Universitas Almuslim - Bireuen

  • Belajar penerapan Syariat Islam di Negara Qatar

    OLEH KHAIRUL HASNI, Dosen Prodi Hubungan Internasional FISIP Universitas Almuslim  (Umuslim) Peusangan, Bireuen, sedang menempuh program doktor Hubungan Internasional di Ritsumeikan University Kyoto Japan, melaporkan dari Qatar

    QATAR merupakan negara penghasil minyak dengan pendapatan per kapita tertinggi. Ditopang oleh cadangan gas alam dan minyak yang terbesar ketiga di dunia. Negara ini tidak mengenakan pajak penghasilan terhadap warganya. Tingkat pajaknya pun terendah di dunia. Dengan jumlah penduduk 2,27 juta, Qatar menduduki peringkat salah satu negara terkaya di dunia.

    Kehadiran saya ke negara Qatar  pertama untuk mempelajari berbagai hal tentang pelaksanaan syariat islam di negeri kaya minyak, kedua saya gunakan untuk bertemu beberapa keluarga dan sahabat yang sedang bekerja dan study di negeri tersebut.

    Saat pertama sekali tiba di Qatar, saya saksikan banyak orang asing (ekspatriat) yang melayani orang asing di airport maupun di pusat layanan transportasi. Hampir semua yang bekerja adalah orang asing. Jumlah pekerja asing sekitar 88% dari penduduk Qatar dan orang India merupakan komunitas terbesar di sini, disusul Nepal, Bangladesh, Filipina, Mesir, Sri Lanka, Pakistan, dan Indonesia.

    Negara ini sangat mengandalkan tenaga asing untuk pertumbuhan ekonominya. Pekerja migran mencapai 86% dari total penduduk dan mencapai 94% dari total angkatan kerja.

    Di Qatar, 90% orang dapat dan mengerti bahasa Inggris. Jadi, Anda tidak perlu cemas jika tak bisa berbahasa Arab di sini, karena sebagian besar mereka bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

    Walaupun orang asing mempunyai peran penting dalam pengembangan ekonomi di Qatar, tapi banyak masalah juga dengan pekerja migran, yaitu pemotongan gaji, pembatasan gerak, penahanan sewenang-wenang, dan pelecehan fisik, mental, dan seksual. Itu karena, di Qatar belum ada aturan khusus yang mengatur tentang ini.

    Di sisi lain, perempuan Qatar cenderung memilih pekerjaan di pemerintahan, khususnya di kementerian pendidikan, kesehatan, dan urusan sosial. Posisi tingkat tinggi dipegang terutama oleh laki-laki. Tapi kehadiran tenaga kerja asing telah menempatkan lebih banyak perempuan di ranah publik. Selain itu perempuan asing sebagian besar dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga, pengasuh anak, guru, perawat, dan pekerja administrasi.

    Berkunjung ke Qatar kali ini membuat saya juga berkesempatan untuk belajar tentang pelaksanaan syariat Islam. Qatar merupakan negara yang mayoritas penduduknya (76%) muslim. Hukum syariah diterapkan pada hukum yang berkaitan dengan hukum keluarga, warisan, dan beberapa tindakan kriminal (termasuk perzinahan, perampokan, dan pembunuhan).

    Sangat menarik melihat implementasi syariat Islam di negara ini. Qatar menganut sistem hukum campuran antara hukum sipil dan hukum syariat. Jika terdakwa seorang muslim maka hanya pengadilan syariahlah yang memiliki yurisdiksi atas kejahatannya.

    Selain itu, beberapa poin sempat saya catat selama di Qatar. Pertama, dalam perspektif perbankan, Pemerintah Qatar telah menjadi pemain terkemuka di sektor perbankan Islam sejak awal 1980-an, ketika bank pertamanya yang berbasis syariah dibuka untuk bisnis.

    Kedua, dalam pelaksanaan syariat Islam tahun 2014, Qatar meluncurkan kampanye kesopanan untuk mengingatkan wisatawan tentang kode busana sederhana di publik. Saya melihat orang asing yang bekerja di swalayan tidak diharuskan untuk berbusana muslim. Yang penting, mereka mengenakan pakaian yang sopan sesuai aturan yang telah ditetapkan.

    Ketiga, negara ini membuka space bagi nonmuslim. Contohnya, minuman beralkohol yang legal diperjualbelikan di sebagian Qatar. Misalnya, beberapa hotel bintang lima diperbolehkan menjual alkohol kepada konsumen nonmuslim.

