasi dari mahasiswa penerima beasiswa bidik misi Umuslim, kami sisihkan alakadar setiap pencairan dana bidik misi, kemudian kami  jadikan dana  kas,  juga open donasi secara terbuka.

     "Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar dan sukses, semua paket tersalurkan untuk mereka yang membutuhkan, ujar Sarah Savana terharu didampingi sejumlah kawannya

     Kami mengucapkan terimaksih kepada teman-teman mahasiswa yang sudah berpartisipasi dan kerja keras untuk suksesnya kegiatan ini, juga untuk para donatur yang  ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini", serta kepada rektorat yang sangat mendukung program isosial yang kami laksanakan, Ungkap Sarah savana

    Adapun isi paket berupa minyak goreng, gula, beras dan sirup, kegiatan sosial ini  kami jadikan program rutin tiap tahun dibulan ramadhan, ujar Sarah Savana.

    Plt rektor umuslim Dr.H.Hambali,SE.,MPd mengucapkan terimakasih atas program sosial yang dilakukan mahasiswa, kami memberikan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan mahasiswa penerima bidikmisi, ini kegiatan yang sangat mulia dan menyentuh masyarakat.

    Paket bantuan ini langsung mereka antar ke penerima di beberapa desa dalam wilayah kabupaten Bireuen, juga  melibatkan ormawa Pemerintah Mahasiswa (Pema) Umuslim.(Humas Umuslim)

  • Mahasiswa D-III Kebidanan Umuslim ikuti Seminar

      

    Puluhan mahasiswa dan Dosen  Diploma III Kebidanan Universitas Almuslim Peusangan mengikuti seminar, yang berlangsung  di ruang seminar AAC Ampon Chiek Peusangan Universitas Almuslim, Kamis (1/8/2019).

    Seminar  menghadirkan pemateri dr. Athaillah, Sp.OG" mengambil tema “Perkembangan pelayanan kebidanan dan tantangan pendidikan bidan di era 4.0 “. Menurut  Dokter Athailah bahwa hamil dan bersalin merupakan proses alamiah dan fisiologis, oleh sebab itu harus dipersiapkan dengan baik agar tidak terjadi hal yang patologis.

    Kedepan Tantangan pendidikan bidan di era 4.0 yaitu cyber physical systems, internet of things dan networks, maka peserta didik harus rajin dan meningkatkan keseriusan dalam belajar, jelas Ketua organisasi Muhammadiyah Bireuen ini.

    Ketrampilan yang dibutuhkan di tahun 2020 diantaranya yaitu kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis dan kreativitas, gaptek bukanlah alasan di era 4.0.ujarnya.

    Direktur Diploma III Kebidanan Umuslim Nurhidayatai, MPh menyampaiakan seminar diikuti 70 peserta berasal dari mahasiswa dan dosen, bertujan untuk

    menambah wawasan dan peningkatan kapasistas dalam menghadapi tantangan dunia kesehatan yang semakin kompleks.(HUMAS)

     

     

     

  • Mahasiswa dan alumni Teknik Sipil ikuti Bimtek Smkk

    Sebanyak 60 alumni dan mahasiswa Fakultas Teknik Sipil Universitas Almuslim (Umuslim) ikuti Bimbingan Teknis Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (Bimtek SMKK) yang dilaksanakan di Aula Fakultas Teknik Kampus Timur Universitas Almuslim, selama tiga hari (1 – 3 Oktober 2019) 

    Bimtek yang digelar atas kerjasama  Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh dengan Fakultas Teknik Universitas Almuslim menghadirkan narasumber dari Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Aceh, Disnaker dan BPJS.

    Kegiatan Bimtek dibuka Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Almuslim Dr. Hambali, SE., M.Pd, pada kesempatan tersebut  menyampaikan kegiatan ini sinergi dengan tuntutan kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), dimana setiap alumni selain memikili ijazah juga diharuskan memiliki sertifikat keahlian sebagai modal untuk terjun ke dunia kerja. 

    “Dalam persaingan global teknologi dan pelaksanaan konstruksi seorang lulusan perguruan tinggi tidak hanya cukup dengan memiliki ijazah, tapi diperlukan sertifikat keahlian sebagai pendamping ijazah yang menunjukkan kompetensi seorang alumni. Kegiatan ini diharapkan dapat berlangsung secara kontinyu supaya alumni FT Umuslim dapat memenuhi standar untuk bekerja dalam berbagai proyek konstruksi”. 

    Sedangkan Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh Ir. M. Hilal, MT diwakili  Kepala Bagian Tata Usaha Danny Suriansyah, ST., MT, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk mengimplementasikan Undang – undang Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi, dimana penyelenggaraan jasa konstruksi harus memenuhi standar keamanan, keselamatan, kesehatan, keberlanjutan, perlindungan sosial tenaga kerja serta pengelolaan lingkungan hidup. Selain itu Undang – undang jasa konstruksi telah mengatur tentang kewajiban pekerja proyek harus memiliki sertifikat.

    Seluruh peserta diharapkan dapat memahami dengan baik SMKK yang diterapkan dalam penyelenggaraan konstruksi sehingga pelaksanaan konstruksi mulai dari tahap perencanaan dan pengawasan memenuhi standar keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan hidup.

