UMUSLIM TERIMA PERTUKARAN MAHASISWA DARI NEGERI SAKURA

Kampus Umuslim, Selasa (23/08) di bulan September mendatang Universitas Almuslim akan kedatangan 2 orang mahasiswa dari Nagoya Gakuin University Jepang yang akan mengikuti kuliah selama 2 semester di kampus kebanggaan masyarakat Bireuen .

Kedua mahasiswa tersebut adalah; Kaito Fukugawa (19) dan Natsuko Mizutani (21) yang memilih Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan pada Prodi Bahasa Inggris. Program yang terlaksana berkat kerja keras Kantor Urusan Internasional di bawah Wakil Rektor IV Bidang Humas dan Kerjasama.

Menurut Drs. Nurdin A.R, M.Si selaku Direktur Kantor Urusan Internasional, program ini diharapkan bahwa dari Umuslim kita dapat mengirim mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan di Nagoya Gakuin University, sebagai tindak lanjut realisasi hubungan antar kedua lembaga pendidikan di kedua negara tersebut.

Nagoya Gakuin University (berdiri tahun 1887) terletak di kota Nagoya merupakan kota terbesar keempat di Jepang dalam jumlah penduduk. Kota ini merupakan pusat dari Daerah Metropolitan Chukyo yang merupakan salah satu dari tiga daerah metropolitan Tokyo-Nagoya-Osaka. Hubungan kerjasama dengan Umuslim merupakan hubungan pertama Nagoya Gakuin University dengan Universitas yang ada Indonesia. (al)

 

Pelepasan Calon Jemaah Haji Keluarga Umuslim

Kampus Timur, Jum'at (22/07) betempat di mushalla Kampus Timur diadakan acara pelepasan calon jamaah haji asal Keluarga Besar Umuslim. Acara yang dihadiri Ketua Yayasan, Rektor, Wakil Rektor, Ka. Biro, Kabag, Dekan serta staf di lingkup Umuslim.

"Kami berdoa semoga calon jamaah haji yang dilepas hari ini menjadi haji mabrur, dan dapat melaksanakan ibadah secara sempurna, dan doakan Yayasan Almuslim Peusangan serta pengelolanya dapt melaksanakan amanah secara baik, dan diberikan Allah kemudahan dalam memajukan pendidikan, semoga doa di multajam akan dikabulkan oleh Allah swt," demikian harap ketua Yayasan Almuslim Peusangan Tgk. H. Yusri, S.sos.

Pada kesempatan yang sama Rektor Umuslim beserta istri menyerahkan cendera mata kepada calon jamaah haji. 

Acara diakhiri dengan acara 'coffee time' serta makan 'bulukat' bersama menambah keakraban dan hubungan silaturahmi yang mendalam. (al)

Halal Bi Halal Alumni Universitas Almuslim Sekaligus Mubes Alumni

Matangglumpangdua, Ahad (31/07) Bertempat di Aula Academic Center Ampon Chiek Peusangan Universitas Almuslim Peusangan Bireuen,diadakan  halalbihalal dan musyawarah besar alumni. Acara bertema "Jarak jeut jioh, silaturrahmi hanjuet putoh" .

Halal bi halal dihadiri Rektor Umuslim, Dr. H.  Amiruddin Idris, SE., M.Si, jajaran Pembina Yayasan, Pengurus Yayasan Almuslim Peusangan, Rektorat, Ka. Biro , Kabag, Dekan, dan alumni.

"Kami berharap keturut sertaan alumni dalam membangun Universitas Almuslim sangat menentukan di masa-masa mendatang, apalagi alumni Almuslim sebanyak 20.000 di Aceh, di luar Aceh maupun di luar negeri, dan merupakan tugas Ikatan Alumni untuk menginventarisir sehingga dapat berkontribusi lebih banyak lagi bagi kemajuan almamater tercinta ini," tegas Rektor. 

Pada tausiahnya Prof.Yusni Sabi, Ph.D guru besar UIN Arraniry yang merupakan putra Peusangan  menjelaskan; "Betapa pentingnya alumni berbuat banyak kebaikan bagi almamater karena arti almamater itu sendiri adalah 'ibu agung' dengan artian ibu yang memberikan kita ilmu pengetahuan sehingga kita menjadi orang yang pintar dan cerdas."