    Ada sejumlah peraturan yang mengatur konsumsi alkohol. Muslim tidak diizinkan mengonsumsi alkohol di Qatar. Apabila tertangkap mengonsumsi alkohol maka dapat dicambuk atau dideportasi. Namun, muslim yang dipidana karena alkohol bisa mendapatkan pengurangan hukuman beberapa bulan apabila dia mampu menghafal Alquran saat dipenjara.

    Suatu hal yang luar biasa, Qatari (sebutan untuk orang Qatar), khususnya yang kaya, mereka umumnya membangun masjid di samping rumah mereka. Siapa saja dapat datang untuk beribadah di situ. Boleh dikatakan negara ini adalah negara seribu masjid. Apalagi di sini, shalat jamaah wajib dilakukan di lingkungan masjid.

    Kehadiran pekerja asing juga ikut memengaruhi kehidupan masyarakat Qatari. Misalnya, makanan khas Qatar telah dipengaruhi oleh hubungan dekat ke Iran dan India. Wajar kalau makanan khas Qatar juga telah dipengaruhi oleh cita rasa kedua negara itu.

    Terus terang, ada perasaan yang sangat nyaman karena makanan yang tersedia itu adalah halal. Saya sangat terkesan dengan cita rasa makanan di Qatar, tapi sayang belum semuanya saya coba.

     

    Cerita ini pernah tayang dihttp://aceh.tribunnews.com pada tanggal 19/11/2018/ dengan judul : Menghafal-quran-hukuman-dikurangi

     

  • Dosen Fikom Umuslim latih siswa SMK

     

    Peusangan-Sebanyak 40 siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Peusangan mendapat pelatihan ilmu bidang bahasa pemrograman Java dan pelatihan Desain Kemasan dari sejumlah dosen Fikom umuslim yang melakukan pengabdian di laboratorium multi media sekolah setempat, Selasa (27/11).

    Kegiatan yang mendapat apresiasi dari kepala sekolah SMK 2 Ermawati,M.Kom dan   antusias para siswa sekolah SMK tersebut merupakan suatu program yang dirancang beberapa dosen untuk bebagi ilmu secara langsung kepada para pelajar SMK yang ada di kabupaten Bireuen.

    Kepala sekolah SMKN 2 Peusangan Ermawati,M.Kom yang didampinggi kepala jurusan Desain dan Grafika  Mukhtar,M.Kom mengucapkan terimakasih atas dipilihnya sekolah mereka untuk lokasi pengabdian  dosen fikom Universitas Almuslim untuk  memberikan ilmu kepada anak didiknya, “Ini sangat bermanfaat bagi siswa, kami harapkan agar ada kelanjutan dari pengabdian hari ini “ ungkap Ermawati sambil menyalami pemateri.

    Menurut Mukhtar ada 40 siswa yang mengikuti pelatihan ini, dibagi  dua materi yaitu bidang pemrograman dan desain grafis, ini sangat bermanfaat bagi anak didiknya karena selama ini belum pernah mereka ajarkan ilmu ini secara mendetail, apalagi diajarkan oleh tenaga yang sangat komponten, jelas Mukhtar, M.Kom.

    Menurut salah seorang pemateri T Rafli A. S.Sn, M.Sn, bahwa program yang mereka lakukan ini merupakan  sebuah pengabdian, kami  dari dosen ingin memberikan sedikit ilmu baru yang bermanfaat bagi adik-adik dari  SMK 2 peusangan, ungkap pemegang sertifikat kompetensi bidang Desain Multimedia dari Badan Nasional sertifikasi Profesi ini.

    Menurut T Rafli A. S.Sn, M.Sn  tim pengabdian ini dibagi dua grup terdiri untuk materi Desain Kemasan T.Rafli A, S.Sn, M.Sn,  Riyadhul Fajri,M.Kom, Imam Muslem R,M.Kom, Zulkifli,M.Kom,T.M.Johan,MT, sedangkan untuk materi pemograman Java Dasril Azmi,M.Kom, Dedy Armiady, Sri winar,M.Kom, Iqbal,Mcs dan Fitri Rizani,M.Kom.(HUMAS)

     

     

     

  • Dosen Umuslim akan Mengajak Mahasiswa HI Kuliah di Singapura

    Kampus Umuslim, Kamis (09/11) Dosen Prodi Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Almuslim dalam arahannya kepada Mahasiswa Prodi HI Semester I, yang nantinya pada Semester V akan mengambil Mata Kuliah yang berkaitan dengan Indian Ocean, maka pertemuan kuliah terakhirnya akan diselesaikan di Singapura, dengan mengikuti satu diskusi Interasional di salah satu lembaga riset terkemuka di dunia. Mengenai biaya, telah memiliki solusi bersama dan disepakati.

