MENJAJAKI KERJA SAMA DENGAN JAWARHALAL NEHRU UNIVERSITY

New Delhi-India, Senin (7/9) Dalam rangkaian kegiatan di Jawarhalal Nehru University (JNU) Dosen Umuslim, Drs. Nurdin Abdul Rahman, M.Si dan Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil, M.A menyempatkan bertemu dan berdiskusi dengan Inisiator dan Ketua Panitia Konferensi Internasional, Dr. Gautam Kumar Jha. Dr. Gautam seorang ahli tentang Indonesia, khususnya di bidang linguistik dan hubungan internasional. Di JNU beliau juga pengajar Bahasa Indonesia. Yang mengesankan, banyak mahasiswa di JNU yang dapat berbahasa Indonesia dan di antara mereka ada yang pernah menerima beasiswa Program Darmasiswa dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk belajar Bahasa Indonesia di Universitas Gadjah Mada, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, dan Universitas Indonesia.

Pertemuan dengan Dr. Gautam dilakukan di rumah dinas dosen di lingkup JNU. Rumahnya sederhana bila dibandingkan dengan rumah dinas dosen universitas negeri di Indonesia. Ketika menyambut kedatangan Dosen Umuslim, beliau berpenampilan sederhana. Hal ini mengingatkan kita tentang pola hidup sederhana yang diperlihatkan dan dicontohkan tokoh dunia asal India, Mahatma Gandhi. Manusia harus menghindari kekerasan dan konflik dan perlu menerapkan pola hidup sederhana dengan tidak terlena dengan kehidupan materialisme, jabatan dan kekuasaan, dan wanita. Pola hidup Gandhi berpengaruh besar dalam kehidupan masyarakat India.

Sebelum melakukan pembicaraan, Dr. Gautam menjamu tamu dengan hidangan susu murni. Katanya, orang India pasti setiap hari minum susu. Susu merupakan minuman yang sangat penting dalam kebudayaan India. Bahkan katanya, ia bisa minum susu dari pagi hingga malam hari tanpa makan nasi. Karena proteinnya tinggi, ia tetap terlihat sehat, tidak sakit dan ia telah ia lakukan sejak kecil. Pertemuan dengan Dosen Umuslim membahas beberapa hal yang salah satunya dimulai dengan pembentukan tim intelektual dan pemikir (think thank) antara Umuslim dan JNU. Baik Dosen Umuslim dan Dr. Gautam sepakat untuk tidak memulai kerja sama dengan MoU. Yang terpenting dimulai dengan action terlebih dahulu, walaupun kerja sama yang dilakukan masih terbilang kecil. Baru setelah itu dilanjutkan dengan melakukan MoU antara Umuslim dan JNU. Bila diperlukan, beliau siap membantu Umuslim dalam mengkomunikasikan dengan pihak pemerintah India atau para pakar lainnya di lingkup JNU. Ada keinginan dari beliau untuk mengunjungi Umuslim.

Siangnya berdiskusi dan malamnya Dosen Umuslim diundang Dr. Gautam untuk makan malam di rumah beliau. Hidangan yang disajikan sangat istimewa, dengan makan pembuka berupa roti cane atau canai (istilah India papadum) yang ukurannya besar yang dilengkapi dengan irisan acar (chutney) mentimun yang sarat bumbu, irisan wortel, cabai hijau, dan bawang merah. Dilengkapi dengan hidangan kuah papadum dengan cita rasa rempah-rempah yang kuat. Setelah menyantap papadum, dilanjutkan dengan makan nasi dengan hidangan gule kambing dan ayam.

"Mereka menyambut kita dengan begitu antusias, semoga saja pertemuan ini membuka jalan untuk kerjasama yang lebih intens di masa mendatang," demikian ungkap Teuku Cut Mahmud Aziz. (al)
   

UTUSAN UMUSLIM MENGADAKAN PERTEMUAN DENGAN ATASE PERDAGANGAN DAN COUNSELLOR

New Delhi-India, Jum'at (4/9) Dalam rangkaian kunjungan ke India, Dosen Umuslim melakukan silaturahmi dengan Atase Perdagangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di New Delhi, Bapak Budi Santoso dan Counsellor yang juga Koordinator Ekonomi KBRI, Ibu Rospinda Uliani Saragih. Kunjungan ini dalam rangka memperkenalkan diri dan penyampaian ucapan terima kasih atas pelayanan prima di KBRI.