Acara pembukaan diakhiri dengan doa dan salawat, berharap ke depannya Alumni Universitas Almuslim dapat berkiprah lebih baik lagi bagi kemajuan kampus tercinta. Setelah Zhuhur dan makan siang bersama acara dilanjutkan dengan Mubes Alumni Universitas Almuslim. (al)

 

Silaturahmi Dengan Wali Santri di Pesantren Terpadu Almuslim

Pesantren Terpadu Almuslim, Selasa (19/07) acara silaturahmi antara Ustadz, Ustadzah, staf serta pengurus Yayasan Almuslim Peusangan berlangsung di mushalla pesantren.

"Kami mengucapkan terima kasih yang yang tak terhingga kepada wali santri yang mempercayakan anak-anaknya untuk dididik di pesantren ini. Ini termasuk kemajuan yang begitu pesat, karena memasuki tahun kedua ini berkat izin Allah swt, kita sudah dapat menerima santri putra," demikian ungkap ketua Yayasan Almuslim Peusangan Tgk. H. Yusri, S.Sos.

Acara yang dihadiri Kakanmenag Bireuen yang juga sebagai wali santri, ketua Yayasan, Dewan Pembina, wali santri, serta ustadz serta ustadzah berlangsung penuh kekeluargaan.

"Anak-anak akan betah di pesantren ini tergantung orang tua dan wali santri, dengan cara membuat progress pertemuan yang semakin diperkecil sehingga anak-anak dapat betah, bukan seperti angkatan tahun terdahulu orang tua atau wali yang tidak betah di rumah dan datang ke pesantren," ungkap Direktur Pesantren Ustadz Iswan Fadlin, MA.

Sebelum acara silaturahmi berlangsung terlebih dahulu orang tua atau wali santri meregristrasikan anak-anak mereka untuk masuk ke asrama pesantren.

Pesantren Terpadu Almuslim memiliki fasilitas yang begitu baik, semua ruangan belajar dan tidur menggunakan  AC. Ruangan belajar menggunakan alat multimedia, ruangan restoran untuk makan yang begitu bersih dan tertata rapi. Setiap kamar tidur ditempatkan seorang Ustadzah untuk putri dan Ustadz untuk putra sebagai paendamping kamar.

Menurut pengamatan kami lingkungan pesantren yang begitu hijau dan asri menambah suasana pesantren menjadi lebih menyenangkan. (al)

Musibah Sakit dan Jaminan Kesehatan

Lhokseumawe, Senin (25/07)Suasana ruangan kantor terasa agak terasa sunyi karena atasan tidak hadir karena ada acara pernikahan, awalnya kami berdua dengan kabag, sedangkan bagian administrasi/sekretaris tidak hadir karena anak dalam keadaan sakit. Sementara rekan lainnya menyusul menjelang tengah hari baru hadir.

Aku asyik bekerja mengedit video profile untuk persiapan pertemuan alumni dan wisuda, karena Wakil Rektor Bidang Akademis meminta tolong kepadaku, dan dengan senang hati kukerjakan, sehingga nasi bungkus yang dibeli masih terletak diatas meja karena keasyikan bekerja.

Setelah shalat zhuhur kulanjutkan makan siang dan bekerja, tiba-tiba handphoneku berdering...Di seberang sana adik istriku dengan suara cemas, mengharapkan kukembali karena istriku dalam keadaan yang menghawatirkan.

Kukemasi barang-barang bawaanku, kuambil jaket, kemudian mohon izin untuk meninggalkan pekerjaan. Kuturuni tangga kantor dengan penuh doa agar istriku diberikan Allh swt kekuatan dan ketabahan. Lalu berlari-lari kecil ke persimpangan jalan menanti datangya mini bus antar kota. Kutelpon anakku nomor dua agar menantiku di persimpangan hotel arah masuk ke kotaku.

Hampir satu jam barulah tiba, setelah membayar ongkos mini bus antar kota kuseberangi jalan dengan terburu-buru. Rupanya anakku sudah ada di sampingku, dan kamipun langsung berangkat menuju ke rumah.

Sesampainya di rumah kutemui istriku dalam keadaan memprihatinkan, kepala terlalu sakit, badan menggigil sehingga terlihat begitu menderita. Rupanya dia tak sanggup lagi menahan sakitnya, dia minta agar aku segera membawa ke rumah sakit.

