Dekan FK Umuslim Salurkan Pemberian Makanan Tambahan bagi Balita dan Ibu Hamil di Gampong Krueng Beukah

Dokumentasi foto Dekan FK Umuslim, dr. Zumirda berikan PMT untuk balita dan ibu hamil di Gampong Krueng Beukah.

Bireuen – Kepedulian terhadap kelompok rentan terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim (Umuslim) yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bireuen, dr. Zumirda, Sp.B-ET, FISA, FINACS. Di sela-sela kegiatan pelayanan kesehatan gratis pascabanjir, ia turut menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita serta makanan tambahan untuk ibu hamil di Gampong Krueng Beukah, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Sabtu (10/2/2026).

Penyaluran PMT tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan kemanusiaan yang digelar Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim bekerja sama dengan IDI Cabang Bireuen serta berbagai mitra kemanusiaan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk perhatian khusus terhadap kesehatan dan pemenuhan gizi balita serta ibu hamil yang tergolong kelompok paling rentan terdampak bencana banjir.

Gampong Krueng Beukah diketahui merupakan salah satu wilayah yang mengalami dampak banjir paling parah di Kabupaten Bireuen. Hingga saat ini, kondisi di gampong tersebut belum sepenuhnya pulih. Sejumlah warga masih mengungsi, sementara banyak rumah penduduk masih dipenuhi lumpur akibat genangan air yang sempat mencapai ketinggian signifikan. Situasi ini berdampak langsung terhadap pola makan, kebersihan lingkungan, serta kesehatan masyarakat, khususnya balita dan ibu hamil.

Dalam kegiatan tersebut, dr. Zumirda turun langsung menyerahkan Pemberian Makanan Tambahan kepada balita, serta makanan tambahan bagi ibu hamil. Selain PMT, balita juga menerima paket perlengkapan kebersihan dan perawatan diri, seperti perlengkapan mandi, pampers, bedak, dan kebutuhan dasar lainnya. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga asupan gizi sekaligus kebersihan anak-anak di tengah kondisi pascabanjir yang rawan menimbulkan penyakit.

Menurut dr. Zumirda, pemenuhan gizi bagi balita dan ibu hamil merupakan aspek yang sangat krusial pascabanjir. Kondisi darurat sering kali membuat keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan gizi seimbang, padahal balita dan ibu hamil membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang dan menjaga kesehatan.

Ia menegaskan bahwa upaya pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit, tetapi juga harus diiringi dengan langkah-langkah preventif, termasuk pemenuhan gizi dan peningkatan daya tahan tubuh. Dengan asupan gizi yang baik, balita diharapkan terhindar dari risiko gizi buruk, sementara ibu hamil dapat menjalani masa kehamilan dengan lebih sehat.

Berdasarkan data pengungsi di Meunasah Gampong Krueng Beukah, Dusun Keuchik Khalifah, tercatat sebanyak 91 kepala keluarga dengan total 306 jiwa terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, terdapat 20 balita, 14 baduta, 3 bayi, serta 2 ibu hamil. Selain itu, sebanyak 56 warga lanjut usia juga tercatat sebagai kelompok rentan yang memerlukan perhatian khusus dari sisi kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar.

Kegiatan penyaluran PMT ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Sejumlah orang tua balita mengaku sangat terbantu dengan adanya makanan tambahan dan perlengkapan bayi, mengingat kondisi ekonomi dan lingkungan yang belum pulih sepenuhnya pascabanjir. Bantuan tersebut dinilai sangat relevan dengan kebutuhan warga saat ini.

Penyaluran PMT bagi balita dan ibu hamil ini juga melengkapi rangkaian layanan kesehatan gratis yang diberikan kepada masyarakat. Dalam kegiatan yang sama, ratusan warga mendapatkan layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis dengan sistem pelayanan yang tertata menyerupai layanan rumah sakit. Seluruh pelayanan tersebut diberikan tanpa dipungut biaya.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim bersama IDI Cabang Bireuen dan para mitra kemanusiaan berharap dapat membantu mempercepat pemulihan kesehatan masyarakat secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi pengobatan, tetapi juga dari aspek pencegahan dan pemenuhan gizi. Kehadiran langsung dr. Zumirda di tengah masyarakat menjadi simbol komitmen tenaga medis dan dunia akademik dalam mengabdi dan hadir di saat masyarakat membutuhkan, khususnya pada masa-masa sulit pascabencana banjir.