Universitas Almuslim - Universitas Almuslim

  • Senam sehat di kampus Umuslim

     Peusangan-Pagi itu Jumat ( 22/2/2019), rembulan sisa malam  itu tidak meninggalkan sedikitpun sisa cahaya malam, yang ada hanya warna langit yang masih terasa kelabu dan udara embun dingin  sisa ekses hujan lebat yang terjadi di malam jumat.

    Mentari pagi di hari jumat tersebut muncul penuh dengan membawa nuansa kecerahan, udara masih  belum begitu panas, hanya berada pada tataran sisa dingin embun malam,  pelan tapi pasti sesuai perputaran pada koridornya, pencahayaan siang itu sedikit demi sedikit terus mulai mengeluarkan juluran lidahnya dari peraduan  untuk menunaikan tugas sucinya,   hadir  menyinari setiap relung bumi yang mulai berdenyut.

    Sesuai jadwal dan undangan para civitas akademika Universitas Almuslim terdiri dari Rektor, wakil rektor, dosen mahasiswa dan karyawan juga turut perwakilan Kemenkes RI, Dinkes Bireuen dan staf puskesmas Peusangan terus melangkah membentuk barisan demi barisan untuk melakukan  senam sehat di pagi Jumat.

    Dengan balutan pakaian olahraga satu persatu peserta  dengan pelan tapi pasti mulai melangkah ke halaman depan gedung Ampon Chiek Peusangan kampus Universitas Almuslim Peusangan Kabupaten Bireuen.

    Agenda kehadirannya untuk melakukan  olahraga senam sehat yang difasilitasi Direktorat Pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular Kementerian kesehatan RI.

    Acara olahraga  pagi di kampus Universitas Almuslim tersebut  menampilkan beberapa senam sehat untuk pernapasan dan senam kesehatan lainnya, gerakan senam yang diselingi gerakan senam Aerobic dan poco-poco telah menambah hangatnya gerakan menjaga kesehatan dilingkungan kampus.

    Dengan adanya olahraga rutin  nantinya  akan  tumbuh suburnnya bunga-bunga persahabatan yang memancarkan semerbak wewangian semangat kekeluargaan di kalangan civitas akademika Universitas Almuslim.

    Senam sehat beraroma Aerobic yang dipandu Instruktur senam Santi salah seorang tenaga medis Dinkes Bireuen ini telah melenyapkan kemalasan berolahraga, bahkan gerakan senam tersebut telah membakar semangat peserta untuk terus mengintip setiap gerakan dan goyangan kepala serta lenturan tangan  yang diperagakan instruktur.

    Diiringi dengan beberapa aransemen musik seperti poco-poco, musik putar  kiri dan kanan juga tak ketinggalan musik lagu Kemesraan karya Iwan Fals, dengan arahan instruktur  bertubuh atletis yang berdiri di barisan paling depan telah menambah semangat dan hangatnya suasana ber olahraga di pagi Jumat yang dingin itu.

    Satu persatu peserta yang telah berhadir di kampus Ampon Chiek Peusangan Universitas Almuslim seakan ikut menyatu  dengan berbagai gerakan yang dilakukan peserta sehingga mereka semuanya mengikuti setiap tarikan nafas, lenturan gerakan tubuh pemandu yang diringi alunan musik yang penuh semangat dan  nuansa kegembiraan.

    Tak terasa tetesan demi tetesan keringat yang keluar dari pori-pori terus mengalir membasahi setiap jengkal tubuh peserta, diselinggi  cekikan ketawa kecil sambil menahan geli akibat kesalahan gerakan dan juga dengaran suara teriakan yel..yel terus menggema mengikuti arahan sang pemandu.

    Begitu juga dengan bunyi  perut kosong yang terus berdendang mengikuti irama musik di pagi Jumat tersebut, kaki dan tangan mulai kepegalan, nafas yang terengah-engah, tetapi itu bukan satu halangan bagi peserta untuk terus melakukan berbagai gerakan olahraga sehat tersebut,   dengan resep  sedikit lirikan ke kiri kanan dan sunggingan  senyum senang kepada teman, sehingga berbagai kekurangan, kecapekan dan tantangan tersebut terus menghilang seirama dengan gerakan dan alunan musik yang terus berputar mengikuti setiap arahan instruktur.

    Setiap peserta terus menghela nafas yang semakin memendek, guna untuk dapat mengikuti kesamaan irama musik dan gerakan pemandu yang begitu agresif dan kencang dalam melenturkan tubuhnya untuk mencapai keseimbangan pernafasan.

    Senam sehat di pagi jumat di kampus universitas almuslim tersebut  telah menyemaikan  semangat gerakan menjaga kesehatan dan menumbuhkan  semangat untuk mempererat ikatan kekeluargaan dan kebersamaan antara pimpinan, dosen, karyawan dan mahasiswa.

    Walaupun dengan engahan nafas pendek tetapi hanya dengan senyuman dan lirikan kiri kanan semangat peserta terus bertambah sehingga mampu mengikuti setiap arahan instruktur, peserta sedikitpun tidak menunjukan kerut wajah lelah. Yang ada wajah gembira dengan aura senang penuh kecerian dan kebersamaan, hal ini tergambar usai olahraga tersebut peserta larut dalam suasana foto bareng dan selfi bersama yang penuh canda ria.

    Acara diakhiri dengan sosialisasi hidup sehat yang berlangsung di Auditorium Academik Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan  disampaikan  Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan RI dan pemeriksaan kesehatan gratis  yang di fasilitasi Dinkes Bireuen dan puskesmas Peusangan bekerja sama dengan Diploma III Kebidanan Universitas Almuslim.(HUMAS)

     

  • Seperti Menemukan Negeri Sendiri di Negeri Orang

    Oleh BILLAL FARANOV, Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional (HI) Fisip Universitas Almuslim Peusangan, Bireuen, sedang ikut pertukaran mahasiswa di Nagoya Gakuin University Jepang,  melaporkan dari Jepang

    JEPANG dikenal sebagai salah satu negara dengan kualitas pendidikan terbaik di dunia. Sistem pendidikannya yang berbasis teknologi menjadikan Jepang sebagai salah satu negara tujuan yang difavoritkan pelajar Indonesia. Berdasarkan survei Japan Student Services Organization (Jasso) tahun 2017, terhitung 4.630 pelajar Indonesia yang studi di Jepang. Rinciannya, 3.670 pelajar di institusi pendidikan tinggi dan sejenisnya, 960 orang lagi di institusi pendidikan bahasa Jepang.

    Indonesia berada pada peringkat keenam sebagai penyumbang pelajar ke Jepang di bawah Tiongkok, Vietnam, Nepal, Korea Selatan, dan Taiwan. Saya dan rekan saya, Alfurqan Ismail, dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) tahun ini (2018) terpilih mewakili Universitas Almuslim sekaligus Indonesia pada program pertukaran mahasiswa ke Nagoya Gakuin University (NGU). Saya bisa menuntut ilmu di Jepang karena mengikuti program pertukaran mahasiswa, sebagai wujud implementasi dari hasil penandatanganan kerja sama (MoU) antara Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen-Aceh dengan NGU Jepang.

  • Seribuan Guru ikuti seminar pendidikan

    Peusangan-Seribuan guru dari berbagai tingkatan mengikuti seminar Pendidikan yang digelar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (Fkip) Universitas Almuslim Peusangan bertempat di Auditorium Academik Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan Kampus umuslim, Sabtu (30/3)

    Seminar yang dimoderatori Silvi Listia Dewi (Dosen tetap Umuslim) mengusung tema “ Guru Hebat di Era Revolusi Industri 4.0” dibuka secara resmi  Rektor Universitas Almuslim Dr.H.Amiruddin Idris, SE.,MSi , pada kesempatan tersebut  memberikan apresiasi  atas kehadiran sejumlah guru dari berbagai daerah untuk mengikuti seminar, semoga seminar ini ada faedah dan manfaat bagi guru, ujar H.Amiruddin Idris.

