Mahasiswa KKM Universitas Almuslim Hadirkan Pendampingan Psikososial bagi Anak Terdampak Banjir di Blang Cut

Dokumentasi foto mahasiswa KKM Universitas Almuslim bersama warga Blang Cut, Kecamatan Peusangan Selatan.

Bireuen – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Almuslim Angkatan XXVIII menunjukkan kepedulian sosial terhadap anak-anak terdampak banjir dengan melaksanakan kegiatan pendampingan pemulihan trauma di Desa Blang Cut, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan psikososial pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut pada 26 Desember 2025.

Bencana banjir tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis yang cukup mendalam, khususnya bagi anak-anak. Rasa takut, cemas, dan trauma masih dirasakan sebagian anak setelah peristiwa tersebut. Menyadari kondisi ini, mahasiswa KKM Universitas Almuslim hadir untuk membantu anak-anak bangkit kembali melalui pendekatan yang ramah, edukatif, dan menyenangkan.

Pendampingan pemulihan trauma dilakukan di sejumlah lokasi yang aman dan nyaman di Desa Blang Cut. Beragam aktivitas disajikan, mulai dari bermain bersama, bercerita, bernyanyi, menggambar, hingga pemberian motivasi dan dukungan emosional. Kegiatan tersebut dirancang untuk membantu anak-anak mengekspresikan perasaan mereka sekaligus menumbuhkan kembali rasa aman dan keceriaan.

Dokumentasi kegiatan menunjukkan suasana penuh kehangatan antara mahasiswa KKM, anak-anak, dan warga desa. Anak-anak tampak antusias dan ceria mengikuti setiap rangkaian kegiatan, yang secara perlahan membantu mereka melupakan ketakutan akibat banjir serta kembali berani beraktivitas.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kelompok KKM Universitas Almuslim Desa Blang Cut yang diketuai oleh Muhammad Al Faruq Aulia, didampingi Wakil Ketua Banta Risky Ramadhan, Sekretaris Zakiatul Munna, Bendahara Nia Rahmadani, Kepala Divisi Humas Juhana Fika, serta anggota humas Zakiyatur Rahmah, Fatma Zuhra, Maulidya, Nur Ula Fitri, Nadiatuz Zahra, dan Cut Salsabila. Sementara itu, Divisi Publikasi dan Dokumentasi (PDD) dikoordinatori oleh Novita Sari bersama Raihanatun, Puja Stari Dinda, dan Rahmatuz Zakia. Seluruh kegiatan berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Iskandar Zulkarnaini, S.Kom., M.Kom.

Ketua Kelompok KKM Desa Blang Cut, Muhammad Al Faruq Aulia, menjelaskan bahwa kegiatan pemulihan trauma ini bertujuan membantu anak-anak menghilangkan rasa takut serta memproses pengalaman traumatis mereka dengan cara yang positif.

“Kegiatan ini dilakukan agar anak-anak dapat menghilangkan rasa takut dan kembali mencerna pengalaman traumatis dalam suasana yang menyenangkan dan penuh dukungan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pembelajaran sosial bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan anak-anak pascabencana,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan ini turut melibatkan masyarakat desa, pemuda setempat, relawan kemanusiaan, serta mendapat dukungan dari aparatur desa. Kolaborasi tersebut menciptakan suasana yang kondusif bagi proses pemulihan psikologis anak-anak.

Salah seorang warga Desa Blang Cut mengungkapkan bahwa pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKM sangat membantu kondisi anak-anak pascabanjir.

“Setelah banjir, anak-anak sempat mengalami ketakutan. Dengan adanya pendampingan ini, mereka terlihat lebih ceria dan aktif kembali,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak Desa Blang Cut dapat pulih secara psikologis dan kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan semangat baru. Kehadiran mahasiswa KKM Universitas Almuslim menjadi wujud nyata kontribusi dunia akademik dalam merespons persoalan sosial dan kemanusiaan, khususnya dalam mendampingi masyarakat pascabencana.