Kunjungan ini sekaligus mempromosikan keberadaan Umuslim yang terletak di kota juang Bireuen, tepatnya di sebuah kota kecamatan. Seperti yang selalu diucapkan oleh Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris, SE., M.Si; "Umuslim boleh terletak pada posisi kampung, tapi Umuslim tidak kampungan."

Kunjungan sembari mengikuti konferensi Internasional ini diharapkan membuka cakrawala dan wawasan dalam mengembangkan Umuslim untuk masa-masa yang akan datang. Sehingga pengembangan proses belajar dan mengajar akan lebih memiliki wawasan global dengan tidak meninggalkan kearifan lokal. (al)


Bimbingan Teknis Akreditasi Program Studi Dan Insitusi PTS Di Lingkungan Kopertis Wilayah XIII Aceh

Kampus Ampon Chiek Peusangan, Jum'at (4/9) Bimbingan Teknis Akreditasi Program Studi Dan Insitusi PTS dan Bimbingan Teknis Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Di Lingkungan Kopertis Wilayah XIII Aceh yang diadakan di Umuslim yang dilaksanakan oleh Kopertis wilayah XIII Aceh bekerjasama dengan Umuslim sebagai tuan rumah.
Acara  berlangsung  di Auditorium Akademic Centre (AAC) Ampon Chiek Peusangan Universitas  Almuslim selama dua hari  Jumat-Sabtu (4-5/9).

Menurut ketua Panitia Fuad Abdullah, kegiatan diikuti 109 PTS  dari seluruh Aceh, berlangsung selama dua hari, dan setiap kegiatan berlangsung satu hari, yaitu  hari Jum'at (4/9),  Kegiatan Bimtek Akreditasi Program Studi dan Institusi, Sedangkan hari Sabtu (5/9) Bimtek Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.

Acara dibuka  Koordinator Kopertis Wilayah XIII Aceh Prof. Dr. Jamaluddin, M. Ed,  pada kesempatan tersebut mengucapkan terimakasih atas fasilitas yang diberikan untuk kegiatan ini, kami memilih Umuslim karena kampus ini sudah mempunyai fasilitas yang sangat layak dan  memadai untuk pelaksanaan kegiatan yang seperti ini ungkap Prof Jamal.
Selain itu Prof Jamaluddin mengatakan bahwa, untuk mendapatkan legalitas penyelenggaran kegiatan pendidikan  khususnya dalam pengelolaan sebuah perguruan tinggi, diperlukan dokumen berupa pengakuan dalam bentuk Akreditasi  dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

Maka untuk menyusun dokumen tersebut  dibutuhkan suatu keterampilan teknis. Inilah kegiatan yang kita laksanakan hari ini untuk memberikan suatu pengetahuan  bagi seluruh kompenen yang terlibat dalam pelaksanaan penyusunan Borang Evaluasi Diri dan Borang Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi Jelas Prof.Jamaluddin, MEd.

Pada kesempatan tersebut Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan Kopertis Wilayah XIII Aceh. Ini merupakan suatu kepercayaan dan kehormatan bagi  kampus yang berada di daerah, karena selama ini kegiatan sering  di Banda Aceh . Kepada peserta yang hadir kami memohon maaf atas berbagai kekurangan dalam penyelenggaraan ini ungkap Dr.H.Amiruddin Idris, SE,MSi.