    Di samping mengikuti forum diskusi yang akan dihadiri kalangan diplomatik atau Kedutaan Besar dan pakar hubungan Internasional, mereka juga akan mengunjungi beberapa lembaga Internasional seperti ASEM, APEC, dan lainnya. Dua orang mahasiswa akan dipilih untuk presentasi di depan mahasiswa Global Studies di Singapura. Hal ini akan dilakukan jika para mahasiswa yang mengambil mata kuliah tersebut mampu berbahasa Inggris dan menguasai materi yang berkaitan dengan Samudera Hindia (India Ocean).

    Menurut Poncut (T. Mahmud Azis, S.Fil., MA), hal ini penting untuk memacu mahasiswa untuk mau belajar, memperdalam ilmunya, dan menguasai bahasa Inggris. Kalau kita menguasai bahasa Inggris maka akan muncul konfidensi kita dalam berkomunikasi dengan orang asing. Kita tidak akan minder. Apalagi di sana mereka akan mengikuti diskusi penting dengan orang-orang penting dan mesti aktif untuk bertanya. Beliau berjanji kepada mahasiswa untuk mengorganisir kegiatan yang terbaik untuk mereka selama di Singapura. Mereka adalah generasi harapan bangsa dan harapan bagi masa depan Indonesia. (PIP Umuslim)

  • Lulusan Kebidanan ikut Ukom

     

    Peusangan-Program Diploma III Kebidanan Universitas Almuslim kembali ditunjuk oleh Kemenristek Dikti melalui Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) sebagai lokasi pelaksanaan ujian Uji Kompetensi Nasional (TUK)  tenaga kesehatan Bidan atau sering disebut dengan ujian kompetensi (Ukom).

    Pelaksanaan Uji kompetensi (Ukom)  Bidan di Bireuen diikuti sebanyak  89  peserta yang berasal dari lulusan Diploma III Kebidanan Almuslim  63 orang  dan  26 orang dari Akademi Kebidanan Munawarah Bireuen, ujian berlangsung  di kampus Diploma III Kebidanan umuslim, Sabtu (9/3/2019).

    Direktur III Kebidanan Umuslim Nurhidayati, MPh menyampaikan bahwa ujian Ukom ini merupakan bagian dari proses evaluasi pembelajaran dan diatur dalam Permenristekdikti No 12 tahun 2016 dan bagi yang lulus akan diberikan Surat tanda Registrasi (STR) sebagai pengakuan kompetensi profesi.

    Tambah Nurhidayati lagi bahwa  pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Kemenristek Dikti melalui Dirjen Belmawa atas dipilihnya kampus Kebidanan Umuslim sebagai lokasi pelaksanaan ujian kompetensi bagi lulusan kebidanan, pelaksanaan ujian berlangsung aman dan lancar, diawasi langsung pengawas dari pusat  yang hadir   Evi Nurakhiriyanti  dari Akbid Gema Nusantara Bekasi Jawa Barati(HUMAS)

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

  • Mahasiswa KKM gelar aneka lomba

    Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Almuslim Peusangan  Angkatan XVII 2019  yang melaksanakan pengabdiannya di kabupaten Bireuen melakukan berbagai kegiatan.

    Mengakhiri pengabdian  di desa mereka melaksanakan berbagai program yang melibatkan masyarakat desa, seperti reiboisasi di pantai wisata Panggah, kemudian di Kecamatan Peudada mereka juga melaksankan MTQ anak-anak dan berbagai program pendidikan lainnya. Kegiatan yang digelar di kecamatan masing-masing ini berlangsung dari tanggal (11-14/3/2019).

    Seperti dilaporkan koordinator dosen DPL KKM di Kecamatan Peudada Riyadhul Fajri M,Kom bahwa banyak kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa  melibatkan para pelajar dan masyarakat, mereka banyak arahkan program ke bidang Pendidikan seperti MTQ dan berbagai bimbingan pedampingan dan bimbingan anak sekolah lainnya,  jelas Riyadhul Fajri.

