PERTEMUAN DENGAN DOSEN DELHI UNIVERSITY

New Delhi-India, Senin (7/9) Setelah melakukan pertemuan dengan Dr. Gautam Kumar Jha, dengan ditemani Dr. Gautam, Dosen Umuslim melanjutkan pertemuan dengan Dr. Bhuvan Jha, seorang pakar sejarah di Delhi University. Delhi University terletak di pusat kota New Delhi. Kampus ini didirikan tahun 1922 dan berbentuk college yang tersebar di beberapa lokasi. Area kampusnya sangat luas, sama dengan kampus di JNU. Namun bedanya kampus di JNU berada di lingkungan yang masih alami di tengah hutan kampus yang lebat (masih ada srigala dan rusa) sedangkan lingkungan di Delhi University dipenuhi pepohonan yang besar namun tidak seperti lebatnya hutan di JNU.

Pertemuan dilakukan secara informal di rumah Dr. Ghuvan, rumah dinas dosen yang terletak di dalam pekarangan kampus. Lagi-lagi, bila dibandingkan dengan rumah dosen universitas negeri, rumah dosen di India terlihat lebih sederhana. Seorang mahasiswa Indonesia pernah berbisik, walaupun rumah para dosen di India cukup sederhana tapi bila dibandingkan dengan gaji dosen di Indonesia, gaji dosen di India jauh lebih besar dan banyak dosen di sini bereputasi dunia. Status dosen di India sangat terhormat sebagai profesi penting dan strategis untuk menjadi duta besar atau menteri.

Perjalanan menuju Delhi Universty dimulai dengan naik auto (bajai), kemudian dilanjutkan dengan naik metro, kereta bawah tanah. Sesampai di stasiun metro Dr. Ghuvan telah menunggu di stasiun untuk menjemput tamunya.

Sebagaimana di rumah Dr. Gautam, Dosen Umuslim dijamu dengan hidangan makanan khas India yang diawali dengan makanan pembuka berupa papadum yang ukurannya besar (dibandingkan dengan prata atau roti cane di Indonesia, Malaysia atau Singapura) dan dilengkapi dengan irisan acar (chutney) mentimun yang sarat bumbu, irisan wortel, cabai hijau, dan bawang merah. Dilengkapi dengan hidangan kuah papadum dengan cita rasa rempah-rempah yang kuat. Setelah menyantap papadum, dilanjutkan dengan makan nasi dengan hidangan gule kambing dan ayam.

Dr. Bhuvan Jha sangat senang dengan kedatangan tamu dari Indonesia. Katanya ia ingin bekerja sama dan membantu Umuslim. Pembicaraan dimulai dengan bahasan sejarah seperti banyaknya manuskrip di Aceh dan juga di kantor Badan Arsip yang belum terinventarisir dan juga banyaknya naskah kuno Aceh yang dijual ke orang Malaysia. Sama seperti pemikiran Dr. Gautam, akan dimulai dengan penjajakan kerja sama dengan membentuk think thank bagi tahapan awal menuju penjajakan kerja sama yang lebih luas. Dosen Umuslim menjelaskan tentang riset unggulan universitas seperti energi terbarukan dan potensi untuk mengolah limbah sawit menjadi pupuk organik dan energi  listrik.

Mengharapkan ke depannya adanya kerja sama antarpeneliti Delhi University, JNU, dan Umuslim. Selain itu juga menginformasikan bahwa Umuslim sedang bekerja sama dengan beberapa pihak terkait di Aceh untuk budidaya kurma Aceh di Kabupaten Bireuen. Untuk itu, Umuslim memohon bantuan pakar dari Delhi University untuk bekerja sama dengan para peneliti Umuslim untuk mengembangkan energi terbarukan dan budidaya kurma di Aceh. Dr. Bhuvan berjanji akan membantu menghubungi peneliti pertanian di Delhi University dan di salah satu lembaga riset terkemuka di India untuk dilink-an ke Umuslim. Semoga kerja sama antara Aceh dan India dapat dimulai melalui kerja sama antarpeneliti. (al)

MENJAJAKI KERJA SAMA DENGAN JAWARHALAL NEHRU UNIVERSITY

New Delhi-India, Senin (7/9) Dalam rangkaian kegiatan di Jawarhalal Nehru University (JNU) Dosen Umuslim, Drs. Nurdin Abdul Rahman, M.Si dan Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil, M.A menyempatkan bertemu dan berdiskusi dengan Inisiator dan Ketua Panitia Konferensi Internasional, Dr. Gautam Kumar Jha. Dr. Gautam seorang ahli tentang Indonesia, khususnya di bidang linguistik dan hubungan internasional. Di JNU beliau juga pengajar Bahasa Indonesia. Yang mengesankan, banyak mahasiswa di JNU yang dapat berbahasa Indonesia dan di antara mereka ada yang pernah menerima beasiswa Program Darmasiswa dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk belajar Bahasa Indonesia di Universitas Gadjah Mada, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, dan Universitas Indonesia.

