Penyelenggaraan Pemerintahan Harus Humanis dan Excellent Service

Lhokseumawe –  Kamis (3/9) Fraksi Partai Demokrat Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, mengadakan Seminar Nasional yang bertemakan “Akuntabilitas dan transparasi kinerja lembaga negara”. Acara tersebut digelar di Aula Hotel Lido Graha, Cunda, Lhokseumawe.

Pada acara tersebut menghadirkan pemateri Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Provinsi Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT, Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, Prof. Dr. Apridar, M.Si  dan Rektor Universitas Almuslim Bireuen, Dr. H. Amiruddin Idris, SE.,M.Si.

Rektor Universitas Almuslim (Umuslim) Dr.H. Amiruddin Idris, SE.,M. Si dalam presentasinya mengatakan penyelenggaraan pemerintahan harus humanis. “Sebagai lembaga negara sudah seharusnya instansi pemerintahan harus memberikan excellent service (pelayanan prima) kepada masyarakat,” demikian ungkap Rektor Umuslim.

Rektor Umuslim juga menerangkan bahwa pada UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, selama ini masyarakat Aceh belum memfungsikan daripada fungsi kontrol dalam menjaga stabilitas anggaran negara dan transparansi pengelolaan anggaran negara baik itu yang bersumber dari APBN atau APBA. Fungsi kontrol tersebut diharapkan mampu menjaga nilai-nilai pengelolaan yang bersih dan akuntabel agar terwujudnya penyelenggaran negara yang bersih. Konflik yang berkepanjangan sudah membentuk masyarakat Aceh untuk tidak perduli terhadap informasi-informasi yang ada dalam pemerintahan, sekalipun pernyataan ini belum terbukti secara benar. Namun kalau dilihat peran masyarakat Aceh dalam mengakses informasi masih sangat berkurang, sehingga kontrol yang dilakukan oleh masyarakat Aceh kepada pemerintah masih sangat lemah. Pola hidup yang keras dan rasa curiga terhadap orang lain, telah membentuk masyarakat yang tingkat kewaspadaan sangat tinggi, yang kemudian dari kewaspadaan tersebut menimbulkan rasa curiga, dan dari rasa curiga membentuk karakter yang keras dan ingin menang sendiri. Dari rasa curiga tersebut kemudian masyarakat Aceh dilalaikan dengan sikap ketidakpedulian terhadap roda pemerintahan yang diselengarakan oleh Negara.

Bagaimana seharusnya?
Mendidik dan mengajak masyarakat Aceh supaya ikut serta dalam mengontrol dan mengawasi berjalannya roda pemerintahan yang bersih adalah dengan mencari memberikan informasi kepada masyarakat Aceh yang bahwasanya setiap warga negara berhak mengakses, menerima informasi, melakukan pengawasan penganggaran supaya terwujudnya penyelenggara pemerintah yang bersih dan transparan.


Acara dibuka langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Provinsi Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT.  acara yang melibatkan kalangan mahasiswa yang ada di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, KNPI Aceh Utara, KNPI Lhokseumawe, Akademisi serta unsur lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Nova menyampaikan, penyelenggaraan pemerintahan dalam suatu negara terdapat di pusat pemerintahan dan di pemerintahan tingkat daerah, dimana di Indonesia sejak tahun 1999 telah mulai melaksanakan kebijakan desentralisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan melalui pemberian otonomi daerah.

“Melalui sistem otonomi daerah ini sebagai wewenang yang harus diputuskan pada Pemerintah Pusat kini dapat diputuskan ditingkat pemerintah daerah sehingga dapat lebih mengakomodir aspirasi dan kearifan masyarakat setempat atau lokal,” kata Ir. Nova Iriansyah, MT.

Ia menambahkan, di samping itu pemerintah desentralisasi ini juga memiliki kekurangan yaitu memberikan ruang yang lebih untuk terjadinya penyelewengan oleh pihak atau kelompok tertentu yang berkuasa untuk memenuhi kepentingan sendiri. Menurutnya, upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan kekurangan penyelenggaraan pemerintahan desentralisasi serta meningkatkan kinerja pemerintahan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (al-rahmad)

Kehadiran Profesor Dari Universiti Pendidikan Sultan Idris Perak Malaysia ke Umuslim Memberikan Angin Segar.