    Tambah Amiruddin Idris lagi, bahwa awal karir dirinya juga dimulai dari seorang guru, jadi dunia guru baginya tidak asing lagi,  semua hal yang berkaitan  dengan masalah  guru pernah  saya  alami dan ikuti, ungkap mantan guru SMA dan SMK Peusangan ini.

    Seminar menghadirkan Prof.Dr.DJufri, MSi (Dekan Fkip Unsyiah) dengan materi  Guru hebat di Era Revolusi Industri 4.0, sedangkan  Kepala Dinas Pendidikan Aceh Syaridin, Spd.,M.Pd menyampaikan materi tentang “ Kebijakan pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0”

     Prof.Dr.DJufri, MSi, dalam materinya menegaskan bahwa mutu guru adalah salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan , generasi unggul akan dihasilkan oleh pendidikan dan guru yang unggul, seorang guru harus memiliki beberapa kompetensi antara lain kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional dengan kualifikasi akademik minimal S1, jelas suami Suji Hartini, MPd.

    Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Syaridin,SPd,.MPd menyampaiakan arah kebijakan pendidikan Aceh, menurutnya fokus utama pihaknya sekarang adalah pemenuhan jumlah guru PNS untuk semua mata pelajaran di SMA dan SMK, kemudian  pemerataan  jumlah guru pada semua satuan pendidikan sampai ke pelosok desa.

    Sekolah dipelosok harus juga diasuh oleh guru-guru yang berkualitas, jadi guru tidak lagi tertumpuk di sekolah kota saja tetapi harus bersedia ditugaskan sampai ke pelosok, ini merupakan tugas berat pemerintah aceh  ujar putra kelahiran  Jangka yang pernah bertugas di Sabang.

    “ Kita akan evaluasi semua guru baik PNS maupun guru  kontrak pemerintah Aceh, mereka harus siap ditugaskan pada sekolah dan daerah yang kekurangan guru, jelas mantan kadis pendidikan kotamadya Banda Aceh.

    Seminar   diikuti  guru dari berbagai tingkatan dari Bireuen dan beberapa daerah tetangga kabupaten Bireuen  di akhiri dengan penyerahan cendera mata dan buku berjudul “ Bireuen merupakan segitiga emasnya ekonomi Aceh” karya H.Amiruddin Idris kepada  pemateri.(HUMAS)

     

     

     

     

     

  • SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe ikut tes toefl di Umuslim

    Peusangan-Sebanyak 75 siswa SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe mengikuti test Toefl secara gratis di laboratorium bahasa universitas almuslim (Umuslim) Peusangan, Rabu (30/1).

    Para siswa yang datang dari kota Lhokseumawe didampingi  guru pembimbing Ihsan Umraity, Spd, sebelum mengikuti toefl juga sempat melihat suasana kampus umuslim kemudian mengikuti test toefl di laboratorium bahasa universitas almuslim yang berlokasi di kampus timur.

    Menurut ka prodi bahasa inggris Fkip umuslim Dr .Silvi Listia Dewi, M.Pd program tes toefl ini merupakan salah satu perwujudan dari MoU prodi bahasa Inggris Fkip umuslim dengan SMA Sukma Bangsa.

    Kita dengan berbagai fasilitas yang ada akan terus melakukan berbagai program untuk mengimplementasikan beberapa hal sesuai MoU yang telah di sepakati, ujar lulusan S3 bahasa inggris di salah satu universitas di Malang ini.

     

    Para siswa SMA saat mengikuti Tes Toefl selain guru pendamping juga didampinggi ka prodi bahasa Inggris Dr .Silvi Listia Dewi, M.Pd, kepala Laboratorium bahasa Saifuddin A Haitamy,M.Pd dan Misnar, MA salah seorang dosen umuslim yang pernah mendapat training di Jepang.(HUMAS)

  • SMP IT Azkia Bireuen kunjungi lab MIPA Umuslim

    Peusangan-Sebanyak 50 siswa SMP IT Azkia Bireuen melakukan kunjungan edukatif ke laboratorium MIPA Universitas Almuslim (Umuslim) yang berlokasi di kampus  Umuslim Matangglumpang Dua Kecamatan Peusangan, Senin(1/4).

    Kedatangan  siswa-siswi SMP IT Azkia ke Umuslim  di dampinggi guru mata pelajaran IPA Saida Putri Meutia. Spd dan diterima langsung  kepala  UPT Laboratorium MIPA Umuslim drh.Yusrizal Akmal. MSi. 

    Menurut  Yusrizal Akmal tujuan kunjungan siswa dari SMP IT Azkia Bireuen ke labaratorium MIPA Umuslim ini untuk memperdalam beberapa  materi tentang sel, pengenalan mikroskop beserta alat laboratorium lainya melalui praktikum. Dalam pertemuan tersebut Yusrizal Akmal turut didampinggi teknisi laboratorium  Fatma Zuhra M.Pd dan Elsa Yerita Marhami asisten dari prodi pendidikan Biologi Universitas Almuslim.

    Menurut kepala  UPT Laboratorium MIPA Umuslim drh.Yusrizal Akmal. MSi.bahwa pihaknya sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin berkunjung dan belajar di laboratorium, beberapa waktu lalu pihaknya juga telah menerima kunjungan beberapa sekolah tingkat SLTA yang ada di Kabupaten Bireuen dan Lhokseumawe, Jelas Yusrizal Akmal.(HUMAS)

     

     

  • Sofyan DJalil semangati mahasiswa Umuslim

    Peusangan-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional RI Dr.Sofyan A.Djalil SH.,M.A.,M.ALD menyampaikan kuliah umum di Universitas Almuslim peusangan , acara berlangsung di Auditorium Academik Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan kampus Umuslim Matangglumpang dua.Kamis (14/03/2019).

    Kuliah umum yang disampaikan  Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional RI tersebut bertemakan  kesiapan Indonesia menghadapi revolusi industri 4.0.  Dalam pemaparan putra kelahiran Aceh Timur ini lebih banyak menyemangati dan memberikan motivasi kepada mahasiswa  dan perkembangan dunia IT sekarang.

    Menurut Sofyan DJalil   Revolusi Industri 4.0 harus dihadapi dengan berbagai persiapan , untuk menghadapi perkembangan tersebut diperlukan semangat optimis, pantang menyerah, berpikir positif, gembira, sabar,mau belajar, kontrol diri dan spritual.

    Dewasa  ini dengan perkembangan teknologi banyak berita Hoaks yang menyebar begitu  gencar, jadi mahasiswa harus pandai memanfatkan fungsi otak untuk  menangkal dan menghindari berita hoak (bohong) tersebut,jelas Sofyan Jalil. 

    Pada kesempatan tersebut Sofyan Jalil juga mengajak mahasiswa untuk mengubah midset , menurutnya, orang sukses  bukan hanya berasal dari keluarga hebat, tetapi orang biasa saja juga bisa sukses, Siapapun bisa jadi sukses yang penting ada kemauan,ungkap Sofyan DJalil.

    Kepada adik-adik mahasiswa agar tidak berkecil hati   kuliah di kampung karena orang belajar  di kampung juga bisa sukses,  maka mahasiswa atau siapa saja diminta tidak minder, banyak kampus ternama di Amerika Serikat lokasinya daerah kampung. 

    Mahasiswa harus berpikir untuk menjadi besar. “Bila ada kemauan, pastik ada jalan,” ungkap  Sofyan DJalil  dihadapan ratusan mahasiswa dan tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

    Rektor Umuslim Dr Amiruddin Idris, SE MSi, pada kesempatan tersebut mengulas sejarah keberadaan Yayasan Almuslim Peusangan dan juga menyampaikan keberadaan kampus Umuslim yang posisinya di kampung jauh dari akses pemerintahan, kampus ini memiliki 7 Fakultas dan 26 Program Studi (Prodi) dan ber akreditasi Institusi dengan nilai  B, dan baru saja dinobatkan oleh LLDIKTI XIII Aceh sebagai Perguruan Tinggi Terbaik katagori Universitas papar H.Amiruddin Idris.