Pertemuan dengan Dr. Gautam dilakukan di rumah dinas dosen di lingkup JNU. Rumahnya sederhana bila dibandingkan dengan rumah dinas dosen universitas negeri di Indonesia. Ketika menyambut kedatangan Dosen Umuslim, beliau berpenampilan sederhana. Hal ini mengingatkan kita tentang pola hidup sederhana yang diperlihatkan dan dicontohkan tokoh dunia asal India, Mahatma Gandhi. Manusia harus menghindari kekerasan dan konflik dan perlu menerapkan pola hidup sederhana dengan tidak terlena dengan kehidupan materialisme, jabatan dan kekuasaan, dan wanita. Pola hidup Gandhi berpengaruh besar dalam kehidupan masyarakat India.

Sebelum melakukan pembicaraan, Dr. Gautam menjamu tamu dengan hidangan susu murni. Katanya, orang India pasti setiap hari minum susu. Susu merupakan minuman yang sangat penting dalam kebudayaan India. Bahkan katanya, ia bisa minum susu dari pagi hingga malam hari tanpa makan nasi. Karena proteinnya tinggi, ia tetap terlihat sehat, tidak sakit dan ia telah ia lakukan sejak kecil. Pertemuan dengan Dosen Umuslim membahas beberapa hal yang salah satunya dimulai dengan pembentukan tim intelektual dan pemikir (think thank) antara Umuslim dan JNU. Baik Dosen Umuslim dan Dr. Gautam sepakat untuk tidak memulai kerja sama dengan MoU. Yang terpenting dimulai dengan action terlebih dahulu, walaupun kerja sama yang dilakukan masih terbilang kecil. Baru setelah itu dilanjutkan dengan melakukan MoU antara Umuslim dan JNU. Bila diperlukan, beliau siap membantu Umuslim dalam mengkomunikasikan dengan pihak pemerintah India atau para pakar lainnya di lingkup JNU. Ada keinginan dari beliau untuk mengunjungi Umuslim.

Siangnya berdiskusi dan malamnya Dosen Umuslim diundang Dr. Gautam untuk makan malam di rumah beliau. Hidangan yang disajikan sangat istimewa, dengan makan pembuka berupa roti cane atau canai (istilah India papadum) yang ukurannya besar yang dilengkapi dengan irisan acar (chutney) mentimun yang sarat bumbu, irisan wortel, cabai hijau, dan bawang merah. Dilengkapi dengan hidangan kuah papadum dengan cita rasa rempah-rempah yang kuat. Setelah menyantap papadum, dilanjutkan dengan makan nasi dengan hidangan gule kambing dan ayam.

"Mereka menyambut kita dengan begitu antusias, semoga saja pertemuan ini membuka jalan untuk kerjasama yang lebih intens di masa mendatang," demikian ungkap Teuku Cut Mahmud Aziz. (al)
   

PEMATERI KONFERENSI DARI UMUSLIM DI JAWAHARLAL NEHRU UNIVERSITY KUNJUNGI TAJ MAHAL

Agra-India, Minggu (6/9) Setelah mengikuti jadwal Konferensi yang padat, para pemateri konferensi Internasional di Jawarhalal Nehru University menyempatkan waktu ke Kota Agra untuk mengujungi Taj Mahal, tempat wisata paling terkenal di India. Kota Agra berada di bagian utara India dan berjarak sekitar 195 Km dari New Delhi.

Rombongan berangkat ke Kota Agra dilakukan pada pukul 4 pagi berhubung lokasinya jauh dari Ibukota dan diusahakan tiba di sana sebelum pukul 8 pagi. Karena pada siang hari panas di India begitu menyengat, mencapai 380-400 Celcius.

Taj Mahal: kisah cinta abadi.

Sebenarnya Taj Mahal hanya sebuah monumen. Dibangun selama 22 tahun oleh Shah Jehan sebagai musoleum untuk mengenang istri tercintanya Mumtaz ul Zamani yang lebih dikenal sebagai Mumtaz Mahal. Sebuah arsitektur atas nama cinta yang menjadi satu bangunan terindah di dunia.