    Usai acara juga dilakukan kerjasama (MoU) antara Fakultas Teknik Umuslim dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh, dilakukan Kepala Bagian Tata Usaha Danny Suriansyah, ST., MT dan Dekan Fakultas Teknik Ir. Iskandar Azis, MT turut disaksikan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiwaan FT Umuslim Husaini, ST., M.Eng, Kaprodi Teknik Sipil Suhaimi, ST., MT dan dari pihak Balai Jasa Konstruksi disaksikan oleh Ketua Panitia Penyelenggara Yusnini, A.Md dan Muhammad Nasir, ST., MT selaku pengawas.(HUMAS)

     

  • Mahasiswa FE Umuslim hadiri kongres ISMEI di Jakarta

    Peusangan-Fakultas Ekonomi Universitas Almuslim (Umuslim) mengirimkan mahasiswanya untuk mengikuti kongres Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) yang berlangsung di Universitas Trisakti Jakarta, (3-8/12/2018).

     Yang menghadiri acara tersebut adalah  Heri Munandar mahasiswa semester V prodi ekonomi pembangunan (EKP), merupakan salah seorang pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Umuslim.

    Menurut Heri Munandar acara kongres juga dirangkaikan dengan seminar  nasional dengan tema : Peluang dan tantangan indonesia dalam menghadapi revolusi industri 4.0 demi sustainabilitas pembangunan ekonomi.

    Dekan FE Umuslim, Hakim Muttaqim.M.Ec.Dev mengatakan bahwa dikirimnya Heri Munandar mewakili BEM Fakultas Ekonomi pada acara tersebut merupakan bentuk tanggung jawab fakultas dalam memberikan ruang aktualisasi kepada mahasiswa  kancah nasional dalam era revolusi indutri 4.0. Kita berharap dengan mengikuti kegiatan ini, akan dapat menambah wawasan dan keilmuan baru bagi mahasiswa, dan nantinya semangat dari mahasiswa yang  telah kita kirim dapat menjadi inspirasi bagi kawan-kawan yang lain, sehingga nantinya mahasiswa kita bisa sejajar dengan yang lain, walaupun  kampus kita di daerah tapi mahasiswanya  tidak kampungan, papar  Hakim Muttaqim.

    Secara terpisah Heri Munandar yang mengikuti acara ini mengucapkan terimakasih atas kepercayan dan memfasilitasi dirinya sebagai perwakilan dari Bem FE Umuslim untuk bisa hadir dan bersilaturahmi dengan kawan-kawan dari berbagai universitas di Indonesia.

    Dirinya  berjanji akan menularkan berbagai informasi terbaru, hasil dari acara tersebut kepada teman semua, banyak informasi dan ilmu yang kami peroleh dalam ajang tingkat nasional tersebut.

    Acara selain diikuti mahasiswa juga hadir para pakar bidang ekonomi dan  beberapa instansi pemerintah, perusahaan dan lembaga keuangan lainnya.(HUMAS)

     

     

  • Mahasiswa Fikom Umuslim gelar festival Desain dan Animasi

    Mahasiswa Fakultas ilmu Komputer (Fikom) Universitas Almuslim Peusangan mengelar festival kreativitas anak fikom ke-2, berlangsung satu hari penuh di kampus setempat, Kamis (2/1).

    Kegiatan dipelopori Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)  bekerja sama dengan Himpunan mahasiswa Informatika (Himaif) dan Himpunan mahasiswa manajemen Informatika berjalan sukses.

    Menurut ketua panitia Karuna Putra kegiatan ini bertujuan  untuk mengali dan menampung bakat dan minat serta kreatifitas  para siswa,  mahasiswa, maupun masyarakat umum, diikuti seratusan peserta terdiri dari siswa, mahasiswa dan masyarakat umum.
    Dekan Fikom Taufiq,ST,MT  dalam arahannya saat penutupan acara memberi apresiasi kepada panitia atas kegiatan yang sangat positif, harapannya program ini bisa  dilakukan berkelanjutan.

    Menurutnya kegiatan ini merupakan ajang perlombaan di bidang IT dalam uapaya membangkitkan  bangkitkan kembali peminat IT didaerah agar tidak terus tertinggal diera millenial 4.0 ini, Adapun perlombaan yang dilaksanakan dalam festival ini di antaranya, desain logo, desain poster, dosain VVAP/vector, animasi gif, photography, dan film pendek.

    Menurut penanggung jawab kegiatan M. Abizal Aulia mengingat antusiasnya peserta untuk kedepan kami akan memperluas peserta dari luar kabupaten Bireuen.

    Dewan juri kegiatan ini berasal dari dosen Fikom dan praktisi lainnya yang sudah punya sertifikasi nasional dibidang masing-masing. Pemenang tiap jenis lomba mendapatkan sertifikat,trophi dan uang pembinaan (HUMAS)

  • Mahasiswa Fkip Umuslim gelar Pentas Seni

    Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Almuslim berkolaborasi  mengadakan pentas seni di ruang Creatif Center Aula MA.Jangka kampus Umuslim, Selasa,( 31/12/2019)

    Kegiatan yang melibatkan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dua prodi tersebut, mengambil tema “Meningkatkan Potensi dan Prestasi Guna Mewujudkan Generasi Modern Cinta Budaya”. egiatan di ruang semacam biskop mini  yang sangat representatif untuk  pentas seni ini berlangsung meriah, ruang berkapasitas 300 orang merupakan bantuan  pemerintah melalui program hibah Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Tahun 2018 penuh dengan penonton, gedung ini menjadi satu-satunya gedung teater yang  megah dan representatif  di Kabupaten Bireuen.