    Kegiatan MTQ tingkat anak-anak yang dibuka Sekcam Peudada Maksalmina melibatkan unsur pemuda mendapat dukungan dan bantuan dari masyarakat. Seperti apa yang disampaiakan  keuchik Neubok Naleung kecamatan Peudada Nasruddin  mewakili dari 16 desa lokasi penempatan KKM, menurutnya pihaknya sangat berterimakasih kepada mahasiswa KKM Universitas Almuslim, dengan adanya mahasiswa kkm membuat kegiatan  walau programnya sederhana tapi sangat terbantu masyarakat  dalam memotivasi dan   meningkatkan  mental anak dalam mengikuti pendidikan  di setiap  desa, ungkapnya.(HUMAS).

     

     

     

     

  • Mahasiswi Jepang senang menari tarian Aceh

     

    Peusangan- Kisae Fukushima (20)  seorang mahasiswi   dari Nagoya Gakuin University (NGU) Jepang, saat ini sedang kuliah di Universitas Almuslim berhasil menarik perhatian dan mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

    Betapa tidak, gadis yang berasal dari negeri matahari terbit ini, berhasil memainkan perannya sebagai Ratu, saat  pementasan permainan tarian nusantara, tarian tersebut merupakan  tarian persembahan  dalam  memeriahkan pembukaan Festival Kebudayaan Umuslim (FKU) ke-3 yang berlangsung di kampus universitas almuslim, Senin (6/11/2018).

    Dalam tarian tersebut Kisae Fukushima bertindak sebagai Ratu, dengan memakai pakaian adat Aceh yang berwarna merah dipadu dengan kain sarung dan sulaman kuning keemasan membalut setiap jengkal tubuhnya, teryata  sukses  memainkan perannya sebagai pemain utama,  putri jepang ini   sanggup mengikuti pelunturan  lenggokan tubuh dan gerakan tanganya yang  gemulai, bersamaan hentakan  kaki terus bergerak  dengan berbagai ritme gerakan sesuai tabuhan rapai sebagai  iringan musik pengiring.

    Kisae Fukushima, si putri dari negeri olah raga SUMO ini,  mempunyai postur tubuh dengan tinggi yang ideal untuk ukuran seorang penari,  mampu menyeimbangkan  gerakan lenturan tubuh dan goyangan kepala, sehingga berhasil menyeimbangkan persamaan    gerakan kecepatan,   satu tangan dengan tangan lainnya dan hentakan berirama seratusan  pasang kaki dengan kaki lainya dalam satu barisan.

    Dengan kemampuannya menyeimbangkan setiap langkah dalam kebersamaan, mampu untuk  memainkan setiap gerakan pada tarian nusantara tersebut,  membuat  putri Jepang yang selalu menyunggingkan senyuman lewat bibir tipisnya , nampak menonjol dalam setiap gerakan, ditambah balutan pakaian aceh yang memancarkan aura keberanian, sehingga membuat  penonton kagum  dan terkesima dengan penampilannya.

    Keberadaan  mahasiswa dari Jepang  pada Festival Kebudayaan Umuslim (FKU) ke-3, Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi, menjelaskan bahwa mahasiswa Jepang tersebut berjumlah  dua orang, mereka hadir  dalam rangka  mengikuti   kuliah program pertukaran mahasiswa yang merupakan  implementasi dari kerjasama (MoU)  yang telah ditandatangani pihak Universitas Almuslim dengan  NGU Jepang    beberapa tahun lalu. 

    Usai penampilannya Kisae Fukushima menuturkan, rasa senang dan bahagianya bisa menari dengan tarian Aceh dan Nusantara , “Saya sangat senang bisa sukses menari tadi” ungkap Kisae Fukushima didampinggi temannya Natsuko Mizutani yang merupakan alumni angkatan pertama program pertukaran mahasiswa Umuslim dengan NGU, kebetulan juga ikut hadir menyaksikan FKU ke-3.

    “ Pertama ikut latihan saya sangat khawatir,apalagi selama ini saya belum pernah menari tarian Aceh,  karena gerakan tarian Aceh sangat susah, kecepatan dan kebersamaannya tinggi  sekali, apalagi dalam tarian tersebut saya menjadi ratu, yang gerakan tubuh harus  bergerak dengan gerakan tari Guel yang merupakan  kunci dari penampilan tarian tersebut, ujar gadis Jepang  tersenyum sambil menunduk kepala.

