Fakultas Kesehatan Universitas Almuslim Sukses Gelar Posyandu Remaja Pascabanjir di Bireuen

Dokumentasi tim Fakultas Kesehatan Universitas Almuslim foto bersama warga terdampak banjir.

Bireuen – Upaya pemulihan psikososial bagi korban banjir bandang di Kabupaten Bireuen terus berlanjut. Universitas Almuslim (Umuslim) melalui tim Fakultas Kesehatan kembali turun langsung ke lapangan dengan menggelar kegiatan Posyandu Remaja di dua desa terdampak, yakni Desa Lueng Daneun dan Desa Teupin Raya. Kegiatan yang berlangsung pada 28 Desember 2025 ini melibatkan sebanyak 167 remaja dalam pendampingan terpadu yang menyasar aspek mental, fisik, dan kesehatan lingkungan.

Kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan keempat dari rangkaian pendampingan pascabencana yang dilakukan tim Fakultas Kesehatan Umuslim. Program ini dipimpin oleh Ketua Peneliti Siti Rahmah, M.Kes, bersama anggota tim Nuraina, M.Keb dan Herrywati Tambunan, dengan dukungan mahasiswa, guru sekolah setempat, kader kesehatan, serta Fan Jader selaku pengelola kegiatan yang turut memfasilitasi keterlibatan orang tua dan masyarakat.

Pendampingan psikososial menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Sesi awal diawali dengan terapi storytelling (terapi bercerita), di mana para remaja diajak untuk mengekspresikan pengalaman, perasaan, serta trauma yang mereka alami selama dan setelah banjir bandang. Dalam suasana yang hangat dan penuh empati, para remaja diberikan ruang aman untuk berbagi cerita tanpa rasa takut atau terhakimi. Metode ini dinilai efektif untuk membantu remaja merasa didengar, diterima, dan perlahan memulihkan kondisi emosional mereka.

Setelah sesi terapi bercerita, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai aktivitas yang bersifat rekreatif dan edukatif, seperti senam otak, ice breaking, serta permainan yang menekankan kekompakan dan kerja sama tim. Aktivitas tersebut dirancang untuk membangun kembali rasa percaya diri, memperkuat hubungan sosial, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di antara para remaja. Gelak tawa dan antusiasme tampak mewarnai jalannya kegiatan, mencerminkan mulai pulihnya keceriaan yang sempat tergerus oleh bencana.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap kesehatan fisik dan pertumbuhan remaja, tim juga membagikan susu dan snack bergizi. Asupan tambahan ini diberikan untuk menunjang kesehatan tulang dan kebutuhan gizi remaja pascabencana, sekaligus menjadi bentuk perhatian terhadap kelompok usia yang kerap luput dari penanganan khusus dalam situasi darurat.

Tidak hanya berfokus pada aspek mental dan fisik, Posyandu Remaja ini juga menguatkan edukasi kesehatan lingkungan. Tim memberikan pelatihan penggunaan Aquatab sebagai metode penjernihan air bersih pascabanjir, serta membagikan serbuk abate guna mencegah berkembangnya jentik nyamuk yang berpotensi menimbulkan penyakit. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja dan keluarga dalam menjaga kesehatan lingkungan di tengah kondisi pascabencana.

Kehadiran mahasiswa Umuslim yang usianya relatif dekat dengan para remaja, serta dukungan guru sekolah mereka, menciptakan kedekatan emosional tersendiri. Banyak remaja mengaku merasa senang, nyaman, dan termotivasi mengikuti kegiatan tersebut. Bahkan, tidak sedikit yang menyampaikan kembali cita-cita mereka untuk melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik, seperti menjadi bidan, dokter, guru matematika, hingga konten kreator digital, meskipun kondisi sekolah mereka mengalami kerusakan berat akibat banjir.

Sebagai penutup kegiatan, tim menyerahkan berbagai paket bantuan yang meliputi perlengkapan sekolah, makanan tambahan, serta kebutuhan pribadi sehari-hari seperti sampo, sabun, pasta gigi, sikat gigi, deodoran, handbody, pembalut, dan perlengkapan lainnya. Bantuan ini menjadi perhatian khusus karena dinilai sangat dibutuhkan oleh remaja dalam fase pemulihan pascabencana.

Orang tua dan masyarakat setempat menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas kepedulian serta pendampingan yang diberikan. Mereka berharap kegiatan Posyandu Remaja ini dapat terus berlanjut dan kembali hadir untuk mendampingi proses pemulihan remaja di desa mereka secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Posyandu Remaja tidak hanya berfungsi sebagai layanan kesehatan, tetapi juga menjadi ruang aman bagi remaja untuk memulihkan diri, menumbuhkan kembali harapan, serta menata masa depan dengan lebih optimistis di tengah keterbatasan pascabencana.