Sesuai dengan maksudnya, bangunan itu pun disebut sebagai Taj Mahal. Letaknya di Agra, India kawasan Uttar Paradesh. Persis di tepian Sungai Yamuna. Pembangunannya melibatkan 20.000 pekerja, arsitek paling ahli, seniman ahli kerajinan tangan, sejumlah ahli kaligrafi, pemahat, ahli batu dari seantero India, Persia, dan Turki. Dibangun dengan presisi, emosi, seni arsitektur mengagumkan.

Bangunan itu berawal dari sebuah janji. Berawal pada tahun 1631, saat Mumtaz Mahal terbaring sekarat di sisi suaminya Shah Jehan, setelah melahirkan anak ke-14 bagi sang raja. Perempuan itu menagih empat janji dari sang raja. Pertama memohon dibangunya sebuah Taj, kedua memintanya tidak kawin lagi, ketiga menuntut perlakuan baik suaminya pada anak-anak mereka, dan terakhir memintanya untuk mengunjungi makamnya secara teratur. Tak lama kemudian Mumtaz mahal pun meninggal.

Shah Jehan sangat terpukul dengan kematian istrinya, namun ia segera mewujudkan janji bagi sang istri tercinta. Maka ia memerintahkan pembangunan sebuah Taj pada 1631. Selama 2 tahun Shah Jehan mengurung diri dan berkabung. Lantas pada 1633, ia akhirnya menyelesaikan pembangunan sebuah makam bagi istrinya di dalam bangunan yang sedang dikerjakan itu. (al)

Bimbingan Teknis Akreditasi Program Studi Dan Insitusi PTS Di Lingkungan Kopertis Wilayah XIII Aceh

Kampus Ampon Chiek Peusangan, Jum'at (4/9) Bimbingan Teknis Akreditasi Program Studi Dan Insitusi PTS dan Bimbingan Teknis Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Di Lingkungan Kopertis Wilayah XIII Aceh yang diadakan di Umuslim yang dilaksanakan oleh Kopertis wilayah XIII Aceh bekerjasama dengan Umuslim sebagai tuan rumah.
Acara  berlangsung  di Auditorium Akademic Centre (AAC) Ampon Chiek Peusangan Universitas  Almuslim selama dua hari  Jumat-Sabtu (4-5/9).

Menurut ketua Panitia Fuad Abdullah, kegiatan diikuti 109 PTS  dari seluruh Aceh, berlangsung selama dua hari, dan setiap kegiatan berlangsung satu hari, yaitu  hari Jum'at (4/9),  Kegiatan Bimtek Akreditasi Program Studi dan Institusi, Sedangkan hari Sabtu (5/9) Bimtek Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.

Acara dibuka  Koordinator Kopertis Wilayah XIII Aceh Prof. Dr. Jamaluddin, M. Ed,  pada kesempatan tersebut mengucapkan terimakasih atas fasilitas yang diberikan untuk kegiatan ini, kami memilih Umuslim karena kampus ini sudah mempunyai fasilitas yang sangat layak dan  memadai untuk pelaksanaan kegiatan yang seperti ini ungkap Prof Jamal.
Selain itu Prof Jamaluddin mengatakan bahwa, untuk mendapatkan legalitas penyelenggaran kegiatan pendidikan  khususnya dalam pengelolaan sebuah perguruan tinggi, diperlukan dokumen berupa pengakuan dalam bentuk Akreditasi  dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

Maka untuk menyusun dokumen tersebut  dibutuhkan suatu keterampilan teknis. Inilah kegiatan yang kita laksanakan hari ini untuk memberikan suatu pengetahuan  bagi seluruh kompenen yang terlibat dalam pelaksanaan penyusunan Borang Evaluasi Diri dan Borang Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi Jelas Prof.Jamaluddin, MEd.

Pada kesempatan tersebut Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan Kopertis Wilayah XIII Aceh. Ini merupakan suatu kepercayaan dan kehormatan bagi  kampus yang berada di daerah, karena selama ini kegiatan sering  di Banda Aceh . Kepada peserta yang hadir kami memohon maaf atas berbagai kekurangan dalam penyelenggaraan ini ungkap Dr.H.Amiruddin Idris, SE,MSi.