Kampus Ampon Chiek Peusangan, Rabu (26/8) Kunjungan Prof. DR. Noor Shah Bin Hj. Saad selaku Director of Centre Of Teaching Practice And Industrial Training Universiti Pendidikan Sultan Idris disambut hangat oleh Wakil Rektor I Drs. Marwan Hamid, M.Pd, Wakil Rektor IV DR. Sujiman A. Musa, MA, Direktur Hubungan Internasional Drs. Nurdin A.R, M.Si, Kabag Humas Zulkifli, M.Kom, Kabag Kerjasama Khairul Hasni, MA dan Dekan FKIP Dra. Zahara, M.Pd.

Prof. DR. Noor Shah didampingi DR. Qismullah Yusuf dan DR. Azmi, kunjungan ke Umuslim dalam rangka mempererat hubungan kedua Universitas tersebut dan juga membicarakan kerjasama yang akan dilakukan ke masa yang akan datang. Baik kerjasama dalam pelatihan dan kelanjutan mahasiswa Umuslim dalam menempuh jenjang yang lebih tinggi lagi. Terpenting dalam waktu dekat direncanakan akan ada kerjasama 'Seminar Internasional' paling kurang tiga negara di Umuslim.

Pihak UPSI menawarkan pelatihan dosen untuk Prodi PAUD serta pendidikan bagi pengajar SLB, semua tawaran tersebut mendapat tanggapan yang positif dari pihak Umuslim. Acara pertemuan dalam suasana kekeluargaan tersebut sangatlah berkesan bagi kedua belah pihak.

Selesai acara pihak UPSI melanjutkan perjalanan menuju dataran tinggi Gayo dalam rangka memberikan pelatihan Bidang Bahasa Inggris, Sains, serta Matematik bagi guru-guru di daerah dingin tersebut. (al)

Prajurit TNI di Aceh Siap Menanam Kurma Aceh

Banda Aceh, Rabu (2/9) Seluruh jajaran TNI Iskandar Muda siap untuk membantu Universitas Almuslim  (Umuslim) Bireuen , untuk mensukseskan  budidaya kurma Aceh yang akan dikembangkan  di Provinsi Aceh.
Hal itu disampaikan Kasdam Iskandar Muda  Brigjen TNI L.Rudy Polandi dalam pertemuannya dengan Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris, SE.,M.Si di ruang kerjanya Rabu (2/9).

Dalam pertemuan tersebut Kasdam IM  didampingi Aster kodam IM Kolonel Inf  Terri Trisna berlangsung penuh keakraban , Kasdam menyambut baik Inovasi dan kegiatan  yang dilakukan Umuslim .

Menurutnya TNI sekarang mempunyai satu tugas tambahan yaitu  membantu tercapainya swasembada dan ketahanan pangan , sehingga adanya program budidaya Kurma Aceh sangat   sejalan dengan program yang sedang digalakkan TNI tersebut.

Insya Allah kami siap membantu dan menugaskan  jajaran TNI di bawah Kodam Iskandar Muda ungkap Brigjen L.Rudi Polandi bersemangat.

Pada kesempatan tersrbut Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,M.Si yang didampingi Staf ahli Dr.Hilmi A.Bakar, MBA dan ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Kurma Tropika Aceh (P3KTA) Umuslim Dr. Halus Satriawan M.Si mengucapkan terimakasih atas perhatian jajaran Kodam IM untuk mendukung suksesnya program ini.

Pada kesempatan tersebut Kasdam IM  juga mengutarakan niatnya dalam waktu dekat akan berkunjung ke Umuslim untuk melihat pusat pembibitan yang sedang disiapkan. (al-zul)

Talkshow Pengembangan Minat dan Budaya Baca di Sekdakab Bireuen

Bireuen, Selasa  (26/8)  di Gedung Sekdakab Bireuen diselengarakan acara “Roadshow Pengembangan Minat dan Budaya Baca” yang diorganisir oleh Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh. Acara ini adalah bagian dari even Lomba Bercerita bagi siswa/i Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), Negeri dan Swasta Tingkat Provinsi Aceh, Story Telling, Road Show, dan Pameran Buku,  yang digelar pada 23-26 Agustus 2015 di Kabupaten Bireuen. Wakil Gubernur Tgk. H. Muzakkir Manaf yang langsung membuka acara tersebut di Meuligo Bupati Bireuen pada hari Senin, 24 Agustus 2015.