    Acara diakhiri dengan penyerahan  sertifikat tanah oleh menteri kepada  Universitas Almuslim dan Yayasan Almuslim Peusangan yang diterima masing-masing Rektor Umuslim,Ketua Pembina dan ketua Yayasan Almuslim Peusangan.(HUMAS)

     

  • Sofyan Jalil semangati mahasiswa Umuslim

     

    Peusangan-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional RI Dr.Sofyan A.Djalil SH.,M.A.,M.ALD menyampaikan kuliah umum di Universitas almuslim peusangan , acara berlangsung di Auditorium Academik Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan kampus Umuslim Matangglumpang dua.Kamis (14/03/2019).

    Kuliah umum yang disampaikan  Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional RI tersebut bertemakan  kesiapan Indonesia menghadapi revolusi industri 4.0. Dalam pemaparan putra kelahiran Aceh Timur ini lebih banyak menyemangati dan memberikan motivasi kepada mahasiswa  dan perkembangan dunia IT sekarang.

    Menurut Sofyan Jalil   Revolusi Industri 4.0 harus dihadapi dengan berbagai persiapan , untuk menghadapi perkembangan tersebut diperlukan semangat optimis, pantang menyerah, berpikir positif, gembira, sabar,mau belajar, kontrol diri dan spritual. Dewasa  ini dengan perkembangan teknologi banyak berita Hoaks yang menyebar begitu  gencar, jadi mahasiswa harus pandai memanfatkan fungsi otak untuk  menangkal dan menghindari berita hoak (bohong) tersebut,jelas Sofyan Jalil. 

    Pada kesempatan tersebut Sofyan Jalil juga mengajak mahasiswa untuk mengubah midset , menurutnya, orang sukses  bukan hanya berasal dari keluarga hebat, tetapi orang biasa saja juga bisa sukses, Siapapun bisa jadi sukses yang penting ada kemauan,ungkap Sofyan Jalil.

    Kepada adik-adik mahasiswa agar tidak berkecil hati   kuliah di kampung karena orang belajar  di kampung juga bisa sukses,  maka mahasiswa atau siapa saja diminta tidak minder, banyak kampus ternama di Amerika Serikat lokasinya daerah kampung.

    Mahasiswa harus berpikir untuk menjadi besar. “Bila ada kemauan, pastik ada jalan,” ungkap  Sofyan Jalil  dihadapan ratusan mahasiswa dan tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

    Rektor Umuslim Dr Amiruddin Idris, SE MSi, pada kesempatan tersebut mengulas sejarah keberadaan Almuslim Peusangan dan juga menyampaikan keberadaan kampus Umuslim yang posisinya di kampung jauh dari akses pemerintahan, kampus ini memiliki 7 Fakultas dan 26 Program Studi (Prodi) dan terakreditasi Institusi dengan nilai  B, papar H.Amiruddin Idris.

    Acara di akhiri dengan penyerahan  sertifikat tanah oleh menteri kepada  univerrsitas almuslim dan Yayasan almuslim Peusangan yang diterima masing-masing Rektor Umuslim,Ketua Pembina dan ketua Yayasan Almuslim peusangan(HUMAS)

     

  • Sosialisasi Empat Pilar Oleh Drs. H. Anwar Idris

    Bireuen - Kamis (25/2)Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indoneisa (MPR RI) bekerjasama dengan Universitas Almuslim Peusangan menyelenggarakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) di Universitas Almuslim, Bireuen, Kamis 25 Februari 2016.

    Sosialisasi yang diikuti oleh 200 orang peserta yang terdiri dari kalangan dosen dan mahasiswa yang memenuhi gedung Aula M.A Jangka Universitas Almuslim dengan tujuan untuk terus menjaga kekokohan pilar kebangsaaan.dalam kesempatan ini Drs. H. Anwar Idris menyatakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI adalah acara resmi kenegaraan. Dasar hukumnya adalah UU No 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Dalam UU itu, MPR bertugas mensosialisasikan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

    Dalam paparan materi beliau menyampaikan bahwa supaya generasi muda patuh pada UUD 1945 untuk menjaga keutuhan NKRI dengan kebhinekaannya dalam payung Pancasila. “Penting adanya roh kebangsaan. Bila ada roh maka akan ada kebangkitan, Bila ada kebangkitan maka akan ada kehidupan,” lanjut wakil rakyat asal aceh ini.

  • Tiga Guru Besar dan satu kadis bahas Peternakan Era 4.0

    Peusangan-Tiga  orang Guru Besar  dari tiga Universitas  Negeri di Indonesia dan satu kepala dinas membahas tentang peternakan masa depan di era revolusi Industri 4.0. Kegiatan pertemuan pakar peternakan tersebut berlangsung  pada seminar nasional yang digelar prodi peternakan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, bertempat di Auditorium Academik Center (AAC)  Ampoen Chiek Peusangan Universitas Almuslim, Senin (8/4/2019).

    Seminar tingkat nasional dengan  tema “Peningkatan mutu pendidikan dan pembangunan peternakan berkelanjutan berbasis sumberdaya lokal di era revolusi industri 4.0” dibuka secara resmi Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi. Pada pidato pembukaan Rektor Umuslim   Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi menyampaiakan, bahwa bidang peternakan di era revolusi industri 4.0 mempunyai peluang besar untuk berkembang dan maju, bagi mahasiswa agar dapat memanfaatkan peluang ini, jangan terus memimpikan jadi PNS, karena  peluangnya sangat kecil, sekarang rubahlah pemikiran jangan lagi PNS oriented, kalau mau lakukan enterpreneurship bidang peternakan secara profesional, karena  masih terbentang luas bagi lulusan peternakan dan sangat menjanjikan, ungkap H.Amiruddin Idris,SE.,MSi.

    Adapaun  pakar yang jadi pemateri  dalam seminar tersebut   Prof. Dr.Sc.Agr.Ir Suyadi, MS, IPU dari Universitas Brawijaya,Malang, Alumni University Halle Jerman ini menyampaiakan bahwa  Peternakan di Revolusi Industri 4.0 melalui IoT (Internet of Think),  karena konsumen menyukai sistem e-commerce sehingga industri peternakan dapat tumbuh berkembang,maka diperlukan  keterlibatan pemerintah, masyarakat, pelaku industri dan akademisi agar peternakan di era revolusi industri 4.0 dapat maju, jelas Ketua Program Doktor Ilmu Ternak  Universitas Brawijaya Malang.

    Pemateri kedua,Prof. Dr. Ir. Jahmes Hellyward, MS, IPU (Universitas Andalas Padang), menurut mantan kadis parawisata dan kebudayaan Provinsi Sumatera Barat  bahwa Revolusi Industri 4.0 dapat meningkatkan kesejahteraan peternak melalui komoditas unggulan lokal melalui kurikulum kompetensi dari akademik, papar penggagas  Tour de Singkarak bertaraf Internasional ini.

    Selanjutnya juga hadir pakar Peternakan dari Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Samadi,  M.Sc, pakar bidang keahlian ilmu nutrisi ternak,  menyampaiakan bahwa  petani cerdas  merupakan petani yang mampu meningkat produktivitas peternakan melalui sistem manajemen ICT yang terpadu sehingga Feed,Food dan Well dapat terwujud, Jelas pria kelahiran Manggeng Aceh Selatan.

    Sedangkan Kepala Dinas  Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Aceh diwakili Sekretaris Dinas Farhan, S. Pt., M.P, menjelaskan program dinas peternakan Aceh, menurutnya sekarang Pemerintah Aceh  sudah melakukan Revolusi Industri 4.0 yaitu dengan program ACEH SIAT ( Aceh Sistem Informasi Aceh Terpadu) untuk Peternakan di seluruh Aceh melalui program uggulan dari Hulu ke hilir, serta berbasis kawasan, jelasnya.

