Edukasi Mitigasi Banjir untuk Siswa SD Negeri 10 Peusangan, Mahasiswa KKM Universitas Almuslim Tanamkan Kesadaran Pengurangan Risiko Bencana Sejak Dini

Peusangan — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Almuslim melaksanakan kegiatan Edukasi Mitigasi Banjir sebagai Strategi Pengurangan Risiko Bencana bagi siswa SD Negeri 10 Peusangan yang berlokasi di Desa Tanoh Mirah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, pada Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Novianti, M.Pd.

Program edukasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesiapsiagaan siswa sekolah dasar terhadap potensi bencana banjir yang kerap terjadi di wilayah sekitar. Berdasarkan hasil observasi mahasiswa KKM selama pelaksanaan pengabdian masyarakat, masih ditemukan keterbatasan pengetahuan siswa terkait mitigasi bencana, khususnya mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah banjir terjadi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya memberikan pemahaman yang komprehensif namun tetap mudah dipahami oleh anak-anak. Edukasi disampaikan dengan metode interaktif seperti penyampaian materi sederhana, diskusi ringan, tanya jawab, serta simulasi singkat terkait tindakan mitigasi banjir. Pendekatan edukatif tersebut dirancang agar siswa dapat menerima informasi dengan cara yang menyenangkan sekaligus membangun kesadaran sejak dini terhadap pentingnya kesiapsiagaan bencana.

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan penyebab banjir, dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana. Mahasiswa juga menekankan pentingnya perilaku menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan saluran air, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kondisi sekitar.

Antusiasme siswa terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti setiap sesi, menjawab pertanyaan, serta terlibat dalam simulasi yang diberikan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang komunikatif dan menyenangkan mampu meningkatkan minat belajar sekaligus memperkuat pemahaman siswa terhadap isu kebencanaan.

Selain memberikan pengetahuan teknis mengenai mitigasi banjir, mahasiswa KKM Universitas Almuslim juga mendorong siswa untuk berperan sebagai agen perubahan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Harapannya, siswa dapat menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada orang tua dan lingkungan sekitar sehingga kesadaran kolektif dalam upaya pencegahan banjir dapat terus meningkat.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah karena dinilai memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan literasi kebencanaan pada siswa sejak usia dini. Pendampingan yang dilakukan oleh DPL Novianti, M.Pd., turut memastikan kegiatan berjalan terarah, edukatif, dan sesuai dengan tujuan pengabdian masyarakat.

Melalui program edukasi mitigasi banjir ini, mahasiswa KKM Universitas Almuslim berharap dapat menanamkan kesadaran kesiapsiagaan bencana sejak dini sehingga siswa SD Negeri 10 Peusangan memiliki pemahaman yang lebih baik, sikap tanggap, serta kemampuan dasar dalam menghadapi potensi bencana banjir di masa mendatang. Upaya edukasi semacam ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari kontribusi nyata dunia pendidikan dalam mendukung pengurangan risiko bencana di masyarakat.