Roadshow Pengembangan Minat dan Budaya Baca ini diadakan dalam bentuk Talkshow dengan menghadirkan empat narasumber, yaitu Drs. Anas M Adam, MPd (Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh) yang mewakili Perpustakaan dan Arsip; M Arif Andepa (Wakil Ketua II DPRK Bireuen) yang mewakili budayawan; Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil, M.A (Dosen Universitas Almuslim), mewakili akademisi; dan  Drs. Nasrul Yuliansyah,M.Pd (Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Bireuen) yang mewakili Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Umumnya peserta yang hadir kalangan pelajar dari tingkat SD hingga SMA se-Provinsi Aceh (umumnya dari Kabupaten Bireuen) yang didampingi para guru. Selain itu yang hadir dari kalangan pemerhati pendidikan, wartawan, dan para pegawai di lingkup Pemda Kabupaten Bireuen.

Karena berbentuk talkshow, acara dilakukan dalam bentuk tanya-jawab dari MC yang merangkap moderator dan juga peserta ke para narasumber sehingga suasana terlihat lebih cair dan asyik. Keempat narasumber menyampaikan pendapat dan pandangannya dengan cara santai dan tidak kaku atau serius dengan bahasa yang mudah dicerna. Bapak Anas M Adam menceritakan dan sharing pengalaman selaku Ayah/orangtua dan juga Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Aceh, bagaimana beliau mendidik anak dengan membeli bahan-bahan bacaan dan tanpa beliau sadari, anak berkembang dengan pesat dan cinta dengan buku. Di usia 5 tahun sudah masuk SD dan terus berprestasi di sekolah. Saat ini pada usia 21 tahun anak beliau menempuh pendidikan tingkat Master di Universitas Manchester Inggris. Beliau memotivasi anak-anak untuk gemar membaca dan mau menyisihkan sedikit uang jajannya untuk menabung membeli buku. Beliau berpesan, kalau menggunakan internet, gunakanlah pada hal-hal yang positif dan jangan nonton film yang tidak benar karena dapat merusak sel otak kita. Selaku Kepada Perpustakaan dan Arsip Provinsi Aceh, beliau akan terus berupaya menyediakan fasilitas dan prasarana bagi pengembangan perpustakaan di desa-desa di seluruh Provinsi Aceh agar akses bacaan akan mudah didapat di desa-desa.

Narasumber kedua, Bapak M Arif Andepa yang sangat dikenal di Aceh sebagai budayawan dan penyair, menceritakan masa lalu beliau yang kurang baik artinya banyak membuang waktu dan tidak serius belajar. Bersama teman-temannya agar dapat dikatakan preman, dengan bangganya kebut-kebutan di jalan. Akhirnya beliau sadar bahwa cara hidup seperti itu sangat tidak baik dan merugikan diri sendiri. Beliau bertekad untuk hidup lebih baik. Beliau serius belajar hingga perguruan tinggi. Karena berasal dari keluarga sederhana, sambil kuliah, untuk hidup dan biaya kuliah, ia terpaksa kerja sebagai buruh kasar, ngecor rumah orang. Beliau menanamkan semangat ke para pelajar untuk giat belajar dan membaca. Kemiskinan dapat memacu kita untuk berhasil dalam hidup, imbuhnya. Jangan bangga dengan harta orangtua tapi banggalah dengan harta yang didapat dari jerih payah sendiri. Pengalaman mendidik anak, dishare juga ke para peserta. Anak harus dididik dengan nilai-nilai etika dan moral dan harus memiliki prinsip dalam hidup. Beliau sempat membaca sebuah puisi tentang keprihatinan melihat kondisi Aceh saat ini.

Narasumber ketika, disampaikan oleh seorang akademisi, Teuku Cut Mahmud Aziz. Beliau menyampaikan betapa khawatirnya beliau membayangkan masa depan Aceh kedepan dengan melihat kondisi umum minat baca kalangan mahasiswa yang sangat minim. Mahasiswa lebih senang menggunakan laptop untuk facebook atau main game, sedikit yang mau mengakses e-book, e-jurnal, dan berita-berita yang bermanfaat. Beliau mengatakan bahwa keberadaan di Aceh menggambarkan dunia yang berbeda karena sebelumnya beliau menetap 20 tahun di Yogyakarta dan pengalaman beliau ketika kuliah dan riset di luar negeri. Perbedaan gambaran ini lebih membuka mata beliau dalam melihat kondisi generasi muda Aceh terutama yang ada di Bireuen. Metode yang beliau lakukan agar mahasiswa membaca adalah dengan mewajibkan para mahasiswa untuk menjadi anggota perpustakaan Bireuen. Kemudian mewajibkan membaca satu chapter/ Bab untuk kuliah pada minggu berikutnya, serta untuk semester ini para mahasiswa akan diwajibkan – ditambah- dengan membaca novel-novel inspiratif. Ada pertanyaan yang beliau ajukan, apa perbedaan antara kaya dan pintar? Kalau kaya tidak harus selalu melalui proses. Orang miskin tiba-tiba besok bisa jadi kaya karena dapat undian. Namun untuk menjadi pintar butuh proses yang panjang. Tidak akan bisa dan tidak akan pernah tiba-tiba orang menjadi pintar!