    Menurut ketua panitia seminar Dr. Sitti Zubaidah, S.Pt, S.Ag, MM    dengan seminar nasional ini diharapkan  dapat menghasilkan berbagai solusi untuk menjawab berbagai hal terkait perkembangan bidang peternakan, sehingga para pemangku kepentingan  memiliki daya saing tinggi dan mampu beradaptasi terhadap kebutuhan peternakan berkelanjutan di Era Revolusi Industri 4.0, ungkap mantan pekerja NGO FAO-UN ini.

    Seminar  diikuti ratusan  peserta terdiri dari pegawai pemerintah,  mahasiswa, guru, dosen, siswa masyarakat peternak dan umum dan turut dihadiri para Wakil Rektor dan Dekan dalam lingkup Universitas Almuslim. (HUMAS)

     

     

  • Tim debat Universitas Almuslim lolos ke tingkat nasional

    Peusangan-Tim debat Bahasa Inggris mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) berhasil lolos ke tingkat nasional setelah meraih juara dua pada Lomba National University Debating Championship (NUDC) Tingkat Wilayah AcehTahun 2019 yang digelar LLDikti XIII Aceh  di  Banda Aceh, Senin s/d Rabu, ( 8-10/4/2019). 

    Menurut panitia NUDC 2019, Drs. M. Najib, M. Pd, NUDC merupakan lomba debat  Bahasa Inggris tingkat Provinsi yang diselenggarakan oleh LLDIKTI  diikuti  Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), peraih nilai maksimal  lomba tingkat Provinsi akan mewakili Aceh ke event yang sama di tingkat nasional, Jelas M.Najib.

    Tambah M.Najib  tujuan lomba ini agar mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan bahasa Inggris, serta  meningkatkan motivasi mahasiswa untuk menjadikan kampus yang lebih bermartabat, kedepan pihaknya merencanakan selain event Bahasa Inggris juga bidang  Bahasa Indonesia.

    Ketua dewan juri NUDC LLDikti XIII Aceh  Rachmad Nurcahyo saat penutupan menyampaikan, dengan debat ini dapat  meningkatkan daya saing mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi melalui debat ilmiah, otomatis juga meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris lisan dan menciptakan kompetisi yang sehat antar mahasiswa, serta  meningkat kemampuan mahasiswa untuk berpikir kritis, analitis sehingga mahasiswa mampu bersaing ditingkat nasional maupun Internasional, jelasnya.

    Tim debat mahasiswa Universitas Almuslim  yang beranggotakan Nafsul Muthmainnah ( prodi Bahasa Inggris Fkip),  Azzura Mayyasyi (Prodi Hubungan Internasionla Fisip) dan  Ahsani Taqwim(Prodi Hubungan Internasional Fisip), pendamping Ratna Walis,Spd dari ronde pertama sampai semifinal berhasil menempatkan dirinya pada posisi pertama, sehingga berhak  menjadi 'first breaking' dengan VP sempurna.  

    Saat  grand final,  lomba yang  diikuti perguruan tinggi  negeri dan swasta  ini,  tim debat  mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen sedikit selisih angka dengan Perguruan Tinggi Negeri Unsyiah Banda Aceh, sehingga Umuslim  menempatkan dirinya pada posisi kedua dan dinyatakan juga berhak mewakili aceh berlomba pada event yang sama di tingkat nasional yang akan di gelar bulan Juli di Jakarta. 

    Adapun urutan pemenang lomba  juara 1  Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, juara II  Universitas Almuslim Bireuen, juara III Politeknik Negeri Lhoksemawe kemudian harapan 1 Universitas Malikulsaleh, harapan II STKIP Bina Bangsa Getsempena dan harapan III Universitas Samudera Langsa. (HUMAS)

     

  • Tradisi Meugang ala Pengantin dan Tukang Jamu

     

    OLEH CHAIRUL BARIAH, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Almuslim Peusangan.

    Di Aceh ada satu tradisi yang tidak ada di tempat lain, yakni tradisi mak meugang atau sering disebut meugang saja. Yaitu, hari penyembelihan sapi atau kerbau dalam jumlah banyak untuk dimakan bersama keluarga jug dalam porsi yang banyak.

    Tradisi ini diwariskan turun-temurun sejak masa kerajaan dulu. Dalam setahun ada tiga kali masyarakat Aceh meugang, yaitu meugang puasa, meugang menjelang Hari Raya Idulfitri, dan menjelang Hari Raya Iduladha.

    Di bumi Ampon Chiek Peusangan, Kota Matangglumpang Dua, Bireuen, mak meugang dilaksanakan dua hari. Hari pertama dinamakan meugang kecil, hari kedua dinamakan meugang rayeuk (besar). Saya seperti biasa membeli daging pada hari meugang pertama (kecil). Di pagi meugang kemarin, sekitar pukul 06.15 WIB cahaya di langit begitu cerah, saya dan suami menuju pasar tradisonal Kota Matangglumpang Dua untuk membeli daging sapi.

    Meski masih hari meugang kecil, tetapi suasana kota menyambut Idulfitri sudah mulai menggeliat. Perjalanan ke pasar tidaklah terlalu jauh dari kediaman saya. Diiringi embusan angin pagi yang segar, kami terus melaju melewati beberapa toko dan warung kopi yang masih tutup. Namun, ada beberapa toko rempah yang sebagian karyawannya sedang bersiap-siap menunggu pelanggan. Karena hari ini meugang, tentunya akan banyak pembeli yang datang.

    Saya mulai bergerilya dari arah barat ke timur mencari tempat yang pas di mana saya bisa membeli daging dengan kualitas bagus. Belum sempat membeli, di depan sebuah toko saya bertemu dengan seorang sahabat bernama Herman bersama istrinya. Dia cerita bahwa sebagai pengantin baru ini untuk kedua kalinya dia ke pasar mencari daging karena dia harus mengasapi dua dapur, satu dapur orang tuanya, satu lagi dapur pengantin baru.

    Sambil bergurau dengan istrinya, saya bertanya, “Apakah daging pengantin baru sudah masak? Kalau boleh, undang saya makan.” Dia pun tersipu malu.

    “Bagaimana perasaan setelah menyerahkan daging meugang kepada mertua?” tanya saya untuk memecahkan suasana yang sedikit tegang. Kemudian Herman dengan malu-malu menyatakan bahwa sebenarnya saat hendak ijab kabul dua bulan lalu, dia sudah galau, disergap perasaan takut dan gelisah. Terbayang dua bulan lagi menghadapi mak meugang. Dalam pikirannya sempat terbersit mampukah ia membeli daging meugang untuk mertua dan orang tua dengan penghasilan yang pas-pasan? Namun alhamdulillah, menurut Herman, dia mampu memenuhi kewajibannya hari ini dari hasil tabungan semasa lajang. “Biar sedikit gaji tapi berkat,” katanya. Bahkan uangnya pun cukup untuk membeli keperluan dapur sama dengan yang saya beli.

    Nah, membeli daging meugang adalah tradisi di Aceh dan seakan menjadi keharusan untuk membawa pulang daging minimal 2 kg untuk sang mertua dan orang tua. Hal ini umumnya berlaku untuk yang berstatus menantu laki laki, walaupun sudah punya cucu, tapi kalau masih memiliki orang tua/mertua, maka ia wajib membeli daging di hari meugang, lengkap dengan bumbu dan bahan lainnya, sebagaimana disampaikan seorang kakek yang sedang membeli daging dan turut mendengarkan obrolan kami.

    Karena masih harus membeli ikan dan lainnya, sahabat saya itu pun mohon diri. Kami berpisah. Kemudian saya lanjutkan gerilya pasar. Di luar dugaan, saya bertemu dengan seorang penjual jamu yang saya panggil “Bik Iyem”. Asalnya dari Jawa. Saya bertanya, apa sudah beli daging? “Belum,” jawabnya. Lalu saya tawarkan untuk jalan bersama, dia setuju. Sambil berjalan dia tuturkan bahwa membeli daging sapi di hari meugang juga tradisi bagi diri dan keluarganya, walaupun di kampungnya tradisi seperti ini tidak ada. “Karena kami pendatang, maka kami pun melaksanakan meugang sebagaimana orang Aceh. Kan tidak mungkin kalau keluarga saya hanya mencium wanginya masakan daging tetangga,” katanya tertawa

     

    Membeli daging di hari meugang sudah lama dilakukan Bik Iyem. Ibaratnya dia bekerja selama sebelas bulan dalam setahun habis untuk satu bulan pada bulan Ramadhan. “Khusus bulan Ramadhan kami tidak mencari nafkah (tidak berjualan jamu), tetapi menggunakan tabungan untuk membeli daging di hari meugang, baik meugang puasa maupun meugang menyambut Idulfitri, karena menjelang Ramadhan kami juga ada mak meugang di rumah,” ungkapnya.

