Prodi Ilmu Hubungan Internasional Umuslim Berbenah Diri

Kampus Timur Matangglumpangdua Bireuen, Kamis (23/11) Prodi Ilmu Hubungan Internasional (HI)yang baru menginjak mahasiswanya di semester III mulai berbenah diri menghadapi dan mempersiapkan agar mencapai target akreditasi yang diharapkan ketika asesor BAN-PT hadir nanti. Pihak Universitas Almuslim (Umuslim) mengirimkan tim monev internal ke seluruh prodi yang ada termasuk HI. Akhirnya tim monev internal datang selaku ketua prodi Shaumil Hadi, MA sebagai anak muda yang enerjik tentu saja mengikuti prosedur yang ada sehingga proses monev berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Pada kesempatan tersebut Shaumil Hadi mengharapkan kerjasama yang baik semua pihak agar ke depannya prodi HI menjadi prodi unggulan kebanggaan Umuslim. Menurut beliau keberhasilan tidak dapat diraih perorangan dalam membangun prodi ini, melainkan kerjasama yang baik semua elemen, baik mahasiswa, dosen, serta kalangan struktural terkait. (PIP Umuslim)

Siswa SMA Negeri 3 Bireuen Kunjungi Umuslim, dan Pelatihan di Laboratorium Geografi

Kampus Timur, Sabtu (18/11) Dengan wajah yang begitu ceria sebanyak 23 orang siswa dari SMA Negeri 3 Bireuen mengunjungi Universitas Almuslim (Umuslim) untuk lebih dekat mengenal kampus kebanggaan masyarakat Bireuen bahkan masyarakat Aceh. Pada acara pembukaan pelatihan yang dibuka dengan resmi oleh Kaprodi Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Aisyah Rahman, M.Pd yang didampingi oleh dosen-dosen kebanggaan Umuslim; Cucut Satria Barona, M.Pd, Iskandar, M.Pd. Tak ketinggalan seorang lulusan Geografi Umuslim yang sudah menekuni sebagai praktisi di bidang geografi yaitu Suryadi, S.Pd dan bertindak sebagai instruktur dalam pelatihan. Siswa didampingi seorang guru Anidar, S.Pd, dan dari mahasiswa geografi Dicky Setiadi dan Dianda Wirdah.

Dari pihak Universitas hadir Al Azhar, SS., M.Sos selaku Kepala Pusat Informasi dan Promosi, yang pada prinsipnya lebih memperkenalkan apa dan bagaimana Umuslim, serta mempromosikan apa-apa yang telah diraih institusi ini. Walau terletak di sudut sebuah Kabupaten tetapi kiprahnya telah melampaui wilayahnya bahkan telah menjalin kerjasama baik di dalam dan luar negeri.

"Geografi pada umumnya dimaknai sebagai ilmu sosial, akan tetapi kenyataannya di lapangan menggunakan ilmu alam atau ilmu pasti sebagai sandaran dalam pelaksanaan penerapan ilmunya', jelas Aisyah Rahman, M.Pd."Sekarang di dalam penerapan pengetahuan geografi yang dilakukan dengan sistem digital, dan di Umuslim tempatnya", tambah beliau.

Kegiatan selanjutnya dipandu oleh Suryadi, S.Pd selaku instruktur yang banyak memberikan ilmu tentang dunia geografi yang pada dasarnya sekarang dibutuhkan semua lini. (PIP Umuslim)

Kampus B Universitas Almuslim Mendekatkan Warga Lhokseumawe dan Aceh Utara

Lhokseumawe, Rabu (22/11) Kampus B Universitas Almuslim yang terletak tak jauh dari jantung kota Lhokseumawe yaitu terletak di Cunda Lhokseumawe. Kampus ini bagian dari kampus Universitas Almuslim yang terletak di Matangglumpangdua Bireuen, artinya semua mahasiswa yang memilih Fakultas dan prodi apa saja dapat memilih kuliah di kampus induk atau kampus B Lhokseumawe.

Universitas Almuslim yang memiliki Akreditasi Perguruan Tinggi dengan spesifikasi B, dan sembilan puluh persen prodi dengan akreditasi B, terkecuali prodi baru yang tengah membenahi diri ke arah akreditasi seperti yang diharapkan.

Untuk saat ini kampus B dipimpin oleh seorang yang betul-betul profesional yaitu Dr. H. Sujiman A Musa, MA yang bertindak sebagai koordinator kampus B. Beliau adalah mantan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Aceh era 2006, dan kebetulan berdomisili di kota Lhokseumawe juga.