Narasumber terakhir, Bapak Nasrul Yuliansyah mengatakan minat baca kalangan pelajar masih sangat rendah. Diperlukan penyelenggaraan kegiatan-kegiatan seperti ini secara berkelanjutan untuk meningkatkan semangat kalangan pelajar untuk membaca. Para pelajar harus aktif di sekolah terutama dalam membuat mading atau majalah dinding. Dengan membaca siswa akan mau dan aktif untuk berdiskusi. Beliau akan berupaya untuk meningkatkan fasilitas dan ketersediaan buku di perpustakaan-perpustakaan sekolah.

Acara ini diselingi dengan penampilan siswa/i membaca puisi. Hebatnya yang membaca puisi adalah seorang siswi sekolah luar biasa dan seorang siswa yang untuk duduk di bangku di panggung harus digendong oleh gurunya. Puisi yang dibaca sangat menarik dan menyentuh hati. Pada pembukaan dan penutupan diisi dengan tarian dari anak-anak SD di lingkup Kabupaten Bireuen. Ada penarikan undian dan pembagian hadiah tas sekolah. Acara talkshow ini terbilang sukses dan meriah. (al-poncut)

Pesantren Terpadu Almuslim Diresmikan Oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh

Peusangan, Minggu (30/8) Pesantren Terpadu Almuslim Peusangan di bawah naungan Yayasan Almuslim Peusangan yaitu sebuah organisasi sosial kemasyarakatan yang berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka tepatnya pada tahun 1929 dengan nama awal 'Jamiatul Muslim'.

Lembaga pendidikan yang didirikan oleh perpaduan antara 'ulama' dan 'umara' yaitu Tgk. Abdurrahman Meunasah Meucap dan Ampon Chiek Peusangan Tgk. Moh. Djohan Alamsjahyang melahirkan begitu banyak tokoh walaupun lembaga ini jauh dari hingar bingar kota besar.

Drs.Muhammad Daud Pakeh sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Aceh  pada acara peresmian Pesantren Terpadu  Almuslim Peusangan berujar; "Harapan kami dengan lahirnya Pesantren Terpadu Almuslim ini akan dapat mengembalikan marwah kejayaan masa lalu, dan juga akan dapat mengangkat kembali marwah Provinsi Aceh yang dikenal dengan daerah Serambi Mekah serta daerah yang melaksanakan Syariat Islam, karena kondisi hari ini Aceh masih sangat tertinggal dalam hal-hal yang berhubungan dengan aktivitas yang bernuansa keislaman, seperti misalnya bidang STQ Tingkat Nasional kita yang baru lalu kita masih kalah dengan provinsi Papua."

Acara yang turut dihadiri kepala Badan Dayah Provinsi Aceh Dr.Bustami Usman, pembina Pesantren Terpadu Almuslim Prof.Rusdi Ali Muhammad, tokoh politik, anggota DPRA Ir,Saifuddin Muhammad, Fauziah M,Daud dan para anggota DPRK Bireuen, kepala Dinas dan unsur Forkopimda Bireuen, wali santri, ulama, Tgk imum, Geuchiek dan tokoh masyarakat dalam Kecamatan Peusangan Lama.

Sementara Ketua YAP H. Yusri Abdullah, S. Sos mengatakan, pendirian pesantren ini merupakan tindak lanjut daripada amanah musyawarah YAP, dan pendirian ini diambil lokasi pada tanah dasar wakaf Ampon Chiek Peusangan.

