Acara Sosialisasi Penanaman Kurma Kerjasama Umuslim dengan Kodam IM dan Dayah Mulia Blang Bintang.

Aceh Besar, Minggu (17/07), Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI L. Rudy Polandi menanam bibit kurma Thailand di areal perkebunan Kurma Aceh tepatnya di Aceh Integrated Farm Montasik berlokasi dekat Radar AURI jalan raya Montasik-Krueng Raya Desa Teupin Batee Kec. Blang Bintang Kab Aceh Besar.

Acara penanaman bibit kurma Thailand tersebut dihadiri oleh Drs. Marwan Hamid, M.Pd Wakil Rektor I Umuslim, Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf (Rektor UTU), Dr. Kamal Arief (Arsitektur Heritage Aceh dari Bandung), Bapak Mahdi Muhammad (Pekebun Kurma Pelopor di Montasik) dan puluhan penggerak kurma dari Kabupaten/Kota Aceh dan Luar Aceh seperti Banda Aceh, Aceh Besar, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Jaya, Nagan Raya, Langsa, Sigli, Medan, Jakarta, Jawa Barat.

Sedangkan dari jajaran Kodam Iskandar Muda, Pangdam IM Mayjen TNI L. Rudy Polandi didampingi oleh Kasdam IM Brigjen TNI Moch. Fachrudin. S.Sos, Irdam IM, Danrindam IM, para Asisten Kasdam dan Kabalakdam IM.

Dalam sambutannya, Pangdam mengucap bangga dan mengatakan bahwa untuk membuka ekonomi daerah, kita harus mencari peluang yang baik untuk menumbuhkan perekonomian di Aceh, dan alhhamdulillah di Aceh ini sudah bisa menanam kurma, kebun kita luas dan mudah-mudahan berhasil.

“Saya bangga dan untuk membuka ekonomi daerah harus mencari peluang yang baik untuk perekonomian Aceh, dan alhamdulillah di Aceh sudah bisa menanam, kebun kita luas mudah-mudahan berhasil”, terang Pangdam IM Mayjen TNI L. Rudy Polandi.

“Saya berterima kasih kepad pak Hilmy dan semua masyarakat, saya berharap pohon kurma ini dapat tumbuh subur dan hasilnya dapat dinikmati masyarakat,” ungkap Jendral bintang dua tersebut.

Pada saat  yang sama, Dr. Hilmy Bakar selaku Direktur Lembaga Pengembangan Kurma Umuslim  mengungkapkan kendala dan kesulitan yang dihadapi dalam pengembangan perkebunan kurma di Aceh maupun Indonesia, terutama masalah dalam memperoleh bibit kurma yang sangat sulit untuk didatangkan dari luar negeri atau Thailand.

“Untuk mengembangkan kebun kurma di Aceh ini kami kesulitan dalam memperoleh bibit kurma untuk masuk ke Aceh, kiranya ke depan dapat diperlancar prosesnya,” ungkap Hilmy Bakar.

Pengembangan tanaman kurma dengan bibit yang berkualitas akan jadi percontohan tanaman kurma di wilayah Provinsi Aceh dan Indonesia yang memiliki iklim tropis yang sama dengan iklim di Thailand, apalagi tanah  Aceh sangat subur. Saat ini ada beberapa daerah yang telah mengembangkan kebun kurma di Provinsi aceh ini seperti wilayah Langsa dan tahun kemarin dikembangkan di Kabupaten Bireuen.

Sebanyak 600 batang bibit pohon kurma asal negeri Thailand ditanam di lahan seluas 60 ha milik perkebunan kurma Aceh Integrated Farm Montasik ini, dan selama kurang lebih enam tahun setelah masa tanam pohon kurma tersebut dapat menghasilkan buah baik melalui penyerbukan secara alami maupun dengan bantuan manusia.