    “Tetapi saya  kerja keras dan rajin latihan selama satu bulan di kampus, akhirnya berkat arahan kak Maulida sebagai pelatih, kebersamaan teman-teman, saya bisa tampil dengan baik, saya sangat tertarik tarian ini, dan akan terus belajar untuk bisa semuanya, baik gerakan, melenturkan  gerakan badan, kecepatan hentakan tangan dan kaki, permainan tarian aceh gerakan dinamis dan sangat kompak sekali”  cerita Kisae Fukushima dengan gaya bahasa Jepangnya yang masih kental.

    “Saya ucapkan terima kasih kepada, dosen, teman-teman dan panitia yang sudah mengajak saya ikut menari” saya senang dan bahagia sekali , apalagi bisa  memakai pakaian adat Aceh, ujar gadis berkulit putih bersih ini. (Humas)

     

     

  • Menteri ATR/KBPN Sofyan Djalil kuliah umum di Umuslim.

     

     

    Peusangan-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia (ATR/BPN RI), Dr.Sofyan A.Djalil SH.,M.A.,M.ALD akan memberikan kuliah  umum  pada mahasiswa Universitas Almuslim dan tokoh masyarakat Peusangan, Kamis (14/3/2019).

    Kegiatan yang akan dihadiri sekitar seribu orang peserta ini berlangsung di Auditorium Academik Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan kampus Umuslim Matangglumpang Dua.

    Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE,MSi membenarkan akan kehadiran Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia (ATR/BPN RI), Dr.Sofyan A.Djalil SH.,M.A.,M.ALD ke kampus Umuslim, “Pak Menteri akan memberikan kuliah umum dengan tema Kesiapan Indonesia menghadapi Revolusi Industri 4.0” Jelas H.Amiruddin Idris.

    Kami mengharapkan kepada mahasiswa dan dosen agar dapat mengikuti kuliah umum ini dengan serius karena bisa menambah wawasan keilmuan serta banyak hal dan manfaat yang bisa dipetik dari materi kuliah umum bapak Menteri kelahiran Aceh Timur  ini, harap Amiruddin Idris. 

    Pada kesempatan tersebut Sofyan Djalil dijadwalkan juga akan  menyerahkan  sertifikat tanah milik Universitas Almuslim Peusangan kepada Rektor. Menurut Informasi dari tim protokoler rombongan Menteri diperkirakan tiba di kampus Umuslim  sekitar jam 8.15 pagi ,setelah mengisi kuliah umum pada siang hari akan melanjutkan kunjungan kerjanya ke Aceh Timur.(HUMAS)

     

  • Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Lulusan DIII Akademi Kebidanan Universitas Almuslim

    Kamis (8/1) merupakan hari yang teramat bersejarah bagi mahasiswa Akbid Umuslim 125 mahasiswa Kebidanan mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah di Aula MA Jangka. Kepada para bidan baru Ibu Nurhidayati, M.Ph selaku Direktur Kebidanan Universitas Almuslim berpesan agar para bidan melaksanakan tugas dengan mengedepankan etika.
    Acara ini diikuti dengan begitu antusias oleh peserta pelantikan dan juga yang mewakili orang tua. Apalagi acara ini diisi dengan pesan dan kesan mahasiswa yang diwakili oleh salah seorang lulusan.
    Dalam kesempatan itu Dr.H.Amiruddin Idris, SE., M.Si mengungkapkan bahwa Umuslim fokus pada peningkatansumber daya dosen. “Empat dosen mengikuti program S2 di Universitas Brawijaya Malang, Dua dosen lagi kita kirim tahun depan” tambah Rektor Umuslim.
    Langkah ini ditempuh sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik, sehingga ke depannya Umuslim akan lebih berkualitas apalagi pihak kampus terus mendorong agar para dosen aktif dalam bidang riset dan penelitian.
    Yang membanggakan bahwa seluruh lulusan bidan Umuslim sebelum mengikuti wisuda wajib mengikuti uji kompetensi sehingga memperoleh STR (Surat Registrasi). Karena ini merupakan syarat dalam membuka praktek, ketika mereka terjun ke masyarakat. (al)

  • Prodi Peternakan gelar Seminar Nasional

    Peusangan-Prodi peternakan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan akan melaksanakan Seminar Nasional bidang Peternakan yang direncanakan akan berlangsung di Auditorium Academik Center (AAC)  Ampoen Chiek Peusangan Universitas Almuslim pada tanggal 8 April 2019 mendatang.

