

Filipina _ Universitas Almuslim (Umuslim), Aceh, kembali memperluas jejaring kerja sama internasional melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan University of Southern Mindanao (USM), Filipina. Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Davao City sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan pendidikan dan kolaborasi akademik antara Indonesia dan Filipina.
Penandatanganan MoU ini bukan merupakan langkah awal yang berdiri sendiri, melainkan kelanjutan dari komunikasi dan penjajakan kerja sama yang telah dibangun sebelumnya. Salah satu momentum pentingnya adalah kunjungan Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., ke University of Southern Mindanao pada awal tahun 2025. Kunjungan tersebut menjadi pintu masuk bagi kedua perguruan tinggi untuk mengidentifikasi berbagai potensi kolaborasi yang kemudian ditindaklanjuti secara lebih konkret melalui penandatanganan MoU.
Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., menyampaikan bahwa kerja sama internasional merupakan salah satu bagian penting dari upaya Universitas Almuslim menuju perguruan tinggi unggul. Menurutnya, internasionalisasi perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi harus diterjemahkan menjadi program nyata yang memberikan manfaat bagi universitas dan masyarakat.
“Menuju Universitas Almuslim yang unggul, kami terus meningkatkan kolaborasi internasional yang memiliki dampak nyata. Kerja sama tidak cukup hanya pada penandatanganan MoU, tetapi harus diikuti dengan implementasi melalui penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta berbagai program akademik yang memberikan manfaat bagi kedua institusi dan masyarakat,” ujar Rektor.
Semangat tersebut juga tercermin dalam naskah sambutan Rektor yang menekankan besarnya potensi kerja sama kedua universitas, mulai dari pertanian hingga pendidikan, teknik, kesehatan, dan ilmu sosial. Universitas Almuslim secara khusus memiliki pengalaman di sektor pertanian, termasuk pengembangan padi gogo (upland rice), yang dinilai dapat menjadi salah satu bidang potensial untuk dijajaki bersama USM.
●Tiga Fakultas Paparkan Rencana Kolaborasi
Menariknya, agenda kerja sama tidak hanya diisi dengan prosesi penandatanganan MoU. Pertemuan tersebut juga diarahkan pada pembahasan substantif mengenai program yang dapat segera dikembangkan oleh kedua perguruan tinggi.
Tiga fakultas Universitas Almuslim, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), memberikan pemaparan mengenai bidang-bidang potensial yang dapat dikembangkan bersama University of Southern Mindanao pada masa mendatang.
Fakultas Pertanian memaparkan peluang kolaborasi dalam bidang pertanian, penelitian, pengembangan komoditas, pertukaran pengetahuan, dan kegiatan akademik yang relevan dengan karakteristik kedua wilayah. Potensi kerja sama bidang pertanian menjadi salah satu perhatian karena kedua universitas memiliki kepentingan dan kapasitas akademik yang dapat saling melengkapi.
Sementara itu, FKIP membahas potensi kolaborasi dalam bidang pendidikan, pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa, pertukaran akademik, student mobility, serta peluang penelitian dan publikasi bersama.
FISIP turut memaparkan peluang kerja sama pada bidang sosial dan politik, komunikasi, pembangunan masyarakat, hubungan internasional, serta berbagai kajian sosial yang relevan dengan dinamika masyarakat Indonesia dan Filipina.
Pembahasan tersebut sejalan dengan komitmen kedua universitas untuk mengembangkan pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian dan publikasi bersama, serta kegiatan akademik lainnya berdasarkan minat dan keunggulan masing-masing institusi.
● Fokus pada Research, Pengabdian Masyarakat dan Student Mobility



Melalui MoU tersebut, Universitas Almuslim mendorong agar kerja sama dengan University of Southern Mindanao dapat diarahkan setidaknya pada tiga bidang utama, yakni research atau penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat (community engagement/community service), dan student mobility.
Pada bidang penelitian, kedua universitas diharapkan dapat mempertemukan dosen dan peneliti untuk mengembangkan joint research, joint publication, seminar internasional, konferensi, serta pertukaran pengetahuan sesuai dengan keunggulan akademik masing-masing.
Pada bidang pengabdian kepada masyarakat, kolaborasi diharapkan dapat menghasilkan program internasional yang mampu mempertemukan akademisi dan mahasiswa dari Indonesia dan Filipina untuk terlibat langsung dalam penyelesaian persoalan masyarakat, khususnya pada isu pertanian, pendidikan, sosial, pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
Sementara melalui student mobility, mahasiswa Universitas Almuslim dan University of Southern Mindanao diharapkan memperoleh kesempatan untuk mengikuti pertukaran mahasiswa, short course, summer programme, international community service, kegiatan kebudayaan, maupun bentuk mobilitas akademik lainnya.
Dalam naskah sambutannya, Rektor Universitas Almuslim juga menegaskan bahwa kemitraan ini diharapkan menjadi ruang bagi kedua universitas untuk saling belajar, berbagi pengalaman, menemukan kepentingan bersama, dan mengembangkan kegiatan yang bermanfaat.
● Didukung KJRI Davao City