Senada dengan Dr. Hilmy Bakar,  Azhar  salah seorang pengelola kebun kurma Aceh Integrated Farm Montasik berharap bantuan pemerintah propinsi maupun pusat agar mempermudah izin masuk bibit kurma di Indonesia dipermudah, karena proses pengiriman bibit yang di datangkan dari Thailand masih terkendala dengan proses karantina tanam yang cukup lama.

“Kami berharap kepada pemerintah agar memasukan bibit dipermudah,” ungkap Azhar.

Selain itu Azhar juga mengungkapkan bahwa dengan kemudahan proses masuk bibit tersebut maka harga juga tidak terlalu mahal, bibit kurma asal Thailand tersebut sangat bagus yang merupakan hasil olah penelitian bibit dari Inggris. Kini satu batang bibit kurma berkisaran 1,5 jutaan.

Sebelum pelaksanaan penanaman bibit kurma tersebut, juga digelar kegiatan silaturahmi dan sosialisasi penanaman kurma antara Penggiat Kurma Aceh dengan para Pekebun Kurma di kawasan Montasik Aceh Besar pada pukul 09.30 sd 11.00 bertempat di Dayah Mulia desa Teupin Batee Kec. Blang Bintang Kab Aceh Besar yang diikuti oleh seluruh penggerak tanaman kurma Indonesia baik dari Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh maupun luar Aceh dan dari luar negeri. Dari Umuslim hadir Drs. Marwan Hamid, M.Pd Warek 1, Dekan Fak Pertanian dan Direktur Lembaga Pengembangan Kurma Umuslim, Dr. Hilmy Bakar.

Sementara lebih 250 peserta dari masyarakat Blang Bintang dan santri Dayah Mulia turut hadir. Acara ditutup dengan kunjungan ke perkebunan Kurma Aceh Blang Bintang yang dihadiri Pangdam IM. 

Pada kesempatan sosialisasi Warek 1 Umuslim menyampaikan pengembangan komoditas kurma Aceh telah dilakukan di Lembaga Pengembangan Kurma Aceh Umuslim.

Insya Allah akan dibangun laboratorium kultur jaringan yg akan menjadi tempat praktek para mahasiswa Umuslim dan bermanfaat untuk kepentingan masyarakat. (al-hilmy)

Umuslim Kampus B Lhokseumawe Buka Puasa Bersama

Lhokseumawe, Selasa (28/06), acara buka puasa bersama civitas academika Umuslim Kampus B diadakan di kawasan KP3 Lhokseumawe. Hadir pada acara tersebut Wakil Rektor IV Umuslim Dr.H.Sujiman A.Musa, MA beserta keluarga, Dekan Fikom M.Taufik, MT, Kepala Laboratorium Robotic  T. Johan, M.Com, perwakilan Humas, dosen, staf di lingkup Kampus B.

Zainal selaku perwakilan Kampus B kebetulan Syarkani, M.Pd selaku pimpinan masih di luar kota menyampaikan ;"Terima kasih sebesar-besarnya amanah yang disampaikan Bapak Syarkani atas kehadiran Bapak dan Ibu dalam menjalin silaturahmi yang baik di Kampus B, ketidak hadiran beliau karena masih di luar kota."

Acara buka puasa bersama terlihat begitu akrab dan penuh kekeluargaan, walaupun cuaca pada saat itu tidak bersahabat karena hujan turun dengan derasnya.(al)

FLS2N SMP Kabupaten Bireun 2016 Libatkan Umuslim Berpartisipasi

Bireuen, Senin (12/07) Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) SMP Kabupaten Bireuen 2016 yang diadakan di Kantor Setdakab Bireuen dan SMP Negeri 2 Bireuen berlangsung lancar.

Umuslim dilibatkan dalam 'Lomba Cipta Cerpen Berbahasa Indonesia' sebagai juri yang kebetulan Al Azhar yang ditunjuk, apalagi sebuah keniscayaan bahwa karya sastra, dalam hal ini cerpen adalah cermin peradaban dan refleksi dari kehidupan suatu masyarakat atau bangsa.

