
Bireuen – Sebanyak 250 mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) diterjunkan langsung ke sejumlah desa terdampak bencana di Sumatra melalui Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026. Program ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mengintegrasikan pengabdian masyarakat, pembelajaran kontekstual, serta kontribusi mahasiswa dalam menjawab persoalan sosial pascabencana.
Mahasiswa ditempatkan di empat wilayah, yakni Desa Pante Baro Gle Siblah (Kecamatan Peusangan Siblah Krueng), Desa Tanjong Nie (Kecamatan Peusangan), Desa Cot Ara (Kecamatan Kuta Blang), serta Desa Pante Lhong. Di lokasi-lokasi tersebut, mahasiswa berperan sebagai pendamping masyarakat, fasilitator kegiatan pemulihan, sekaligus penggerak inovasi berbasis kebutuhan lokal.
Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd, menegaskan bahwa mahasiswa merupakan aktor utama dalam program ini. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya membawa solusi teknis, tetapi juga membentuk karakter dan kepekaan sosial.
“Mahasiswa harus hadir di tengah masyarakat, belajar langsung dari realitas lapangan, dan memberi dampak nyata. Program Mahasiswa Berdampak adalah sarana pembentukan kepemimpinan, empati sosial, serta tanggung jawab kemanusiaan,” ungkap Rektor.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tergabung dalam sejumlah tim pendamping dengan fokus pemulihan yang beragam, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing desa.
Di Desa Pante Lhong, mahasiswa yang tergabung dalam tim Dani Pratama Putra berperan aktif dalam program Pemulihan Sektor Pertanian Pascabencana Hidrometeorologi melalui Penerapan Teknologi Aquaponik, Sistem Pompa Air Tenaga Surya dan Sterilisasi, serta Hidroponik Fodder. Mahasiswa terlibat langsung mulai dari perencanaan hingga pembangunan sistem aquaponik dan hidroponik fodder, pemasangan pompa air tenaga surya, serta sistem sterilisasi air. Selain aspek teknis, mahasiswa juga mendampingi kelompok tani dalam pengelolaan dan pemanfaatan teknologi agar dapat digunakan secara mandiri dan berkelanjutan.
Sementara itu, di Desa Cot Ara, Kecamatan Kuta Blang, mahasiswa dalam tim Halus Satriawan memfokuskan kegiatan pada Penguatan Ketahanan Pangan Pascabencana Banjir Bandang melalui Budidaya Padi dan Hortikultura dalam Polibag Berbasis Material Tanah Sedimen. Mahasiswa memanfaatkan material sedimen sisa banjir sebagai media tanam, mendampingi proses budidaya, serta mendorong pertanian skala rumah tangga sebagai strategi ketahanan pangan keluarga di wilayah rawan bencana.
Di desa yang sama, Desa Pante Lhong, mahasiswa dalam tim Imam Muslem R. mengambil peran penting dalam Penerapan Unit Filtrasi Air Minum Portable Berbasis Multi-Stage Filtration. Mahasiswa melakukan pemasangan, pengoperasian, serta uji kelayakan unit filtrasi air minum, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan air bersih dan layak konsumsi. Kehadiran mahasiswa sangat membantu masyarakat dalam memperoleh akses air bersih secara cepat dan aman di masa pascabencana.
Adapun di Desa Tanjong Nie, Kecamatan Peusangan, mahasiswa yang tergabung dalam tim Muhammad Rizal menjadi penggerak dalam program Membangun Desa Tangguh Pangan Pascabencana: Sinergi Mahasiswa, Kelompok Tani, dan Karang Taruna dalam Pemulihan Produksi dan Mitigasi Banjir Bandang. Bersama kelompok tani dan Karang Taruna, mahasiswa memfasilitasi kegiatan produksi pangan, pendataan risiko bencana, serta edukasi mitigasi banjir bandang berbasis komunitas. Peran mahasiswa tidak hanya terbatas pada aspek teknis, tetapi juga pada penguatan kesadaran kolektif masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana.
Sementara itu, di Desa Pante Baro Gle Siblah, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, mahasiswa dalam tim Nuraina berperan dalam program Integrasi Pemulihan Status Gizi dan Penguatan Kesehatan Ibu dan Anak melalui Penguatan Posyandu dan Pendampingan Berkelanjutan Kesejahteraan Keluarga. Mahasiswa aktif mendampingi kegiatan Posyandu, memberikan edukasi gizi keluarga, membantu pemantauan tumbuh kembang anak, serta memperkuat peran keluarga dalam menjaga kesehatan ibu dan anak di masa pemulihan pascabencana.
Melalui Program Mahasiswa Berdampak, mahasiswa Universitas Almuslim tidak hanya menerapkan pengetahuan akademik yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mengasah empati, kepemimpinan sosial, dan kemampuan bekerja lintas sektor. Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana.
Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu mendorong proses pemulihan yang berkelanjutan, memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana. Dengan demikian, Program Mahasiswa Berdampak tidak hanya menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi penggerak kebangkitan masyarakat pascabencana.