    “Kalau ada dana lebih, kami pulang kampung untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga, tetapi ini sudah tiga tahun kami tidak pulang,” ungkap Bik Iyem dengan mata berkaca-kaca.

    Setelah bercerita kami pun berhenti di salah satu pedagang daging sapi, kemudian kami lakukan penawaran harga, tetapi negoisasi tak mencapai kesepakatan. Akhirnya, kami cari lapak lain lagi, sampai daging dan harga yang kami inginkan tercapai. Akhirnya kami pun berpisah sambil menenteng belanjaan masing-masing.

    Selanjutnya saya menyeberang jalan membeli bumbu karena lokasinya terpisah dari penjual daging. Di hari meugang tidak hanya ada penjual daging, tetapi penjual bumbu kering, bumbu basah siap saji, ikan, udang, dan beraneka ragam sayuran sebagai pelengkap untuk masak daging pun ada. Uniknya, di lokasi pasar meugang pun ada orang yang menjual pakaian, kantong plastik, bahkan berdagang obat (meukat ubat).

    Masyarakat semakin siang semakin ramai yang datang, membuat saya harus berdesak-desakan. Pagi itu langit sedikit mendung, perlahan tapi pasti matahari mulai memancarkan sinarnya sehingga pedagang dan pembeli makin bersemangat. Tak terasa keringat saya bercucuran karena jalan setapak yang saya lewati lumayan jauh. Ditambah lagi posisi penjual dan pedagang daging di sisi jalan nasional, sehingga sulit untuk menyeberang ke lokasi parkir. Ada juga yang sembarangan parkir di sisi jalan.

    Meugang di Aceh merupakan tradisi yang masih bertahan sampai hari ini. Semua masyarakat di Aceh baik penduduk asli maupun pendatang seakan wajib membeli daging sapi atau kerbau di hari meugang. Walaupun harga daging relatif mahal jika dibandingkan pada hari biasa, harganya rata-rata antara Rp 140.000-Rp 150.000, di hari meugang bahkan mencapai Rp 200.000, namun tidak menyurutkan niat masyarakat untuk membelinya.

    Seharusnya dalam hukum ekonomi semakin banyak permintaan maka harga semakin turun atau stabil, tapi ternyata di hari meugang hukum itu tidak berlaku, bahkan harga kebutuhan pokok lainnya pun turut melonjak. Hal ini membuat sebagian kalangan bawah menjerit dan tak mampu berbuat apa-apa, sebagaimana diungkapan seorang ibu rumah tangga yang penghasilan suaminya pas-pasan dengan tanggungan lima orang anak.

    “Ya, mau tak mau kami harus membelinya, walau terkadang ada juga tetangga dan keluarga yang membantu, tapi tidaklah cukup.” Dia juga mengeluh mengapa bahan pokok ikut naik harganya, bukankah seharusnya stabil atau lebih murah? Sejenak saya terdiam, lalu menjawab mungkin modal pedagang itu yang mahal, sehingga harga jualnya ikut mahal. Kemudian saya tinggalkan ibu itu yang sedang fokus memilih sayuran. Saya pun bersama suami pulang ke rumah.

    Sesampai di rumah saya terpikir tradisi meugang ini memang perlu dilestarikan sebagai warisan budaya yang unik, bahkan kalau perlu didaftarkan ke Unesco sebagai bentuk dari warisan budaya dunia tak benda, mengingat keunikan meugang hanya ada di Aceh. Selain itu perlu juga ada perhatian dan kebijakan dari pihak terkait dalam mengatur harga daging sehingga setiap warga dari golongan bawah dan menengah dapat menikmati daging meugang penuh kegembiraan, bukan justru dengan kegelisahan dan rasa waswas, seperti pengalaman yang dirasakan pengantin baru dan tukang jamu yang saya temui saat di pasar daging tadi.

    Cerita ini pernah tanyang di http://aceh.tribunnews.com/04/06/2019/ di rubrik Jurnalisme warga dengan Judul Tradisi meugang ala pengantin dan tukang jamu.

     

  • Umuslim PTS terbaik Aceh

     

    Peusangan-Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen ditetapkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIII Aceh sebagai Perguruan Tinggi Swasta Terbaik katagori Universitas tahun 2018.

    Atas prestasi tersebut,  Rektor Universitas Almuslim Dr.H.Amiruddin Idris, SE.,MSi  menerima penghargaan yang diserahkan oleh Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) XIII Aceh Dr.Muhammad Ilham Maulana,ST.,MT dalam suatu acara resmi di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh, Rabu (12/12/2018).

    Rektor Universitas Almuslim Dr.H.Amiruddin Idris, SE.,MSi usai menerima penghargaan mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas prestasi ini, semuanya untuk kepentingan masyarakat, apa yang kita raih ini atas pengabdian dan kerja keras selurus civitas akademika  demi pendidikan  masyarakat di kabupaten Bireuen dan Aceh secara umum.

    “Terima kasih kepada seluruh komponen yang telah melahirkan prestasi ini, mari kita terus berbuat dan mengabdi untuk kepentingan pendidikan dan masyarakat”, ungkap H.Amiruddin Idris haru.

    Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) XIII Aceh Dr.Muhammad Ilham Maulana,ST.,MT dalam arahannya mengucapkan terimakasih dan penghargaan atas prestasi yang dicapai Universitas Almuslim, Jangan cepat merasa puas, sekarang  harus lebih siap dalam menghadapi tantangan yang akan datang karena Kemenristekdikti sudah melakukan sosialisasi tentang cyber university mari kita saling bahu membahu untuk meningkatkan mutu pendidikan di aceh” kepada  PTS-PTS yang belum menerima anugerah tetap semangat dalam mencerdaskan anak bangsa, pinta Ilham Maulana.(HUMAS)

     

    Foto  : Ihsan 

     

  • Umuslim Evaluasi Penerima Beasiswa

    Peusangan-Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan  mengevaluasi perkembanagn akademik mahasiswa penerima beasiswa khususnya beasiswa Bidik Misi, Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA)  pertemuan dan evaluasi perkembangan akademik yang dihadiri  orang tua dan wali mahasiswa penerima beasiswa  berlangsung di Auditorium Academik Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan Kampus Umuslim, Selasa (19/3/2019)

     Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi menyampaiakn bahwa  evaluasi ini penting karena untuk mengetahui  penggunaan dana tersebut agar terarah. Kepada mahasiswa   yang sedang meneriam beasiswa agar  dapat terus mempertahankan  prestasi akademiknya, sehingga pemberi beasiswa khususnya Bidik Misi  tidak diputus ditengah jalan, jelas Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi 

    Saya harapkan kepada orang tua agar dapat memantau pengunaan beasiswa yang telah diterima anaknya dapat dipergunakan secara terarah untuk kepentingan pendidikan bukan untuk kepntingan lain.

    Wakil Rektor III Ir.H.Saiful Hurri,MSi  melaporkan rincian penerima beasiswa Umuslim periode ini menyebutkan Bidik misi dari aspirasi   Anggota DPR RI  Komisi X,  Drs. Anwar Idris berjumlah 418 orang dan   PPA aspirasi 150 orang, Sedangkan Bidik misi LLDIKTI  sebanyak 21 orang, sedangkan PPA 80 orang.

