Dosen dan Mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Almuslim Turut Layani Lansia Korban Banjir di Peusangan

Bireuen, 19 Desember 2025, Universitas Almuslim (Umuslim) Dalam rangka menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana, dosen dan mahasiswa Fakultas Kesehatan Umuslim melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di dua desa terdampak banjir bandang di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen.


Kegiatan kemanusiaan ini difokuskan pada pelayanan kesehatan terpadu bagi kelompok rentan, khususnya para lansia, yang selama masa pascabencana mengalami hambatan akses layanan kesehatan. Sekitar 200 lansia dari Desa Lueng Daneun dan Desa Teupin Raya mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias tinggi.


Pelaksanaan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Kesehatan Universitas Almuslim dan Puskesmas Peusangan Siblah Krueng. Kepala Puskesmas, dr. Darmawati, menyatakan secara langsung menugaskan tim kesehatan untuk turun ke lapangan, dengan koordinasi teknis dipimpin oleh dr. Emi Hariyani. Turut serta dalam kegiatan ini dua orang perawat, dua bidan, serta seorang instruktur senam lansia.


Tim pengabdian dari fakultas dipimpin oleh Siti Rahmah, M.Kes, dan terdiri dari anggota tim Nuraina, M.Keb, serta Herrywati Tambunan, MKM. Kegiatan ini melibatkan lima mahasiswa Program Diploma Kebidanan dan dua mahasiswa Program Sarjana Kebidanan yang aktif dalam seluruh proses pelayanan medis, mulai dari pendaftaran peserta, pemeriksaan fisik awal, hingga pemeriksaan laboratorium sederhana seperti pengecekan kadar kolesterol, asam urat, dan gula darah. Obat-obatan yang diberikan berdasarkan rekomendasi langsung dari dokter setempat.


Agenda kegiatan dimulai dengan pelaksanaan senam lansia sebagai upaya menjaga kebugaran fisik peserta, disusul pemberian susu gratis yang telah disiapkan panitia. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, serta edukasi kesehatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing lansia pascabencana.


Selain layanan medis, para peserta menerima paket obat yang berisi salep pegal, obat keluhan badan tidak nyaman, demam, batuk, salep gatal, minyak kayu putih, vitamin, dan makanan bergizi khusus lansia. Tidak hanya lansia, anak-anak yang turut hadir juga mendapatkan makanan tambahan dan snack ringan, sehingga suasana kegiatan berlangsung penuh kehangatan dan keakraban.


Kepala Desa Lueng Daneun, Taufiqurrahman, ST, dan Kepala Desa Teupin Raya, Syahrul Fuadi, S.Kom, menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada seluruh tim pengabdian dan tenaga kesehatan yang telah menunjukkan perhatian serius terhadap kondisi warga, terutama kelompok lansia yang terdampak banjir.


Dalam keterangan resminya, Kepala Puskesmas, dr. Darmawati, berharap kegiatan pelayanan kesehatan serupa dapat terus dilaksanakan, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita. Ia menyebutkan, bahwa kondisi fasilitas puskesmas yang masih terdampak lumpur dan rusaknya alat serta bahan posyandu menjadi hambatan utama pelaksanaan layanan, sehingga kegiatan ini menjadi pengganti sementara yang sangat dibutuhkan masyarakat.


Ia pun menegaskan perlunya percepatan rekonstruksi dan rehabilitasi fasilitas kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Sementara itu, Nuraina, M.Keb, menyatakan optimisme bahwa kegiatan pengabdian serupa akan kembali dilaksanakan di masa mendatang. Ia menegaskan bahwa meskipun sekitar 90 persen tenaga kesehatan di Puskesmas turut terdampak banjir, dan sebagian di antaranya kehilangan tempat tinggal, semangat pengabdian tetap terjaga.


“Di tengah keterbatasan, para tenaga kesehatan tetap mendirikan posko darurat di titik-titik pengungsian sebagai wujud tanggung jawab moral dan profesional kepada masyarakat,” ujarnya.
Herrywati Tambunan, MKM, menambahkan bahwa proses pemulihan pascabencana membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Ia menegaskan pentingnya peran akademisi sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan fisik, psikologis, dan sosial masyarakat terdampak.


Kegiatan pengabdian ini juga didukung oleh skema pengabdian pascabencana yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), melalui program Saintek Dikti Berdampak. Selain itu, tim dari Fakultas Kesehatan Universitas Almuslim terus menjalin koordinasi dengan berbagai institusi, termasuk perguruan tinggi dari luar provinsi, sebagai bagian dari upaya bersama membangun kembali Aceh pascabencana.[Muzammil]