Rektor Umuslim Ikut Tandatangani Kontrak Kinerja PT Berdampak di Kemdiktisaintek Jakarta

Jakarta, Senin (5 Januari 2026)

Rektor Universitas Almuslim Peusangan Bireuen (Umuslim), Dr Marwan MPd bersama 300 lebih Rektor PTN dan PTS se-Indonesia, ikut menghadiri kegiatan penandatanganan kontrak kinerja perguruan tinggi berdampak Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Senin (5-01-2026).

Kegiatan yang dilakukan oleh Rektor dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), disaksikan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof Dr Brian Yuliarto dalam rangka menyatukan arah “Kampus Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045”, sebut Dr Marwan.

Juga tambahnya, kegiatan ini menjadi upaya strategis pemerintah untuk memperkuat tata kelola pendidikan tinggi yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada capaian kinerja yang terukurm sebagaimana dinyatakan Prof Brian, bahwa kontrak kinerja melebihi sekadar dokumen administratif. Namun lebih jauh sebagai suatu panduan bersama agar seluruh perguruan tinggi bergerak dalam irama yang sama.

Rektor menyatakan, seperti apa yang dititipkan Mendiktisaintek; “Kita punya peran masing-masing untuk berjuang lebih keras lagi dalam melahirkan terobosan baru, membangkitkan industri maju, dan melakukan hilirisasi penelitian. Dengan kebersamaan, kita bisa membentuk satu orkestra nasional yang saling mengisi dan berdampak nyata bagi masyarakat,” sebut rector mengutip penyataan Menteri Prof Brian.

Dalam acara penandatangan kontrak tersebut, Dr Marwan di damping Kepala LLDIKTI XIII Aceh, Dr. Rizal Munadi, sebagai bentuk komitmen Universitas Almuslim dalam mendukung kebijakan Perguruan Tinggi Berdampak.

Kontrak kinerja ini diharapkan Perguruan Tinggi memiliki road map selama 1 tahun untuk mengimplementasikannya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, pungkas Dr Marwan.

Merilis laman berita Kemdiktisaintek, bahwa Penandatanganan Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak Tahun 2026, selain sebagai upaya strategis menyatukan arah pengelolaan perguruan tinggi di Indonesia, sejalan dengan visi transformasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Juga menurut Mendiktisaintek, Indonesia memiliki kekuatan strategis besar melalui Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di kampus. Potensi ini harus dikelola secara konsisten dan berintegritas agar mampu melahirkan SDM unggul, riset yang kuat, serta hilirisasi inovasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk itu, dalam arahannya, Mendiktisaintek juga menekankan agar perguruan tinggi terus melakukan terobosan, menjaga mutu pendidikan, serta memperkuat peran dosen sebagai garda terdepan dalam melahirkan talenta masa depan. Upaya peningkatan kesejahteraan dosen, termasuk melalui insentif riset dan penguatan ekosistem penelitian, turut menjadi perhatian pemerintah.

“Dengan lebih dari 4.400 perguruan tinggi, lebih dari 300.000 dosen, dan hampir 10 juta mahasiswa. Merupakan potensi dan kekuatan besar intelektual menberi solusi dampak ekonomi, sosial, dan terhadap lingkungannya dan memberikan multiplier effect,” ujar Menteri Brian.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi berbagi praktik baik (sharing session), membahas strategi peningkatan kesejahteraan dosen serta upaya pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, sebagai bagian dari penguatan tata kelola kampus yang berkelanjutan dan berdampak. (#).