    Acara diakhiri dengan penyerahan buku tabungan bagi penerima beasiswa PPA yang diserahkan  Rektor Universitas Almuslim (Umuslim), Dr. Amiruddin Idris, S.E MSi, dan beasiswa aspirasi diserahkan Anggota Komisi X DPR RI, Drs. Anwar Idris,kepada beberapa perwakilan mahasiswa penerima.(HUMAS)

     

  • Umuslim gagas Pengembangan Kerjasama Ekonomi dan Konektivitas tiga negara antara Indonesia, India, dan Myanmar

     Peusangan- Universitas almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen  Provinsi Aceh mengagas lahirnya Kerjasama Ekonomi dan Konektivitas tiga negara antara Indonesia, India, dan Myanmar” Gagasan yang dipelopori dosen Umuslim tersebut akhirnya terwujud, dimana sang Dosen Umuslim T.Cut Mahmud Azis, mengandeng seorang dosen Universitas Malikulsaleh  melakukan kajian secara bersama tentang  Pengembangan Kerjasama Ekonomi dan Konektivitas tiga negara antara Indonesia, India, dan Myanmar dan sekarang sudah pada tahap persentasi hasil penelitiannya.

    Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Arifi Saiman  memuji atas keterlibatan  dosen dari dua Universitas melakukan kajian terhadap peluang kerjasama antar tiga negara tersebut.

    Dalam forum pertemuan yang berlangsung di kampus umuslim, Arifi Saiman  menyampaiakan, bahwa ide kajian Pengembangan Kerjasama Ekonomi dan Konektivitas tiga negara itu lahir dari kampus yang berada di kecamatan Peusangan yaitu Universitas Almuslim (Umuslim)  pada tahun 2017.

    Dalam forum diskusi yang berlangsung dalam suasana serius ini,  dihadiri berbagai kalangan baik institusi pemerintah maupun kalangan pengusaha, Tim Peneliti memaparkan berbagai hal yang menyangkut "Pengembangan Kerjasama Ekonomi dan Konektivitas tiga negara antara Indonesia, India, dan Myanmar”, kegiatan  berlangsung di Ruang Rapat Ampon Chiek  Peusangan kampus Umuslim, Kamis (15/11/2018).

    Pada kesempatan tersebut  Arifi Saiman menyatakan bahwa "Ide yang muncul bukan lagi teori, tetapi sudah nyata terwujud. Dan hasil kajiannya sangat besar manfaat bagi pertumbuhan ekonomi Aceh," ungkap pejabat Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (BPPK Kemlu RI) ini.

    Menurutnya , ke depan pengusaha Aceh sudah dapat memanfaatkan ekspor barang langsung dari Aceh ke India (Kepulauan Andaman -Nikobar) dan Myanmar melalui transportasi laut. 

    "Sekarang ekspor barang dari Aceh ke India dan Myanmar sudah dapat dilakukan melalui laut, langsung tanpa harus melalui Medan (Belawan)," ungkap Arifi Saiman. Pada kesempatan tersebut Arifi Saiman juga menyampaikan penghargaan kepada Universitas Almuslim (Umuslim) dan Unimal yang sukses melakukan  kajian Pengembangan Kerjasama Ekonomi dan Konektivitas tiga negara dan berdampak untuk pengembangan ekonomi Indonesia, khususnya Aceh. 

    "Terima kasih kami sampaikan kepada Umuslim dan Unimal yang berhasil mewujudkan kerjasama ekonomi tiga negara. Ini berdampak positif bagi ekonomi Indonesia, khususnya Aceh. Dan harus benar-benar dimanfaatkan oleh pengusaha," tuturnya. 

    Rektor Umuslim, Dr. H. Amiruddin Idris, SE.,MSi pada kesempatan tersebut, menyampaikan terima kasih kepada Kemenlu RI yang telah memberikan kepercayaan kepada  Universitas yang dipimpinnya bersama Unima atas berbagai hal sehingga terwujudnya suatu kajian Pengembangan Kerjasama Ekonomi dan Konektivitas tiga negara antara Indonesia, India dan Myanmar.

    "Penelitian yang dilakukan dosen Umuslim dan unimal ini sangat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Aceh. Terima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan Kementerian luar negeri   kepada Universitas Almuslim (Umuslim)   dan Unimal sehingga bisa ikut berkontribusi untuk kepentingan bangsa ini," jelas Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi 

    Pada kesempatan diskusi tersebut Rektor Unimal, Prof. Dr. Apridar, SE.,MSi menambahkan, kalau kita kaji secara faktual, keberadaan Aceh sangat strategis dilakukan sebagai kawasan perdagangan dunia.

    Apridar juga mengajak masyarakat Aceh untuk mengubah image bahwa Aceh itu daerah yang tidak aman berinvestasi. "Kita harus melawan image ini. Karena ada kepentingan kompetitor luar Aceh yang sengaja menghembuskan isu Aceh angker," ajaknya. Tambahnya lagi, di Aceh ada segelintir orang sengaja mengkondisikan untuk menghambat pertumbuhan ekonomi, seperti tumbuhnya 'preman' di kawasan tertentu, ungkap Apridar. 

    Dicontohkannya, pelabuhan Krueng Geukuh enggan dimanfaatkan oleh pengusaha untuk mengirimkan barang dikarenakan biaya bongkar muat lebih tinggi dibandingkan dengan ongkos angkut ke Medan. 

    "Hal seperti ini perlu peran pemerintah dengan melibatkan semua pihak, termasuk kampus untuk melawan kompetitor luar yang menghambat pertumbuhan ekonomi Aceh. Apabila pengusaha Aceh menjual komoditasnya langsung ke luar negeri tanpa melalui Medan, kami yakin, Aceh lebih maju dari pada Medan," jelas  Rektor Unimal.(Humas).

     

     

     

     

     

  • Umuslim kembali kirim mahasiswa ke Thailand

    Peusangan-Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen kembali mengirimkan mahasiswanya untuk melaksakanakan program praktek lapangan kuliah kerja mahasiswa (PPL-KKM) di sejumlah provinsi di Thailand Selatan, pelepasan keberangkatan mahasiswa angkatan IV program PPL-KKM ini dilakukan dalam satu upacara yang berlangsung di kampus Ampoen Chik Peusangan Universitas Almuslim, Senin (3/6).

    Pengiriman kembali mahasiswa ke negeri gajah putih tersebut setelah  sukses  mengirimkan mahasiswa tiga angkatan sebelumnya, mereka nantinya akan melakukan pengabdian di  sejumlah lembaga pendidikan dan pesantren yang ada di berbagai  provinsi di Thailand Selatan.

    Rektor Umuslim yang diwakili wakil rektor III Dr.Ir. Saiful Hurri, M.Si, dalam arahannya menyampaikan, kepercayaan yang diberikan untuk umuslim ini berdasarkan  penilaian tim dari badan alumni Internasional Thailand, dimana mahasiswa  kita yang telah kita kirim sebelumnya  dianggap sukses selama melaksanakan pengabdian di luar negeri, maka kepada peserta diharapkan agar dapat menjaga nama baik dan kepercayaan ini.   Kepada wali mahasiswa, apabila ingin berkunjung ke Thailand Selatan untuk menjenguk anaknya dibenarkan tetapi harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan kantor urusan Internasional (KUI) universitas almuslim, Jelas Saiful Hurry.

    Pada kesempatan tersebut sekretaris Kantor Urusan Internasional (KUI) Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil., M.A melaporkan perkembangan pelaksanaan program KKN-PPL. Mahasiswa yang mengikuti program ini adalah Angkatan ke-IV ada dua gelombang, gelombang I akan berada di Thailand selama 4 bulan (Juni-Oktober) dengan jumlah mahasiswa sebanyak 5 orang, akan berangkat pada 11 Juni 2019. Sedangkan Gelombang II selama 2 bulan dengan jumlah mahasiswa sebanyak 7 orang, akan berangkat 20 hari setelah tanggal 11 Juni, jelasnya. Acara pelepasan turut dihadiri sejumlah orang tua dan wali mahasiswa, dosen, kepala PPL-Fkip dan staf Kantor Urusan Internasional (KUI) umuslim.(HUMAS)

     

     

     

     

     

  • Umuslim laksanakan wisuda angkatan XXXI pada Desember 2018

     

    Peusangan-Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan  melaksanakan Wisuda Strata I (S-1) dan Diploma III, Semester Ganjil Tahun Akademik 2018/2019 Angkatan Ke – XXXI, yang akan dilaksanakan pada Hari Sabtu, tanggal 01 Desember 2018 dan Minggu, tanggal 2 Desember 2018,  bertempat di Auditorium Academic Centre (AAC) Ampon Chiek Peusangan kampus Umuslim.

