Mahasiswa KKM Umuslim, Siti Nadla Nora Implementasikan Edukasi Matematika Kontekstual di SD Negeri 10 Peusangan

Dokumentasi foto bersama Mahasiswa KKM Umuslim, Siti Nadla Nora dengan siswa SD Negeri 10 Peusangan usai kegiatan belajar.

Bireuen — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Almuslim (UMUSLIM) Angkatan XXVIII melaksanakan kegiatan edukasi matematika berbasis isu banjir dan ketahanan pangan sebagai upaya penguatan numerasi bagi siswa Sekolah Dasar. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026, bertempat di SD Negeri 10 Peusangan, Desa Tanoh Mirah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.

Kegiatan ini mengusung tema “Edukasi Matematika Berbasis Isu Banjir dan Ketahanan Pangan untuk Penguatan Numerasi Siswa SD”, yang dirancang untuk mengintegrasikan pembelajaran matematika dengan isu-isu kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Pendekatan ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami konsep numerasi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam memahami permasalahan lingkungan dan sosial di sekitar mereka.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh mahasiswa KKM Umuslim Angkatan XXVIII, Siti Nadla Nora, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Almuslim. Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Novianti, M.Pd.

Dalam pelaksanaannya, Siti Nadla menyampaikan materi matematika dengan metode pembelajaran aktif dan partisipatif. Isu banjir digunakan sebagai konteks untuk mengenalkan konsep pengukuran, perbandingan, dan pengolahan data sederhana, seperti menghitung tinggi genangan air, lama waktu banjir, serta dampaknya terhadap aktivitas masyarakat. Sementara itu, isu ketahanan pangan dimanfaatkan untuk melatih kemampuan berhitung siswa melalui contoh perhitungan jumlah hasil panen, kebutuhan konsumsi harian, serta pengelolaan persediaan bahan pangan secara sederhana.

Kepala desa setempat, Geuchik Tanoh Mirah, Khuzari, menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi peran aktif mahasiswa KKM UMUSLIM dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di desa. Menurutnya, kegiatan edukatif yang mengaitkan pelajaran sekolah dengan persoalan nyata di lingkungan sekitar sangat bermanfaat dalam menumbuhkan kesadaran dan pemahaman sejak dini bagi anak-anak.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, karena sangat membantu siswa dalam memahami pelajaran sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan,” ujar Khuzari.

Dosen Pembimbing Lapangan, Novianti, M.Pd., juga menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan tujuan KKM sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Ia menilai pendekatan pembelajaran kontekstual yang diterapkan mahasiswa mampu meningkatkan minat belajar siswa serta memperkuat kemampuan numerasi mereka secara lebih bermakna.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM Umuslim tidak hanya berperan sebagai fasilitator pembelajaran, tetapi juga sebagai agen perubahan yang berkontribusi dalam penguatan literasi dan numerasi di tingkat pendidikan dasar. Diharapkan, edukasi berbasis isu lokal seperti banjir dan ketahanan pangan dapat menjadi model pembelajaran inovatif yang mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini, khususnya di Kabupaten Bireuen.