Universitas Almuslim Berikan Pendampingan Psikososial Terintegrasi bagi Korban Banjir di Kuala Raja Bireuen

Dokumentasi foto bersama Tim PkM Universitas Almuslim dengan warga Gampong Kuala Raja usai pendampingan psikososial berlangsung.

Bireuen – Universitas Almuslim kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kemanusiaan melalui pelaksanaan pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak banjir di Desa Kuala Raja, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, Aceh (22/12/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025 yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Program tersebut mengusung tema “Pendampingan Psikososial Terintegrasi untuk Kelompok Rentan di Lokasi Banjir Aceh: Upaya Trauma Healing dan Pemulihan Emosional”. Kegiatan ini diketuai oleh Rahmi Hayati, M.Pd, bersama tim dosen Universitas Almuslim yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan, psikologi, dan pendampingan sosial.

Pendampingan difokuskan pada kelompok rentan, khususnya remaja, yang dinilai memiliki kerentanan psikologis tinggi pascabencana. Kondisi banjir yang melanda wilayah tersebut tidak hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental masyarakat, seperti munculnya kecemasan, stres berkepanjangan, menurunnya motivasi belajar, hingga hilangnya rasa aman dan ruang berekspresi bagi remaja.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian menerapkan pendekatan psikososial yang bersifat partisipatif dan kontekstual. Berbagai aktivitas pemulihan emosional dilaksanakan, antara lain diskusi kelompok suportif, latihan relaksasi sederhana, serta penguatan kesadaran diri (mindfulness) yang disesuaikan dengan kondisi sosial dan psikologis peserta. Pendekatan ini bertujuan membantu remaja mengenali dan mengelola emosi, mengurangi tekanan psikologis, serta membangun kembali kepercayaan diri dan harapan pascabencana.

Selain pendampingan psikososial, tim Universitas Almuslim juga menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan pokok, perlengkapan kebersihan, perlengkapan P3K, lampu tenaga surya, penampung air, serta pakaian layak pakai. Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat mendukung pemulihan awal masyarakat sekaligus memperkuat rasa kepedulian dan solidaritas sosial.

Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa Universitas Almuslim sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman. Keterlibatan mahasiswa tidak hanya memperkuat nilai empati dan kepedulian sosial, tetapi juga menjadi sarana implementasi nilai-nilai kemanusiaan, kerja sama tim, serta pengabdian nyata kepada masyarakat.

Ketua pelaksana kegiatan, Rahmi Hayati, M.Pd, menegaskan bahwa penanganan pascabencana harus dilakukan secara komprehensif. Menurutnya, pemulihan fisik saja tidak cukup tanpa diiringi dengan perhatian terhadap kondisi psikologis masyarakat. “Trauma pascabencana, khususnya pada remaja, sering kali tidak terlihat secara kasat mata. Oleh karena itu, dukungan emosional yang tepat sangat penting agar mereka mampu bangkit, beradaptasi, dan melanjutkan kehidupan secara lebih sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Tim pengabdian juga diperkuat oleh Dr. Afkar, S.Pd., M.Pd, yang berperan dalam penguatan strategi pendampingan psikososial berbasis edukatif, serta Zuraini, M.Pd, yang fokus pada pendekatan pemulihan emosional dan pendampingan kelompok rentan. Sinergi lintas keilmuan dalam tim ini diharapkan mampu memberikan dampak yang berkelanjutan bagi proses pemulihan masyarakat terdampak banjir.

Melalui kegiatan ini, Universitas Almuslim menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga hadir secara nyata di tengah masyarakat dalam situasi darurat kemanusiaan. Pendampingan psikososial terintegrasi ini diharapkan menjadi bagian penting dalam upaya pemulihan menyeluruh masyarakat pascabencana banjir di Aceh.