    Menurut ketua panitia Rahmat kegiatan ini merupakan kegiatan rutin setiap semester, diikuti  ratusan mahasiswa, merupakan kolaborasi antara program studi PGSD dan program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia.
    Tujuannya untuk menampilkan karya kreatif mahasiswa dari mata kuliah yang diprogramkan pada semester ganjil,  sebagai wahana dalam mengembangkan potensi mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa yang cinta akan budaya.

    Pada kesempatan tersebut Dekan FKIP, Drs.M.Taufiq, M.Pd menyambut baik kegiatan ini, dengan kolaborasi ini akan menghasilkan pentas seni yang spektakuler, ungkapnya saat membuka acara, dalam waktu dekat ini akan mengadakan kegiatan serupa yang melibatkan mahasiswa di lingkungan FKIP Umuslim, siswa SMA sederajat se Ace dan  siswa SD/MI yang akan di laksanakan di gedung teater Universitas Almuslim yang sangat megah ini, jelas Drs.M.Taufiq, M.Pd.

    Kegiatan pentas seni ini ikut menampilkan berbagai karya seni kreatif  mahasiswa dua prodi  dengan menampilkan berbagai kreasi seni dan  tari kreatif, seperti tari nusantara, tari ratoh jaroe, drama, musikalisasi puisi, serta pemutaran film pendek.

    Penampilan dari setiap kelompok dinilai oleh dosen pengampu mata kuliah masing-masing, Nia Astuti, M.Pd. dosen pengampu mata kuliah Pementasa Drama dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia ,  Navysa Basri, M.Pd., dosen pengampu Seni Tari dan Drama prodi PGSD Universitas Almuslim.
    Kegiatan bertambah meriah karena hadirnya persembahan puisi dari mahasiswa Jepang  Mio dan Kazuma yang sedang kuliah di universitas almuslim.

    Mereka membaca puisi kolaborasi bahasa Indonesia dan bahasa Jepang. Selain itu, mereka juga diberikan kesempatan untuk menyanyikan lagu Jepang yang dibawa secara berkolaborasi dengan salah satu dosen pembimbingnya, Yuhafliza,M.Pd.
    Menurut ketua program studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Nurmina, M.Pd. dan dan ketua program studi PGSD universitas almuslim  Fachrurazi, M.Pd, menyampaikan melalui kegiatan ini, berharap akan mampu mengembangkan potensi mahasiswa dalam berseni dan bersastra sehingga akan menghasilkan lulusan yang unggul.

    Pentas seni berlangsung satu hari penuh turut  dihadiri mahasiswa, dosen, alumni, pegiat seni di kabupaten Bireuen dan mahasiswa luar negeri yang sedang mengikuti kuliah di Universitas almuslim(HUMAS)

  • Mahasiswa Geografi Umuslim ikuti Muswil Se Sumatera

     

    Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi (HIMAGFI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (Fkip) Universitas Almuslim mengikuti Musyawarah Wilayah  Ikatan Mahasiswa Geografi Indonesia ( Muswil Imahgi ) Region I Sumatera   yang berlangsung di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh (29 – 31/10/ 2019).

    MenurutMuslimah yang menjabat  Ketua Umum HIMAGFI  Universitas Almuslim,  tujuan  kegiatan  untuk mempererat tali silaturahmi dan membuka jejaring antar  mahasiswa geografi yang ada di Sumatera, sebagai ajang adu gagasan dan  juga mengenal karakter setiap mahasiswa dari universitas yang berbeda beda.

    Agenda kegiatan Forum berlangsung selama tiga hari tersebut diisi dengan kegiatan  diskusi membahas perkembangan Geografi dewasa ini, kuliah umum, Lomba Essay, dan Field Trip di kota Banda Aceh.

    Selain itu dalam musyawarah wilayah ikatan mahasiswa geografi Indonesia, juga membahas agenda sidang laporan pertanggungjawaban pengurus Imahgi periode 2018-2019,  dilanjutkan pemilihan koordinator wilayah yang baru. 

    Adapun perwakilan mahasiswa yang mengikuti acara tersebut  Muhammad Iqbal, Ikhwanul Muslimah, Lismayanti, Siti Munira dan Yulia Fahmi. (HUMAS)

     

     

     

  • Mahasiswa Jepang hadiri peringatan HUT RI ke-74 di Bireuen

     

     

     

     

    Sebanyak 16 mahasiswa dari Nagoya Gakuin University (NGU)  Jepang yang baru tiba untuk belajar di  Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan berkesempatan mengikuti detik-detik peringatan HUT RI ke-74 di Stadion Cot Gapu Bireuen, Sabtu (17/8).

    Saat hadir ke lokasi upacara mereka jadi rebutan peserta upacara untuk berfoto bersama dan selfi, semua berebut untuk bisa berfoto dengan mahasiswa asal dari negeri matahari terbit ini. 

    Banyak masyarakat, pelajar, ASN, Dharma Wanita, anggota OKP, Ormas bahkan sampai pejabat eselon Pemkab Bireuen banyak minta waktu untuk bisa berfoto dengan mereka. Anak-anak dari negeri sakura inipun melayani dengan senang dan gembira, sesi minta foto dan selfi dengan mahasiswa tersebut terus berlanjut sampai upacara selesai.

