Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif Kunjungi Umuslim

Kampus Umuslim, Senin (18/09) Dalam kunjungan Dr. Ir. Hari Santosa Sungkari, M.H.  selaku Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif ke Bireuen, menyempatkan diri untuk meninjau Aula MA Jangka yang akan direnovasi menjadi teater modern lengkap dengan lift untuk sampai ke lantai 3.

Menurut Hari Santosa Sungkari yang didampingi Rektor Umuslim Dr. H. Amiruddin Idris, SE., M.Si; "Pemerintah merenovasi aula ini menjadi tempat atau teater yang serba guna yang dapat menampilkan kreatifitas masyarakat Bireuen, dengan harapan ini bukan hanya digunakan oleh Universitas Almuslim akan tetapi tempat kreatifitas masyarakat Bireuen dalam mengekspresikan seni dan budayanya."

Rektor Umuslim berjanji bila renovasi ini selesai akan merawat dan memberdayakan bangunan ini sesuai dengan peruntukan yang disepakati dengan pemerintah.

Dalam peninjauan ke lokasi didampingi Rektor, Wakil Rektor II Drs. Ilyas Ismail, MAP, Ka. Biro Umum Chairul Bariah, SE., MM, Kabag Tata Usaha Muchlis Amus, S.Sos., M.Si, Kabag Kemahasiswaan Sayed Fajri, SH, 2 orang civil enggineer yaitu Muhammad Yanis, ST., MT, Suhaimi, ST.,MT dari Fakultas Teknik Umuslim serta Al Azhar, SS., M.Sos dari Humas dan Kerjasama.

Menurut informasi dari Badan Ekonomi Kreatif ,sebelum bergabung dengan Badan ini, Dr. Ir. Hari Santosa Sungkari, M.H. adalah lulusan arsitektur dari Institut Teknologi Bandung yang lebih senang berkarya di bidang industri teknologi dan bergabung dengan IBM Indonesia. Ia pernah menjadi Sekretaris Jenderal MIKTI (Indonesian Creative Digital Association) yang bertujuan mendukung pengembang teknologi dari Indonesia agar mampu menjadi entrepreneur. Selain kesibukan sebagai Endeavor Mentor dan dosen, ia juga menjadi Co-founder dan Commisioner of Mitra Mandiri Informatika. (al)

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR -RI di Umuslim

Bireuen - Rabu (06/09) Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR- RI bertempat di Gedung M.A Jangka. Sosialisasi yang diikuti oleh ratusan mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) ini bermaksud mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) dan menggalang masukan dari kalangan mahasiswa dengan narasumber Drs. H. Anwar Idris dan dihadiri oleh Civitas akademica Umuslim.

Dalam paparan sosialisasinya Drs. H. Anwar Idris  menyampaikan bahwa, yang dibutuhkan untuk tetap tegaknya Negara dan Pemerintahan Indonesia saat ini adalah empat pilar, yakni : Kesadaran akan Bhineka Tunggal Ika, UUD ’45, Pancasila, dan NKRI. Karena tanpa empat pilar tersebut negara ini akan rapuh dan mengajak para mahasiswa Umuslim berdialog untuk ikut serta memikirkan kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Drs. H. Anwar Idris  juga berharap, bisa benar-benar membawa aspirasi mahasiswa ini ke forum parlemen di Jakarta.

Sementara itu, Drs. H. Anwar Idris  menyampaikan bahwa empat pilar bernegara menjadi hal yang sangat fundamental yang berguna bagi kelangsungan negara Indonesia, sehingga  empat pilar itu tidak bisa diubah. Secara sepintas Drs. H. Anwar Idris  menjelaskan hal-hal yang mendasar pada proses perubahan UUD 45 yang tidak bisa dirubah. Ketika reformasi bergulir, salah satu tuntutan untuk merubah amandemen.  Amandemen yang dianggap masyarakat sudah tidak relevan lagi. Terjadinya reformasi di segala bidang yang dipelopori generasi muda kita, salah satu tuntutan reformasi itu adalah untuk merubah amandemen UUD 45.