    Pendaftaran wisuda dimulai tanggal 1-13 November 2018, Pembagian baju toga dilakukan pada hari Rabu tanggal 15 November 2018.

    Persyaratan untuk mengikuti wisuda  sebagai beriku: Telah mengikuti Yudisium Sarjana/Ahli Madya dengan batas terakhir tanggal 12 November 2018, membayar biaya wisuda dapat dilihat di lampiran pengumuman wisuda.

    Pendaftaran Wisuda secara online melalui: www.alumni.umuslim.ac.id dengan syarat: 

  • Umuslim seleksi peserta MTQM Nasional XVI

     

     

     

     

     

     

    Peusangan-Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan mengadakan seleksi peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)  mahasiswa Nasional XVI  yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli di  Banda Aceh, sedangkan seleksi tingkat kampus Universitas Almuslim akan dilaksanakan 18 maret 2019.

    Menurut Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi    agenda seleksi peserta MTQ merupakan  kegiatan dan   program rutin  kampus dalam upaya menjaring qari-qariah dari kalangan mahasiswa sekaligus menumbuhkan  budaya baca Alquran dan upaya pembentukan karakter yang islami dikalangan mahasiswa sesuai visi misi Universitas.

    Untuk menghadapi MTQ mahasiswa nasional ini kita  akan adakan  seleksi, harapannya  seleksi akan mendapatkan  qari-qariah  dari kalangan mahasiswa  yang mempunyai bakat dan kemampuan membaca Al quran yang baik dan bisa membawa nama harum Universitas Almuslim pada  Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) mahasiswa tingkat nasional, yang terpilih dalam seleksi  akan  di TC kan dengan mendatangkan pembimbing berpengalaman dari Hipqah Bireuen,jelas H.Amiruddin Idris.

    Ketua panitia seleksi Najmuddin,MA menyampaiakan bahwa seleksi dilaksanakan di Mushalla kampus Umuslim pada tanggal 18 maret 2019, tujuan seleksi untuk memilih para  qari-qariah yang akan mewakili umuslim ke tingkat nasional,  Training Center (TC) diadakan mulai tanggal 25 Maret s/d 25 Juli 2019, kepada mahasiswa yang berkeinginan ikut seleksi agar dapat mendaftar pada dosen agama dan prodi masing-masing, atau hubungi langsung panitia CP 085260398939  atau 085270909979 .

    Sebagai informasi MTQ Mahasiswa nasional digelar setiap dua tahun sekali, tuan rumah ditetapkan secara bergilir seluruh Indonesia,  tahun ini merupakan  MTQM Nasional yang ke 16  dan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh  sebagai tuan rumah, pelaksanaannya dimulai tanggal 28 juli s/d 4 agustus 2019.(HUMAS)

     

     

     

  • Umuslim tambah dosen bergelar S3, siapa dia

    Peusangan-Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen kembali mendapat penambahan satu lagi  dosen yang bergelar Doktor (S3) yaitu DR. Ir. OK Hasnanda Syahputra, MP, IPM setelah menyelesaikan studinya pada Institut Pertanian Bogor (IPB).

    Rektor Universitas Almuslim (Umuslim) DR.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan dosen bidang kehutanan ini menyelesaikan pendidikan strata tiga (S3) di IPB Bogor dan telah dilantik oleh Rektor IPB Dr.Arif Satria,SP.,MSi di Graha Widya Wisuda kampus IPB Bogor.

     “ Pak OK Hasnanda Syahputra,merupakan dosen tetap umuslim, sekarang menjabat sebagai kepala program studi (Ka Prodi) Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim” jelas H.Amiruddin Idris.

    Dengan kepulangan beliau telah menambah jumlah komposisi dosen bergelar Doktor (S3) di kampus ini, sekarang ada sekitar 63 orang yang sedang menempuh pendidikan S3  baik di dalam maupun luar negeri, mereka mendapat beasiswa dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, jelas Rektor Umuslim.

    Secara berangsur-angsur mereka akan pulang, diharapkan dapat memperkuat kelembagaan dan peningkatan kualitas akademik universitas almuslim  yang baru saja mendapat penghargaan dari LLDIKTI XIII Aceh sebagai salah satu universitas swasta terbaik di provinsi Aceh.

    Harapan kami semoga pak Hasnanda dapat  memberikan konstribusi yang maksimal demi kemajuan  Universitas Almuslim khususnya dan bidang kehutanan di Provinsi Aceh secara umum, papar H.Amiruddin Idris.

     DR. Ir. OK Hasnanda Syahputra, MP, IPM memperoleh gelar doktor (S3) pada Program Studi Ilmu Pengelolaan Hutan Institut Pertanian Bogor (IPB) setelah  mempertahankan disertasinya  berjudul: “Kelembagaan Pengelolaan Hutan Mangrove Berbasis Masyarakat: Kasus KPH wilayah 3 Provinsi Aceh” dibawah bimbingan Prof.DR.Ir Bramasto Nugroho,MS, Prof.DR.Ir Hariadi Kartodihardjo, MS dan Dr.Ir.Nyoto Santoso,MS

    Menurut Rektor Umuslim Dr.H. Amiruddin Idris,SE.,MSi kepulangan DR.Ir. OK Hasnanda Syahputra, MP, IPM ke kampus Universitas Almuslim sangat dinantikan karena beliau saat ini sedang membangun Hutan Pendidikan dengan konsep agroforestri, dimana kegiatan ini merupakan kerjasama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Krueng Aceh. Hutan pendidikan tersebut dirancang selain sebagai laboratorium alam bagi mahasiswa juga sebagai pengelolaan hutan dalam skala kecil, hutan penelitian, kedaulatan pangan dan energi.

    DR.Ir. OK Hasnanda Syahputra, MP, IPM  Lahir di  Aceh Timur, 23 Oktober 1967, latar belakang pendidikannya S1 pada STI Kehutanan Jurusan Manajemen Hutan di Banda Aceh, Pasca Sarjana Pertanian Unsyiah Program Studi Konservasi Sumberdaya Lahan di Banda Aceh dan program Doktor (S3)Pasca Sarjana IPB Program Studi Ilmu Pengelolaan Hutan, di Institut Pertanian Bogor (IPB).

    Sebelum mengabdikan dirinya sebagai dosen di Universitas Almuslim, OK Hasnanda Syahputra pernah bekerja sebagai karyawan pada  Pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Aceh Besar,   Kasie penanaman Hak Pengusahaan Hutan (HPH) PT. Aceh Inti Timber Co. Ltd di Aceh Barat, selain itu juga pernah bekerja pada Badan rehabilitasi dan rekontruksi (BRR) NAD-NIAS pada posisi Asisten pengembangan bidang ekonomi untuk wilayah kerja Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang.

    Juga aktip pada organisasi profesi Persatuan Insinyur Indonesia (PII) BKTHut Provinsi Aceh, dan Jejaring ahli perubahan iklim dan kehutanan Indonesia (APIK) dan Forum pimpinan perguruan tinggi kehutanan (FOReTIKA).(HUMAS)

     

     

     

     

     

  • Umuslim telah lahirkan dua pemikiran besar untuk bangsa

    >Peusangan-Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan telah melahirkan pemikiran besar untuk bangsa, demikian cuplikan pidato Rektor Universitas Almuslim Dr.H.Amiruddin Idris, SE.,MSi saat  sidang senat terbuka Wisuda sarjana dan ahli madya angkatan XXXI, Prosesi wisuda turut disiarkan langsung melalui Radio Suara Almuslim pada gelombang 90.9 FM dan Live streaminng Youtube  Channel Universitas Almuslim berlangsung di Auditorium Academik Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan kampus Umuslim, Sabtu (1/11/2018).