    Setelah mereka  mengikuti Upacara HUT RI ke-74 di Stadion Cot Gapu, Bireuen, seterusnya didampingi Direktur Hubungan Internasional Drs Nurdin Abdurrahman, Wakil Rektor II Dra.Zahara,MPd dan beberapa mahasiswa Umuslim yang pernah dikirim kuliah di (NGU) Jepang menuju Meuligoe dijamu makan siang bersama Forkopimda Bireuen. 

    Mereka sangat senang bisa hadir dan menghadiri satu upacara memperingati HUT kemerdekaan satu negara, salah seorang mahasiswa  Horie Mio di dampingi temanya Suzuki Ryoma dan Ohba Aimi menyatakan sangat senang bisa hadir di Bireuen dan ikut meramaikan bersama masyarakat disini ungkap mereka yang diterjemahkan seorang  mahasiswa umuslim yang pernah kuliah di Jepang.

    Sehari sebelumnya (16/8) mereka juga di undang untuk ikut meramaikan acara hiburan rakyat panjat pinang dan makan kerupuk yang di gelar pemuda desa Paya Cut Peusangan.(HUMAS)

     

    Ket Foto : FB Muhib

  • Mahasiswa Jepang meriahkan pentas Seni sambut Tamu dari Brunai Darussalam

     

     

     

     

     Sebanyak enam belas mahasiswa Jepang tampil membawakan tarian dan nyanyian ala Jepang pada pentas seni menyambut kehadiran rombongan dari  Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara (FSKN) Brunei Darussalam Universitas di Universitas Almuslim Peusangan, di ruang Creatif Center MA.Jangka kampus Universitas Almuslim, Senin (26/8/2019) malam.

    Pentas seni yang menampilkan berbgaai corak ragam kesenian daerah dan modern mendapat sambutan meriah dari rombongan dan undangan karena di gelar diruang yang sangat representatif untuk pertunjukan.

    Menurut Rektor Umuslim Dr. H. Amiruddin Idris, SE., M.Si, gedung tersebut baru saja di rehab bantuan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) pusat, ruangan berfasilitas bentuk bioskop mini ini cukup nyaman dan layak  suksesnya beberapa pementasan seni.

    Dalam pertemuan silaturahmi tersebut Rektor Umuslim Dr. H. Amiruddin Idris, SE., M.Si menyampaikan penghargaan dan terima kasih  kehadiran rombongan dari Brunei Darussalam ini merupakan kehormatan besar bagi Universitas Almuslim, ucap Rektor Umuslim.

    Selain itu H.Amiruddin Idris mengukapkan di hadapan tamu, mengharapkan silaturahmi ini dapat membuka jalan dan perintisan kerjasama antara Universitas Almuslim dengan berbagai Perguruan Tinggi yang ada di Brunei Darussalam.

    Perwakilan rombongan Brunai  Pengiran Haji Abbas bin Pengiran Haji besar mewakili rombongan mengucapkan terima kasih atas sambutannya, “ kami terima penghormatan sangat besar telah diberikan, kami juga akan menerima kedatangan rombongan dari Bireuen ke Brunai Darussalam. Terimakasih dan Insya Allah kita akan bertemu lagi dilain masa, ungkap Pengiran Haji Abbas bin Pengiran Haji besar.

    Kegiatan pentas seni tersebut menampilkan berbagai  berbagai kesenian daerah oleh sanggar Mirah Delima Universitas Almuslim binaan Hj.Nuryani Rachman, juga penampilan berbagai kesenian lainnya seperti baca puisi dan berbalas pantun dari dosen dan mahasiswa,  serta persembahan tarian dari Brunai dan mahasiswa Jepang yang sedang kuliah di Umuslim.

    Acara turut dihadiri Wakil Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani, SH.,MSi, Ketua Forum Silaturahmi Kraton Nusantara (FSKN) Bireuen Ahmad B.Namploh, ketua Yayasan Almuslim Peusangan H.Yusri,S.Sos, Prof. Saeki Natsuko dari Nagoya Gakuin University Jepang, Camat Peusangan Erry Seprinaldi, SSTP.,MSi dan sejumlah mahasiswa.(HUMAS)

     

     

     

     

     

     

     

     

  • Mahasiswa KKM bangun Shading net dan tempat praktek peternakan

    Masa pandemi Covid-19, dimanfaatkan  mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan kabupaten Bireuen melakukan pengabdian dengan membangun  tempat praktek/kebun percobaan, berupa Shading net dan kandang peternakan kambing.

    Pembangunan  tempat praktek berupa shading net dan  kandang peternakan tersebut di tanah kebun percobaan milik kampus umuslim, berlokasi di desa Gampong Raya Dagang kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen.

    Menurut kordinator lapangan pelaksanaan KKM umuslim masa pandemi corona drh. Zulfikar, MSi, menjelaskan bahwa dalam program KKM masa pandemi covid-19, mahasiswa melakukan pengabdian dengan membangun tempat praktek peternakan,  berupa Shading net ukuran 6x3, tempat ini nantinya dapat digunakan sebagai  lokasi praktek pembibitan berbagai tanaman, kemudian juga dibangun kandang peternakan kambing berukuran 12 x5, diperkirakan dapat menampung 48 ekor ternak kambing, jelas kandidat doktor Universitas Sumatera Utara ini.

