

Bireuen – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim menggelar kegiatan pengobatan massal gratis bagi masyarakat. Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 14 Februari 2026 di lingkungan kampus Universitas Almuslim, dengan sasaran utama masyarakat yang masih terdampak pascabanjir akhir 2025 lalu.
Ketua panitia kegiatan, dr. Dara Farasina, menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan dimulai sejak pukul 08.30 WIB hingga siang hari. Sejak dibuka, masyarakat langsung berdatangan untuk memeriksakan kesehatan. Antusiasme terlihat tinggi, dengan warga dari berbagai kalangan usia anak-anak hingga lanjut usia datang silih berganti. Kondisi ini menunjukkan tingginya kebutuhan layanan kesehatan, terutama setelah bencana banjir ketika kondisi lingkungan belum sepenuhnya pulih.

Ia menambahkan, alur pelayanan dirancang menyerupai sistem pelayanan rumah sakit agar masyarakat merasa aman dan nyaman. Proses dimulai dari pendaftaran yang dibantu mahasiswa kedokteran, dilanjutkan pemeriksaan dan konsultasi medis sesuai keluhan pasien. Setelah diagnosis ditegakkan, pasien langsung memperoleh obat dari tim farmasi berdasarkan resep dokter. Seluruh layanan diberikan gratis tanpa biaya, bahkan sebagian pasien menerima paket mukenah serta makanan tambahan sesuai kebutuhan.
Dekan fakultas, dr. Zumirda, Sp.B-ET, FISA, FINACS, selaku penanggung jawab kegiatan, menyampaikan bahwa pengobatan massal ini merupakan program pelayanan kesehatan gratis yang digelar fakultas secara besar. Sebelumnya, pihaknya telah beberapa kali turun langsung ke desa-desa terdampak banjir pada akhir November 2025 bersama mitra medis lain untuk memberikan bantuan kesehatan darurat.
Dalam kegiatan tersebut, tim medis yang diterjunkan terdiri atas dokter umum, dokter spesialis, tenaga kesehatan, serta tenaga akademik pendukung.
Selain tenaga dokter, kegiatan juga didukung 37 mahasiswa Fakultas Kedokteran yang mendampingi pelayanan, serta 22 tenaga pendidik. Secara keseluruhan, total personel yang terlibat mencapai sekitar 80 orang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Senat Fakultas Kedokteran, dr. Abri Hatinsyah Efendi, Sp.B, FICS, seorang dokter spesialis bedah senior yang juga memimpin sekaligus memiliki RSU Bireuen Medical Center di Bireuen. Kehadirannya menambah semangat tim medis serta memberikan dukungan moral terhadap kegiatan sosial tersebut.
Pihak fakultas berharap kegiatan pengobatan massal ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial menjelang Ramadan, tetapi juga bagian dari pengabdian berkelanjutan kepada masyarakat. Selain membantu pemulihan kesehatan pascabencana, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kesehatan serta penguatan hubungan antara institusi pendidikan kedokteran dengan masyarakat luas.
Penulis: Elga Safitri
