Bermitra dengan Lazismu, Dosen Universitas Almuslim Pasang PLTS Hibrid Portable di Pante Lhong, Bireuen


Bermitra dengan Lazismu, Dosen Universitas Almuslim Pasang PLTS Hibrid Portable di Pante Lhong, Bireuen

Setelah keberhasilan yang menginspirasi di Dusun Bivak, Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, kini giliran desa Pante Lhong di Kecamatan Peusangan merasakan manfaat nyata dari inovasi energi terbarukan. Dosen-dosen dari Universitas Almuslim bekerja sama dengan Lazismu Bireuen memasang sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hibrid portable yang siap membantu warga yang terdampak parah banjir.

Desa Pante Lhong, salah satu desa yang paling terkena dampak bencana, kini mendapatkan harapan baru. Tim pengabdian dari Universitas Almuslim, yang diketuai Prof. Dr. Halus Satriawan, SP., M.Si, bersama anggota tim seperti Dr. Imam Muslem R., M.Kom, dan Dr. Muhammad Yanis, MT, serta didampingi relawan dari Meutuwah Project, Khairunnisak, M.Pd, melakukan pemasangan sistem ini pada Sabtu (17/1/2026).

Menurut Dr. Imam Muslem R., keunggulan sistem PLTS portable ini berbeda dari yang sebelumnya di Bivak Juli. “Kalau di Pante Lhong, sistem ini dirancang sangat fleksibel dan mudah dipindahkan. Tinggal angkat dan bawa ke lokasi darurat yang membutuhkan listrik. Inovasi ini memudahkan warga dan relawan dalam situasi bencana,” jelasnya.

Inovasi ini tidak hanya sekadar teknologi, tetapi juga solusi nyata untuk membantu masyarakat yang mengalami kerusakan rumah dan kehilangan akses listrik akibat banjir besar. Sistem PLTS hibrid dengan kapasitas 3200 watt ini dirancang khusus untuk menerangi sekitar 40 keluarga di lokasi hunian darurat desa, memastikan mereka tetap mendapatkan penerangan yang aman dan stabil.

Prof. Dr. Halus Satriawan menambahkan bahwa pendanaan untuk sistem ini didukung penuh oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. “Ini adalah bagian dari program pengabdian masyarakat tanggap darurat bencana yang bertujuan membantu pemulihan dan meningkatkan kemandirian warga pasca banjir,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, LazisMu Bireuen bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) telah membangun 48 hunian darurat untuk warga desa Pante Lhong yang rumahnya hanyut atau tidak layak huni akibat banjir. Sekitar 20 keluarga bahkan kehilangan rumah lengkap, sementara lainnya tinggal di daerah rawan longsor dan aliran sungai.

Inisiatif pemasangan PLTS portable ini muncul sebagai langkah konkret untuk membantu masyarakat mendapatkan akses listrik yang aman dan mudah diakses kapan saja dan di mana saja. “Ini adalah solusi jangka panjang dan inovatif untuk membantu warga bangkit kembali,” kata Prof. Satriawan.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Bireuen, Fajar Ardiansyah, M.Pd, menerima langsung pemasangan sistem ini dari tim universitas. “Kami sangat berterima kasih atas inovasi dan bantuan ini. Semoga dapat meringankan beban warga dan mempercepat proses pemulihan di desa Pante Lhong,” ujarnya.

Dengan keberhasilan ini, Universitas Almuslim dan Lazismu kembali menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan dan pengembangan energi terbarukan. Semoga langkah kecil ini menjadi inspirasi bagi lebih banyak komunitas untuk bangkit dan pulih, menyambut masa depan yang lebih cerah dan berdaya.(Muzammil)