    Kepala Bapel KKM Umuslim Drs.Syarkawi,M.Ed disela-sela peninjauan lokasi pembuatan kandang peternakan kambing dan Shading net, menjelaskan bahwa program KKM ini merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus diikuti  mahasiswa strata sarjana, jadi kebetulan jadwalnya bertepatan dengan kondisi  masa pandemi covid-19, kita tetap laksanakan untuk memberi peluang kepada mahasiswa agar tidak terkendala dalam menyelesaikan studynya tepat waktu, tetapi tetap dalam koridor kewaspadaan pencegahan wabah tersebut.

    Karena kalau program KKM dilaksanakan seperti biasanya,akan terkendala karena situasi di masa pandemi Covid-19,  mahasiswa tidak bisa ditempatkan dan melakukan pengabdian di desa,  baik dalam kabupaten maupun luar kabupaten.

    Jadi kami berinisiataif merancang program yang bisa membantu dan bermanfaat  serta tidak melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang telah dikeluarkan pemerintah dan badan WHO, ujar Syarkawi didampingi ketua  Badan Penjaminan mutu Umuslim Ir.Zahrul Fuadi,MSi.

    Adapun peserta KKM yang terlibat dalam program ini berjumlah 19 orang terdiri dari  prodi peternakan sebanyak 16 mahasiswa  dan 3 orang prodi agroteknologi, mereka melakukan pengabdian selama satu bulan sejak 15 juni- 15 Juli 2020, ujar Drs.Syarkawi,M.Ed.

    Tambah Drs.Syarkawi,M.Ed lagi bahwa bangunan yang dibangun ini, nantinya akan dapat dipergunakan sebagai tempat praktek dan percobaan mahasiswa Universitas Almuslim secara umum, lokasi ini  akan dijadikan lokasi tempat praktek dan kebun percobaan terpadu, nantinya juga akan dibenahi dan penataan kolam ikan air tawar, jelas Drs.Syarkawi,M.Ed.

    Saat peninjauan dan evaluasi pelaksanaan KKM tersebut turut hadir Rektor universitas almuslim Dr.H.Hambali,SE,MPd. Wakil rektor III Dr.Ir.Saiful Hurri,Msi, Dekan fakultas Pertanian Ir.T.M.Nur,MSi dan sejumlalah dosen.(HUMAS)

  • Mahasiswa KKM gelar aneka lomba

    Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Almuslim Peusangan  Angkatan XVII 2019  yang melaksanakan pengabdiannya di kabupaten Bireuen melakukan berbagai kegiatan.

    Mengakhiri pengabdian  di desa mereka melaksanakan berbagai program yang melibatkan masyarakat desa, seperti reiboisasi di pantai wisata Panggah, kemudian di Kecamatan Peudada mereka juga melaksankan MTQ anak-anak dan berbagai program pendidikan lainnya. Kegiatan yang digelar di kecamatan masing-masing ini berlangsung dari tanggal (11-14/3/2019).

    Seperti dilaporkan koordinator dosen DPL KKM di Kecamatan Peudada Riyadhul Fajri M,Kom bahwa banyak kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa  melibatkan para pelajar dan masyarakat, mereka banyak arahkan program ke bidang Pendidikan seperti MTQ dan berbagai bimbingan pedampingan dan bimbingan anak sekolah lainnya,  jelas Riyadhul Fajri.

    Kegiatan MTQ tingkat anak-anak yang dibuka Sekcam Peudada Maksalmina melibatkan unsur pemuda mendapat dukungan dan bantuan dari masyarakat. Seperti apa yang disampaiakan  keuchik Neubok Naleung kecamatan Peudada Nasruddin  mewakili dari 16 desa lokasi penempatan KKM, menurutnya pihaknya sangat berterimakasih kepada mahasiswa KKM Universitas Almuslim, dengan adanya mahasiswa kkm membuat kegiatan  walau programnya sederhana tapi sangat terbantu masyarakat  dalam memotivasi dan   meningkatkan  mental anak dalam mengikuti pendidikan  di setiap  desa, ungkapnya.(HUMAS).

     

     

     

     

  • Mahasiswa KKM Ke Aceh Tengah ikuti pembekalan

    Mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) yang akan melaksanakan  Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) angkatan XVIII tahap 1 tahun akademik 2018/2019, mengikuti pembekalan berlangsung di AuditoriumAademik Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan, Senin (5-6/8). 

    Pembukalan dibuka secara resmi Rektor Umuslim Dr H Amiruddin Idris, SE., MSi pada kesemnpatan tersebut menyampaikan bahwa KKM merupakan satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, mahasiswa nantinya akan belajar lapangan di tengah kehidupan masyarakat, untuk ituk pihaknya mengharapkan peserta KKM agar dapat mengikuti pembekalan dengan serius.

