Mahasiswa Umuslim ikuti kuliah umum tentang Migas

 

Peusangan-Ratusan mahasiswa Universitas Almuslim Peusangan Bireuen mengikuti  kuliah umum tentang pengenalan industri hulu minyak dan gas bumi serta sosialisasi tentang perkembangan ekspolarasi dan operasional migas yang disampaiakan sejumlah pemateri  berlangsung di Auditorium Academic Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan kampus Umuslim, Rabu(10/7).

Acara dibuka Bupati Bireuen diwakili Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Bireuen Ir. Ibrahim Ahmad M.Si,  menghadirkan sejumlah pemateri seperti Yanin Kholison (SKK Migas Sumbangut), Achar Rasyidi (Badan Pengelola Migas Aceh), Awalus Shadeq (Premier Oil Natuna BV), Fauzan Arief (Exploration Team Leader Pemier Oil),  Adelina Novianti (Repsol Company) dan perwakilan  perusahaan Mubadala Petroleum.

 Bupati Bireuen yang diwakili asisten II dalam sambutannya menyatakan, masyarakat Bireun sangat terbuka dengan kehadiran para investor yang masuk ke Kabupaten Bireuen, jika perusahaan menemukan cadangan minyak dan gas agar perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam kegiatan hulu migas, ujar Ir.Ibrahim,MSi.

Acara yang  dipandu T.Cut Mahmud Aziz dosen prodi Hubungan Internasional Umuslim berlangsung atraktif, karena pemateri banyak mengupas tentang berbagai peran lembaga satuan kerja khusus minyak dan gas bumi (SKK Migas) dan Badan Pengelola Migas aceh (BPMA), serta penjelasan  perkembangan ekspolarasi dan operasional perusahaan minyak dan gas di wilayah Provinsi aceh oleh beberapa perusahaan yang telah mendapat izin dari pemerintah.

Menurut Yanin Kholison perwakilan Satuan Kerja Khusus Migas (SKK Migas) Wilayah Sumbagut, saat ini ada tiga perusahaan internasional yakni Repsol, Premier Oil dan Mubadala Petroleum yang berinvestasi di bidang hulu minyak dan gas (Migas) di lepas pantai Bireun, Pidie Jaya, dan Pidie, Provinsi Aceh. 

"Ketiga perusahaan internasional tersebut nantinya akan berinvestasi tepatnya di wilayah kerja Andaman I, II, dan III pada perairan Selat Malaka, selain itu, Repsol juga telah selesai melakukan seismic 3D di Andaman III dan rencanya di tahun 2020 akan segera melakukan pengeboran. Sementara Premier Oil dan Mubadala masih dalam tahap joint study di Wilayah Kerja Andaman I dan Andaman II." jelas perwakilan SKK Migas.

Kemudian Humas BPMA, Achyar Rasyidi  menyampaikan bahwa kegiatan hulu migas akan berkontribusi pada penciptaan multiefek ekonomi bagi masyarakat Bireuen. "Hadirnya tiga perusahaan internasional yaitu Mubadala Petroleum, Repsol, dan Premier Oil akan membuka lapangan kerja baru," papar Achyar.

Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi mengucapkan terima kasih dan memberikan apreasiasi untuk BPMA dan SKK Migas  yang mempercayakan Universitas Almuslim mengadakan kegiatan sosialisasi  berbagai ilmu dan memberi pencerahan tentang berbagai hal  berkaitan dengan minyak dan gas di Aceh kepada mahasiswa umuslim.

 Rektor Universitas Almuslim, Dr. Amiruddin Idris, SE, M.Si berharap agar kegiatan kerja sama dengan universitas seperti ini bisa secara kontinyu dilakukan agar pihak kampus mendapatkan wawasan tentang kegiatan hulu migas di Aceh, harap H.Amiruddin Idris.

Pencerahan ini sangat penting bagi  mahasiswa karena persoalan tenaga kerja yang bergabung pada perusahan miyak dan gas tidak hanya harus berasal dari jurusan perminyakan saja tetapi juga dibutuhkan dari berbagai disiplin ilmu  lain seperti bahasa inggris,hukum,ekonomi, teknik dan humaniora lainnya

Acara yang berlangsung satu hari ini  turut dihadiri sejumlah dosen dalam lingkup universitas almuslim, dikahiri penyerahan cendera mata dari rektor Umuslim berupa plakat dan buku Bireuen segitiga emas ekonomi Aceh kepada pemateri.(HUMAS)

 

 

 

 

You are here: Home News and Events Mahasiswa Umuslim ikuti kuliah umum tentang Migas