Kalau uang jangan ditanya, jaminan kesehatan apalagi, karena aku hanya seorang staf biasa yang tak memperoleh jaminan kesehatan seperti kebanyakan pekerja. Mungkin perhitungannya kalau dibayarkan ke jaminan kesehatan gaji cuma seberapa sepertinya tak layak dan tak mungkin.

Teringat aku akan jaminan kesehatan yang diurus oleh perangkat desa tempatku tinggal terdahulu. Kucoba telpon adik bungsuku meminta informasi mengenai rumah sakit yang mau menerima. Ternyata adikku di luar kota dan disarankan untuk masuk di rumah sakit swasta di dalam kotaku .

Bagaimana membawa istriku yang sudah gawat darurat, akhirnya kuputuskan menelpon atasanku untuk meminjam mobil dinasnya. Ternyata mobil dinasnya dipakai untuk keperluan pribadi keluarga. Hampir aku kehilangan akal, karena keadaan yang tak memungkinkan membawa istriku dengan sepeda motor.

Adik istriku berinisiatif meminjam mobil tetangga depan rumah, alhamdulillah sampailah istriku di rumah sakit yang dituju. Persoalan baru muncul untuk nasib 'orang kecil' sepertiku di negeri tercinta ini. Dikatakan petugas bahwa ruangan untuk fasilitas jaminan kesehatan yang dikeluarkan untuk orang desa sepertiku sudah penuh. "Kalau mau dirawat Bapak dapat memilih ruangan VIP yang masih ada, tapi dengan catatan pembayaran dianggap sebagai pasien umum...," tegas petugas.

Hatiku ketar-ketir, kuiyakan aku tak mampu, kutolak istriku dalam keadaan gawat darurat, akhirnya kumohon untuk diberikan pertolongan pertama di IGD. Alhamdulillah petugasnya masih memiliki nurani, dan istriku langsung diinfus. Aku berurusan dengan petugas, kuterangkan bahwa kubawa ke rumah sakit ini setelah ada konfirmasi bahwa ada ruangan.

Kemudian kucoba kembali menelpon adikku mengatakan bahwa tidak ada ruang perawatan. Adikku berjanji menelpon orang yang sudah dihubunginya terdahulu.

Sekali lagi Allah masih memberikan pertolongannya, petugas mengatakan ada ruang perawatan yang kosong tapi harus sabar menunggu pasien keluar, dan istri Bapak sementara di ruang IGD lebih dulu.

Aku tak membantah, semoga ini merupakan anugrah atas kesabaran yang diberikan Allah swt kepada hambaNya. Akhirnya dirawatlah istriku dengan fasilitas yang disediakan oleh negeri tercinta ini...Mudah-mudahan lebih banyak lagi orang yang tertolong tanpa membedakan siapa dia....Aamiin... (al)

 

Acara Sosialisasi Penanaman Kurma Kerjasama Umuslim dengan Kodam IM dan Dayah Mulia Blang Bintang.

Aceh Besar, Minggu (17/07), Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI L. Rudy Polandi menanam bibit kurma Thailand di areal perkebunan Kurma Aceh tepatnya di Aceh Integrated Farm Montasik berlokasi dekat Radar AURI jalan raya Montasik-Krueng Raya Desa Teupin Batee Kec. Blang Bintang Kab Aceh Besar.

Acara penanaman bibit kurma Thailand tersebut dihadiri oleh Drs. Marwan Hamid, M.Pd Wakil Rektor I Umuslim, Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf (Rektor UTU), Dr. Kamal Arief (Arsitektur Heritage Aceh dari Bandung), Bapak Mahdi Muhammad (Pekebun Kurma Pelopor di Montasik) dan puluhan penggerak kurma dari Kabupaten/Kota Aceh dan Luar Aceh seperti Banda Aceh, Aceh Besar, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Jaya, Nagan Raya, Langsa, Sigli, Medan, Jakarta, Jawa Barat.

Sedangkan dari jajaran Kodam Iskandar Muda, Pangdam IM Mayjen TNI L. Rudy Polandi didampingi oleh Kasdam IM Brigjen TNI Moch. Fachrudin. S.Sos, Irdam IM, Danrindam IM, para Asisten Kasdam dan Kabalakdam IM.

Dalam sambutannya, Pangdam mengucap bangga dan mengatakan bahwa untuk membuka ekonomi daerah, kita harus mencari peluang yang baik untuk menumbuhkan perekonomian di Aceh, dan alhhamdulillah di Aceh ini sudah bisa menanam kurma, kebun kita luas dan mudah-mudahan berhasil.