Menurut Drs. H. Anwar Idris, reformasi di Indonesia memang harus terjadi, tetapi reformasi untuk mengubah amandemen yang dikehendaki oleh sebagian besar generasi muda, mereka harus didampingi dan dikontrol, sehingga tetap terjaga check and balance (saling melindungi) antara Pemerintah dan masyarakat, demi tetap tegaknya NKRI. Untuk mendampingi masyarakat dan untuk upaya-upaya saling mengontrol antara masyarakat, pemerintah dan lembaga lembaga yang ada, maka MPR menerbitkan buku-buku draft yang berisi aturan-aturan untuk mempertahankan dan menegakkan NKRI dan menegaskan sistem presidensial. Dalam forum itu Drs. H. Anwar Idris  juga menegaskan bahwa kekuasaan yang ada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak untuk dibagi-bagi, tetapi untuk dipisah-pisahkan dalam menjalankan wewenang dan tanggung jawab demi tegaknya NKRI. Sedangkan UUD 45 berfungsi untuk membatasi kekuasaan lembaga-lembaga negara, karena kekuasaan tertinggi adalah di tangan rakyat. (al-heri)

 

Pelatihan Penulisan Hadirkan Yarmen Dinamika Sebagai Pemateri

Kampus Umuslim, Sabtu (16/09) Pelaksanaan Pelatihan Teknik Penulisan Karya Ilmiah Populer dan Artikel Opini di Media Massa yang digelar di Universitas Almuslim (Umuslim) hadirkan Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia Yarmen Dinamika. Acara yang dihadiri Rektor Umuslim Dr. H. Amiruddin Idris, SE., M.Si, Wakil Rektor III Ir. Saiful Huri, M.Si, Wakil Rektor IV. Dr. H. Sujiman A. Musa, MA, serta jajaran Dekan di lingkup Umuslim.

Pada acara pembukaan Rektor Umuslim menegaskan;"Acara pelatihan ini sangat penting bagi mahasiswa dan dosen, apalagi berkat kerja keras semua pihak Umuslim meraih peringkat akreditasi institusi B dan merupakan satu-satunya Universitas swasta yang memperoleh anugerah yang begitu besar dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Pelatihan ini diharapkan memberi motivasi serta dorongan sehingga akan lahir penulis-penulis yang handal, apalagi pemateri hari ini memang merupakan orang yang tepat dalam memberikan materi pelatihan."

Acara pelatihan yang diikuti 50 orang peserta baik dari kalangan dosen maupun mahasiswa yang mewakili Organisasi Kemahasiswaan maupun Unit Kegiatan Mahasiswa, diikuti oleh peserta dengan antusias. Apalagi Pemateri sudah tidak asing lagi bagi kalangan civitas akademika Umuslim. 

"Alhamdulillah acara ini terlaksana dengan baik berkat dukungan Rektor beserta jajaran serta panitia yang bekerja dengan seius dan bersungguh-sungguh", ujar Ketua panitia Kabag Humas Umuslim Zulkifli, M.Kom.(al)

Apel dan Silaturahmi Idul Adha Civitas Akademika Umuslim

Kampus Induk Umuslim, Senin (04/09) Bertempat di halaman kampus Fikom diadakan apel pagi awal bulan minggu pertama, yang dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Almuslim (Umuslim) Dr. H. Amiruddin Idris, SE., M.Si yang dihadiri jajaran Wakil Rektor, Ka. Biro, Kabag, Dekan beserta jajaran, dosen, serta staf .

Acara selanjutnya adalah silaturahmi dengan acara coffee morning atau sarapan pagi bersama bersama jajaran civitas akademika Umuslim yang dihadiri Dewan Pengawas serta Ketua Yayasan Almuslim Peusangan.

"Terima kasih yang tak terhingga kepada warga Umuslim beserta Yayasan, yang dengan kerjasama serta kerja keras membuahkan hasil 'Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi' untuk kampus kita tercinta dengan peringkat 'baik' atau 'B'", ungkap Rektor Umuslim.

"Kerja keras selama ini membuahkan hasil seperti yang kita harapkan, semua hal tersebut tidak mungkin dilakukan tanpa kerjasama yang baik, terima kasih kepada Rektor Umuslim beserta civitas akademika-nya yang telah melakukan kerja terbaik, terima kasih kepada jajaran Yayasan Almuslim Peusangan sebagai pengelola yang dapat bekerjasama, terpenting ke depan kita tingkatkan kinerja yang lebih baik lagi", tegas  Yusri Abdullah, S.Sos selaku Ketua Yayasan.

Di penghujung acara para peserta apel dan silaturahmi sama-sama mencicipi 'kuah tuhe beserta buleukat' dalam suasana penuh kekeluargaan.(al)

Peternak Unggas Geurugok Dilatih Dosen Umuslim

Gandapura, Kamis (07/09) Sebanyak 20  orang masyarakat peternak tradisionil di Gampong  Geurugok Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen dilatih cara pembuatan mesin tetas sederhana dan cara penggunaannya.