Adapun  narasumber dalam  kegiatan pelatihan ini yaitu Prof. Dr. Jamaluddin, M. Ed, Dr. Tgk. H. Gunawan Adnan, MA, PhD (UIN Ar-Raniry), Dr. Ir. Aman Yaman, M. Agric (Ketua AIPT Unsyiah), Dr. Sri Rahmi, MA (UIN Ar-Raniry), Drs. M. Sayuti, ST,M.Sc (UNIMAL), , Jalaluddin, S. Pd, M. Pd (Universitas Serambi Mekkah), Dr. Ir. Marwan (Asesor sekaligus anggota BAN-PT). (al-zul)

Penyelenggaraan Pemerintahan Harus Humanis dan Excellent Service

Lhokseumawe –  Kamis (3/9) Fraksi Partai Demokrat Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, mengadakan Seminar Nasional yang bertemakan “Akuntabilitas dan transparasi kinerja lembaga negara”. Acara tersebut digelar di Aula Hotel Lido Graha, Cunda, Lhokseumawe.

Pada acara tersebut menghadirkan pemateri Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Provinsi Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT, Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, Prof. Dr. Apridar, M.Si  dan Rektor Universitas Almuslim Bireuen, Dr. H. Amiruddin Idris, SE.,M.Si.

Rektor Universitas Almuslim (Umuslim) Dr.H. Amiruddin Idris, SE.,M. Si dalam presentasinya mengatakan penyelenggaraan pemerintahan harus humanis. “Sebagai lembaga negara sudah seharusnya instansi pemerintahan harus memberikan excellent service (pelayanan prima) kepada masyarakat,” demikian ungkap Rektor Umuslim.

Rektor Umuslim juga menerangkan bahwa pada UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, selama ini masyarakat Aceh belum memfungsikan daripada fungsi kontrol dalam menjaga stabilitas anggaran negara dan transparansi pengelolaan anggaran negara baik itu yang bersumber dari APBN atau APBA. Fungsi kontrol tersebut diharapkan mampu menjaga nilai-nilai pengelolaan yang bersih dan akuntabel agar terwujudnya penyelenggaran negara yang bersih. Konflik yang berkepanjangan sudah membentuk masyarakat Aceh untuk tidak perduli terhadap informasi-informasi yang ada dalam pemerintahan, sekalipun pernyataan ini belum terbukti secara benar. Namun kalau dilihat peran masyarakat Aceh dalam mengakses informasi masih sangat berkurang, sehingga kontrol yang dilakukan oleh masyarakat Aceh kepada pemerintah masih sangat lemah. Pola hidup yang keras dan rasa curiga terhadap orang lain, telah membentuk masyarakat yang tingkat kewaspadaan sangat tinggi, yang kemudian dari kewaspadaan tersebut menimbulkan rasa curiga, dan dari rasa curiga membentuk karakter yang keras dan ingin menang sendiri. Dari rasa curiga tersebut kemudian masyarakat Aceh dilalaikan dengan sikap ketidakpedulian terhadap roda pemerintahan yang diselengarakan oleh Negara.

Bagaimana seharusnya?
Mendidik dan mengajak masyarakat Aceh supaya ikut serta dalam mengontrol dan mengawasi berjalannya roda pemerintahan yang bersih adalah dengan mencari memberikan informasi kepada masyarakat Aceh yang bahwasanya setiap warga negara berhak mengakses, menerima informasi, melakukan pengawasan penganggaran supaya terwujudnya penyelenggara pemerintah yang bersih dan transparan.


Acara dibuka langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Provinsi Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT.  acara yang melibatkan kalangan mahasiswa yang ada di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, KNPI Aceh Utara, KNPI Lhokseumawe, Akademisi serta unsur lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Nova menyampaikan, penyelenggaraan pemerintahan dalam suatu negara terdapat di pusat pemerintahan dan di pemerintahan tingkat daerah, dimana di Indonesia sejak tahun 1999 telah mulai melaksanakan kebijakan desentralisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan melalui pemberian otonomi daerah.

“Melalui sistem otonomi daerah ini sebagai wewenang yang harus diputuskan pada Pemerintah Pusat kini dapat diputuskan ditingkat pemerintah daerah sehingga dapat lebih mengakomodir aspirasi dan kearifan masyarakat setempat atau lokal,” kata Ir. Nova Iriansyah, MT.

