Rektor Universitas Almuslim Resmi Menutup Pembekalan KKM XXVIII Tanggap Darurat Bencana

Dokumentasi Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., secara resmi menutup kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) XXVIII Tanggap Darurat Bencana. Jumat (17/1).

Bireuen — Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., secara resmi menutup kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) XXVIII Tanggap Darurat Bencana Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 yang diikuti oleh 918 mahasiswa dari berbagai fakultas. Penutupan kegiatan tersebut menandai berakhirnya seluruh rangkaian pembekalan yang telah berlangsung selama dua hari, pada 15 dan 17 Januari 2026.

Dalam sambutannya pada acara penutupan, Rektor Universitas Almuslim menegaskan bahwa KKM Tanggap Darurat Bencana merupakan bentuk nyata komitmen kampus dalam mengimplementasikan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa Universitas Almuslim tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial dan kesiapsiagaan dalam menghadapi persoalan kemanusiaan, termasuk bencana hidrometeorologi.

“Melalui KKM XXVIII ini, mahasiswa diharapkan mampu hadir di tengah masyarakat dengan membawa solusi, empati, dan semangat pengabdian. Inilah wujud bakti Universitas Almuslim untuk negeri,” ujar Dr. Marwan, M.Pd.

Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Almuslim beserta seluruh panitia pelaksana yang telah merancang dan melaksanakan pembekalan KKM XXVIII secara sistematis dan terarah. Ia menilai program KKM Tanggap Darurat Bencana memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter mahasiswa yang tangguh, peduli, serta siap berkontribusi dalam proses pemulihan masyarakat pascabencana.

Sebelumnya, kegiatan pembekalan KKM XXVIII dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Universitas Almuslim, Dr. drh. Zulfikar, M.Si, yang menekankan peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan dalam situasi tanggap darurat dan pemulihan pascabencana. Dalam pembekalan tersebut, mahasiswa diarahkan agar tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga dukungan edukatif, sosial, dan psikologis secara berkelanjutan kepada masyarakat terdampak.

Sementara itu, Plt. Kepala LPPM Universitas Almuslim, Dr. drh. Yusrizal Akmal, M.Si, dalam laporannya menyampaikan bahwa KKM XXVIII Tanggap Darurat Bencana dirancang sebagai program pengabdian berbasis kebutuhan riil masyarakat pascabencana hidrometeorologi tahun 2025. Program ini melibatkan mahasiswa lintas fakultas agar pendekatan yang dilakukan bersifat kolaboratif, adaptif, dan berkelanjutan.

Sebanyak 918 mahasiswa peserta KKM XXVIII berasal dari Fakultas Pertanian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Komputer, serta Fakultas Ekonomi. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dan mencerminkan tingginya kepedulian mahasiswa Universitas Almuslim terhadap isu kemanusiaan dan kebencanaan.

Selama pembekalan, mahasiswa memperoleh berbagai materi strategis, mulai dari pemahaman kebencanaan hidrometeorologi, peran mahasiswa dalam pemulihan pascabencana, pendekatan edukatif dan sosial di masyarakat terdampak, hingga penguatan kepemimpinan, empati, dan kerja sama tim. Kegiatan berlangsung interaktif dan partisipatif, dengan antusiasme tinggi dari para peserta.

Menutup sambutannya, Rektor Universitas Almuslim berpesan agar seluruh mahasiswa peserta KKM XXVIII mampu mengimplementasikan ilmu dan nilai-nilai yang telah diperoleh selama pembekalan saat terjun langsung ke masyarakat. Ia berharap kehadiran mahasiswa Universitas Almuslim di lokasi KKM dapat memberikan dampak positif yang nyata serta memperkuat citra kampus sebagai institusi pendidikan tinggi yang responsif, peduli, dan berkontribusi bagi pemulihan negeri pascabencana.