Kegiatan ini  dimulai sejak April 2017 dan  sekarang sudah pada tahap penetasan, pelatihan yang dilaksanakan mulai dari pembuatan tempat penetasan dan membimbing mereka mengoperasikan mesin tersebut sampai pada tahap penetasan  telur .

Menurutnya Ariani Kasmiran, S.Pt., MP program ini dilaksanakan dalam rangka pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen program studi peternakan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Peusangan Bireuen, yang  merupakan salah satu program pengabdian masyarakat bagi dosen Umuslim  melalui program pengabdian  Ibm yang didanai Direktorat Riset dan pengabdian Masyarakat (DRPM) Dikti Jakarta.

Pelatihan pembuatan tempat tetas dilakukan selama dua hari yang dibimbing dua orang pembimbing  Ariani Kasmiran,SPt, MP dan Drh.Yusrizal Akmal,MSi Dosen tetap Universitas Almuslim Bireuen dan juga dibantu alumni Fakultas Pertanian yang sudah sukses di bidang ini.

Menurut  Ariani Kasmiran ,SPt, MP , tujuan program ini untuk memberikan  pengetahuan bagi peternak tradisionil (rumah tangga) tentang penetasan buatan baik dalam hal pembuatan mesin yang sederhana maupun dalam menggunakan mesin tetas.

Harapan kita program akan dapat meningkatkan daya tetas telur unggas lokal seperti telur itik dan ayam sebagai plasma nutfah Indonesia yang perlu dibudidayakan. Melalui kegiatan diharapkan peternak mampu mengelola mesin tetas sehingga dapat menjadi sentra pembibitan unggas lokal khususnya di Kabupaten Bireuen , jelas dosen Umuslim kelahiran Sumatera Barat  ini.

Tambah Ariani Kasmiran lagi, hasil evaluasi pihaknya selama ini salah satu faktor  yang menyebabkan rendahnya populasi ternak adalah kurangnya pengadaan bibit ternak khususnya unggas  di Kabupaten Bireuen. Selama ini banyak bibit didatangkan dari Medan , sudah barang tentu harganya lebih mahal karena adanya biaya transportasi, harapan kita hasil pelatihan ini akan membuka peluang bagi masyarakat untuk melakuakn penetasan untuk wilayah Bireuen, karena kondisi  sangat potensial, bagi peningkatan ekonomi keluarga.(al-zul)

 

 

 

Universitas Almuslim Memperoleh Peringkat Akreditasi B

Kampus Umuslim, Rabu (29/08) Kepercayaan masyarakat pada universitas Almuslim (Umuslim) merupakan hal penting. Kepercayaan tersebut menjadi faktor penentu tingginya animo masyarakat masuk ke suatu universitas. Salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kepercayaan adalah mengupayakan akreditasi institusi menjadi lebih baik.

Ternyata kepercayaan masyarakat terhadap Umuslim tidak sia-sia, terbukti  berdasarkan SK BAN PT  No. SK: 2738/SK/BAN-PT/Akred/PT/VIII/2017 Umuslim berhasil mendapatkan akreditasi B. Pencapaian prestasi akreditasi B tersebut membanggakan dan membahagiakan, karena sebelumnya institusi ini  terakreditasi C. Untuk meningkatkan akreditasi C menjadi B, tentu bukan hal mudah. Banyak hal yang harus dilakukan civitas akademika  Umuslim, selain kerja keras civitas akademika, keberhasilan untuk memperoleh akreditasi B karena mendapat dukungan dari seluruh pihak di lingkup Umuslim.

"Keberhasilan ini merupakan kerja kolektif, artinya kami pihak pimpinan tidak dapat bekerja sendiri untuk mewujudkan akreditasi B. Seluruh civitas akademika terlibat, seperti mahasiswa, dosen, dan karyawan. Bahkan seluruh warga Umuslim terutama Yayasan turut membantu. Semua memberi kontribusi untuk memperoleh akreditasi B,  dan atas hasil ini kami sangat bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Harapan kami Umuslim akan lebih baik lag di masa mendatang. Baik dosen maupun mahasiswa diharapkan tetap semangat mencetak prestasi-prestasi baru. Dengan akreditasi yang baik akan menimbulkan percaya diri yang semakin besar pada mahasiswa. Dengan kepercayaan diri tersebut, semoga mereka lebih bergairah dalam belajar dan berprestasi." ujar Rektor Umuslim Dr. H. Amiruddin Idris, SE., M.Si. (al)