    Menurut H.Amiruddin Idris karya besar tersebut pertama dicetuskan oleh tokoh ulama Aceh pada tahun 1939,  saat lembaga pendidikan di Peusangan ini masih bernama Jamiatul Muslim  menjadi tuan rumah pertemuan para tokoh ulama di Aceh membentuk organisasi PUSA (Persatuan Ulama Seluruh Aceh) sehingga melahirkan pemikiran bagi lahirnya sebuah organiasasai yang merupakan cikal bakal Majelis Ulama Indonesia atau MPU di Aceh.

    Pemikiran besar kedua, pada tahun 2018 ini, yaitu berhasilnya Civitas  Akademika  Universitas Almuslim  merintis dan  melahirkan kembali pemikiran yang sangat bersejarah, yaitu  terjalinnya konektivitas kerjasama antara Indonesia melalui Aceh dengan India yang telah terputus berabad-abad lamanya. Dimana pemikiran dan gagasan terwujudnya pengembangan kerjasama ekonomi dan konektivitas antara Aceh dan Kepulauan Andaman dan Nicobar di India, ditelurkan dari Kampus yang berada di kampung ini. Pemikiran yang  dimulai dengan  dilaksanakan seminar tahun 2016 yang turut dihadiri Konsulat  India yang berkedudukan di Medan 

    Menurut Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi  terwujudnya konektivitas dan kerjasama ekonomi hasil seminar tersebut, pihaknya bersama Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Apridar  baru saja kembali  dari Kepulauan Andaman dan Nicobar dan Chennai di India. Kehadiran kedua pimpinan Perguruan Tinggi di Aceh ini ke pulau di India tersebut, atas undangan Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (BPPK Kemlu RI), untuk mencari peluang pengembangan kerjasama ekonomi dan konektivitas antara Aceh dan Kepulauan Andaman dan Nicobar di India.

    " Patut kita berbangga bahwa kerjasama ini lahir dari sumbangsih pemikiran Universitas Almuslim" ungkap Rektor Universitas Almuslim H.Amiruddin Idris, SE,MSi dihadapan Staf Ahli Gubernur Aceh  Bidang Keistimewaan,SDM dan Kerjasama, Dr.Iskandar AP.,S.Sos.,M.Si, Bupati dan orang tua/wali wisudawan.

    Berarti dalam sejarah kampus yang berada di kampung tepatnya  di sebuah  kota kecamatan,  telah berhasil melahirkan  pemikiran besar yang sangat berguna bagi bangsa dan Negara, jelas H Amiruddin Idris dihadapan unsur Forkopimda , tokoh masyarakat dan orang tua/wali wisudawan dan undangan lainnya. (HUMAS)

    .

     

     

  • Universitas Almuslim wisuda 538 lulusan

     

    Peusangan-Sebanyak 538 lulusan Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan diwisuda, dari 538 lulusan sebanyak 33 lulusan meraih nilai Cumlaude, Prosesi wisuda  angkatan  XXXI berlangsung  di Auditorium Academik Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan, Sabtu (1/12/2018).

    Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr .H. Hambali, SE., MPd dalam laporannya menyebutkan, mereka yang diwisuda pada hari pertama  berjumlah 538 orang terdiri atas Fakultas Pertanian 114 orang, Fakultas Teknik 52 orang, Fakultas Ilmu Komputer 169 orang,  Fakultas Ekonomi 81 orang kemudian Fakultas Ilmu Sosial dan Politik 114 orang.

    Rektor Umuslim, Dr H Amiruddin Idris SE.,M.Si dalam sambutannya menyebutkan,  dengan jumlah lulusan yang diwisuda hari ini, maka jumlah kumulatif  lulusan Umuslim sampai angkatan  XXXI Tahun Akademik 2018/2019 berjumlah 24.117 alumni. Wisudawan yang lulus hari ini bagian dari mahasiswa Umuslim yang menempuh studi di 6 fakultas, tercatat berjumlah 7.220 mahasiswa aktif,” jelas  Rektor Universitas Almuslim.

    Menurut  H.Amiruddin Idris, pihaknya terus berbuat dan mengabdi untuk membesarkan Universitas milik masyarakat ini, Kita terus berusaha agar kampus yang berada di kota kecamatan ini dapat memberikan  kontribusi yang besar  bagi kemajuan bangsa, baik di bidang pertanian, peternakan, perikanan maupun sosial humaniora, papar Doktor bidang manajemen ini.

    “Baru saja kami pimpinan Universitas Almuslim bersama Rektor Unimal, Prof Afridar  kembali dari Kepulauan Andaman, Nicobar dan Chennai India atas undangan BPPK Kementerian Luar Negeri RI untuk mencari peluang pengembangan kerjasama ekonomi dan konektivitas antara Aceh dan Kepulauan Andaman dan Nicobar,” jelas H.Amiruddin Idris dihadapan para pejabat  dan wisudawan.

    Bupati Bireuen, H Saifannur S.Sos pada acara wisuda itu berpesan agar para wisudawan menjadi berkat bagi bangsa dan menjalin hubungan baik dengan almamater.

    “Saya berharap wisudawan dapat meningkatkan keterampilan, menambah wawasan yang luas yang dibutuhkan, sehingga dapat bekerja secara mandiri dan bermanfaat bagi kemajuan masyarakat, jadikan bekal ilmu yang dimiliki sebagai pengabdian untuk ikut membangun bangsa,” ungkap alumni Universitas Almuslim ini blak-blakan.

    Ketua Pembina Yayasan Almuslim Peusangan Drs.H.Anwar Idris yang juga Anggota DPR-RI komisi X, pada kesempatan tersebut menyampaikan berbagai hal berkaitan proses perjalanan yayasan dan berbagai kemajuan yang telah dicapai Universitas sampai saat ini, terutama bantuan beasiswa bidik misi dan pembangunan sarana prasarana.

    Selain itu juga turut menyampaiakan sambutan  Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah yang diwakili Staf Ahli Bidang Keistimewaan,SDM dan Kerjasama, Dr.Iskandar AP.,S.Sos.,M.Si, yang membacakan pidato Plt Gubernur Aceh, menurutnya pendidikan adalah wahana mendapatkan sumber daya manusia yang kompetitif, kreatif dan berdaya juang tinggi serta cara terbaik untuk menekan angka kemiskinan dalam jangka panjang. Program Aceh carong menekankan kepada prestasi Aceh di tingkat nasional melalui fasilitas, kualitas guru dan peningkatan sistem.

    “Pihaknya memuji perkembangan Universitas Almuslim, dari tahun ke tahun perkembangan Universitas Almuslim cukup pesat, ini menunjukkan bahwa Umuslim dipimpin oleh orang-orang yang hebat, dengan hati dan tangannya yang bersih, sehingga Umuslim berproses dengan sebenarnya, sehingga  cukup bisa kita andalkan dalam pembangunan  SDM di daerah ini” Ujar Staf Ahli Bidang Keistimewaan,SDM dan Kerjasama Gubernur Aceh, Dr.Iskandar AP.,S.Sos.,M.Si.

    Para lulusan harus bergerak cepat untuk segera berproses dalam masyarakat, para lulusan harus menjadi kilauan emas di masyarakat, jadilah  bintang walaupun tidak lagi berada di kampus. Universitas Almuslim walaupun berada di kampung tetapi harus menjadi cahaya pendidikan di Aceh, karena sejarah masa Ampon Chiek Peusangan telah mencatat, bahwa dari negeri Peusangan inilah  kebersamaan dan keharmonisan  ulama dan umara dalam membangun pendidikan muncul.

    Prosesi wisuda turut disiarkan langsung melalui Radio Suara Almuslim pada gelombang 90.9 FM dan Live streaminng Youtube  Channel Universitas Almuslim berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri unsur Forkopimda , tokoh masyarakat dan orang tua/wali wisudawan.(HUMAS)