Dosen Umuslim peringati refleksi 17 tahun tsunami Aceh

Dosen dan karyawan Umuslim sedang melaksanakan sholat berjamaah di pinggir danau laut tawar

Sekitar tiga ratusan dosen dan karyawan Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen beserta keluarga memperingati Refleksi 17 Tahun Tsunami Aceh (26 Des 2004-26 Des 2021).

Acara doa dan zikir yang dipimpin ustad Moh Rizal, MA dalam suasana cuaca dingin, dilaksanakan usai salat magrib berjamaah diikuti keluarga ratusan dosen dan Umuslim.

Rektor Umuslim, Dr. Marwan, MPd, menyampaikan bahwa acara tersebut digelar bersamaan dengan family gathering dan syukuran atas prestasi Umuslim meraih PTS terbaik Aceh kategori universitas yang telah diumumkan LLdikti Wilayah XIII Aceh beberapa waktu lalu.

Dr.Marwan,MPd menjelaskan bahwa pelaksanaan  zikir dan doa bersama ini merupakan rangkaian sejumlah kegiatan yang dilaksanakan Umuslim di Aceh Tengah. Selain peringatan refleksi 17 tahun terjadinya tsunami Aceh.

Selain itu pihaknya juga sedang melaksanakan sejumlah kegiatan  menyambut ulang tahun Umuslim ke-19 yang jatuh pada 15 Januari 2022.

Pada saat menyampaiakan sambutan sebelum doa dan zikir dimulai, Marwan menyampaikan bahwa acara zikir dan doa  untuk  mengenang kembali kejadian maha dahsyat yang terjadi tahun 2004 lalu. Dengan kejadian tersebut, katanya, kita bisa bertafakkur dan merenung diri tentang kekuasan Allah.

“Malam ini kita menginap di tenda kecil, dalam tenda kecil ini, semoga semua bisa bertafakkur dan merenung diri tentang proses kehidupan dan kekuasaan Allah, termasuk mengenang kejadian tsunami yang terjadi 17 tahun lalu di Aceh” ulas Marwan.

Sementara menurut Ketua Panitia, Syahirman Hakim, peserta doa dan zikir ini merupakan dosen dan karyawan beserta keluargannya yang sedang mengikuti family gathering di Pante Genaseh Takengon.

Mereka berjumlah lebih kurang  312 peserta dan diinapkan pada 72 buah tenda kecil sebagai tempat penginapan peserta.

“Selain tenda, juga disediakan sejumlah pondok untuk penginapan peserta bersama keluarga,” ujar Syahirman Hakim.

Acara zikir dan doa bersama ditengah hembusan angin malam pinggir danau laut tawar Takengon berlangsung penuh kekusyukan dan semua peserta larut dalam keharuan alunan zikir.

Setelah zikir dan doa dilanjutkan makan malam bersama dan santunan anak yatim dari warga dari desa sekitar Pante Gemaseh, kemudian pembakaran api unggun untuk menghangatkan tubuh dan besoknya outbound bagi keluarga peserta.(HumasUmuslim)