Adapun  narasumber dalam  kegiatan pelatihan ini yaitu Prof. Dr. Jamaluddin, M. Ed, Dr. Tgk. H. Gunawan Adnan, MA, PhD (UIN Ar-Raniry), Dr. Ir. Aman Yaman, M. Agric (Ketua AIPT Unsyiah), Dr. Sri Rahmi, MA (UIN Ar-Raniry), Drs. M. Sayuti, ST,M.Sc (UNIMAL), , Jalaluddin, S. Pd, M. Pd (Universitas Serambi Mekkah), Dr. Ir. Marwan (Asesor sekaligus anggota BAN-PT). (al-zul)

DOSEN UMUSLIM MELAKUKAN COURTESY CALL KEPADA DUTA BESAR REPUBLIK INDONESIA DI INDIA

New Delhi-India, Minggu pagi (6/9)  pukul 10.00 Waktu India Dosen Universitas Almuslim, Drs. Nurdin Abdul Rahman dan Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil, M.A melakukan Courtesy Call kepada Duta Besar Republik Indonesia di India, Yang Mulia Rizali W. Indrakesuma. Courtesy Call ini dilakukan di rumah kediaman Duta Besar di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

Courtesy Call merupakah istilah yang digunakan dalam dunia diplomasi atau pemerintahan yang berarti kunjungan kehormatan. Kunjungan kehormatan yang dilakukan oleh Dosen Umuslim dalam rangka menyampaikan terima kasih atas penerimaan, keramah-tamahan, dan pelayanan yang diberikan KBRI kepada dosen Umuslim selama menginap di Wisma Tamu KBRI. Dosen Umuslim juga menyampaikan poin-poin penting dari hasil Konferensi Internasional di Jawarhalal Nehru University (JNU) yang dapat ditindaklanjuti untuk penjajakan kerja sama antara Indonesia dan India. Juga menyampaikan permohonan bantuan bila ada peneliti di India yang ahli kurma untuk membantu Universitas Almuslim, mensukseskan  budidaya kurma Aceh yang akan dikembangkan di Kabupaten Bireuen, Aceh.

Selain itu dalam pertemuan ini diselingi dengan bertukar pikiran mengenai isu-isu regional dan internasional, seperti resolusi konflik dan perdamaian, tahapan dan hasil MoU Helsinki, potensi ekonomi dan letak strategis Sabang, dan kasus nelayan Aceh yang ditahan di Nicobar. Pertemuan berlangsung begitu hangat dan penuh persahabatan. Dalam kunjungan kehormatan ini dosen Umuslim didampingi oleh dua staf lokal KBRI.

Demikian laporan yang disampaikan dari New Delhi-India oleh Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil, M.A melalui email. (al)

DOSEN UMUSLIM MENJADI KHATIB SHALAT JUMAT DI KBRI DI NEW DELHI

New Delhi-India, Jum’at (4/9) Secara rutin setiap Jumat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di New Delhi melaksanakan shalat Jumat di Mushola KBRI yang terletak di bawah Kantor Atase Pendidikan KBRI. Dalam pelaksanaan Shalat Jumat (4/9)  pihak takmir mushola mendaulat Dosen Umuslim, Drs. Nurdin Abdul Rahman, M.Si menjadi khatib, sedangkan yang menjadi imam Shalat Jumat adalah Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Mudjia Rahardjo. Kehadiran kedua intelektual ini di New Delhi dalam rangka menjadi pemateri di Konferensi Internasional di Jawarhalal Nehru University (JNU), New Delhi.

Yang hadir dalam shalat Jumat adalah dari kalangan diplomatik Indonesia dan Malaysia, mulai dari Duta Besar, atase, counselor hingga staf lokal serta para mahasiswa yang kuliah di New Delhi. Kebetulan pada Jumat ini hadir beberapa dosen dari beberapa universitas di Indonesia dalam rangka mengikuti Konferensi Internasional di JNU.

Drs. Nurdin Abdul Rahman menyampaikan khutbah Jumat dengan bahasa yang sederhana dengan pesan-pesan yang begitu menyentuh. Beliau menekankan pentingnya umat Islam bersatu dan secara terus menerus meningkatkan Ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan Islam sebagai salah satu aspek dalam menguatkan ikatan persaudaraan antarsesama umat Islam. Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (Al-Hujurat: 10).

Sebagai pengikut Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam manusia harus bersih dari syirik, karena syirik akan menyebabkan manusia kekal di dalam neraka. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-An’aam: 82 yang artinya,”Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri iman mereka dengan kezaliman/syirik, mereka itulah orang-orang yang diberikan keamanan dan mereka itulah orang-orang yang diberi petunjuk”.

Demikian berita yang dilaporkan dari New Delhi-India oleh Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil., M.A (Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat  Umuslim). (al)