    Menurutnya H.Amiruddin Idris "Dipilihnya Aceh Tengah lokasi KKM selain strategis, dan pernah sukses beberapa angkatan sebelumnya, juga hampir  40 persen mahasiswa Umuslim berasal dari Aceh Tengah dan Bener Meriah," bahkan murid di Pesantren Terpoadu Almuslim juga bearsal dari anak masyarakat daerah berhawa dingin tersebut, papar H.Amiruddin  Idris 

    Pada kesempatan tersebut  Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi juga mengharapakan keapada peserta agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan menjaga nama baik kampus dan keluarga di tengah masyarakat lokasi pengabdian, papar H.Amiruddin Idris. 

    Sementara Ketua Badan Pelaksana (Bapel)  KKM Umuslim, Drs Syarkawi, MEd, melaporkan jumlah peserta KKM semester pendek ini yang mendaftar dan memenuhi syarat 235 orang, terdiri 81 laki-laki dan 154 perempuan. 

    Adapun rincian peserta  dari Fakultas Pertanian 42 orang, FKIP 65, Fakultas Teknik 13, Fisipol 100, Fakultas Ekonomi 8, Fikom 7 orang, dan lokasi penempatan di tiga kecamatan yaitu  Lut Tawar, Bebesen dan Kebayakan, setiap kecamatan akan dipilih  12 desa penempatan, rinci Drs.Syarkawi,M.Ed.  

    Tambah Syarkawi lagi sistem KKM angkatan ini mahasiswa menginap dilokasi selama 30 hari mulai 7 Agustus s/d 5 September," satu desa ditempatkan 6 sampai 7 mahasiswa berbagai program studi dan 1 dosen PPL, paparnya. Pembukaan pembekalan dihadiri Yayasan,wakil Rektor, para dekan dan dosen Pembimbing Lapngan (DPL).(HUMAS)

     

     

     

  • Mahasiswa NGU Jepang KKM di Bener Meriah

     

    Dua orang mahasiswa dari Nagoya Gakuin University (Jepang) yang sedang kuliah  mengikuti program pertukaran mahasiswa  di Universitas Almuslim Peusangan Bireuen mengikuti program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Kabupaten Bener Meriah.

    Kedua mahasiswa tersebut bernama Ando Kazuma (Laki-laki) dan Horie Mio (Perempuan), mereka akan ditempatkan masing-masing satu di kecamatan Bukit dan satu lagi kecamatan Timang Gajah, kedua mahasiswa dari negeri matahari terbit tersebut  bergabung dengan 191mahasiswa umuslim yang disebar di dua kecamatan dan masing-masing kecamatan 16 kampung.

    Mereka akan ditempatkan di Kecamatan Timang Gajah 96 orang  dalam 16 desa, kemudian 95 mahasiswa lainnya ke Kecamatan Bukit juga  16 desa.
    Penyerahan mahasiswa KKM umuslim tersebut diserahkan Wakil Rektor  umuslim Dr.H.Hambali,SE.,MPd kepada pemerintah daerah kabupaten Bener Meriah diterima langsung Bupati  Tgk H.Sarkawi, beretempat di halaman Kantor Bupati,Rabu (29/1/2020) sore.

    Menurut Kepala Badan Pelaksana (Bapel) KKM Drs Syarkawi M.Ed seperti disampaikan wakil rektor umuslim, jumlah mahasiswa yang kkm sebanyak 191 mahasiswa terdiri dari 125 perempuan dan 66 laki-laki, dua diantaranya adalah mahasiswa Jepang yang sedang kuliah di Umuslim.

    Dalam arahannya Bupati Bener Meriah  mengharapkan, para mahasiswa kkm umuslim agar bisa menjadi duta Kabupaten Bener Meriah dalam  mempromosikan kopi Gayo, dan objek wisata yang ada di Kabupaten Bener Meriah, apalagi ada yang dari Jepang, silakan nikmati alam Bener Meriah yang indah dan penuh kedamaian, jelas Abuya Sarkawi.

    Masyarakat Bener Meriah sangat terbuka dan senang menjadi lokasi KKM mahasiswa umuslim, apalagi Universitas almuslim (Umuslim) merupakan salah satu universitas swasta terbesar dan terbaik di aceh, papar Bupati yang sering berpenampilan memakai kain sarung ini.

    Banyak objek wisata dan pengolahan kopi silakan nikmati sepuasnya, serta sekarang juga lagi ada  perlombaan pacuan kuda, silakan nonton ajak  Abuya Sarkawi.

    Bupati juga memastikan, mahasiswa yang terjun ke masyarakat akan dibantu oleh Reje kampung, Camat, Forkopimcam, Kapolsek, Danramil, jadi silakan lakukan pengabdian di Bener Meriah untuk mengaplikasikan berbagai ilmu dan melatih kehidupan sosial bermasyarakat.

    Sebelumnya, Wakil rektor I Universitas Almuslim Dr.H.Hambali, SE, MPd, menjelaskan bahwa Kabupaten Bener Meriah menjadi pilihan lokasi KKM umuslim, karena hubungan baik yang sudah terjalin selama ini.

    Begitu juga sambutan masyarakatnya juga cukup baik dan sangat nendukung program yang kami laksanakan, jadi sangat terbantu program pengabdian mahasiswa ini, jelas H.Hambali.

    Hal ini juga terlihat saat penjemputan mahasiswa oleh Reje di kantor camat untuk dibawa ke kampung lokasi penempatan, terlihat Reje sangat senang dan bahagia, ada Reje saat menjemput mahasiswa datang bersama dengan isteri dan anaknya, sungguh pemandangan persauadraan yang luar biasa bagi masyarakat Bener Meriah dalam menyambut mahasiswa KKM.