Dengan sastra anak murid diajak melahirkan kreatifitas dan menumbuh kembangkan kearifan akan budaya lokal, sehingga melahirkan manusia Indonesia yang sadar akan jati diri dan budayanya. Semua itu akan melahirkan karakter dan pembinaan akan kesadaran diri, sehingga menjauhkan diri dari budaya yang tidak tepat atau tidak pantas untuk generasi muda kita pada saat ini.

Menduduki urutan pertama ; Hafizatul Marhamah dengan judul cerpen 'Qanaah Sang Juara Kelas' dari SMP N 3 Samalanga, urutan kedua Nilam Swarni dengan judul cerpen 'Nania' pelajar SMP N 1 Gandapura, sedangkan urutan ketiga Noval Andrian dengan judul cerpen; 'Perjuangan dan Semangat Tiga Pemudi', dari SMP N 1 Jeunib. (tim erempat)

 

Safari Ramadhan Umuslim Berakhir Di Masjid Al-Furqan

Bireuen, Sabtu (25/06)bertempat di Masjid Al-Furqan, Lhok Awe - Bireuen acara Safari Ramadhan 1437 H Universitas Almuslim berakhir. Tim A yang dipimpin langsung oleh Rektor Dr.H.Amiruddin Idris, SE.,M.Si, Tim B yang dipimpin oleh Wakil Rektor I Drs.Marwan Hamid, M.Pd, dan Tim C yang dipimpin Ketua Yayasan Almuslim Peusangan Tgk.H.Yusri Abdullah, S.Sos, berkumpul bersama di Masjid Al-Furqan.

"Kegiatan Safari Ramadhan merupakan kegiatan yang dilaksanakan Umuslim secara berkesinambungan, dengan tujuan menjalin silaturahmi dengan masyarakat. Apalagi Yayasan ini milik masyarakat Peusangan secara khusus dan milik masyarakat Bireuen secara umum," demikian jelas Rektor.

Dari Tim Safari Umuslim bertindak sebagai imam shalat Tgk.Ikhwani,MA, sedangkan penceramah Tgk.H.Musrizal,MA. Pada kesempatan ini Musrizal mengajak kaum muslimin untuk meningkatkan kualitas generasi muslim, sehingga generasi yang ditinggalkan akan membawa kebaikan dalam menjalani kehidupan di masa mendatang. Juga dalam memilih pemimpin memilih pemimpin yang benar-benar membawa kebaikan kepada masyarakat banyak, dengan cara memilih pemimpin yang memiliki kecakapan dan kemampuan dalam memanejerial kalangan yang dipimpinnya.

Acara yang diikuti Ketua Yayasan, Rektor, seluruh Wakil Rektor, Dekan Fisip dan Tim Safari Ramadhan berlangsung dengan penuh kekeluargaan, dan pada kesempatan tersebut Rektor menyerahkan 'Bungong Jaroe' sebagai tanda tali kasih dari Umuslim kepada masyarakat yang diserahkan kepada imam masjid.(al) 

Apel Pagi Umuslim Suasana Silaturahmi Idul Fitri 1437 H

Kampus Umuslim, Senin (11/07) Acara apel pagi yang dihadiri kalangan Rektorat, Ka Biro, Kabag, Ka. UPT, Dekan dan jajarannya, dosen, serta staf berlangsung di halaman Fikom Umuslim.

Adapun yang bertindak sebagai inspektur apel Dekan Fisip Umuslim Drs. Ridwan AR, MM yang seharusnya Rektor Umuslim, berhubung keterlambatan tiba dari luar kota.

Pada amanatnya beliau berpesan bahwa di suasana Idul Fitri ini, kita kembali fitrah setelah menjalani sebulan penuh ibadah puasa, dengan harapan setelah saling bermaaf-maafan kita kembali dalam suasana yang lebih baik lagi. Sehingga sama-sama dapat membangun Umuslim ke arah yang lebih maju, tanpa meninggalkan kerjasama yang terpadu.