Pada saat Pusat Informasi dan Promosi Universitas Almuslim beserta tim hadir, tengah berlangsung sidang meja hijau untuk Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Artinya masyarakat Lhokseumawe dan Aceh Utara sekitarnya tidak perlu khawatir karena kuliah dan sidang dapat dilakukan di kampus B Lhokseumawe. (PIP Umuslim)

Universitas Almuslim dan ASPAJA Melakukan Kerjasama Pembekalan Pra Seleksi Program Magang Kerja ke Jepang

Kampus Peusangan, Ampoen Chiek Kamis (16/11)  Universitas Almuslim bekerjasama dengan ASPAJA Bireuen yang diwakili oleh Sensei Dahlan yang juga mewakili Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas penduduk (Disnakermobduk) Aceh mengadakan pertemuan dengan calon peserta Program Magang Kerja ke Jepang di Kampus Ampon Chik Peusangan, Universitas Almuslim. Jumlah peserta berasal dari Kabupaten Bireuen dan Lhokseumawe. Acara yang dibuka dengan resmi oleh Rektor Universitas Almuslim (Umuslim) yang diwakili oleh Wakil Rektor IV Ismail Ramli, MT.

Acara pembukaan yang dihadiri Wakil Rektor IV Ismail Ramli, MT, Kepala Kantor Urusan Internasional Drs. Nurdin AR, ASPAJA Bireuen Sensei ahlan, Kepala Kantor Pusat Informasi dan Promosi Umuslim Al Azhar, SS., M.Sos, Elga Safitri, S.Pd tutor Matematika, Ratna Walis, S.Pd staf Kantor Urusan Internasional yang bertindak sebagai presenter. Serta dihadiri 45 orang peserta pembekalan yang datang dari kawasan Lhokseumawe dan Bireuen.

Pada pertemuan ini dilakukan sosialisasi, sebelum masuk ke tahap pembekalan pertama (pra seleksi) yang akan dilaksanakan di Universitas Almuslim pada bulan November ini. Calon peserta akan dibekali dengan kemampuan matematika, pengenalan budaya Jepang, dan latihan fisik. Hal ini sangat diperlukan untuk persiapan mengikuti test rekrutmen di Banda Aceh. Di sana mereka akan mengikuti test matematika, cek fisik (kesamaptaan), test ketahanan fisik, dan terakhir test wawancara. Jika dinyatakan lulus, maka peserta akan mengikuti pembekalan berikutnya, yaitu belajar bahasa Jepang dan Matematika sebelum diberangkatkan ke Jepang.

 Pendaftaran dan seleksi untuk mengikuti Program Magang Kerja ke Jepang dilakukan dua kali dalam setahun. Program ini merupakan program Nasional yang dilaksanakan di bawah koordinasi Disnakermobduk pada tiap provinsi. Jika dihitung sejak awal dilaksanakannya hingga tahun 2017 telah melaksanakan hingga 25 gelombang, sedangkan Aceh baru melaksanakan 8 gelombang. Alumninya telah tersebar dan bekerja di banyak daerah dan Negara. Banyak yang bekerja di perusahaan atau industri multinasional di beberapa Negara.

Walaupun ini program nasional, namun jumlah peserta dari Aceh setiap tahunnya tidak memenuhi kuota. “Maka untuk itu, kami Universitas Almuslim mengambil inisiatif untuk membangun kerjasama dengan ASPAJA untuk dapat membantu dalam program ini,” ujar Rektor IV Universitas Almuslim, Ismail Ramli, M.T yang didampingi Drs. Nurdin Abdul Rahman, M.Si, Teuku Cut Mahmud Aziz, M.A, dan Ratna Walis, S.Pd dari Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Almuslim.

 Ditambahkan Wakil Rektor IV Umuslim, “Kami ingin berperan dan dapat membantu pemerintah untuk mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan. Karena sebagaimana kita ketahui dari data BPS, angka pengangguran di Aceh, khususnya di Kabupaten Bireuen setiap tahunnya terus meningkat. Kami berpikir Program Magang Kerja ke Jepang akan menjadi salah satu solusi bagaimana memfasilitasi pemuda-pemuda Aceh untuk dapat bekerja di luar negeri. Selain memperoleh gaji yang besar dan pengalaman internaisonal, sertifikat yang mereka peroleh dapat digunakan untuk melamar bekerja di seluruh Negara ASEAN termasuk Timor Leste”.

