Universitas Al Muslim Terlibat Dalam Kepanitiaan Acara Kenegaraan

Banda Aceh – Ahad (15/07) Menindaklanjuti pertemuan Presiden RI, Joko Widodo dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi di Jakarta pada 29-30 Mei yang lalu, Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri RI (BPPK Kemlu RI) menginisiasi Working Visit to Aceh Province and North Sumatera: Indonesia-India Bilateral Project on Indo-Pacific yang diikuti delegasi Pemerintah Pusat dari sejumlah kementerian dan Pemerintah India yang diwakili oleh Yang Mulia Mr. Pradeep Kumar Rawat (Duta Besar India untuk Indonesia dan Timor Leste), Dr. Shalia Shah (Konsul Jenderal India untuk Sumatera), dan kalangan diplomatik, serta delegasi dagang dari Kepulauan Andaman dan Nicobar.

Dalam penyelenggaraan working visit ini, BPPK Kemlu RI bekerjasama dengan Kedutaan Besar India untuk Indonesia dan Timor Leste, dan lokasi penyelenggaraannya di dua provinsi, yaitu Aceh dan Sumatera Utara (8-14 Juli 2018). Adapun maksud dari kegiatan ini adalah, dengan difasilitasi Pemerintah Indonesia dan Pemerintah India, berupaya mempertemukan langsung para investor dan pengusaha dari kedua provinsi/ negara, yaitu Aceh-Sumut dan Kepulauan Andaman dan Nicobar di India. Kepulauan Andaman dan Nicobar secara geografis lebih dekat dengan Sumatera, khususnya Aceh dibandingkan dengan daratan India. Kedekatan geografis ini dapat dimanfaatkan untuk membangun kerjasama ekonomi dan perdagangan, apalagi penduduk Kepulauan Andaman dan Nicobar sangat membutuhkan impor berbagai komoditas dan produk dari Aceh dan SUMUT. Karena secara ekonomi, ongkosnya akan jauh lebih murah jika didatangkan langsung dari daratan India khususnya Chennai. Karena selama ini kebutuhan pokok penduduk di sana umumnya didatangkan dari Chennai.

Universitas Al Muslim mendapat kehormatan, menjadi satu-satunya universitas yang diikutsertakan dalam kepanitiaan acara kenegaraan ini. Dosen Prodi Hubungan Internasional (HI) FISIP Universitas Al Muslim, yaitu Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil., M.A ikut serta sebagai panitia, membantu dalam mengorganisir acara ini. Rektor Universitas Almuslim, Dr. H. Amiruddin Idris, S.E., M.Si juga diundang dalam acara ini.

Dalam acara kenegaraan ini, Teuku Cut Mahmud Aziz mengajak tiga mahasiswa Prodi HI, yaitu Bilal Faranov, Azzurra Mayasyi, dan Ahsani Taqwim untuk dapat melihat langsung bagaimana mengorganisir acara kenegaraan yang melibatkan dua Negara. Di sana mereka dapat belajar bagaimana cara membangun komunikasi dan network, memulai kegiatan atau reskedul, siapa-siapa yang akan diundang, siapa-siapa yang duduk di kursi VIP, mengunjungi lapangan sebelum kedatangan duta besar, dimana lokasi berhentinya mobil rombongan delegasi, siapa yang menerima, dan sebagainya, serta juga dapat mengenal Duta Besar, Konsul Jenderal, sejumlah diplomat Indonesia dan India. Di sana mereka dapat berkenalan dengan sejumlah pengusaha Aceh dan India dan pejabat pemerintahan. Menjadi pengalaman yang berharga, karena ketiga mahasiswa ini bercita-cita menjadi diplomat. Di kegiatan ini dapat menjadi ajang praktik langsung bagi mereka yang mengambil Mata Kuliah Kerjasama Internasional dan Paradiplomasi. 

Hal yang menarik lainnya dan menjadi tantangan tersendiri, Teuku Cut Mahmud Aziz meminta langsung kepada Bilal Faranov, Azzurra Mayasyi, dan Ahsani Taqwim untuk membantu panitia, menjadi penerjemah bahasa Inggris bagi para delegasi dagang India dan penerjemah bahasa Indonesia bagi para pengusaha Aceh. Bilal Faranov juga sempat menjadi MC Penyerahan Bingkisan dari Pelindo I ke perwakilan Pemerintah India, perwakilan Kementerian Luar Negeri RI, perwakilan Delegasi Dagang India, perwakilan Perusahaan India di Jakarta, dan perwakilan Kemenko Maritim RI  di Pelabuhan Malahayati, Aceh Besar. Sungguh pengalaman indah dan tak terlupakan! (Bilal-PIP Umuslim)