    Ketua Prodi Peternakan Umuslim   Dr. Sitti Zubaidah, S.Pt, S.Ag, MM  menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan respon sektor peternakan dalam menghadapai Era Revolusi Industri 4.0, dimana era ini perkembangan  teknologi peternakan yang semakin hari semakin canggih khususnya  dari segi artificial intelligence, digital economy, big data, robotic, dan lainnya yang dikenal dengan disruptive innovation. Menghadapi tantangan tersebut, sistem pendidikan di sektor peternakan dituntut untuk dapat menghasilkan pelaku-pelaku peternakan dan generasi yang berkualitas dimasa depan.

    Adapun pemateri seminar adalah Prof. Dr. Sc.Agr.Ir. Suyadi, MS, IPU, Bidang Keahlian Biotek Reproduksi dan Genetika Molekuler, Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA, DEA, IPU,Bidang Keahlian Teknologi Pakan dan Nutrisi Ruminansia, Universitas Gadjah Mada,Prof. Dr. Ir. Jahmes Hellyward, MS, IPU Bidang Keahlian Sosial Ekonomi Peternakan Universitas Andalas Padang Prof. Dr. Ir. Samadi,  M.Sc Bidang Keahlian Ilmu Nutrisi Ternak, Universitas Syiah Kuala dan drh.Rahmandi, M.Si Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Aceh, rinci Dr. Sitti Zubaidah, S.Pt, S.Ag, MM didampinggi Dekan Fakultas Pertanian T.M.Nur,MSi . 

    Rektor Universitas Almuslim (Umuslim) Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi menyambut baik kegiatan berskala nasional, harapannya  dengan seminar  ini  dapat menambah perbendaharaan kegiatan dalam menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi di kampus Umuslim.

    Semoga dengan seminar ini akan melahirkan berbagai solusi dan terobosan  untuk menjawab berbagai hal terkait perkembangan bidang Peternakan dewasa ini, sehingga para pemangku kepentingan  dapat mengambil berbagai manfaat dan mampu beradaptasi terhadap kebutuhan peternakan berkelanjutan di Era Revolusi Industri 4.0, ungkap H.Amiruddin Idris.

    Seminar yang mengambil tema “Peningkatan Mutu Pendidikan dan Pembangunan Peternakan Berkelanjutan Berbasis Sumberdaya Lokal di Era Revolusi Industri 4.0” menghadirkan sejumlah pakar sebagai pemateri direncanakan akan dihadiri sebanyak 700 orang peserta

    Sasaran peserta seminar siswa  mahasiswa, Guru , Dosen, Pegawai Pemerintah, Masyarakat Peternak dan Umum serta stakeholder lainnya. Pendaftaran mulai dibuka 1 – 31 Maret 2019 di Sekretariat panitia  gedung administrasi Fakultas Pertanian Lt 2 kampus Timur Umuslim CP: Dr. Sitti Zubaidah (0852 7772 5431) dan Ir. Suryani - 0813 6064 3700) dengan biaya  bagi Siswa dan Mahasiswa Rp 25.000 dan  Umum Rp 50.000, jelas Sitti Zubaidah.(HUMAS) 

     

  • Sofyan DJalil semangati mahasiswa Umuslim

    Peusangan-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional RI Dr.Sofyan A.Djalil SH.,M.A.,M.ALD menyampaikan kuliah umum di Universitas Almuslim peusangan , acara berlangsung di Auditorium Academik Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan kampus Umuslim Matangglumpang dua.Kamis (14/03/2019).

    Kuliah umum yang disampaikan  Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional RI tersebut bertemakan  kesiapan Indonesia menghadapi revolusi industri 4.0.  Dalam pemaparan putra kelahiran Aceh Timur ini lebih banyak menyemangati dan memberikan motivasi kepada mahasiswa  dan perkembangan dunia IT sekarang.

    Menurut Sofyan DJalil   Revolusi Industri 4.0 harus dihadapi dengan berbagai persiapan , untuk menghadapi perkembangan tersebut diperlukan semangat optimis, pantang menyerah, berpikir positif, gembira, sabar,mau belajar, kontrol diri dan spritual.

    Dewasa  ini dengan perkembangan teknologi banyak berita Hoaks yang menyebar begitu  gencar, jadi mahasiswa harus pandai memanfatkan fungsi otak untuk  menangkal dan menghindari berita hoak (bohong) tersebut,jelas Sofyan Jalil. 