“Pada gelombang berikutnya kami bertekad dengan dukungan penuh dari Rektor Universitas Almuslim akan mempromosikan seluas mungkin agar kuota untuk Aceh tercukupi bahkan bisa lebih.”, lanjut Wakil Rektor IV Umuslim. (PIP Umuslim)

 

 

Fakultas Pertanian Umuslim dan LPPM Kunjungi Perkebunan Warga Ara Lipeh

Ara Lipeh, Makmur,  Bireuen, Sabtu, (18/11) Dalam rangka melaksanakan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Kepala Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Almuslim (Umuslim)  Agusni. SP., MP melakukan kunjungan ke Gampong  Ara Lipeh Kecamatan Makmur Kabupaten Bireuen. Dalam kunjungan ke  gampong  tersebut, Agusni. SP., MP didampingi langsung oleh Ketua LPPM yang  juga Dosen Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian  Umuslim  Dr. Halus Satriawan. SP., M.Si, meninjau salah satu perkebunan sawit yang terserang hama bercak daun. Menurut Dr. Halus Satriawan. SP., M.Si; “Penyakit yang menyerang tanaman yang ada di sini merupakan penyakit yang mudah ditularkan ke tanaman lainnya, penyebabnya adalah mikroorganisme jenis jamur dan menyebar melalui hembusan angin. Untuk pencegahan dilakukan dengan menebang objek tanaman yang terinfeksi kemudian membakarnya”.

Sementara itu Kaprodi Agroteknologi Agusni. SP., MP menganjurkan; “Kepada warga untuk tidak menggunakan pupuk kimia secara berlebihan karena dapat menyebabkan tanaman mudah terserang hama dan penyakit. Solusi terbaik yang ramah lingkungan adalah penggunaan pupuk organik dengan dosis anjuran. Untuk mengendalikan hama dan penyakit disarankan untuk menggunakan pengendalian hama dan penyakit secara terpadu” . (rmd-PIP Umuslim)

Bekraf Tetapkan Kabupaten Bireuen Sebagai kota Kreatif

Banda Aceh, Kamis (16/11)  Kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bireuen  karena telah ditetapkan menjadi kota kreatif di Indonesia untuk tiga sektor, yaitu seni pertunjukan, fotografi dan film animasi. Pelaksanaan penanda tanganan MoU  berlangsung di Hotel The Pade Banda Aceh.

Penandatangan penetapan kota kreatif  tersebut dilakukan wakil Bupati Bireuen Dr.Muzakkar A.Gani,SH.,MSi dan Deputi Infrastruktur Badan ekonomi Kreatif (Bekraf) Dr. Hari Santosa Sungkari, dan turut disaksikan Rektor Universitas Almuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi , Bappeda Bireuen, tokoh  cineas film Rahmat Setiawan dari Juang Cinema, fotografi Nur El-Mahmudi, akademisi Angga Eka Karina, M.sn dan asesor dari Bekraf.

Perjalanan panjang untuk penetapan kota kreatif di tiga sektor bagi kabupaten Bireuen setelah melalui hasil survei yang telah dilakukan Universitas Almuslim sesuai petunjuk yang diberikan Badan ekonomi Kreatif (Bekraf) nasional.

Tidak lama berselang ditindaklanjuti uji petik oleh Bekraf dengan melihat segala potensi ekonomi kreatif untuk tiga katagori yang dimiliki Bireuen, selain tiga sektor tersebut, bekraf berharap ekonomi kreatif Bireuen, bisa tumbuh diberbagai sektor lainnya, apalagi tahun ini Universitas Almuslim telah dibantu dengan revitalisasi gedung MA.Jangka menjadi ebuah gedung yang representatif untuk berbagai kegiatan yang bisa menumbuhkan ekonomi kreatif.

Dalam arahannya Deputi Infrastruktur Badan ekonomi Kreatif (Bekraf) Dr. Hari Santosa Sungkari memaparkan Deputi infraksuktur mengatakan bahwa penandatanganan ini merupakan bentuk kepercayaan dan sinergi yang kuat antara empat elemen akademisi, komunitas, pelaku bisnis pemerintah daerah.
Menurut beliau Bekraf mengembangkan usaha para pelaku sektor ekonomi kreatif 16 subsektor, dan kabupaten memiliki potensi yang besar sebagai pelaku untuk beberapa subsektor yang saling mendukung.

Keterlibatan kampus dalam program ini karena sesuai fungsi kampus selain pendidikan juga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, kampus memiliki sumber daya (dosen, mahasiswa dan peneliti) juga memiliki fasilitas tentunya sangat membantu dalam rangka membangkitkan ekonomi kreatif dalam masyarakat Aceh khususnya kabupaten Bireuen. (PIP-Humas Umuslim)

Subcategories