“Saya bangga dan untuk membuka ekonomi daerah harus mencari peluang yang baik untuk perekonomian Aceh, dan alhamdulillah di Aceh sudah bisa menanam, kebun kita luas mudah-mudahan berhasil”, terang Pangdam IM Mayjen TNI L. Rudy Polandi.

“Saya berterima kasih kepad pak Hilmy dan semua masyarakat, saya berharap pohon kurma ini dapat tumbuh subur dan hasilnya dapat dinikmati masyarakat,” ungkap Jendral bintang dua tersebut.

Pada saat  yang sama, Dr. Hilmy Bakar selaku Direktur Lembaga Pengembangan Kurma Umuslim  mengungkapkan kendala dan kesulitan yang dihadapi dalam pengembangan perkebunan kurma di Aceh maupun Indonesia, terutama masalah dalam memperoleh bibit kurma yang sangat sulit untuk didatangkan dari luar negeri atau Thailand.

“Untuk mengembangkan kebun kurma di Aceh ini kami kesulitan dalam memperoleh bibit kurma untuk masuk ke Aceh, kiranya ke depan dapat diperlancar prosesnya,” ungkap Hilmy Bakar.

Pengembangan tanaman kurma dengan bibit yang berkualitas akan jadi percontohan tanaman kurma di wilayah Provinsi Aceh dan Indonesia yang memiliki iklim tropis yang sama dengan iklim di Thailand, apalagi tanah  Aceh sangat subur. Saat ini ada beberapa daerah yang telah mengembangkan kebun kurma di Provinsi aceh ini seperti wilayah Langsa dan tahun kemarin dikembangkan di Kabupaten Bireuen.

Sebanyak 600 batang bibit pohon kurma asal negeri Thailand ditanam di lahan seluas 60 ha milik perkebunan kurma Aceh Integrated Farm Montasik ini, dan selama kurang lebih enam tahun setelah masa tanam pohon kurma tersebut dapat menghasilkan buah baik melalui penyerbukan secara alami maupun dengan bantuan manusia.

Senada dengan Dr. Hilmy Bakar,  Azhar  salah seorang pengelola kebun kurma Aceh Integrated Farm Montasik berharap bantuan pemerintah propinsi maupun pusat agar mempermudah izin masuk bibit kurma di Indonesia dipermudah, karena proses pengiriman bibit yang di datangkan dari Thailand masih terkendala dengan proses karantina tanam yang cukup lama.

“Kami berharap kepada pemerintah agar memasukan bibit dipermudah,” ungkap Azhar.

Selain itu Azhar juga mengungkapkan bahwa dengan kemudahan proses masuk bibit tersebut maka harga juga tidak terlalu mahal, bibit kurma asal Thailand tersebut sangat bagus yang merupakan hasil olah penelitian bibit dari Inggris. Kini satu batang bibit kurma berkisaran 1,5 jutaan.

Sebelum pelaksanaan penanaman bibit kurma tersebut, juga digelar kegiatan silaturahmi dan sosialisasi penanaman kurma antara Penggiat Kurma Aceh dengan para Pekebun Kurma di kawasan Montasik Aceh Besar pada pukul 09.30 sd 11.00 bertempat di Dayah Mulia desa Teupin Batee Kec. Blang Bintang Kab Aceh Besar yang diikuti oleh seluruh penggerak tanaman kurma Indonesia baik dari Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh maupun luar Aceh dan dari luar negeri. Dari Umuslim hadir Drs. Marwan Hamid, M.Pd Warek 1, Dekan Fak Pertanian dan Direktur Lembaga Pengembangan Kurma Umuslim, Dr. Hilmy Bakar.

Sementara lebih 250 peserta dari masyarakat Blang Bintang dan santri Dayah Mulia turut hadir. Acara ditutup dengan kunjungan ke perkebunan Kurma Aceh Blang Bintang yang dihadiri Pangdam IM. 

Pada kesempatan sosialisasi Warek 1 Umuslim menyampaikan pengembangan komoditas kurma Aceh telah dilakukan di Lembaga Pengembangan Kurma Aceh Umuslim.

Insya Allah akan dibangun laboratorium kultur jaringan yg akan menjadi tempat praktek para mahasiswa Umuslim dan bermanfaat untuk kepentingan masyarakat. (al-hilmy)