Akhirnya setelah apel pagi, civitas akademica Umuslim saling bermaaf-maafan, dengan harapan hari esok lebih baik dari hari ini, semoga...(al)

Bertemu Prof. Bilveer Signh, Profesor Ilmu Politik National University of Singapore

Banda Aceh, Rabu-Kamis (22-23/06), Teuku Cut Mahmud Aziz, Dosen FISIP Umuslim berada di Banda Aceh dalam rangka tugas dari Umuslim untuk menemui Prof. Bilveer Singh. Rencana awal ke Banda Aceh bersama Bapak Nurdin Abdul Rahman, Direktur Kantor Urusan Internasional (KUI) Umuslim, namun beliau berhalangan. Prof. Bilveer Signh adalah Profesor Ilmu Politik di Departemen Ilmu Politik National University of Singapore (NUS). Ia juga seorang Adjunct Senior Fellow at the Centre of Excellence for National Security (CENS) di S. Rajaratnam School of International (RSIS), NTU-Singapore. Prof. Bilveer merupakan salah seorang dosen pembimbing disertasi S3 Komjen. Pol. Drs. H.M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D yang akan dilantik Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat menjadi Kapolri RI, sewaktu Komjen Tito Karnavian mengambil S3 di S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS), NTU.

Prof. Bilveer Signh, orang yang ramah dan penuh persahabatan. Sebelum mengantar Prof. Bilveer melihat sudut Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, Teuku Cut dan Prof. Bilveer terlibat diskusi serius berjam-jam lamanya membahas berbagai topik dan juga pembahasan penjajakan kerjasama dengan Umuslim. Secara umum, ada tiga topik pembicaraan, yang pertama mengenai output dan kelanjutan dari International Conference on Prospects and Promotion of Trade, Intercommunication and Historical Ties: Andaman-Nicobar Island (ANI) and Weh Island-Sabang (Aceh, Indonesia) yang dihelat di Umuslim pada bulan April yang lalu. Dalam rangka kelanjutan hasil konferensi, Umuslim ke depannya ingin lebih berperan, tidak hanya di Aceh tapi juga tingkat Nasional dalam rangka membangun network dan kerjasama antara Aceh/ Indonesia dan India. Letak geografis Aceh yang berdekatan dengan India dapat menjadi jembatan dalam membangun kembali hubungan erat antara Indonesia dan India. Prof. Bilveer menyatakan siap membantu Umuslim. Yang kedua membahas tentang kerjasama riset kolaboratif antara peneliti Umuslim, NUS, dan Srilangka, dan yang ketiga adalah belajar untuk ‘melihat India’ (India bangian utara dan India bagian selatan), dan kejelian membaca dinamika politik dan budaya yang ada di India, sebagai entry point membangun kerjasama. Mendengar paparan beliau, seperti mengikuti kuliah S3, banyak sekali ilmu yang diperoleh. Kami juga diskusi tentang Aceh pasca MoU Helsinki, Politik ASEAN, pasang surut hubungan antara India dan Indonesia, budaya dan tradisi India dan signh, dan India perantauan, serta posisi strategis Bireuen sebagai segitiga emas ekonomi Aceh.

Pada hari Kamis sore, acara berbuka puasa di Bunda Seafood di kawasan Uleelheu. Prof. Bilveer seorang pecinta kuliner. Katanya selama di Aceh, beliau telah mencicipi kari kambing. Kari bukan makanan asing bagi beliau karena sejarah kuliner kari yang ada di Aceh dan Asia Tenggara, asalnya dari daratan India. Setelah mencicipi masakan seafood di Restoran Bunda Seafood, beliau mengatakan ”mantap!”. Kita hari ini selebrasi, saya baru menjadi kakek. Cucu pertama saya baru lahir 4 hari yang lalu”. “Selamat Prof. Bilveer Signh!” (al)

 

Subcategories