Pada kesempatan acara ini turut ditampilkan kebolehan pidato dalam Bahasa Arab, Inggris, Nasyid, serta puisi walaupun pada kenyataannya santri baru belajar lebih kurang satu bulan. Sebelum acara makan siang bersama para tamu dan undangan berkesempatan meninjau ruangan tidur dan belajar yang full AC. Satu kamar dihuni 16 orang santri dengan 4 kamar mandi, berarti dengan rasio per 4 orang 1 kamar mandi.

"Dalam tahap awal ini kami baru menerima santri putri untuk Tingkat Tsanawiyah, ke depannya insya Allah ada kelanjutan santri putra dan tingkat yang lebih tinggi lagi seperti 'Aliyah," demikian ungkap Ketua Yayasan Almuslim Peusangan H. Yusri Abdullah, S.Sos. (al)

Lomba Bercerita Bagi Siswa-Siswi SD dan MI Tingkat Provinsi Aceh

Bireuen, Senin (24/8) Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh  menyelenggarakan Lomba Bercerita bagi siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), Negeri dan Swasta Tingkat Provinsi, Story Telling, Road Show dan Pameran Buku,  yang akan di gelar 23-26 Agustus 2015 di Pendopo Bupati Bireuen, Jl. Hamzah Bendahara No. 1 Bireuen. Acara yang dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Tgk. H. Muzakkir Manaf, dihadiri Bupati Bireuen, jajaran muspida, perwakilan Universitas dan Perguruan Tinggi acara yang berlangsung  sejak Minggu (23/8) sampai dengan Rabu (26/8).

Dari Universitas Almuslim tampak hadir Wakil Rektor IV Dr. Sujiman A.Musa, MA, T. Cut Mahmud Aziz, S.Fil., MA dari LPPM, Drs.Iswadi Idris, M.Hum dari Prodi Bahasa Inggris , mahasiswa serta utusan Humas .

Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Drs. Anas M Adam, MPd, memuji kesungguhan Bupati Bireuen dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten itu, sehingga Arpus Aceh mendapat kerja sama yang cukup baik untuk melaksanakan even bercerita tingkat SD/MI se-Aceh di Kabupaten tersebut.

Lomba Bercerita Tingkat SD Se-Aceh itu bertema “Menumbuhkan kegemaran membaca dan kecintaan terhadap budaya lokal dalam upaya membangun pendidikan karakter serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa”.

“Melalui gerakan minat baca mari kita tumbuhkan kegemaran membaca dan kecintaan terhadap budaya Aceh dan Dinul Islam menuju masyarakat Aceh yang cerdas dan mandiri”, sebut Anas.

Lomba bercerita ini  diikuti siswa SD/MI dari 23 kab /kota se-Aceh dan Pemenang lomba bercerita tingkat provinsi ini akan diikutkan pada kejuaraan/lomba tingkat nasional pada bulan oktober 2015 nanti.

Sedangkan, Story Telling diikuti oleh 300 siswa TK se Bireuen berisikan kegiatan bercerita oleh pendongeng  untuk memotivasi anak-anak untuk membaca, untuk kegiatan ini dilaksanakan di aula PKK  pendopo Bireuen.

Sementara Road Show adalah kegiatan yang berisikan talk show para tokoh dan budayawan dengan peserta sejumlah 300 siswa SMU se-Bireuen, kegiatan ini akan dipusatkan di aula pendopo pada hari ketiga  Rabu (26/8).

Untuk pameran buku akan dihadiri oleh beberapa penerbit lokal dan nasional disertai dengan stan pameran dengan tempat berada di halaman pendopo Bupati Bireuen, ujarnya.

Anas menjelaskan, sebenarnya kegemaran membaca lebih mudah ditanamkan pada anak-anak usia dini, makanya kita perlu mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya perpustakaan yang ada di perpustakaan sekolah, keberhasilan gerakan membaca akan dapat dicapai secara Nasional, dengan melibatkan peran serta semua komponen bangsa, baik di Tingkat Pusat, Provinsi maupun Kabupaten/Kota, simpulnya.

Menurut Anas langkah penting yang harus dilakukan pemerintah antaranya adalah Mengembangkan Perpustakaan Kecamatan dan Perpustakaan Desa supaya akses masyarakat ke perpustakaan menjadi lebih dekat.

"Kita harus meningkatkan minat membaca anak-anak dan generasi muda kita agar dapat menambah ilmu pengetahuan lebih luas," ungkap Wakil Gubernur. (al)

Subcategories