    Pada kesempatan tersebut Sofyan Jalil juga mengajak mahasiswa untuk mengubah midset , menurutnya, orang sukses  bukan hanya berasal dari keluarga hebat, tetapi orang biasa saja juga bisa sukses, Siapapun bisa jadi sukses yang penting ada kemauan,ungkap Sofyan DJalil.

    Kepada adik-adik mahasiswa agar tidak berkecil hati   kuliah di kampung karena orang belajar  di kampung juga bisa sukses,  maka mahasiswa atau siapa saja diminta tidak minder, banyak kampus ternama di Amerika Serikat lokasinya daerah kampung. 

    Mahasiswa harus berpikir untuk menjadi besar. “Bila ada kemauan, pastik ada jalan,” ungkap  Sofyan DJalil  dihadapan ratusan mahasiswa dan tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

    Rektor Umuslim Dr Amiruddin Idris, SE MSi, pada kesempatan tersebut mengulas sejarah keberadaan Yayasan Almuslim Peusangan dan juga menyampaikan keberadaan kampus Umuslim yang posisinya di kampung jauh dari akses pemerintahan, kampus ini memiliki 7 Fakultas dan 26 Program Studi (Prodi) dan ber akreditasi Institusi dengan nilai  B, dan baru saja dinobatkan oleh LLDIKTI XIII Aceh sebagai Perguruan Tinggi Terbaik katagori Universitas papar H.Amiruddin Idris.

    Acara diakhiri dengan penyerahan  sertifikat tanah oleh menteri kepada  Universitas Almuslim dan Yayasan Almuslim Peusangan yang diterima masing-masing Rektor Umuslim,Ketua Pembina dan ketua Yayasan Almuslim Peusangan.(HUMAS)

     

  • Sofyan Jalil semangati mahasiswa Umuslim

     

    Peusangan-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional RI Dr.Sofyan A.Djalil SH.,M.A.,M.ALD menyampaikan kuliah umum di Universitas almuslim peusangan , acara berlangsung di Auditorium Academik Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan kampus Umuslim Matangglumpang dua.Kamis (14/03/2019).

    Kuliah umum yang disampaikan  Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional RI tersebut bertemakan  kesiapan Indonesia menghadapi revolusi industri 4.0. Dalam pemaparan putra kelahiran Aceh Timur ini lebih banyak menyemangati dan memberikan motivasi kepada mahasiswa  dan perkembangan dunia IT sekarang.

    Menurut Sofyan Jalil   Revolusi Industri 4.0 harus dihadapi dengan berbagai persiapan , untuk menghadapi perkembangan tersebut diperlukan semangat optimis, pantang menyerah, berpikir positif, gembira, sabar,mau belajar, kontrol diri dan spritual. Dewasa  ini dengan perkembangan teknologi banyak berita Hoaks yang menyebar begitu  gencar, jadi mahasiswa harus pandai memanfatkan fungsi otak untuk  menangkal dan menghindari berita hoak (bohong) tersebut,jelas Sofyan Jalil. 

    Pada kesempatan tersebut Sofyan Jalil juga mengajak mahasiswa untuk mengubah midset , menurutnya, orang sukses  bukan hanya berasal dari keluarga hebat, tetapi orang biasa saja juga bisa sukses, Siapapun bisa jadi sukses yang penting ada kemauan,ungkap Sofyan Jalil.

    Kepada adik-adik mahasiswa agar tidak berkecil hati   kuliah di kampung karena orang belajar  di kampung juga bisa sukses,  maka mahasiswa atau siapa saja diminta tidak minder, banyak kampus ternama di Amerika Serikat lokasinya daerah kampung.

    Mahasiswa harus berpikir untuk menjadi besar. “Bila ada kemauan, pastik ada jalan,” ungkap  Sofyan Jalil  dihadapan ratusan mahasiswa dan tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

    Rektor Umuslim Dr Amiruddin Idris, SE MSi, pada kesempatan tersebut mengulas sejarah keberadaan Almuslim Peusangan dan juga menyampaikan keberadaan kampus Umuslim yang posisinya di kampung jauh dari akses pemerintahan, kampus ini memiliki 7 Fakultas dan 26 Program Studi (Prodi) dan terakreditasi Institusi dengan nilai  B, papar H.Amiruddin Idris.

    Acara di akhiri dengan penyerahan  sertifikat tanah oleh menteri kepada  univerrsitas almuslim dan Yayasan almuslim Peusangan yang diterima masing-masing Rektor Umuslim,Ketua Pembina dan ketua Yayasan Almuslim peusangan(HUMAS)

     

  • Sosialisasi Empat Pilar Oleh Drs. H. Anwar Idris

    Bireuen - Kamis (25/2)Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indoneisa (MPR RI) bekerjasama dengan Universitas Almuslim Peusangan menyelenggarakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) di Universitas Almuslim, Bireuen, Kamis 25 Februari 2016.

