Umuslim Berpartisipasi Pada FLS2N dan Pentas PAI Jenjang SD se-Kab. Bireuen .

Bireuen, Selasa (10/05) Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) dan Pentas Pendidikan Agama Islam jenjang Sekolah Dasar se-Kabupaten Bireuen dibuka dengan resmi oleh Drs. Nasrul Yuliansah, M.Pd selaku Ka. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Bireuen.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen melibatkan beberapa kalangan dalam menyukseskan acara tersebut, antara lain Umuslim kelihatan Sujiman A. Musa, T.Rafli Abdillah, Mukhlis Puna, dan Al Azhar yang dilibatkan sebagai 'Dewan Juri'.

"Kecerdasan 'IQ' tidak selamanya membuat seseorang itu berhasil, akan tetapi ada kecerdasan lain yang mendukung keberhasilan seseorang," tegas Nasrul Yuliansyah.

Kecerdasan lain baik berupa bahasa, seni, dapat menunjang keberhasilan peserta didik di masa datang. Itu merupakan type kecerdasan 'majemuk', dengan tidak terlalu mengagungkan kecerdasan 'IQ'.

Tapi segelintir guru yang dapat menghargai kecerdasan selain 'IQ' tersebut, artinya kalau pelajar mempunyai kecerdasan menyanyi, menari, atau berpuisi harus kita berikan saluran untuk dikembangkan. Demikian uraian yang ditambahkan oleh Ka. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen. 

Acara yang direncanakan selama dua hari, yang akan berakhir hari Rabu (11/05). (al)

Wakil Rektor IV Pembina Apel Pagi

Kampus Induk Umuslim, Senin (2/5) Acara apel pagi rutin awal bulan kali ini bertindak sebagai pembina Wakil Rektor IV Dr. Sujiman A.Musa, MA, yang dihadiri jajaran Rektorat, Ka. Biro, Kabag, Dekan serta sivitas akademika Umuslim.

Pada intinya Wakil Rektor IV mengajak sivitas akademika agar lebih 'merasa memiliki' Umuslim sehingga akan selalu berusaha dengan sebaik-baiknya demi kebaikan dan kemajuan Umuslim.

Acara ditutup dengan doa oleh Bapak Muhammad Rizal, MA, dan diakhiri dengan 'coffee morning' antara sivitas akademika dengan penuh suasana kekeluargaan, serta kebersamaan. (al)

Rapat Persiapan Pelaksanaan Seminar Tentang Sejarah Kerajaan Jeumpa

Bireuen, Sabtu (07/05)7 bertempat di DPRK Bireuen diadakan rapat terakhir persiapan pelaksanaan Seminar tentang Sejarah Kerajaan Jeumpa. Rapat tersebut dipandu oleh Ketua Panitia Seminar yang juga Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Bireuen, Drs. Jailani, M.M. Masing-masing bidang melaporkan hal-hal yang telah dilakukan dan apa yang belum dilakukan dicari solusinya supaya tidak menjadi kendala nantinya di lapangan. Semua hal dibicarakan secara terbuka dan demokratis, dicari solusi terbaik, serta transparan dalam hal penggunaan anggaran. Yang intinya adalah bagaimana seminar yang akan dilaksanakan di Desa Blang Seupeung, Kecamatan Jeumpa berjalan lancar dan sukses.

Diperkirakan yang akan hadir berjumlah 2.400 orang, terdiri dari Wali Nanggroe, Gubernur Aceh, Bupati dan kalangan muspida dan Camat di lingkup Kabupaten Bireuen, Bupati Pidie, Muspida Aceh Tengah dan Bener Meriah, pimpinan universitas dan yayasan, kalangan akademisi, mahasiswa, TNI, Polri, Kejaksaan, tokoh-tokoh adat dan agama, dan masyarakat Desa Blang Seupeung sekitarnya. Tamu Negara yang akan hadir adalah 2 Raja dari Malaysia beserta rombongan yang berjumlah 30 orang.

Kepanitiaan seminar beranggota dari berbagai unsur seperti muspida, tokoh adat dan agama, akademisi, tokoh masyarakat, pemuda, dan mahasiswa. MAA berusaha mengakomodir berbagai pihak karena dalam pelaksanaan ini diperlukan kerjasama dan pemikiran lintas sektoral. Makalah seminar akan dibukukan dan akan menjadikan berbagai output rekomendasi. Artinya seminar yang akan dilaksanakaan ini akan ditindaklanjuti dengan berbagai kegiatan ke depannya. (al-poncut)

 

Sanggar Mirah Delima Umuslim Tampil Memukau Di Pekanbaru

Pekanbaru, Jum'at (29/4) Sanggar Mirah Delima Umuslim tampil memukau pada acara 'Hari Tari Sedunia 2016' yang diadakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau bertempat di Taman Budaya Riau, Pekanbaru.