    Mahasiswa berada di kampung selama satu bualn penuh dan mereka akan dibimbing oleh 8 orang dosen pembimbing, setiap dosen Pembimbing Lapangan (DPL) akan mensupervisi empat desa.(HUMAS)

  • Mahasiswa PGSD Umuslim Bina Desa Kuta Barat, ini dia programnya

     

    Umuslim-Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Himagusda) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Almuslim sedang melaksanakan kegiatan Program Hibah Bina Desa (PHBD) Tahun 2019, kegiatan PHBD yang didanai Dirjen Belmawa Kemenristekdikti, merupakan kegiatan  rutin dilaksakan setiap tahunnya oleh Kemenristekdikti.

    Untuk mendapatkan hibah ini Himagusda harus bersaing dengan 3000 kelompok dari seluruh PT di indonesia. Setelah melewati tiga Tahapan baru ditetapkan sebagai pelaksana kegiatan bersama 90 kelompok terpilih. 

    Pada kegiatan PHBD yang sedang dilaksanakan ini kelompok yang berasal dari PGSD FKIP Umuslimn dibawah bimbingan Ketua Prodi langsung yaitu Fachrurazi, M.Pd sedang ini melatih pemuda/i desa Kuta Barat Kecamatan Makmur Kabupaten Bireuen untuk mengolah barang bekas untuk menjadi Alat Peraga Pendidikan (APP) untuk tingkat PAUD, SD, dan SMP.

    Kegiatan ini sangat didukung  Kepala desa Kuta Barat Sabri Muhammad, menurutnya kegiatan ini sangat positif bagi pemuda/i desa Kuta Barat. Kita sangat bersyukur dengan ide yang sangat kreatif dari mahasiswa PGSD FKIP Umuslim ini. Kegiatan PHBD ini akan akan berlangsung sampai bulan November Tahun 2019 ini. 

    Dari kegiatan PHBD ini diharapakan nantinya akan menghasilkan APP dan panduan penggunaannya yang bernilai jual. Dengan kegiatan ini juga diharapkan pemuda/i desa kuta barat dapat menjadikan kegiatan ini menjadi peluang terciptanya kegiatan ekonomi kreatif di desa tersebut. 

    Hal ini karena  Alat Peraga Pendidikan (APP) yang dihasilkan unik dan harga sangat terjangkau, bahan baku juga mudah didapat, hasil yang dibuat dari barang bekas ini mempunyai pangsa pasar dan sangat diminati oleh pengguna seperti lembaga PAUD dan SD.(HUMAS)

  • Mahasiswa sosilisasi dampak peptisida kimia

     

    Sejumlah mahasiswa dan dosen dari prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Peusangan melakukan sosialisasi dampak penggunaan peptisida kimia terhadap lingkungan  kepada masyarakat di desa Kubu kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Sabtu (7/12/2019).

    Menurut ketua prodi Agribisnis Fakultas pertanian Umuslim Elfiana, SP.,M.Si, kegiatan pengabdian yang dilakukan sejumlah mahasiswa dan dosen sebagai tuntutan peksanakan tri darma perguruan tinggi, yang bertujuan memberi pemahaman kepada masyarakat untuk mengetahui bahwa penggunaan pestisida kimia secara berlebihan dapat merusak lingkungan terutama unsur hara yang ada di dalam tanah.

    Kegiatan yang diikuti sebanyak 23 orang masayarakat petani ini juga sebagai ajang bagi mahasiswa guna melatih kemampuannya untuk berani tampil di depan masyarakat dalam hal program penyuluhan , ujar Elfiana. (HUMAS)

  • Mahasiswa Umuslim Ikut Asean Youth Assembly (AYA) di Surabaya

     

     Peusangan-Muhammad Achdan Tharis, mahasiswa Program Studi  Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Almuslim (FISIP Umuslim) terpilih mengikuti pertemuan Asean youth Assembly (AYA) 2019 di Surabaya.

    Asean Youth Assembly adalah sebuah wadah tempat berkumpulnya pemuda-pemuda Asean yang dilaksanakan oleh AMSA (Asean Muslim Student Association). Program yang  bertemakan “Creating the Virtuos Asean with Youth’s Wisdom”, dilaksanakan di Surabaya tepatnya di Greensa Inn Sunan Ampel Sidoarjo, 26-29 April 2019. 

    Asean Youth Assembly merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh AMSA. Acara ini dilakukan dengan tujuan untuk menerima ide-ide serta aspirasi dari pemuda Asean di era millenial, juga membentuk pemuda Asean yang berbudi pekerti luhur untuk lebih sadar akan isu yang terjadidi Asean, memiliki sifat kepemimpinan dan pembuat keputusan yang baik, serta mampu untuk berpikir kritis dalam membuat regulasi yang bertujuan nantinya dapat digunakan dalam menyelesaikan masalah yang sedang terjadi, khususnya di negara Asean. Sesuai dengan amanah presiden AMSA, ide-ide dan regulasi yang dibuat oleh pemuda Asean nantinya akan diajukan kepada organisasi pemerintah dan non-pemerintah seperti kemenlu, kemenpora, serta LSM hingga akhirnya diterima dan direvisi oleh Asean sendiri.