    Sosialisasi yang diikuti oleh 200 orang peserta yang terdiri dari kalangan dosen dan mahasiswa yang memenuhi gedung Aula M.A Jangka Universitas Almuslim dengan tujuan untuk terus menjaga kekokohan pilar kebangsaaan.dalam kesempatan ini Drs. H. Anwar Idris menyatakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI adalah acara resmi kenegaraan. Dasar hukumnya adalah UU No 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Dalam UU itu, MPR bertugas mensosialisasikan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

    Dalam paparan materi beliau menyampaikan bahwa supaya generasi muda patuh pada UUD 1945 untuk menjaga keutuhan NKRI dengan kebhinekaannya dalam payung Pancasila. “Penting adanya roh kebangsaan. Bila ada roh maka akan ada kebangkitan, Bila ada kebangkitan maka akan ada kehidupan,” lanjut wakil rakyat asal aceh ini.

  • Umuslim laksanakan wisuda angkatan XXXI pada Desember 2018

     

    Peusangan-Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan  melaksanakan Wisuda Strata I (S-1) dan Diploma III, Semester Ganjil Tahun Akademik 2018/2019 Angkatan Ke – XXXI, yang akan dilaksanakan pada Hari Sabtu, tanggal 01 Desember 2018 dan Minggu, tanggal 2 Desember 2018,  bertempat di Auditorium Academic Centre (AAC) Ampon Chiek Peusangan kampus Umuslim.

    Pendaftaran wisuda dimulai tanggal 1-13 November 2018, Pembagian baju toga dilakukan pada hari Rabu tanggal 15 November 2018.

    Persyaratan untuk mengikuti wisuda  sebagai beriku: Telah mengikuti Yudisium Sarjana/Ahli Madya dengan batas terakhir tanggal 12 November 2018, membayar biaya wisuda dapat dilihat di lampiran pengumuman wisuda.

    Pendaftaran Wisuda secara online melalui: www.alumni.umuslim.ac.id dengan syarat: 

  • Umuslim seleksi peserta MTQM Nasional XVI

     

     

     

     

     

     

    Peusangan-Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan mengadakan seleksi peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)  mahasiswa Nasional XVI  yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli di  Banda Aceh, sedangkan seleksi tingkat kampus Universitas Almuslim akan dilaksanakan 18 maret 2019.

    Menurut Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi    agenda seleksi peserta MTQ merupakan  kegiatan dan   program rutin  kampus dalam upaya menjaring qari-qariah dari kalangan mahasiswa sekaligus menumbuhkan  budaya baca Alquran dan upaya pembentukan karakter yang islami dikalangan mahasiswa sesuai visi misi Universitas.

    Untuk menghadapi MTQ mahasiswa nasional ini kita  akan adakan  seleksi, harapannya  seleksi akan mendapatkan  qari-qariah  dari kalangan mahasiswa  yang mempunyai bakat dan kemampuan membaca Al quran yang baik dan bisa membawa nama harum Universitas Almuslim pada  Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) mahasiswa tingkat nasional, yang terpilih dalam seleksi  akan  di TC kan dengan mendatangkan pembimbing berpengalaman dari Hipqah Bireuen,jelas H.Amiruddin Idris.

    Ketua panitia seleksi Najmuddin,MA menyampaiakan bahwa seleksi dilaksanakan di Mushalla kampus Umuslim pada tanggal 18 maret 2019, tujuan seleksi untuk memilih para  qari-qariah yang akan mewakili umuslim ke tingkat nasional,  Training Center (TC) diadakan mulai tanggal 25 Maret s/d 25 Juli 2019, kepada mahasiswa yang berkeinginan ikut seleksi agar dapat mendaftar pada dosen agama dan prodi masing-masing, atau hubungi langsung panitia CP 085260398939  atau 085270909979 .

    Sebagai informasi MTQ Mahasiswa nasional digelar setiap dua tahun sekali, tuan rumah ditetapkan secara bergilir seluruh Indonesia,  tahun ini merupakan  MTQM Nasional yang ke 16  dan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh  sebagai tuan rumah, pelaksanaannya dimulai tanggal 28 juli s/d 4 agustus 2019.(HUMAS)