
Dokumentasi foto kegiatan Pelayanan Kesehatan gratis di Gampong Krueng Beukah, Kecamatan Peusangan Selatan. Sabtu (10/1/2026).
Bireuen – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bireuen serta Mitra Medis lainnya kembali melanjutkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak banjir hidrometeorologi. Kegiatan kemanusiaan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (10/2/2026) dan dipusatkan di Meunasah Gampong Krueng Beukah, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen.
Pada kegiatan kali ini, pelayanan kesehatan gratis turut melibatkan tim medis dari berbagai lembaga kemanusiaan, di antaranya Darul Tauhid Peduli, Persatuan Ahli Bedah Indonesia (PABI), Atjeh Connection, serta sejumlah mitra lainnya. Kolaborasi lintas lembaga tersebut dilakukan guna memperkuat kapasitas pelayanan dan memastikan masyarakat memperoleh penanganan medis yang optimal di tengah kondisi pascabanjir yang masih memprihatinkan.
Pemilihan Gampong Krueng Beukah sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada tingkat dampak banjir yang tergolong paling parah di Kabupaten Bireuen. Hingga saat ini, sebagian warga masih terpaksa mengungsi, sementara banyak rumah penduduk belum dapat dihuni secara normal akibat lumpur tanah yang masih menggenangi bagian dalam rumah. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.
Sejak pagi hari, ratusan warga tampak memadati lokasi pelayanan untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka. Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan besarnya kebutuhan akan layanan kesehatan pascabanjir, terutama di tengah kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih dan masih terbatasnya akses pelayanan kesehatan.
Kegiatan pelayanan kesehatan ini dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim yang juga menjabat sebagai Ketua IDI Cabang Bireuen, dr. Zumirda, Sp.B-ET, FISA, FINACS. Ia turun langsung ke lapangan untuk memimpin koordinasi, sekaligus memastikan seluruh rangkaian pelayanan berjalan tertib, profesional, dan optimal di tengah lonjakan jumlah pasien yang terus berdatangan.
Alur pelayanan kesehatan dirancang menyerupai sistem pelayanan rumah sakit. Proses dimulai dari pendaftaran pasien yang dibantu oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan dan konsultasi medis sesuai dengan keluhan yang dirasakan pasien. Setelah mendapatkan diagnosis, pasien langsung menerima obat-obatan dari tim farmasi berdasarkan resep dokter. Seluruh rangkaian pelayanan tersebut diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya apa pun.
Menurut dr. Zumirda, layanan kesehatan yang diberikan sengaja dirancang secara komprehensif agar masyarakat memperoleh penanganan medis yang profesional dan menyeluruh. Tim medis yang diturunkan terdiri atas dokter umum, dokter spesialis, serta tenaga kesehatan lainnya, dengan dukungan ketersediaan obat-obatan yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan penyakit pascabanjir.
Selain layanan pemeriksaan dan pengobatan, di sela-sela kegiatan dr. Zumirda juga turut menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita serta makanan tambahan untuk ibu hamil di Gampong Krueng Beukah. Tidak hanya itu, balita juga menerima paket perlengkapan mandi lengkap, termasuk pampers, bedak, dan kebutuhan dasar lainnya, sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan dan kebersihan anak-anak di tengah kondisi darurat pascabanjir.
Berdasarkan data pengungsi di lokasi Meunasah Gampong Krueng Beukah, Dusun Keuchik Khalifah, tercatat sebanyak 91 kepala keluarga dengan jumlah 306 jiwa terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 150 laki-laki dan 156 perempuan, termasuk 20 balita, 14 baduta, 3 bayi, 2 ibu hamil, serta 56 lansia. Data tersebut