    Kegiatan yang dihadiri oleh 50 peserta dari mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi  yang tergabung dalam  Negara ASEAN seperti  Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam berlangsung penuh nuansa persahabatan.

    Menurut laporan Muhammad Achdan Tharis,  acara diawali dengan kegiatan seminar dalam bidang lingkungan, pendidikan, ekonomi, politik, kepemimpinan, Public Speaking, dan beberapa isu global lainnya. seminar ini  disampaikan oleh beberapa narasumber utama dari berbagai organisasi baik pemerintah maupun non-pemerintah, seperti WWF, Kementrian LuarNegeri (Kemenlu), Kementrian Pemudadan Olahraga (Kemenpora) dan beberapa aktivis lainnya yang berasal dari berbagai negara  di ASEAN. 

    Dengan seminar ini dimaksudkan untuk membekali pemuda-pemuda ASEAN khususnya yang menjadi delegasi acara ini untuk lebih sadar akan masalah atau isu yang terjadi di Asean serta lebih kritis dalam mengambil keputusan dan melakukan advokasi regulasi nantinya di negara masing-masing.

     Dalam pertemuan tersebut juga diisi dengan kegiatan diskusi antar delegasi, yang telah dilakukan  pembagian divisi diskusi oleh Presiden AMSA dalam 5 kelompok divisi. Kelima kelompok ini disesuaikan dengan tujuan Asean Chapter, yaitu Welfare (Kesejahteraan), Economy (Ekonomi), Education (Pendidikan), Security (Keamanan), dan Dakwah dengan isu Humanity (Kemanusiaan). 

    Achdan Tharis yang merupakan  mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Almuslim,  merasa sangat beruntung, karena  untuk mengikuti kegiatan ini tidaklah mudah karena harus mengikuti seleksi yang dilakukan oleh panitia penyelenggara. “Saya beruntung dapat terpilih menjadi salah satu delegasi Indonesia di Event Internasional ini,” ungkap  Achdan terharu. 

    “Saya sangat senang dan bahagia bisa terpilih mengikuti program ini, karena saya banyak mendapatkan pengalaman dan bisa bertemu dengan banyak tokoh baik nasional maupun asean,semoga apa yang saya dapatkan bisa saya implementasikan bagi orang banyak, khususnya di Aceh,” ungkap Achdan

    Hari terakhir pertemuan  para delegasi yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dalam negara Asean dibawa mengunjungi berbagai museum dan beberapa tempat wisata dan bersejarah di seputaran kota Surabaya.(HUMAS)

     

     

     

  • Mahasiswa umuslim ikut pelatihan di Denpasar

     

    Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) universitas almuslim kembali  lolos untuk  mengikuti pelatihan pembuatan gerak animasi 3 dimensi  di  Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar Bali  mulai tanggal 21  Januari – 17 Februari 2020.

    Menurut informasi dosen pengasuh mata kuliah animasi Fikom Umuslim T.Rafli Abdillah,MS.n, ini merupakan angkatan ketiga universitas almuslim meloloskan mahasiswanya mengikuti program pelatihan di Pulau dewata Bali.

    Mereka yang lolos  tiket pesawat ke Bali (PP), akomodasi dan konsumsi selama pelatihan di pulau wisata terkenal didunia  tersebut  ditanggung Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar Bali, jelas T.Rafli Abdillah.

    Pelatihan khusus animasi di Indonesia setiap tahun diadakan Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar Bali."Angkatan ini kita mengirimkan dua orang, sedangkan  tahun lalu lima orang dengan materi yang berbeda,sudah tiga tahun ini umuslim mengirimkan mahasiswanya mengikuti pelatihan tersebut", jelas T.Rafli Abdillah.

    Balai Diklat Industri (BDI)  adalah merupakan lembaga dibawah binaan Kementerian Industri dengan spesialisasi animasi, kerajinan dan barang seni, program pelaksanaan diklat berbasis spesialisasi dan kompetensi sesuai SKKNI serta Uji kompetensi dan sertifikasi.

    Mahasiswa umuslim sebelumnya  tahun 2019  juga telah mengikuti pelatihan bidang Pencitraan Cahaya dan Gambar Digital 3 Dimensi dan mereka telah mendapatkan sertifikat BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

    Tambah T.  Rafli Abdillah lagi peserta pelatihan berasal dari berbagai daerah  seluruh Indonesia, untuk menjadi peserta harus lolos seleksi , semua biaya di tangung pemerintah.

    Pelatihan ini diadakan setiap tahun dengan kompetensi yang beragam khususnya yang berhubungan dengan animasi dan  Industri Kreatif, jelasnya

    Tujuan pelatihan  ini untuk membekali pengetahuan peserta dalam  upaya meminimalisir kesenjangan antara lulusan akademik dengan kebutuhan dunia industri.

    Peserta  di uji kompetensi  yang dilakukan oleh LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) nasional,  yang lulus  mendapatkan dua sertifikat, sertifikat pelatihan dan sertifikasi profesi  BNSP,  jelas T.Rafli Abdillah salah seorang instruktur animasi bersertifikat nasional.

    Adapun mahasiswa yang lolos angkatan ini dan ban berhak mengikuti pelatihan ini adalah Muhammad Ichsan dan  Alvin khairi, keduanya dinyatakan lolos setelah mengikuti serangkaian ujian tes.(HUMAS)