Perhelatan akbar yang menghadirkan 26 sanggar seni dari berbagai daerah di Riau dan luar daerah lainnya. Dari Aceh hadir Sanggar Mirah Delima Umuslim dengan tari Rapa'i Geleng, sedangkan STIKES Lhokseumawe dengan unggulannya tari Saman.

Menurut Ibu Zahara, M.Pd selaku Ketua Rombongan;"Penampilan anak-anak Sanggar Mirah Delima Umuslim menunjukkan keprofesionalan mereka dalam berkreasi dan berkesenian, semua itu tak lepas dukungan dari jajaran Yayasan serta Rektorat Umuslim, serta sivitas akademikanya, mudah-mudahan kemampuan ini terus ditularkan kepada adik-adik generasi berikutnya."

Sementara Dr. H. Kamsul selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Riau berujar;"Tujuan kegiatan ini diadakan untuk merayakan hari tari sedunia, dan mengeratkan hubungan silaturahmi antara suku, dan budaya se-Sumatera."

Bapak Angga Eka Karina, M.Sn dan Bapak Coco Zunuanis, S.Pd sebagai motor penggerak Sanggar Mirah Delima Umuslim mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Yayasan, Rektorat, Pembina Sanggar Mirah Delima yang dengan begitu serius memfasilitasi keberangkatan ke Pekanbaru, semoga ini tetap berlanjut pada event-envent lainnya. (al, angga)

Pelepasan Siswa Prakerin Dari SMKN 1 Sawang Oleh Warek IV Umuslim

Kampus Induk, Senin (2/5) Pelepasan siswa prakerin (praktek kerja industri) sebanyak 12 orang dari SMK N 1 Sawang dilakukan oleh Warek IV. Tampak hadir pada pelepasan tersebut Kabag Humas, Ka Biro Umum, disertai staf Humas dan kerjasama Umuslim.

"Kami berharap berakhirnya prakerin ini bukan berakhirnya hubungan dan kerjasama antara kedua belah pihak, akan tetapi akan terus berlanjut pada masa-masa mendatang," demikian ungkap Dr. Sujiman A. Musa, MA selaku Warek IV Umuslim.

Acara diisi dengan kesan dan pesan, baik dari siswa, guru, Kabag Humas, serta Ka. Biro Umum Chairul Bariah, SE., MM. Yang pada intinya mengharapkan kerjasama yang lebih lanjut, dan jika ada keinginan untuk melanjutkan studi ke Umuslim tapi tidak mampu akan tetapi berprestasi , agar segera menghubungi Umuslim. (al)

Konfrensi Internasional di Umuslim Membuka Jendela Dunia

Kampus Umuslim, Sabtu (23/4) Setelah Rektor Universitas Almuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi membuka secara resmi konferensi Internasional antara India dan Indonesia untuk membahas hubungan Pulau Andaman- Nikobar  dan pulau Weh-Sabang , dimulailah sessi konfrensi.

Pada salah satu Sub Themes: "The Study on Aging and Mobility; Shared Experiences in India and Indonesia yang bertindak sebagai Keynote Speaker ; Prof.Dr.Ching Lung Tsay (Tamkang University Taiwan), Dr.Evi Nurvidya (UI Jakarta) dan dimoderatori oleh Al Azhar (Staf Khusus Wakil Rektor IV Umuslim) membahas tentang usia lansia di Indonesia, India, serta Taiwan.

Secara global Indonesia menduduki posisi kelima jumlah terbesar lansia di dunia, akan tetapi urutan pertama lansia yang mendapat kesejahteraan teratas adalah Swiss.

Untuk Taiwan usia lansia mencapai usia 65 tahun karena tingkat kesejahteraan yang lebih baik daipada India dan Indonsesia. 

Sementara usia lansia yang dapat menikmati masa tuanya dengan bahagia termasuk di negeri India. Pada prinsipnya Dr. Evi Nurvidya menekankan;" Bahwa jangan berfikir bahwa masa tua kita akan menderita, akan tetapi sejak dini kita mempersiapkan diri baik secara pengetahuan, kesehatan, dan kesiapan psikis agar di masa tua kita dapat tetap energik."

Prof.Dr.Ching Lung Tsay (Tamkang University Taiwan) menegaskan; "No diplomatic relations between Indonesia and Taiwan, but really many Indonesian workers in Taiwan." "Tidak ada hubungan diplomatik antara Indonesia dan Taiwan, akan tetapi begitu banyak tenaga keja Indonesia di Taiwan."

Pada dasarnya menurut Ching Lung Tsay, apabila kita saling membuka diri antara Indonesia dan negara luar, berarti sudah membuka jendela dunia. Beliau juga menyarankan agar membuka diri dan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang  bea siswa baik di India maupun Taiwan. (al)

 

Subcategories