Ia menambahkan, di samping itu pemerintah desentralisasi ini juga memiliki kekurangan yaitu memberikan ruang yang lebih untuk terjadinya penyelewengan oleh pihak atau kelompok tertentu yang berkuasa untuk memenuhi kepentingan sendiri. Menurutnya, upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan kekurangan penyelenggaraan pemerintahan desentralisasi serta meningkatkan kinerja pemerintahan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (al-rahmad)

DOSEN UMUSLIM MENJADI KHATIB SHALAT JUMAT DI KBRI DI NEW DELHI

New Delhi-India, Jum’at (4/9) Secara rutin setiap Jumat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di New Delhi melaksanakan shalat Jumat di Mushola KBRI yang terletak di bawah Kantor Atase Pendidikan KBRI. Dalam pelaksanaan Shalat Jumat (4/9)  pihak takmir mushola mendaulat Dosen Umuslim, Drs. Nurdin Abdul Rahman, M.Si menjadi khatib, sedangkan yang menjadi imam Shalat Jumat adalah Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Mudjia Rahardjo. Kehadiran kedua intelektual ini di New Delhi dalam rangka menjadi pemateri di Konferensi Internasional di Jawarhalal Nehru University (JNU), New Delhi.

Yang hadir dalam shalat Jumat adalah dari kalangan diplomatik Indonesia dan Malaysia, mulai dari Duta Besar, atase, counselor hingga staf lokal serta para mahasiswa yang kuliah di New Delhi. Kebetulan pada Jumat ini hadir beberapa dosen dari beberapa universitas di Indonesia dalam rangka mengikuti Konferensi Internasional di JNU.

Drs. Nurdin Abdul Rahman menyampaikan khutbah Jumat dengan bahasa yang sederhana dengan pesan-pesan yang begitu menyentuh. Beliau menekankan pentingnya umat Islam bersatu dan secara terus menerus meningkatkan Ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan Islam sebagai salah satu aspek dalam menguatkan ikatan persaudaraan antarsesama umat Islam. Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (Al-Hujurat: 10).

Sebagai pengikut Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam manusia harus bersih dari syirik, karena syirik akan menyebabkan manusia kekal di dalam neraka. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-An’aam: 82 yang artinya,”Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri iman mereka dengan kezaliman/syirik, mereka itulah orang-orang yang diberikan keamanan dan mereka itulah orang-orang yang diberi petunjuk”.

Demikian berita yang dilaporkan dari New Delhi-India oleh Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil., M.A (Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat  Umuslim). (al)

 

 

Prajurit TNI di Aceh Siap Menanam Kurma Aceh

Banda Aceh, Rabu (2/9) Seluruh jajaran TNI Iskandar Muda siap untuk membantu Universitas Almuslim  (Umuslim) Bireuen , untuk mensukseskan  budidaya kurma Aceh yang akan dikembangkan  di Provinsi Aceh.
Hal itu disampaikan Kasdam Iskandar Muda  Brigjen TNI L.Rudy Polandi dalam pertemuannya dengan Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris, SE.,M.Si di ruang kerjanya Rabu (2/9).

Dalam pertemuan tersebut Kasdam IM  didampingi Aster kodam IM Kolonel Inf  Terri Trisna berlangsung penuh keakraban , Kasdam menyambut baik Inovasi dan kegiatan  yang dilakukan Umuslim .

Menurutnya TNI sekarang mempunyai satu tugas tambahan yaitu  membantu tercapainya swasembada dan ketahanan pangan , sehingga adanya program budidaya Kurma Aceh sangat   sejalan dengan program yang sedang digalakkan TNI tersebut.

Insya Allah kami siap membantu dan menugaskan  jajaran TNI di bawah Kodam Iskandar Muda ungkap Brigjen L.Rudi Polandi bersemangat.

Pada kesempatan tersrbut Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,M.Si yang didampingi Staf ahli Dr.Hilmi A.Bakar, MBA dan ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Kurma Tropika Aceh (P3KTA) Umuslim Dr. Halus Satriawan M.Si mengucapkan terimakasih atas perhatian jajaran Kodam IM untuk mendukung suksesnya program ini.

Pada kesempatan tersebut Kasdam IM  juga mengutarakan niatnya dalam waktu dekat akan berkunjung ke Umuslim untuk melihat pusat pembibitan yang sedang disiapkan. (al-zul)

Subcategories