Penandatanganan dan pembahasan kerja sama tersebut semakin strategis dengan kehadiran perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Davao City, yaitu Hon. Agus Trenggono, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Davao City, dan Vetty Andiana, Konsul Bidang Informasi, Sosial dan Budaya KJRI Davao City.
Universitas Almuslim menyampaikan apresiasi atas dukungan KJRI Davao City dalam memperkuat komunikasi dan hubungan antarinstitusi kedua negara. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan implementasi program sekaligus menjadikan kerja sama perguruan tinggi sebagai salah satu instrumen yang semakin mendekatkan hubungan masyarakat Indonesia dan Filipina.
Hal tersebut juga menjadi salah satu pesan penting Rektor Universitas Almuslim yang menyampaikan apresiasi terhadap dukungan KJRI serta harapan agar kolaborasi ini turut memperkuat hubungan pendidikan antara Indonesia dan Filipina.



Delegasi Besar University of Southern Mindanao
University of Southern Mindanao hadir dengan delegasi yang dipimpin langsung oleh Prof. Jonald L. Pimentel, SUC President IV, didampingi Leorence C. Tandog, PhD, Vice President for Academic Affairs, serta sejumlah pimpinan fakultas, pusat penelitian, hubungan internasional dan akademisi.
Delegasi USM di antaranya terdiri atas Prof. Tamie Solpot, Dean of the College of Agriculture; Prof. Ma. Luz Calibayan, Dean of the College of Arts and Social Sciences; Prof. Bryan Lloyd Bretania, Director of International Affairs; Dr. Frans Bert D. Gomez, Center Head of the Multicultural Indigenous Peoples Center for Research Education and Development; serta akademisi dari bidang bahasa dan sastra Inggris, komunikasi pembangunan, ilmu sosial dan filsafat, psikologi, pertanian, pendidikan, informasi, dan kriminologi.
Kehadiran delegasi lintas bidang tersebut dinilai memberikan ruang yang lebih luas bagi kedua universitas untuk langsung mempertemukan bidang keilmuan yang memiliki potensi kerja sama.


Sementara delegasi Universitas Almuslim dipimpin langsung oleh Rektor Dr. Marwan, M.Pd., bersama Ketua Senat Universitas Almuslim Ir. T. M. Nur, SP., M.Si.; Wakil Rektor I Hakim Muttaqim, B.Soc.Sc., S.H., M.Ec.Dev., AFA; Wakil Rektor II Dr. Sonny M. Ikhsan Mangkuwinata, M.Si.; Wakil Rektor III drh. Zulfikar, M.Si.; Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Halus Satriawan, M.Sc.; serta para dekan dan pimpinan unit terkait.
Turut hadir Dr. drh. Yusrizal Akmal, M.Si., Kepala LPPM Universitas Almuslim; Risky Novialdi, S.IP., M.HI., Kepala Kantor Urusan Internasional; Dr. Diana, M.A., Kepala Divisi Kemitraan Global dan Kerja Sama; Dr. Rahmawati, S.Si., M.Pd., Kepala Badan Penjaminan Mutu, serta sejumlah dosen Universitas Almuslim.
● Dari MoU Menuju Program Berdampak


Kepala Kantor Urusan Internasional Universitas Almuslim, Risky Novialdi, S.IP., M.HI., menyampaikan bahwa penandatanganan MoU ini menjadi bagian dari strategi Universitas Almuslim untuk memperluas sekaligus memperkuat kualitas jejaring internasional.
Menurutnya, setelah penandatanganan MoU, perhatian berikutnya adalah memastikan agar komunikasi antarfakultas dan unit terkait dapat diterjemahkan menjadi program yang konkret dan terukur.
Kerja sama dengan University of Southern Mindanao juga dinilai strategis karena terdapat berbagai kesamaan dan potensi yang dapat dikembangkan antara Aceh dan Mindanao, terutama dalam bidang pertanian, pendidikan, sosial, kebudayaan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia. Karena itu, hasil pembahasan antara tiga fakultas Universitas Almuslim dengan mitra di University of Southern Mindanao diharapkan dapat segera diturunkan menjadi program implementatif melalui Memorandum of Agreement (MoA), Implementation Arrangement (IA), maupun bentuk kesepakatan teknis lainnya.
Penandatanganan MoU ini sekaligus menegaskan bahwa kunjungan Rektor Universitas Almuslim ke University of Southern Mindanao pada awal 2025 telah berkembang dari tahap penjajakan menjadi kemitraan institusional yang lebih konkret.
Universitas Almuslim berharap kemitraan tersebut tidak hanya memperkuat reputasi dan internasionalisasi kedua perguruan tinggi, tetapi juga melahirkan kolaborasi yang memberikan dampak nyata kepada mahasiswa, dosen, peneliti, institusi, dan masyarakat.
Dengan semangat tersebut, Universitas Almuslim terus mendorong internasionalisasi yang tidak hanya berorientasi pada jumlah mitra, tetapi pada kualitas implementasi dan dampak kerja sama, sebagai bagian dari perjalanan Universitas Almuslim menuju perguruan tinggi unggul dan semakin berkontribusi di tingkat regional maupun internasional.■Humas_Umuslim
*sumber: Kantor Urusan Internasional Universitas_Almuslim
