
Bireuen – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Universitas Almuslim melaksanakan program pembuatan filter air sederhana bagi masyarakat terdampak banjir di Desa Raya Tambo, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, pada akhir Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Novianti, M.Pd., sebagai bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat pascabencana.
Program tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi sebagian warga yang masih mengalami keterbatasan akses air bersih akibat dampak banjir. Berdasarkan hasil observasi lapangan yang dilakukan mahasiswa KKM, ditemukan sejumlah rumah warga dengan kualitas air yang masih keruh dan kurang layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, baik untuk mencuci, memasak, maupun keperluan rumah tangga lainnya.

Sebagai bentuk kepedulian sekaligus solusi praktis, mahasiswa KKM berinisiatif membuat filter air sederhana menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Bahan yang digunakan antara lain pasir, batu, arang, ijuk, kain penyaring, serta wadah penampung air. Proses pembuatan dilakukan secara gotong royong bersama warga dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, kebersihan, serta koordinasi dengan aparatur desa setempat.
Ketua kelompok KKM Desa Raya Tambo, Rusdi, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Menurutnya, filter air sederhana tersebut tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengelola kebutuhan air bersih.
Dari kegiatan tersebut, mahasiswa berhasil membuat lima unit filter air sederhana yang langsung dipasang di rumah warga yang membutuhkan. Setelah dilakukan uji coba, hasil penyaringan menunjukkan perubahan signifikan pada kualitas air. Air yang sebelumnya keruh tampak lebih jernih dan dinilai lebih layak digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga.
Selain pemasangan filter, mahasiswa juga memberikan edukasi singkat kepada masyarakat terkait cara penggunaan, perawatan, serta penggantian bahan filter secara berkala agar alat tersebut dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu lebih lama. Edukasi ini menjadi bagian penting dari program agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memahami cara menjaga kualitas air secara mandiri.
Kepala Desa Raya Tambo, Darmansyah, S.Sos., menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan mahasiswa Universitas Almuslim tersebut. Ia menilai program ini sangat membantu warga yang masih terdampak banjir, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Kehadiran mahasiswa KKM dinilai membawa manfaat nyata sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sanitasi dan pengelolaan air bersih.
Dosen Pembimbing Lapangan, Novianti, M.Pd., juga menekankan bahwa kegiatan KKM tidak hanya bertujuan menjalankan program akademik, tetapi juga melatih kepekaan sosial mahasiswa serta kemampuan mereka dalam memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Ia berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mengembangkan sikap empati, tanggung jawab sosial, serta kemampuan problem solving di tengah masyarakat.
Melalui program pembuatan filter air sederhana ini, mahasiswa KKM Universitas Almuslim berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Raya Tambo, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan air bersih, terutama di wilayah yang rawan terdampak bencana hidrometeorologi. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik sederhana yang dapat direplikasi oleh masyarakat luas guna menjaga kualitas air dan kesehatan lingkungan secara berkelanjutan.
