
Dokumentasi foto mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP Universitas Almuslim dalam kegiatan pemulihan psikososial bagi anak-anak terdampak bencana di Desa Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.
Bireuen – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim kembali menunjukkan peran strategisnya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan pemulihan psikososial bagi anak-anak terdampak bencana di Desa Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 15 Desember 2025, sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus implementasi nyata pembelajaran akademik berbasis pengalaman lapangan.
Kegiatan tersebut diinisiasi dan dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Matematika dengan mengusung pendekatan edukatif dan terapeutik yang berfokus pada pemulihan kondisi psikologis anak pascabencana. Aksi kemanusiaan ini dipimpin oleh M. Iklil Arkan selaku pelaksana kegiatan, dengan pendampingan langsung dari Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Almuslim, Rahmi Hayati, M.Pd, yang berperan sebagai pembimbing akademik sekaligus pengarah kegiatan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menghadirkan beragam aktivitas yang dirancang secara sistematis dan menyenangkan, seperti permainan edukatif, storytelling, kegiatan numerasi sederhana, serta permainan logika. Aktivitas-aktivitas tersebut bertujuan untuk membantu anak-anak memulihkan kondisi emosional, menumbuhkan kembali rasa aman, meningkatkan kepercayaan diri, serta merangsang kemampuan kognitif mereka setelah mengalami situasi traumatis akibat bencana.
Menariknya, program pemulihan psikososial ini secara konseptual terintegrasi dengan Mata Kuliah Psikologi Kognitif yang dipelajari mahasiswa di bangku perkuliahan. Mahasiswa menerapkan prinsip-prinsip psikologi kognitif, khususnya dalam memahami bagaimana anak-anak memproses informasi, emosi, dan pengalaman traumatis, serta bagaimana stimulus positif dapat membantu proses pemulihan mental dan emosional secara bertahap.
M. Iklil Arkan menyampaikan bahwa pendekatan bermain edukatif dipilih agar proses pemulihan berlangsung secara alami tanpa menimbulkan tekanan psikologis bagi anak-anak. Menurutnya, suasana yang menyenangkan menjadi kunci penting dalam membantu anak-anak kembali merasa nyaman dan aman.
“Kami tidak hanya ingin menghibur, tetapi juga membantu anak-anak membangun kembali pola pikir positif, rasa percaya diri, serta kemampuan fokus mereka. Pendekatan ini sejalan dengan konsep psikologi kognitif yang kami pelajari di kelas,” ujarnya.
Sementara itu, Rahmi Hayati, M.Pd menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pembelajaran bermakna (meaningful learning) yang mengintegrasikan teori dan praktik secara kontekstual. Ia menilai bahwa mahasiswa tidak hanya memahami konsep psikologi kognitif secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung untuk menjawab kebutuhan nyata di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa psikologi kognitif tidak hanya relevan di ruang kelas, tetapi sangat penting dalam memahami kondisi mental anak-anak pascabencana. Ini adalah bentuk pendidikan matematika yang humanis, kontekstual, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan,” jelasnya.
Respons positif datang dari anak-anak maupun masyarakat setempat. Selama kegiatan berlangsung, anak-anak terlihat lebih ceria, berani berinteraksi, serta mulai menunjukkan kembali minat belajar melalui berbagai aktivitas yang difasilitasi mahasiswa. Orang tua pun menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa yang tidak hanya memberikan dukungan akademik, tetapi juga pendampingan emosional yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak mereka.
Kegiatan pemulihan psikososial ini sekaligus menegaskan bahwa mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP Universitas Almuslim tidak hanya dibekali kompetensi pedagogik dan numerik, tetapi juga kepekaan psikologis dan sosial. Melalui integrasi mata kuliah Psikologi Kognitif dalam kegiatan pengabdian masyarakat, mahasiswa mampu berkontribusi aktif dalam proses pemulihan pascabencana serta memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
